
sedangkan Zahra saat ini ia tengah memejamkan kedua matanya.
entah apa yang ada di pikiran Zahra saat ini, yang tengah memejamkan matanya itu.
tetapi di dalam hatinya saat ini, dia sungguh ingin tertawa melihat kehebohan suaminya, yang terlalu khawatir itu.
sesaat kemudian.
karena dirinya yang terlalu khawatir itu, Bima memutuskan untuk segera ke kamar mama Alisya dan segera berlari ke arah luar kamar,
dan baru beberapa langkah saja.
" sayang kau mau kemana hah " ucap Zahra yang mulai membuka kedua matanya itu berucap seperti tak ada salah sama sekali.
" Zahra kau sudah sadar sayang hah, kau tidak papa kan, perutmu bagaimana sekarang, mana aku akan coba melihat nya " jawab Bima sambil memegang lengan Zahra yang kini sudah terduduk di pinggiran ranjang.
" sayang aku tidak apa apa, aku hanya.... " ucap Zahra kemudian berhenti tak melanjutkan kata katanya itu.
" hanya apa " tanya Bima penasaran
" hanya bercanda " jawab Zahra kemudian segera menutupi tubuhnya dengan selimut tebal berwarna putih di pojokan ranjang.
" bagus, bagus,.. teruslah seperti itu Zahra, sedari tadi aku khawatir padamu, tetapi menurut mu itu sebuah lelucon, teruskan saja, silahkan lanjutkan, aku tidak akan menghiraukan dirimu lagi " ucap Bima yang kemudian langsung beralih tidur di samping Zahra dan berniat memunggungi istrinya tersebut.
Sedangkan Zahra yang mendengar perkataan suaminya itu, langsung membuka selimut tebalnya yang menutupi seluruh tubuhnya itu.
Dan langsung beralih menatap ke arah sang suami yang kini tengah tidur di samping nya dengan posisi memunggunginya tersebut.
kemudian perlahan Zahra mendekat ke arah Bima sambil sedikit menoel noel lengan suaminya itu.
" sayang, kau marah ya, maaf... emm, bagaimana kalau sebagai permintaan maaf ku, aku akan memakai baju tidur milikku yang sama dengan milikmu ini bagaimana "
Bima menggeleng kepala sedikit sambil kedua matanya yang tetap terpejam.
" emmm, bagaimana kalau aku...., tunggu sebentar di sini " ucap Zahra kemudian ucapannya terhenti.
Dan setelah itu dirinya bergegas menuju ruang ganti .
Sesampainya di ruang ganti dirinya segera mengganti pakaian nya itu dengan lingerie merah yang begitu sangat tipis dan menggoda, dengan rambutnya yang ia gulung ke atas memperlihatkan leher jenjangnya saat ini.
kemudian perlahan keluar dari dalam ruang ganti tersebut dan segera menuju ranjang empuk yang super mewahnya itu.
Dan perlahan Zahra mendekati sangat suami yang masih setia memunggunginya.
sayang lihat aku, sekali saja, sayang monolog Zahra.
__ADS_1
sedangkan Bima tak berniat menghiraukan nya, karena merasa kesal kepada istrinya, sebenarnya dia juga merasa tidak tega mendiamkan sangat istri meskipun hanya sebentar.
sayang lihat aku, kau pasti suka monolog Zahra yang kembali menoel noel lengan suaminya itu.
sedangkan Bima kembali menggeleng kepala, yang kini masih setia memunggungi istri tersebut.
oh, jadi begitu ya sekarang,
sayang menoleh lah sedikit padaku, ini terakhir aku bicara, kalau kau tidak menghiraukan ku ya sudah monolog Zahra panjang lebar kemudian Zahra dengan rasa kesalnya itu mulai merebahkan tubuhnya yang juga memunggungi suaminya saat ini
Dan perlahan gadis yang sebentar lagi menjadi ibu itu memejamkan kedua matanya dengan sedikit rasa kesal kepada sang suami.
sesaat kemudian
Bima yang sedari tadi berniat mendiamkan istrinya itu, kini perlahan mulai menoleh ke arah sang istri yang sedari tadi ia punggung I itu.
