
kini jam istirahat kantor telah usai.
tetapi Adinda masih saja sibuk dengan ponsel nya, yang saat ini tengah menulis novelnya di aplikasi tertentu, sambil sesekali dirinya tertawa dan tersenyum sendirian di dalam ruangan berpendingin tersebut.
sesaat kemudian sekertaris Revan kini telah memasuki ruangan nya tersebut.
Dan pandangannya kini tertuju pada gadis dua puluh tiga tahun itu yang tengah sibuk dengan ponsel nya dan sesekali tertawa kemudian senyum senyum sendiri saat ini.
kenapa dia tersenyum dan tertawa sendiri, apa dia sudah punya kekasih, ahh.. apa hubungannya dengan ku gumam sekertaris Revan.
kemudian sekertaris tampan itu menghempaskan bokongnya ke kursi kerja miliknya dengan sangat kerasnya, dan sekejap langsung menganggetkan Adinda.
BUGGHH.....
suara hempasan bokong sekertaris Revan saat ini.
sedangkan Adinda yang merasa kaget itu langsung mengelus dadanya saat ini.
sambil sesekali dirinya melirik ke arah atasannya tersebut.
memang tidak ada kerjaan sama sekali, duduk baik baik kan bisa, tidak usah berlebihan seperti itu gumam Adinda di dalam hati.
yang merasa kesal dengan atasannya itu.
dan setelah itu sekertaris Revan sedikit melirik ke arah Adinda.
" ini waktunya jam kerja, bukan waktunya bermain ponsel biasakan mulai sekarang, ingat posisimu di perusahaan ini " jelas sekertaris Revan kepada Adinda dengan raut wajah yang biasa terlihat angkuh itu.
" iya tuan " jawab Adinda kemudian, dan setelah itu langsung memasukkan ponselnya di saku celana kerjanya.
dasar lelaki tampan yang menyebalkan gumam Adinda saat ini.
yang kemudian kembali fokus kepada pekerjaan nya yang berada di atas meja kerjanya tersebut.
aku tau dia pasti merasa kesal karena ulahku, heh.. biarkan saja, oh iya sebaiknya aku menambah lagi pekerjaan nya, apa dia masih mampu mengerjakannya gumam sekertaris Revan.
kemudian sekertaris Revan kembali menambah dokumen dokumen untuk ia berikan kepada rekan barunya itu.
" ini aku tambah dokumen dokumen yang harus kau selesaikan, kerjakan yang benar " ucap sekertaris Revan sambil membawa beberapa dokumen ke arah meja kerja adinda yaitu rekan barunya tersebut.
" iya tuan, apa anda puas " jawab Adinda dengan nada yang sedikit menyindir.
" sangat puas sekali " ucap sekertaris Revan sambil tersenyum puas di hadapan Adinda.
kemudian bergegas kembali ke arah meja kerja miliknya saat ini.
__ADS_1
gadis ini sepertinya menarik untuk hiburan di kantor gumam sekertaris Revan.
yang sesekali mengembangkan senyumnya sambil melirik ke arah Adinda yang saat ini fokus kepada tumpukan pekerjaan di atas meja kerjanya itu.
beberapa jam kemudian
Adinda tak kunjung selesai dengan pekerjaannya itu, sedangkan sedari tadi sekertaris Revan sesekali melirik ke arahnya.
apa aku terlalu banyak memberinya pekerjaan, sampai dia sedari tadi hanya terus fokus pada tumpukan pekerjaan nya itu gumam sekertaris Revan.
dan beberapa saat kemudian
akhirnya... pekerjaan ku selesai ucap Adinda.
kemudian Adinda segera membereskan semua beberapa berkas berkas di atas meja kerjanya itu dan segera menyerahkan kepada sekertaris Revan.
" tuan ini semua sudah selesai saya kerjakan " ucap Adinda sambil membawa beberapa tumpukan berkas ke arah meja sekertaris Revan.
" bagus, taruh saja di situ " jawab sekertaris Revan dengan pandangannya masih fokus ke arah pekerjaan nya yang berada di atas meja kerjanya saat ini.
" tuan apakah saya sudah boleh pulang " tanya Adinda
" kau tidak lihat jam dinding sebesar itu, jam berapa sekarang " jelas sekertaris Revan menunjuk ke arah dinding.
