
kemudian bima mencium kening Zahra dan beralih ke bibir mungil Zahra untuk yang kedua kalinya.
" sayang aku kan belum mandi, kenapa kau mencium ku bahkan sampai dua kali "
" aku tidak perduli meskipun kau belum mandi, aku tetap mencintaimu Zahra kau tetap Zahra milikku " Zahra tersenyum mendengar perkataan suaminya itu.
" Oh iya suamiku apa boleh aku izin ke rumah ibu sepertinya aku sudah lama tidak ke sana semenjak pernikahan kita, aku lelah dikamar terus tidak ada yang kegiatan "
" iya baiklah untuk hari ini aku akan mengizinkanmu ke rumah ibu " ucap Bima dengan senyum mengembang di bibirnya.
" benarkah sayang kau mengizinkanku,
ah terima kasih suamiku aku mencintaimu muuaachhh. . . muuuaachhh, yasudah sekarang aku mau mandi dulu dada suamiku "
Bima yang melihat istrinya ikut tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, karena melihat wanita kesayangannya yang begitu bahagia, kini dirinya ikut senang karena hal semudah itu saja sudah membuat zahra begitu bahagia.
" apa perlu aku bantu sayang "
" sayang kau jangan sering menggodaku "
" iya iya sana pergilah cepat kamar mandi atau aku akan berubah pikiran "
kemudian zahra langsung berlari menuju kamar mandi karena merasa ucapan suaminya seperti ancaman menurutnya.
sangat menggemaskan kau berbeda dari wanita lain zahra inilah yang membuatku tertarik dan jatuh cinta padamu selama ini, Bima bermonolog sendiri sambil mengembangkan senyum di bibirnya, dan melangkahkan kaki keluar kamar memasuki ruang kerjanya.
tak beberapa lama Zahra telah selesai dengan ritual mandinya, dan langsung ke ruang ganti memilih baju yang akan dia kenakan, setelah itu zahra sedikit merias wajahnya tipis - tipis dengan make up yang telah disediakan dengan lengkap dikamar nya yang tak pernah ia sentuh sama sekali, karena memang zahra juga tak pernah memakai make up selama ini dan tidak tau kegunaannya masing-masing.
setelah semuanya telah selesai zahra kini melangkah keluar kamar dan membuka handel pintu, dan ternyata dia mendapati suaminya telah didepan pintu kamarnya itu dan bima pun kini sedikit tercengang melihat istrinya yang saat ini memakai sedikit riasan di wajah cantiknya itu dan membuatnya sedikit terpukau dalam waktu sekejap.
sayang kenapa kau melihatku seperti itu apa ada sesuatu yang salah pada diriku, Bima yang sedari tadi hanya bengong ketika istrinya mengajak dirinya berbicara.
Baiklah karena kau hanya diam saja aku akan mengganti baju dan akan menghapus make up ku jika kau tidak suka sayang,
__ADS_1
kemudian Zahra pun membalikkan badannya untuk kembali ke dalam kamarnya dan Bima pun mengikuti Zahra kembali kedalam kamar dan menutup pintunya kembali dan Bima pun langsung menarik tangan Zahra, dan Zahra yang merasa ditarik tangannya tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya akhirnya dia terjatuh di pelukan suaminya sekejap.
Dan kedua mata mereka saling bertemu satu sama lain kemudian Bima langsung mencium bibir istrinya itu dengan sangat lembut dan menggairahkan, Zahra pun yang tidak tau apa-apa kerena suaminya menciumnya
tiba-tiba,
kini Zahra juga ikut terbuai dengan ciuman itu kini mereka telah melakukan ciuman paginya untuk yang ketiga kalinya dan ciuman itu berdurasi sangat lama.
Bima yang merasa istrinya seperti kehabisan nafas dan akhirnya Bima melepaskan bibirnya yang masih menempel di bibir mungil Zahra.
" sayang apa yang kau lakukan, kita bisa kesiangan jika kita seperti ini terus " ucap Zahra setelah ciuman itu selesai.
" itu karena kau menggodaku sayang " sahut Bima
" memangnya aku melakukan apa suamiku " ucap zahra dengan polosnya
" kenapa kau merias wajahmu sayang, itu membuat aku tergoda di pagi seperti ini, dan aku tidak rela jika kau dipandang lelaki lain diluar sana karena kau memakai riasan di wajahmu"
" aku hanya ingin mencoba memakainya sayang karena kau telah menyediakan semuanya "
" iya baiklah kalau seperti itu aku akan menghapusnya " kemudian zahra berjalan ke arah meja riasnya untuk menghapus riasannya itu.
