Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
sampai di vila


__ADS_3

Setalah sambungan telepon terputus Barra segera keluar dari dalam kamar, untuk menuju lantai bawah tepatnya ia akan menuju meja makan dimana Sheina masih di dapur pikir nya.


Sesaat.


Barra baru saja mendudukkan bokong nya di kursi meja makan ia baru tersadar bahwa tak ada keberadaan Sheina di sana.


Pandangan nya menyapu seluruh ruangan dan memang benar Sheina tak ada, kopi atau susu hangat pun tak ada di meja makan.


Kemana dia pikir Barra.


Barra kembali berdiri mencari keberadaan Sheina di seluruh penjuru vila tapi memang benar tak ada keberadaan Sheina di mana mana.


Kemudian Barra menuju ke kamar Sheina dan meraih handel pintu, tapi pintu itu terkunci seperti semalam.


Pria tampan itu mulai mengetuk nya.


berharap Sheina di dalam.


tok... tok.. tok...


" Shei bangun ini sudah siang " teriak Barra dari luar pintu.


tak ada sahutan.


Barra kembali mengetuk nya.


tok... tok... tok


lagi lagi tak ada sahutan.


Hehehe.... pasti dia masih tertidur, astaga kenapa aku pikir tadi kau sudah pergi kemana mana Shei gumam Barra.


" Sebaiknya aku menunggu dia keluar kamar setelah itu aku akan mengajaknya makan di " luar ucapnya.


Barra kembali menuju kamar nya.


Setengah jam ia menunggu di dalam sana, tapi tak terdengar sedikit pun bunyi pintu kamar Sheina.


Tidak biasa nya dia belum bangun apalagi jam segini ucap nya.


Barra mulai curiga ia segera mengambil kunci duplikat yang semalam ia buat untuk membuka kamar Sheina.


Kali ia mencoba kembali membuka kamar itu dan pintu pun terbuka lebar pandangan nya langsung tertuju ke arah ranjang yang sudah kosong.


Kemana dia pikirnya, Barra mulai panik tak karuan


Ia mulai masuk untuk mencari keberadaan Sheina di dalam sana, sekaligus kamar mandi yang kosong.


Barra terlihat seperti frustasi seperti seseorang yang telah kehilangan barang berharga nya yang begitu sungguh tak rela.


" AKHH.... kemana dia.....Sheina pergi sialan, pasti dia bersama pacar baru nya itu " ucapnya sambil mondar mandir tak jelas di kamar Sheina.


Pria itu mulai merogoh ponsel di saku celana pendek nya.


niatnya ingin menghubungi orang suruhan, tetapi malah ia mendapat notifikasi beberapa foto dan video masuk dari orang suruhan nya itu.


Memperlihatkan jelas sebuah foto Earth yang tengah memeluk Sheina dan mencium kening nya di pantai, kemudian foto ketika Earth menggandeng tangan Sheina,


Dan satu lagi yang membuat Barra tambah mengeraskan rahang nya saat ini, sebuah video pendek yang memperlihatkan jelas kebahagiaan Sheina saat bermain air di laut bersama Earth, serta tawa yang begitu lepas saat Earth tengah menggelitiki nya.


AKKKHHHH sial...... teriaknya menggema di seluruh ruangan.

__ADS_1


*


*


Malam menjelang.


Sheina baru saja sampai si depan vila nya di antar oleh Earth.


" Selamat malam Shei, seharian ini aku puas sekali bisa bersama mu " ucap Earth yang tengah berada di dalam mobil setelah tadi menurunkan Sheina kekasih baru nya.


" iya aku juga " jawab Sheina dengan senyuman mengembang di kedua sudut bibir nya.


" ya sudah hati hati sampai bertemu besok " ucapnya lagi.


" iya sayang " jawab Earth membuat kedua pipi Sheina merah seperti tomat.


" aku mencintaimu Shei " ucap Earth lagi yang membuat hati Sheina berbunga bunga.


" aku juga mencintai mu kak Earth, selamat malam "


" malam "


Kemudian Earth segera menancapkan pedal gas mobil nya meninggalkan area vila, begitu juga Sheina yang segera masuk ke dalam vila nya sana.


*


Sheina sudah sampai di depan pintu, tetapi pintu baru saja di buka dari dalam.


Memperlihatkan Barra yang tengah berdiri tegap tengah memandang ke arah nya,


Sheina tak berniat bicara sedikitpun hanya melenggang pergi melewati Barra yang seolah ia anggap nya sebagai patung manekin.


" sangat puas " jawab Sheina yang terus melanjutkan langkahnya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Barra.


