Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
Adinda dan Revan


__ADS_3

keesokan harinya 07.30 wib.


tepatnya di perusahaan pencakar langit SINAGA.GROUP


tepatnya di ruangan mewah milik sekertaris Revan.


belum datang juga gadis itu ternyata, mungkin dia memilih mengundurkan dirinya karena merasa tidak sanggup menjadi rekan bisnis ku, dengan pekerjaan nya yang terlalu menumpuk itu, ternyata hanya sebegitu nyalinya monolog sekertaris Revan.


yang seperti meremehkan Adinda rekan barunya dalam perusahaan.


dan tiba tiba ponsel milik sekertaris Revan berbunyi.


tring


tring


tring


perlahan sekertaris Revan mengeluarkan ponsel pintarnya itu dari saku jasnya.


dan di lihat di layar tipis nya itu, terdapat nama atasannya yang sedang memanggil.


Kemudian sekertaris Revan pun mulai mengangkatnya.


" halo " ucap Bima dari sebrang telepon.


" ya halo tuan, maaf apa ada yang bisa saya bantu tuan " tanya sekertaris Revan.


" tidak Van, aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu " ucap Bima lagi justru membuat sekertaris Revan penasaran.


" apa itu tuan " tanya sekertaris Revan pada sang atasan.


" bagaimana, apa kau sudah mendapatkan rekan kerja " tanya Bima.


" sudah tuan, sejak kemarin dia bekerja " jelas sekertaris Revan.


" kenapa kau tidak memberi tahu ku " ucap Bima lagi.


" maaf tuan, saya kemarin terlalu banyak pekerjaan sehingga membuat saya sampai lupa tidak memberi tahu anda " jelas sekertaris Revan


" ya sudah tidak apa apa, bagaimana rekan kerjamu cantik tidak " ucap Bima yang sedikit menggoda sekertaris kepercayaan nya tersebut.


CEK KLEK....

__ADS_1


bunyi handel pintu yang baru saja di buka oleh Adinda saat ini,


dengan menampilkan gadis dua puluh tiga tahun dengan pakaian kantornya yang terlihat modis serta sedikit polesan make up di wajah cantiknya,


sekejap pandangan sekertaris Revan yang sedari tadi tertuju pada pintu itu tiba tiba teralihkan oleh penampilan serta wajah cantik rekan baru nya itu, ya dia adalah Adinda.


" pagi tuan " ucap Adinda sambil tersenyum, kemudian segera duduk di tempat kerjanya saat ini.


" pagi " jawab sekertaris Revan dengan gaya angkuhnya itu, tetapi berbeda di dalam hatinya saat ini.


DIA,... dia kenapa cantik sekali, astaga aku seperti di buat pangling olehnya, dia benar benar memoles wajahnya padahal hanya polesan tipis tapi kenapa dia bisa terlihat sangat cantik seperti ini ya gumam sekertaris Revan dalam hati.


sekejap sekertaris Revan melupakan sambungan telepon atasannya itu, tetapi ponselnya masih menempel di telinganya, dan saat ini pandangannya terus tertuju pada rekan barunya tersebut.


" Sekertaris Revan apa kau mendengar ku " ucap Bima dari sebrang telepon, karena sedari tadi pertanyaan nya tak di jawab oleh sekertaris kepercayaan nya itu.


" ah, iya tuan " jawab sekertaris Revan gelagapan.


" kau kenapa hah,... kenapa tadi tak menjawab perkataan ku " ucap Bima di sebrang telepon sana.


" oh iya tuan, apa tadi pertanyannya " tanya sekertaris Revan lagi.


" aku tanya rekan kerjamu cantik tidak " jawab Bima seperti sedikit menekankan perkataannya itu.


" ya tuan cantik,emm...maksud saya biasa saja " jawab sekertaris Revan yang sedikit merasa malu pada Bima.


" ah tidak tuan,... tadi saya sedang mencari berkas berkas yang saya butuh kan " jawab sekertaris Revan yang mencari alasan.


" alasan, ya sudah kalau begitu, pepet dia terus, dan setelah itu ajak dia menikah " ucap Bima yang seperti memberi kode kepada sekertaris kepercayaan nya tersebut.


" tak segampang itu tuan, tut... tut... tut...." jawab sekertaris Revan terhenti dan kemudian panggilan sepihak oleh Bima.


sekertaris Revan hanya menggeleng geleng kan kepalanya pelan.


dan kini pandangannya kembali tertuju kepada rekan barunya itu.


kenapa dia terlihat berbeda sekali ya, akhh...


