
saking cintanya kepada nona Zahra anda sampai seperti orang bodoh tuan, mungkin ini yang dinamakan cinta, dan cinta bisa membuat orang semakin bodoh.
baru saja anda tiba di sini dan sekarang anda ingin segera pulang, padahal sebelumnya tuan muda adalah seorang penggila kerja, apa yang anda perbuat sebenarnya nona sehingga membuat tuan muda menjadi seperti ini sungguh membingungkan gumam sekertaris Revan dalam hati.
kini mobil yang ditumpangi mama Alisya, Zahra dan Hendra melaju menuju arah pulang ke mansion, dan di tengah perjalanan sopir pribadi mama Alisya menghentikan mobilnya.
" pak kenapa berhenti " mama Alisya kepada sang sopir.
" nyonya maaf, saya mau ke toilet umum sebentar tidak papa kan nyonya "
" oh begitu baiklah " jawab singkat mana Alisya
kini sopir pribadi mama Alisya pun turun dari pintu kemudi mobil mewah itu, Dan sopir pun melangkahkan kakinya ke toilet umum yang tak jauh dari apotik.
sedangkan Zahra yang sedari tadi membuka jendela dan melihat ke arah luar itu, kini pandanganya menuju ke sebuah apotik kecil yang tak jauh dari toilet umum itu, dan ia teringat dengan suaminya kemudian zahra mempunyai rencana ingin membeli sesuatu si sana.
" Ma Zahra mau ke apotik sana sebentar ya Ma " Zahra meminta izin kepada mama Alisya.
" untuk apa, biar kita ke dokter saja bagaimana sayang, kamu sakit apa " tanya mama Alisya.
" kamu kenapa Za " Hendra langsung kaget ketika keduanya membicarakan rumah sakit.
" ah tidak apa - apa Hen ini mama berlebihan saja " jawab Zahra sedikit cengengesan karena merasa malu kepada adik laki - laki suaminya itu.
" Oh aku kira ada apa " ucap Hendra kemudian melanjutkan permainan di ponsel nya
sedangkan Zahra kemudian berbisik kepada mama Alisya karena malu di dekatnya masih ada Hendra.
" tidak usah ke rumah sakit Ma Zahra malu, Zahra hanya ingin membeli obat pereda nyeri untuk perut Zahra sebentar saja "
" ya sudah tunggu sopir saja sayang, biarkan dia yang membelikannya untuk kamu " mama Alisya sudah mengerti obat yang di maksud Zahra, karena menantunya masih datang bulan karena drama yang di buat anaknya siang kemarin di mansion.
" tidak usah Ma Zahra beli sendiri, sebentar ya Ma "
" ya sudah kalau begitu, hati - hati "
kemudian Zahra keluar dari mobil mewah itu dan melangkahkan kakinya menuju apotik terdekat .
setelah sampai di apotik itu Zahra mulai menanyakan sesuatu yang ia pesan.
" mbak saya mau beli obat penunda kehamilan " tanya Zahra kepada petugas apotik nya.
" Oh ya mbak ada sebentar ya, mbak mau beli berapa " ucap petugas apotik.
" saya mau lima ya mbak "
" iya mbak ini " ucap petugas apotik sambil memberikan kantong plastik yang berwarna hitam kepada Zahra.
kemudian Zahra pun memberikan beberapa lembar uang dan mengambil obat yang dia pesan itu, setelah membeli obatnya ia langsung kembali melangkahkan kakinya menuju mobil mewah yang sudah menunggunya sedari tadi.
__ADS_1
setelah itu Zahra membuka pintu mobil kemudian masuk ke dalam mobil mewah itu.
" sudah kamu beli sayang "
" sudah Ma, ini dia " jawab Zahra sambil menunjukkan kantong plastik warna hitam, dan Zahra sedikit was - was takut mama Alisya melihat obatnya.
" ya sudah kalau begitu "
" sopir jalan " ucap mama Alisya kepada sang sopir pribadinya itu.
mobil pun melanjutkan perjalanannya menuju arah pulang ke mansion. Dan Zahra masih dengan perasaan nya yang ketakutan akan obat yang ia beli tadi, karena Zahra sebelumnya tidak pernah membeli obat yang aneh - aneh seperti yang ia beli tadi itu.
tak beberapa lama kemudian mobil yang mereka tumpangi pun telah sampai di pekarangan mansion bak istana besar itu.
mama Alisya,Zahra, dan Hendra dengan perasaan bahagianya karena telah sampai bersama menantu kesayangan nya itu.
" akhirnya sampai juga " ucap mama Alisya yang baru keluar dari mobil mewah yang telah sampai di depan mansion itu.
