
Kediaman rumah mewah sekertaris Revan dan Adinda.
Kini sepasang suami istri itu telah pulang dari rumah sakit setelah keadaan Adinda di nyatakan sudah membaik oleh pihak rumah sakit yang tak lain dokter Toni.
Ke-dua mulai memasuki rumah mewah nya tersebut dengan langkah pelan Adinda di papah untuk masuk ke dalam oleh sekertaris Revan yang sekarang berstatus suami nya itu.
*
*
Di dalam kamar.
Adinda mulai merebahkan tubuh nya di atas ranjang empuk, sedangkan sekertaris Revan mulai menaikkan kedua kaki milik sang istri ke atas ranjang dengan sangat pelan.
Dirinya mulai duduk di sisi ranjang sambil mengelus kening sang istri.
" Terima kasih " ucap Adinda sambil menatap wajah sang suami.
" untuk apa berterimakasih, aku kan suami mu Din itu sewajarnya bukan " jawab Revan.
Adinda tersenyum mendengar nya.
" bagaimana keadaan mu sekarang hem " tanya nya lagi.
" keadaan ku sudah membaik, aku sudah sembuh kak " jelas Dinda.
Revan tersenyum menatap wajah yang masih terlihat pucat itu.
" masalah kemarin aku minta maaf " ucap Revan sambil perlahan memegang pergelangan tangan Adinda.
'' aku sudah memaafkan mu, kak....ponsel bagaimana " tanya Adinda.
" hehehe....itu masalah gampang Din, aku akan membeli kan mu ponsel pengeluaran terbaru " jawab Revan pelan dengan sedikit tertawa karena sang istri masih mengingat akan ponsel miliknya yang tenggelam di dalam kolam renangnya.
" terimakasih "
" untuk apa kau berterimakasih lagi hah..." ucap sekertaris tampan itu.
" untuk semua perhatian mu padaku selama ini" jawab Adinda dari dalam hatinya yang paling dalam.
Lagi dan lagi pria berpostur tinggi serta bertubuh atletis itu tersenyum mendengar penuturan sang istri.
" Ya sudah sekarang istirahat lah agar tubuhmu cepat segera pulih dengan cepat " ucap Revan penuh perhatian.
" tapi aku masih ingin bersama mu " ucap Dinda yang terdengar manja di telinga pria di samping nya tersebut.
" kenapa kau jadi manja sekali hah.. hehehe.. " ucap Revan sedikit tertawa.
" tidak boleh ya " ucap Dinda dengan raut wajah terlihat polos, membuat sekertaris Revan yang berada di samping nya gemas melihat nya.
__ADS_1
" hehehe... tentu saja boleh, bahkan sangat di boleh " jawab nya lagi lagi mengelus pucuk kepala sang istri.
" ya sudah temani aku "
" ya baiklah sekarang aku akan menemanimu istirahat " ucap Revan kemudian.
Andai saja kondisi tubuhmu sudah fit Din pasti sekarang aku sudah melakukan nya padamu di atas ranjang ini, aku tak tahan jika melihatmu saja tanpa menyentuhnya Dinda, kau juga kenapa pasang wajah menggemaskan seperti itu akhh sialan...milik ku sudah tengang lagi gumam Revan dalam hati.
Sekertaris Revan pun kini mulai menaiki ranjang menempatkan tubuhnya di samping sang istri,
posisi keduanya saat ini saling berhadapan kemudian tangan Revan memeluknya tubuh Adinda, pandangan keduanya saling bertemu.
Sekilas senyuman terbit dari bibir masing masing.
" cepat sembuh " ucap Revan
Adinda kembali tersenyum.
bukankah aku tadi sudah bilang kalau aku sudah sembuh, apa tidak ada kata kata lain nya dari bibir nya gumam Adinda.
" kakak " panggil Dinda dengan suara pelan.
" ada apa hem....sudah istirahatlah Dinda " ucap Revan.
" ap..... " ucap Adinda terhenti ketika jari telunjuk milik sekertaris Revan tiba tiba saja menempel pada bibir tipis miliknya.