Revan sekarang kau mulai terlihat bodoh karena seorang wanita, apa iya aku mulai tertarik pada gadis ini, yang benar saja masa iya padahal masih dua hari ini aku kenal dengannya,


tetapi tuan dulu malah menyukai nona Zahra bahkan tertarik hanya melihat nya di jalan raya saja dan bertemu juga hanya beberapa kali dan langsung membuat tuan muda tertarik, ya lebih tepatnya menyukai lah, apa itu terjadi juga padaku ya akkhh... sudahlah aku tak tahu gumam sekertaris Revan saat ini.


" hei.. kau " ucap sekertaris Revan kemudian kepada Adinda.

__ADS_1


" tuan nama saya Dinda, jangan hei hei terus, jika kau memanggilku seperti itu lagi aku tidak akan menoleh " jawab Adinda yang seperti tidak ada takutnya kepada sekertaris dingin itu.


" apa urusannya dengan ku " sahut sekertaris Revan dengan angkuhnya.


" ya sudah kalau tidak ada urusannya, jangan panggil panggil saya terus " ucap Adinda kemudian.


" memang siapa kau di sini " jawab sekertaris Revan yang seperti tidak mau kalah.


" rekan kerja baru tuan kan " ucap Dinda


" akhhh... terserah kau saja, Din ambil pekerjaan milikmu yang sudah menumpuk di mejaku ini " jelas sekertaris Revan kepada rekan barunya itu.


" nah seperti itu kan enak di dengarnya, baiklah tuan akan saya ambil " jawab Adinda, kemudian gadis dua puluh tiga tahun itu segera bangkit dari kursi kerjanya kemudian bergegas menuju meja sekertaris Revan.


" semuanya tuan " tanya Dinda yang kini kini tengah berada di hadapan meja atasannya itu.


" hem " jawab singkat sekertaris Revan tanpa menoleh ke arah Adinda dengan dirinya yang saat ini sibuk dengan benda layar tipisnya tersebut.


" tuan " panggil Dinda.


" hem " jawab sekertaris Revan lagi tanpa menoleh.


" bagaimana penampilanku " tanya Dinda yang seperti ingin mendapat suatu komentar dari atasannya saat ini.


" biasa saja " jawab sekertaris Revan yang sedikit melirik ke arah Adinda kemudian pandangannya kembali ke benda layar tipisnya tersebut.


" beri aku masukan tuan, barang kali masih ada yang aku rubah lagi misalnya " tanya gadis dua puluh tiga tahun itu yang memang cepat akrab kepada semua orang.


" sebaiknya mulai besok kau tidak usah memakai make up Din " ucap sekertaris Revan yang sesekali melirik ke arah gadis cantik yang berada di hadapannya itu.


" tuan memang nya kenapa, dandanan saya berlebihan ya, kan tuan sendiri kemarin yang menyuruh saya memakai make up sedikit saja " jawab Adinda yang kini merasa tidak pede memakai make up atas suruhan atasannya tersebut.


" saya tidak suka melihat kamu terlalu cantik Din " ucap sekertaris Revan yang keceplosan itu.


" apa tuan saya terlalu cantik " jawab Adinda seperti meyakinkan perkataan lelaki tampan di hadapannya tersebut.


" emm.....maksud saya sebenarnya kamu seperti nya tidak pantas memakai make up, sebaiknya polosan saja mulai besok begitu sebenarnya maksud saya tadi "


jawab sekertaris Revan yang seperti mencari cari alasan saat ini karena bibirnya tadi merasa keceplosan, ya memang sebenarnya kenyataannya begitu sih, Adinda memang sangat cantik menurut sekertaris Revan hari ini, tetapi dia tidak mau membuat gadis yang menurutnya sedikit menyebalkan itu ke PDan.


" oh begitu ya tuan, padahal saya susah susah mencari tutorialnya di internet sampai saya tadi sedikit terlambat ke kantor " jawab Adinda yang sedikit merasa kesal kepada atasannya itu dengan wajahnya yang sedikit ditekuk.


" ah... jangan banyak bicara, segera pekerjaan milikmu ini dan segera kembalilah ke meja kerjamu sana " ucap sekertaris Revan kemudian, yang merasa ingin tertawa melihat ekspresi wajah Adinda saat ini yang merasa kesal pada dirinya itu.

__ADS_1


" iya iya " jawab Adinda dengan sedikit cemberut kemudian kembali ke meja kerja miliknya dengan mengentak hentak kan kakinya, karena merasa kesal pada lelaki tampan yang berada di hadapannya.


KAKAK JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTARNYA, BIAR AUTHOR SEMANGAT PLISS KAK☺☺🙏🙏


__ADS_2