" berhenti, ada yang ingin aku bicarakan padamu " ucap Barra kemudian menatap punggung Sheina dari belakang.


" besok saja aku lelah " sahut Sheina yang mulai menaiki anak tangga.


" Sheina tinggalkan pria itu " ucap Barra


dan sontak saja perkataan itu langsung menghentikan langkah Sheina seketika.


Sheina kembali menuruni anak tangga, kemudian mendekat ke arah Barra.


Posisi keduanya kini tengah berhadapan.


" Apa maksud mu " ucap Sheina serius.


" tinggal kan pacarmu, dan kita mulai bersama rumah tangga kita "


" segampang itu kau bilang, tinggalkan sendiri saja pacarmu "


" aku sudah memutuskan dia " jelas Barra


Sheina terdiam sejenak.


Apa benar yang dia katakan, apa segampang itu gumam Sheina.


kemudian ia kembali berucap.


" tapi maaf, aku tetap tidak mau bukanlah sebuah hubungan harus di landasi sebuah cinta "

__ADS_1


" Ya kau benar, dan beberapa hari ini aku mulai memiliki perasaan padamu Shei " ucap Barra begitu tulus dari dalam hatinya.


" bukankah aku bukan tipe mu, kenapa sekarang kau malah bilang mulai ada perasaan padaku sungguh lucu sekali, tapi maaf aku tidak bisa aku lebih mencintai Earth kekasihku "


Barra sedikit membuang nafas berat nya, seolah menahan kesabaran nya mendengar perkataan Sheina.


kau harus sabar Bar agar Sheina percaya dan luluh padamu gumam nya.


" Shei tidak bisakah kau percaya pada ku heh"


" aku sudah tau lelucon mu, jadi sudah hentikan aku tidak akan masuk ke perangkap pria brengsek seperti mu "


" brengsek kau bilang "


" ya kau pria brengsek yang telah mengambil ciuman pertama ku "


Barra tersenyum kecut mendengar perkataan Sheina.


Sedangkan Sheina menatap Barra hanya dengan tatapan kesal.


pria ini bahkan tak merasa bersalah sedikitpun telah memaksa ku, malah tersenyum gumam Sheina.


" memang seharus nya, aku pria pertama yang mencium bibir mu Sheina, bahkan jika aku meminta hal lebih pun tak masalah bukan, kau milikku, kau lupa kalau aku suami sah mu heh " terang Barra yang memang ada benar nya juga karena keduanya susah sah.


Sheina masih diam dengan tatapan sebal nya ke arah Barra.


Kenapa dia jadi begini, kenapa menyebalkan sekali, membuatku ingin sekali berteriak sekencang mungkin di telinganya bahwa aku sangat membenci nya gumam Sheina lagi.


Sambil mengepalkan kedua tangan nya seolah menahan kekesalan nya yang sudah berada di ubun ubun.


Karena tak kuat menahan kekesalan nya Sheina kemudian menginjak kaki Barra dengan sangat keras,


DUGHH....


" aw sakit ... " pekik Barra.


" apa yang kau lakukan Shei " ucap Barra sedikit memegangi pergelangan kaki nya.


" hehehe... rasakan, dasar pria gila, aku benci padamu " ucap Sheina seolah lega telah mengeluarkan kekesalan nya itu.


dengan segera Sheina pergi meninggalkan Barra yang masih kesakitan.


tetapi langkah nya terhenti ketika sebuah tangan berotot menarik pergelangan tangannya ke dalam sebuah pelukan.


Setelah itu menyandarkan tubuh Sheina di tembok dan mengunci pergerakan Sheina.


Keduanya saling terdiam, dengan tatapan yang saling bertemu.


Sheina sedikit menelan ludah nya kasar, merasa takut akan sesuatu hal yang akan bara lakukan padanya.


Sheina mulai memberanikan diri untuk berucap meski bibir nya seolah keluh untuk mengeluarkan sebuah kata kata.


" ap.. ap.. apa yang ingin kau lakukan " ucap Sheina terbata bata.


" mencium bibirmu " jawab Barra dengan nada sensual.


" ap... ap... apa kau bilang, bukankah tadi kakimu sakit " ucap Sheina mengalihkan pembicaraan.


" hehehe... aku hanya berpura-pura, dan aku hanya ingin menginginkan bibir ini " ucap Barra sambil mengusap lembut bibir tipis Sheina dengan jari jempolnya.


Sheina tambah gemetar ketakutan dengan apa yang di lakukan oleh Barra seperti seorang yang pria yang di penuhi nafsu.

__ADS_1


__ADS_2