Zahra kau tertidur sayang, maaf tadi aku sedikit mendiamkan mu habis nya kau sendiri bercanda nya berlebihan membuatku ketakutan saja,
ohh... jadi tadi kau menyuruhku untuk menoleh karena itu karena kau berniat menggoda ku pakai lingerie ini ya, yang kau maksud sebagai permintaan maaf itu, hahaha....kenapa kau lucu sekali Zahra.
memang aku sangat tergoda dengan lingerie yang kau pakai sekarang sayang, tetapi aku tau kau sangat lelah seharian ini, jadi aku tidak akan meminta jatahku malam ini, tidurlah yang nyenyak selamat malam istriku, selamat tidur anak papa monolog Bima panjang lebar kemudian sambil mengelus perut yang masih rata milik istrinya itu.
Dan perlahan Bima mulai menyelimuti tubuh sang istri dengan selimut putih tebal itu.
dengan tangannya yang saat ini mulai masuk ke dalam lingerie sang istri entah apa yang ia pegang di sana.
shtttt... shttttt...... sayang tidurlah lagi, aku sudah memaafkan mu cup..cup... monolog Bima yang saat ini seperti menidurkan anak kecil itu dengan satu tangannya sambil menepuk nepuk pelan tubuh sang istri supaya Zahra kembali tertidur dengan pulas nya dan tak terbangun karena tangan nya mulai nakal itu.
Zahra pun kembali tertidur pulas, sedangkan tangan Bima tetap di dalam selimut, tepatnya sudah berada di dalam balutan lingerie sang istri, dan saat ini dirinya hanya sibuk mengelus perut Zahra itu, sesekali juga memegang dalaman lingerie yang lain, entah lah itu apa yang di pegang nya saat ini.
sesaat kemudian Bima akhirnya ikut tertidur sambil mendekap tubuh Zahra di malam yang begitu sangat dingin ini.
keesokan harinya
06.15 wib
keduanya masih memejamkan mata.
sesaat kemudian ponsel Bima mulai berbunyi.
tring
tring
tring
__ADS_1
Bima sedikit mengucek kedua matanya.
di lihatnya ponsel miliknya yang terus berdering
perlahan lelaki tampan itu mulai mengambil ponsel miliknya tepatnya yang berada di atas nakas.
setelah ponsel miliknya telah ia ambil, di lihatnya di layar yang kini menampilkan nama sekertaris Revan yang sedang memanggil.
Bima pun mulai mengangkat nya.
" halo " jawab Bima
" halo tuan " jawab sekertaris Revan dari sebrang sana.
" saya sudah menyelesaikan semuanya, kedua orang tua nona Zahra sudah menempati perumahan elit yang tak begitu jauh dari mansion anda tuan '' jelas sekertaris Revan kepada atasannya tersebut.
" bagus, aku akan menambahkan bonus untukmu " jawab Bima kepada sekertaris kepercayaan nya itu.
" terimakasih tuan " ucap sekertaris Revan di sebrang sana.
" hem " jawab Bima singkat.
dan panggilan pun terputus.
setelah panggilan itu selesai, Bima kemudian menaruh kembali ponsel tersebut di atas nakas.
setelah itu kembali menoleh ke arah sang istri sambil tersenyum.
kau tidak akan jauh jauh lagi ke rumah ibu sayang monolog Bima
sambil memandangi wajah ayu yang masih setia memejamkan matanya itu.
perlahan Bima mulai membangunkan sang istri.
" Zahra bangun sayang sudah pagi " ucap Bima sambil sedikit menggoyang goyangkan tubuh istrinya yang masih terlelap.
" emmm, iya sayang " jawab Zahra yang mulai menggeliat pelan membuat lelaki di sampingnya merasa gemas melihatnya.
" sayang kau sudah tidak marah lagi padaku " ucap Zahra lagi kepada sang suami dengan raut wajah bantalnya itu.
Bima menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
" benarkah, terimakasih suamiku, kau baik sekali, kenapa kau tadi malam tidak menghiraukan aku sayang hem "
" maaf tadi malam aku juga ketiduran sayang " jelas Bima yang tak ingin membuat hati istri nya terluka, padahal dirinya tadi malam sengaja mendiamkan Zahra dan berpura-pura memejamkan kedua matanya.
__ADS_1
" ah... begitu ya, ya sudah tidak apa apa, yang penting kau saat ini sudah memaafkan aku " jawab Zahra sambil tersenyum.