
" sayang sudah waktu mu hanya sebentar " ucap Zahra menyuruh Bima berhenti untuk bermain dengan kedua gundukan miliknya.
" iya, iya sayang dasar pelit " jawab Bima lesu
" itu karena kau yang terlalu mesum sayang "
" ah sudahlah lupakan " ucap Bima dengan nada sedikit kesal.
kemudian Bima melangkahkan kakinya menuju sofa setelah selesai bermain di kedua gundukan milik istrinya.
" sayang, ke sini sebentar, mendekat lah " ucap Zahra sambil memasang kancing yang telah terbuka tadi.
kemudian Bima kembali melangkahkan kakinya ke arah istrinya lagi.
" apa lagi " ucap Bima sedikit lesu
" mendekat lah sebentar saja " pinta Zahra.
kemudian tanpa aba aba Zahra langsung mencium bibir milik suaminya dengan begitu sangat lembut, karena Zahra sedari tadi melihat suaminya terlihat lesu karena Zahra memberinya waktu hanya sedikit untuk menikmati sesuatu benda kenyal milik Zahra yang ia rindukan itu.
dan saat ini Bima dan Zahra menikmati satu sama lain ciuman hangat itu, sesekali Bima tersenyum tak menyangka jika istrinya akan menciumnya duluan, padahal sebelumnya Zahra selalu malu malu kepadanya.
setelah di rasa sudah lama berciuman, kini keduanya melepas pangutan bibirnya masing-masing.
kemudian saling tersenyum.
" apa suamiku sudah puas " tanya Zahra kepada suaminya.
" sayang kau sekarang bertambah berani ya " goda Bima
" Memang tidak boleh " jawab Zahra sedikit cemberut.
" bahkan aku sangat perbolehkannya, karena tubuhku ini hanyalah milikmu sayang " sambil mengelus pipi mulus Zahra.
Zahra tersenyum mendengar penuturan suaminya itu.
tiga jam kemudian
waktu telah menunjukkan pukul tujuh malam, dan kini waktunya makan malam Bima pun mulai menghubungi sekertaris Revan, dan panggilan pun terhubung.
" halo "
" halo tuan " jawab sekertaris Revan dari seberang sana.
" sekretaris Revan, tolong kirimkan aku sesuatu makanan, untuk ku buat makan malam sekarang "
" baik tuan " kawan singkat sekertaris Revan.
dan panggilan pun terputus.
sedangkan Zahra sedari tadi hanya mendengarkan perkataan suaminya bersama sekertaris Revan di seberang telfon sana.
" sayang aku tidak suka makanan di rumah sakit ini, rasanya tidak enak sayang, aku mau makanan seperti dirimu saja "
__ADS_1
" sayang makanan di sini itu menyesuaikan dengan keperluan tubuh pasiennya, supaya kau cepat sembuh sayang "
" iya aku tau sayang, tapi aku tidak suka "
" tapi tadi siang, kau habis satu piring besar sayang "
" iya karena aku sangat lapar sayang semenjak di mall tadi siang, sebelum semua ini terjadi "
" sudah jangan kau lanjutkan lagi kata kata mu itu sayang " karena Bima merasa sangat bersalah mendengar perkataan istrinya itu.
" sekarang kau boleh memakan makanan yang sama seperti ku, tetapi aku hanya mengizinkan kali ini saja kau mengerti sayang "
" iya iya aku mengerti sayang "
kemudian tersenyum karena merasa bahagia bisa memakan makanan di luaran sana, yang berbeda dengan masakan rumah sakit yang menurutnya itu terlalu hambar.
beberapa saat kemudian
dokter Toni memasuki ruang pasien yang di tempati Zahra.
" hay Bim, aku akan memeriksa keadaan istrimu sekarang "
" baiklah, cepat periksa Zahra, tetapi kau jangan terlalu lama memegang megang istri ku kau mengerti "
" astaga, bagaimana aku bisa memeriksanya jika kau terlalu posesif seperti itu "
ucap dokter Toni sambil tepuk jidat melihat kelakuan temannya yang satu ini.
