Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
gara gara perdebatan kecil


__ADS_3

Kini hampir satu minggu lamanya Adinda dan sekertaris Revan menjadi pasangan suami istri, yang sesekali setiap harinya di bumbui pertengkaran kecil dan juga kebucinan seorang seorang sekertaris tampan yang memiliki sifat dingin itu.


Di malam ini pasangan suami istri itu tengah duduk di sofa single mewah di depan tv tepatnya berada di dalam kamar pribadi milik ke-dua nya dengan posisi duduk berjajar sedangkan kepala Adinda Revan taruh di pundak nya, dengan tangan Adinda satu nya yang memeluk perut rata milik pria tampan itu.


Keduanya tengah asyik menonton film action, sesekali tangan Adinda mulai meraih cemilan di dalam toples kemudian memasukkan kedalam mulutnya perlahan, dengan pandangannya yang terus fokus menatap film yang lagi seru seru nya saat ini.


Kini tangan nya mulai mengambil cemilan itu kembali untuk yang kedua kalinya, kemudian menyuapkan perlahan kepada sang suami yang juga tengah fokus pada film tersebut.


Sedangkan sekertaris Revan yang pandangan nya juga tertuju pada TV itu mulai membuka mulutnya tanpa melirik nya sekali pun tangan sang istri.


Sontak saja membuat tangan Adinda tergigit karena kelakuan Revan.


" Akkhh... .." teriak Dinda


" kakak kenapa kau menggigit ku sih " ucap Adinda sambil sedikit meniup niup jari jemari nya yang di gigit Revan.


" hehehe... maaf maaf sayang, tadi aku terlalu fokus pada filmnya " ucap Revan dengan sedikit tertawa kemudian memegang tangan Adinda meniup ya sedikit setelah itu kembali mengalungkan tangan Adinda di perut milik nya.


" kak " ucap Dinda terdengar sedikit manja, dengan kepalanya yang kembali Adinda taruh di pundak sang suami.


" iya sayang " jawab Revan.


" kita besok sudah masuk kerja "


" sebaiknya kau berhenti saja sayang bagaimana "


" memang nya kenapa jika aku bekerja "


" Dinda dengar aku, aku tidak ingin kau kelelahan sayang, sekarang tuan Bima kan sudah masuk ke kantor jadi aku sudah tak kewalahan lagi "


" jadi aku tidak di perlukan ya hah "


" astaga Dinda siapa bilang bukan seperti itu maksud ku, meskipun kau tak bekerja kita tidak akan kekurangan uang sedikit pun cukup aku saja sebagai suami dan tugasmu menunggu ku di rumah sampai aku pulang kerja "


" tapi aku bosan sendirian di rumah sebesar ini kak "


" di nomor ponsel mu yang baru sudah aku isi nomor nona Zahra dan kau bisa berteman dengan nya, dan satu lagi jika kau kesepian bagaimana kita mencari pembantu saja biar kau ada yang membantu dan menemani "


" ahh.....tidak usah, jika ada pembantu terus tugas ku apa sebagai istri "


" hehehe.... kau kan bisa istirahat sepuas mu Dinda "

__ADS_1


" ah.. tidak tidak, aku tidak suka jika terus berguling guling di kamar terus "


" ya sudah terserah kau saja "


" sebaiknya mulai besok aku akan menghubungi nona Zahra, kau tau kak aku merasa cocok sekali dengan nya kelihatan nya dia sangat baik sekali dan polos "


" ya nona memang baik dan polos,... kau juga polos Din tetapi sedikit bar bar kenapa bisa aku jatuh cinta padamu hehehe.... " ucap Revan seperti tak bersalah sedikit pun bahkan dirinya sambil tertawa.


" apa kau bilang, jadi kau menyesal jatuh cinta padaku hah " ucap Dinda yang merasa sedikit kesal atas ucapan sang suami sambil menarik tangan nya di perut Revan kemudian dengan segera membenarkan posisinya saat itu juga.