" sayang maafkan aku, apa kau marah padaku hemm " tanya Bima penasaran.
" aku tidak marah sayang " ucap Zahra sambil tersenyum.
padahal dihatinya yang paling dalam Zahra sedikit merasa kesal, karena suaminya yang begitu posesif pada dirinya entah itu sangking sayangnya pada Zahra sampai berlebihan dalam semua hal yang menyangkut istri kesayangannya itu.
" ya sudah aku keruang kerja sebentar sayang ada yang ketinggalan di sana tadi, Bima pun melangkahkan kakinya keluar kamarnya menuju ruang kerjanya tadi "
" kenapa dia berlebihan sekali sih padaku, aku kan hanya ingin mencoba sedikit
make up saja tuan mudaku kenapa kau begitu posesif , yah mungkin takdirku memiliki suami yang seperti dia " ucap Zahra sambil menghembuskan nafasnya kasar dan menghapus make up nya didepan cermin meja riasnya itu.
__ADS_1
Sekarang sudah selesai waktunya keluar ucap Zahra sambil berdiri dan meninggalkan meja riasnya.
" kau sudah selesai sayang " ucap Bima yang baru saja membuka pintu kamarnya itu.
" iya ayo kita keluar sayang " dan keduanya kini telah keluar kamarnya dan menuruni anak tangga menuju lantai bawah untuk sarapan pagi bersama.
sesampainya di lantai bawah
mama Alisya papa Brandon dan juga Hendra sudah menunggu mereka di meja makan, dan begitu juga para pelayan yang sudah tertata rapi menyambut tuan dan nyonya mereka serta para pelayan menundukkan kepala sebagai tanda hormat mereka kepada atasannya itu.
" pagi menantu mama yang cantik, ayo sarapan sayang " ucap mama Alisya kepada Zahra
" pagi juga mama, iya Ma ini mau sarapan juga "
Zahra pun mulai mengambilkan suaminya nasi beserta lauk pauknya dan menaruhnya di depan Bima, kemudian Zahra mengambil nasi lagi beserta lauk pauknya untuk dirinya sendiri kemudian mulai memakannya dengan perlahan, papa Brandon dan mama Alisya saling melihat ke arah menantunya yang sepertinya masih malu-malu itu.
" ayo Zahra sarapan yang banyak nak jangan sungkan - sungkan iya kan Ma " ucap papa Brandon
" iya benar kata Papa sayang "
" iya Ma ini Zahra sudah banyak kok makannya "
" Ma sesudah makan Bima mau mengantar istri Bima menginap di rumah ibunya, karena sudah lama semenjak pernikahan, Zahra tidak pernah mengunjungi ibunya di sana.
" Oh iya sayang silahkan mama tidak melarang kamu kok Zahra, tapi jangan lama-lama ya sayang kalau kamu lama-lama di sana mama kapan punya cucunya iya kan Pa "
ucap mama Alisya kepada Zahra dan sesekali melihat ke arah suaminya diujung perkataannya itu seakan-akan tak mau di tinggal lama-lama oleh menantunya.
mama Alisya hanya tersenyum sesekali dan Zahra hanya diam karena menahan rasa malunya sampai pipinya bersemu merah.
Sedangkan Bima dan Hendra yang sedari tadi hanya diam, kini mereka merasa kaget mendengar perkataan mamanya itu dan kakak beradik itupun langsung tersedak karena begitu kagetnya.
" kalian kenapa bisa tersedak bersamaan begitu apa mama salah bicara, sepertinya tidak iya kan Pa ''
__ADS_1
" iya Ma " jawab papa Brandon singkat.
Bima dan Hendra tetap diam meskipun mama Alisya menanyakan perihal mereka tersedak bersamaan di meja makan dan tak berniat menjawabnya, tak beberapa lama ritual makan pun telah selesai akhirnya mereka melakukan aktifitasnya masing-masing mama Alisya, papa Brandon dan Hendra memilih bersantai-santai di rumah sedangkan Bima pergi ke perusahaan dan mengantar Zahra ke rumah ibunya.