" jangan terlalu banyak bertele-tele kau Ton, cepat lakukan saja "
" ya baiklah sayang "
" cepat lakukan Ton " ucapnya kepada dokter Toni.
" iya aku akan melakukanya " ucap Toni yang segera melaksanakan perintah tuan sekaligus temannya itu.
kini dokter Toni mulai memeriksa keadaan Zahra secara perlahan.
" apa yang saat ini anda rasakan nona Zahra "
" aku merasa tubuhku sangat lelah sekali, setelah itu kepalaku sering terasa pusing dok "
" itu karena tubuh nona terbentur aspal sedikit keras nona, kemudian kepala anda yang terasa pusing itu karena anda yang baru saja mengalami gegar otak ringan nona, tetapi lainnya tidak apa apa, dan keadaan nona sudah mulai membaik "
Zahra hanya manggut manggut mendengar penjelasan dokter Toni seolah sudah memang benar faham apa yang di maksud dokter itu.
" Ton kapan istri ku bisa di bawa pulang "
" mungkin tiga hari lagi Bim, sambil menunggu pemulihan tubuh istri mu dan menunggu jahitannya sampai mengering "
" ya baiklah, sekarang kau bisa keluar " perintah Bima kepada dokter Toni.
" ya memang aku akan segera keluar, aku tidak tahan melihatmu terlalu bucin pada istri mu itu "
__ADS_1
" apa maksud mu hah "
" tanyakan saja kepada istrimu pasti nona Zahra tau, baik lah aku keluar dulu kalau begitu
"
kemudian dokter Toni pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar pasien yang di tempati istri dari pemilik rumah sakit itu.
sedangkan Zahra hanya tersenyum senyum sendiri mendengar penuturan dokter Toni sebelum meninggalkan ruangannya tadi.
" sayang kenapa kau senyum senyum sendiri hah "
" kau lupa tadi kata dokter Toni kepadamu sayang " tanya Zahra
" memangnya itu apa artinya sayang "
" kenapa kau tidak tau sayang, itu kan istilah anak muda jaman sekarang suamiku "
" ya meskipun itu istilah anak muda jaman sekarang aku memang tidak ingin tahu, karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaan sayang dan tak ingin mengetahui hal hal seperti itu "
" dasar BUCIN budak cinta hahaha... "
" oh jadi itu artinya pantas saja dokter sialan itu segera keluar, karena dia takut aku potong gajinya, karena sudah mengatai ku"
" biarkan saja sayang, di hanya ingin bercanda denganmu "
" kau ini "
tak lama kemudian
pintu di buka dari luar.
dan menampilkan sekertaris Revan di sana dengan membawa sebuah kantong yang berisikan makanan, yang di suruh tuan mudanya tadi.
" permisi tuan, ini makanan yang Anda minta "
kemudian sekertaris Revan mengulurkan kantong itu kepada Bima, dan Bima pun mengambilnya.
" nona bagaimana keadaan anda "
" sudah membaik sekertaris Revan, dan tiga hari lagi aku sudah boleh pulang, iya kan sayang "
" ya, itu asal lukamu sudah mengering sayang, kalau belum Toni tidak akan mengizinkan mu pulang "
" ya aku tidak akan sering sering bergerak sayang, pasti cepat mengering dan aku cepat pulang aku bosan di sini, aku merindukan kucing kecilku sayang, bagaimana dia sekarang ya "
seketika Bima dan sekertaris Revan yang awalnya biasa saja kini saling pandang.
" iya sayang tapi kau harus cepat sembuh dulu "
astaga dia ingat dengan peliharaan nya yang susah aku buang, bagaimana ini pasti dia akan sedih jika mengetahui semuanya gumam Bima dalam hatinya
" iya iya sayang "
__ADS_1
" iya nona anda harus segera sembuh dulu, agar anda cepat pulang " ucap sekertaris Revan kepada Zahra.
gawat jika nona Zahra sudah sembuh dan tidak menemukan kucing kesayangannya di mansion, ini semua juga gara gara kau tuan yang terlalu BUCIN terhadap istri mu, pasti ini juga akan berdampak padaku kebelakang nya gumam sekertaris Revan dalam hati .