" ma.. maksud ku bukan begitu sayang "


" jangan panggil aku sayang aku malas "


" hei.. jangan cemberut seperti itu Dinda, meskipun sedikit bar bar kan yang penting aku kan mencintaimu iya kan "


" kau bahkan mengataiku bar bar lagi, lepaskan tanganku jangan pegang pegang "


seenaknya saja mengataiku bar bar, memang dia sendiri tak sedingin es batu apa, kau dulu juga menyebalkan, tetapi aku tetap menyukaimu sih gumam Adinda.


" Dinda... kau kan memang sedikit bar bar tap..."


" ya aku memang bar bar apa kau puas, dan kau juga dulu pria dingin yang menyebalkan "


" kau yang memberi perhatian lebih padaku, bahkan kau mengambil ciuman pertama ku "


" kau menyesal "


" pikir saja sendiri "


" baiklah " ucap Revan yang merasa sedikit kesal pada jawaban Adinda.


Kemudian berniat bergegas meninggalkan Adinda sendirian di sofa single kamar nya, entah kemana pria itu pergi.


Kini tinggal lah Adinda sendirian di dalam kamar mewahnya tersebut dengan bibir yang memanyun ke depan.


Akh.. kenapa jadi seperti ini sih, dia yang memulai nya duluan kenapa sekarang jadi aku yang seperti terpojok kan monolog Adinda.


Adinda mulai berdiri dan setelah itu berniat keluar dari kamar nya, ia berniat untuk melihat lihat halaman luas samping rumah mewah pemberian sang atasan.


*

__ADS_1


*


Di halaman samping.


Adinda melangkah kan kakinya untuk melihat halaman yang luas di penuhi rerumputan hijau dengannya bunga bunga di sana serta sebuah kolam renang yang juga cukup lebar,


kini Adinda mulai duduk di ayunan besi tepat nya berada di dekat kolam renang dan mulai menaruh ponselnya di samping sambil menikmati hembusan angin malam yang perlahan membuat kulit nya kedinginan.


Sejenak Adinda melupakan pertengkaran kecil nya dengan sang suami, kini pikiran nya mulai kemana mana memikirkan banyak hal tentang perjalanan hidup nya.


Sesekali senyum nya mengembangkan, dan sesekali juga senyum nya seolah berubah menjadi kesedihan di kala mengingat ayah dan ibunya yang telah tiada.


Ayah ibu bagaimana kalian sekarang, tenang lah hidup ku sekarang sudah bahagia aku sudah mempunyai suami meskipun dia sedikit menyebalkan sih hehehe... monolog Adinda.


dengan sedikit menggerakkan ayunan besi itu perlahan.


Sesaat setelah bosan berada di atas ayunan Adinda berpindah duduk di sisi kolam renang dengan kakinya yang ia masukkan ke dalam air sambil memegang ponsel di tangan nya.


Gadis bermata bulat itu teringat akan istri sang atasan yaitu Zahra.


Adinda perlahan mulai menghidupkan ponsel nya sambil menggoyang goyangkan benda pipih di tangan nya itu dan ternyata baterai ponsel milik nya habis.


aaaa....... sial kenapa bisa habis segala sih, aku kan sebenarnya ingin mengubungi nona monolog Adinda.


kemudian Adinda mencoba menghidupkan nya lagi tetapi tak terasa benda pipih itu tiba tiba saja luput dari genggaman nya.


Akhh.... ponsel ku ucap Dinda.


Dinda yang reflek langsung ikut menenggelamkan dirinya ke dalam kolam renang mencoba meraih ponselnya yang jatuh ke dalam sana.


Adinda baru teringat saat dirinya ternyata tak bisa berenang.


Kemudian Adinda mulai mencoba sebisa mungkin untuk keluar dari dalam kolam renang yang sedikit dalam itu.


Tetapi dirinya tak bisa Adinda mulai ketakutan.


Dirinya mulai berteriak tolong tolong tetapi suaranya seperti tercekat karena kemasukan air di dalam mulut nya yang mulai memenuhi rongga-rongga mulut.


Ya gadis itu kini mulai kesusahan bernafas perlahan tubuhnya tenggelam ke dalam kolam renang yang begitu luas.


apa aku akan mati di dalam sini kenapa dia tak datang menolong ku, Revan kau kemana tolong aku tolong batin Dinda.

__ADS_1


dengan kedua mata terpejam serta tubuh yang mulai terdiam tak ada pergerakan di dalam air sana.


__ADS_2