" iya Ma hari ini Zahra senang sekali bisa jalan - jalan sama mama dan Hendra "
sambil mendengar ucapan Zahra mama Alisya mengelus - elus rambut menantunya itu.
mereka bertiga pun mulai melangkahkan kakinya ke dalam mansion sedangkan Hendra mengikutinya dari belakang.
setelah sampainya mereka di dalam mansion mereka langsung mendudukkan bokongnya di kursi ruang tamu karena merasa lelah.
" iya Ma Zahra juga, tapi Zahra senang Ma jadi tidak bosan di mansion terus " ucapnya sambil tersenyum kepada mama Alisya.
mama Alisya tersenyum menanggapi ucapan menantunya yang polos itu.
sedangkan Hendra sibuk sendiri dengan game di ponselnya.
tak lama kemudian sopir masuk ke dalam mansion dan membawa banyak paper bag.
" nyonya ini belanjaan anda " ucap sopir
" iya taruh saja di situ " jawab mama Alisya.
" saya permisi nyonya "
" hem " jawab singkat mama Alisya.
kemudian sopir pun membalikkan badannya kemudian melangkah keluar mansion.
sedangkan pak Tejo kini sudah berada di samping mama Alisya untuk membawakan belanjaan atasannya itu ke kamarnya masing - masing.
" sayang ini untuk kamu " mama alisya memberikan beberapa paper bagian kepada Zahra entah itu apa isinya ☺☺.
" Ma tidak usah, Zahra kan tadi memang berniat mau menemani mama jalan - jalan tidak harus membelikan Zahra barang - barang seperti ini Ma " ucapnya polos, mama Alisya yang mendengarnya pun tersenyum.
__ADS_1
" sayang kamu kenapa lucu sekali sih, dengarkan mama baik - baik meskipun mama belanja sebanyak-banyaknya untuk kamu itu tidak masalah sayang "
" tapi Ma " ucap Zahra merasa tidak enak sendiri kepada mama Alisya.
" sayang kamu tau suami kamu itu konglomerat, pengusaha sukses sayang, kenapa kamu seperti tidak enak sendiri sama mama "
mama Alisya menjelaskan sedetail nya kepada Zahra karena memang keluarga nya adalah keluarga konglomerat yang sangat kaya, bahkan hartanya tidak akan habis meskipun untuk berbelanja barang - barang mewah sekalipun sampai tujuh turunan.
Karena perusahaan keluarga SINAGA sangatlah sukses dan juga memiliki anak cabang yang ada di mana - mana dan bergerak di segala bidang yang bisa menghasilkan miliaran bahkan sampai trilliun.
" ya sudah pak Tejo bawa barang - barang ini ke kamar menantu saya, dan yang ini bawa ke kamar Hendra, dan ini bawa ke kamar saya "
" baik nyonya "
kemudian pak Tejo pun mengambil satu persatu paper bag dan membawanya ke lantai atas menuju ke kamar nyonya mudanya itu dan ke kamar tuan mudanya yaitu kamar Hendra adik dari suami nona Zahra.
" Ma terima kasih ya mama sudah membelikan Zahra " ucap nya lembut kepada mama Alisya.
" iya sayang sama - sama "
" Oh iya sayang besok mama sama papa akan berangkat ke luar negri pagi - pagi "
" yah mansion sepi dong Ma "
" kan masih ada Hendra sayang, mantan teman sekolah kamu dulu "
sedangkan Zahra yang mendengarkan perkataan mama Alisya itu pun langsung tertawa terbahak - bahak begitupun mama Alisya,
dan Hendra juga sedikit terkejut dengan perkataan mamanya tetapi terakhirnya membikin Hendra tersenyum sendiri sambil menggeleng - geleng kan kepalanya tapi tatapannya masih fokus kepada layar handphone di depannya.
" ya sudah sekarang kamu istirahat sana,pasti kamu lelah sayang " ucap mama Alisya tersenyum .
" iya Ma, kalau begitu Zahra ke kamar dulu ya Ma "
kemudian Zahra pun melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju lantai atas yakni ke kamarnya.
sedangkan mama Alisya masih berada di ruang tamu bersama hendra.
" Hendra mama besok berangkat duluan ke luar negri, kamu jaga diri baik - baik di sini.
" iya Ma " jawab Hendra singkat.
" ya sudah mama ke kamar dulu mau istirahat sayang "
" iya Ma, Hendra sebentar lagi juga akan ke kamar untuk istirahat.
kini mama alisya pun juga melangkahkan kakinya menuju lantai atas yakni menuju kamarnya.
kini tinggal lah Hendra di ruang tamu.
__ADS_1