" shtttt..... sudah diam apa yang ingin kau katakan lagi, oh aku tau kau mau ciuman ya heh, ya sudah aku akan mencium mu kau yang meminta nya " ucap Revan seperti seolah olah Adinda lah yang meminta ciuman darinya.
Karena bibir sekertaris Revan susah menempel bibir tipis nya.
CUP....
CUP.....
CUP......
setelah kecupan tiga kali dan yang terakhir
CUP.....
.. eemm.... eemm... emmm....
Adinda sedikit meronta ronta tetapi sepertinya tak bisa karena sang suami sedikit menekan tengkuknya saat ini agar bisa memperdalam ciuman tersebut.
Ciuman itu kini berlangsung lama bukan hanya sekedar menempel saja , Revan terus mencium lembut bibir tipis milik Adinda, keduanya saling menikmati ciuman siang itu.
Sedangkan Adinda yang sebelumnya ingin menghentikan ciuman tersebut kini seperti nya ikut terbuai dengan ciuman lembut yang di berikan sang suami.
Sesaat sekertaris Revan menghentikan pangutan bibir nya terhadap bibir milik Adinda.
__ADS_1
" sudah puas kan sekarang kau sudah mendapat ciuman dari ku, jadi beristirahat lah sekarang " ucap Revan yang seolah-olah seperti sudah memberikan apa yang di inginkan sang istri.
" hei kak siap....... " jawab Adinda yang lagi lagi kembali terhenti, karena jari telunjuk sekertaris Revan kembali menempel di bibirnya.
" Shhttttt..... Dinda diam " ucap Revan kemudian memejamkan kedua matanya perlahan, dengan tangan nya yang kini kembali memeluk pinggang Adinda.
" iya iya bawel " jawab Adinda
yangvtelah itu dirinya juga mengikuti sang suami, mulai memejamkan kedua matanya dengan perlahan.
heh.... padahal dia yang ingin mencium ku, tapi kenapa seolah olah aku yang sangat menginginkan ciuman itu sih, selalu saja aku ternyata kau memang benar-benar sedikit menyebalkan ya, tetapi aku sangat menyukaimu dan ciuman tadi hehehe.... lupakan lah sebaiknya aku tidar saja gumam Adinda dalam hati.
Sepasang suami istri itu akhirnya memejamkan kedua matanya bersama sama, dengan kedua posisinya yang tetap berhadapan seperti tadi.
*
*
*
Sore hari tepatnya pukul 04.00 wib.
Dinda mulai terbangun dari tidurnya setelah sengah hari dirinya beristirahat di ranjang empuk nya bersama sang suami.
Kedua matanya mulai menyusuri seluruh ruangan kamar pribadinya, dan tak mendapati keberadaan pria yang sedari tadi berada di samping nya itu.
Dia kemana ya,apa di ruang kerja ... kenapa tak membangunkan aku ucap nya.
Pandangannya kini beralih menuju pada jam dinding bulat besar yang menempel di dinding kamar nya tersebut.
Ternyata sudah sore ya.... emm tubuhku rasanya sudah cukup beristirahat setengah hari, sebaiknya aku segera mandi dan setelah itu aku akan menyiapkan makan malam untuk suami tampan ku itu hehehe.... ucap nya lagi.
Setelah itu Adinda berniat membangunkan tubuh nya dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya di dalam sana.
Sesaat ia telah keluar dari dalam kamar mandi mewah nya.
Kemudian bergegas menuju ruang ganti.
lima menit kemudian berlalu........
Adinda belum keluar dari dalam ruang ganti.
sepuluh menit kemudian.......
gadis bermata bulat itu baru akhirnya keluar dari dalam ruang ganti nya.
Sepertinya pakaian ini pas, aku ingin bersantai santai lagian cuaca hari ini panas sekali, aku tidak betah jika harus memakai gaun pendek selutut monolog nya.
Ya Dinda kali ini memakai kaos lengan pendek berwarna abu abu, dan juga bawahan pendek terbuat dari bahan kaos dengan warna senada dengan kaos rumahan nya.
__ADS_1
Gadis itu kini mulai melangkah keluar dari dalam kamar menuju dapur mewahnya di lantai bawah.