" jam setengah empat tuan " jawab Adinda sambil melihat arah jarum jam yang terus berputar itu.
" tidak tuan " jawab Adinda dengan penuh polos
nya.
" jam setengah lima, sudah jelas bukan, sekarang kembali ke kursi mu sekarang " perintah sekertaris Revan kepada rekan barunya itu.
" iya iya baiklah tuan kalau begitu " jawab Adinda yang sedikit lesu.
kemudian gadis itu segera kembali ke meja kerjanya sendiri dengan sedikit memanyunkan bibirnya itu.
" tuan apa tidak ada lagi pekerjaan yang harus saya kerjakan "
apa, dia sok sekali, baru saja satu hari bekerja, ya memang sih aku akui dia bisa di jadikan rekan bisnis yang cocok untukku dengan pekerjaan nya yang gesit,tapi benar juga yang ia katakan dia sudah tidak punya pekerjaan lagi, emm....sebaiknya aku suruh saja dia untuk mencoba memahami isi dokumen dokumen lainnya saja yang ada di hadapanku ini gumam sekertaris Revan.
" kesini kau " ucap sekertaris Revan kepada Adinda.
" saya tuan " jawab Adinda sambil menunjuk dirinya sendiri itu.
" iya siapa lagi " ucap sekertaris Revan yang biasa dengan gaya angkuhnya itu seperti atasannya yaitu Bima.
__ADS_1
" iya juga, baiklah " jawab Adinda kemudian bergegas untuk segera menuju ke meja kerja milik sekertaris Revan.
perlahan gadis dua puluh tiga tahun itu melangkah menuju ke meja sekertaris Revan, dan sesampainya di sana.
" kemari, di sampingku " ucap sekertaris Revan sambil menunjuk di sisi samping kursinya itu.
" untuk apa tuan " jawab Adinda yang tak mengerti akan hal yang di maksud tuanya itu.
" lihat ini dan pahami dengan perlahan, sementara aku akan menyelesaikan, perihal seperti ini akan sering kau temui untuk kedepannya " jelas sekertaris Revan yang saat ini mulai mengotak atik benda layar tipisnya itu menyelesaikan pekerjaan nya itu.
sedangkan Adinda sedikit membungkuk yang saat ini tengah berada di samping sekertaris Revan tersebut, sambil memperhatikan layar tipis milik atasannya itu.
" pahami yang benar jangan hanya di lihat saja kau mengerti " jelas sekertaris Revan.
jarak dia dan aku sangat dekat sekali, kenapa di dalam dadaku rasanya jantung milik ku ini terus berdetak ya tetapi sangat cepat, tadi biasa biasa saja gumam sekertaris Revan dalam hati.
" iya tuan, iya " jawab Adinda.
astaga jika sedekat ini dengan lelaki tampan ini, aku tidak tahan, bau parfum nya saja membuatku meleleh, apa lagi jika aku menoleh dan memandangnya dari samping dengan jarak sedekat ini astaga mungkin aku sudah pingsan gumam Adinda di dalam hati.
Adinda bergumam sambil dirinya sedikit tersenyum simpul saat ini, entah dia sendiri sadar atau tidak.
" kenapa kau tersenyum " ucap sekertaris Revan yang tiba tiba sedikit menoleh ke arah Adinda yang saat ini ada di sampingnya itu.
" siapa yang tersenyum tu... " jawab Adinda kemudian dirinya ikut menoleh saat ini.
Dan pandangan keduanya saat ini saling bertemu, jarak yang sangat begitu amat dekat.
keduanya sedikit lama saling memandang tak tau apa yang ada di pikirannya masing masing saat ini.
" ehemm..... sebaiknya saya kembali ke meja saya saja tuan " ucap Adinda kemudian yang merasa sedikit canggung.
" tidak boleh, kau harus memahami ini terlebih dahulu, lagian kau tidak ada pekerjaan, aku takut kau besok besok menemui hal yang seperti ini malah menyusahkan aku " jelas sekertaris Revan seperti membuat buat alasan saat ini.
" iii... iya baiklah tuan " jawab Adinda yang merasa sedikit bingung saat ini, karena dirinya merasa malu dan canggung kepada atasannya tersebut.
beberapa jam kemudian
" sekarang sudah setengah lima, kau boleh pulang " ucap sekertaris Revan kemudian.
" yes... terima kasih tuan " jawab Adinda penuh kegirangan, kemudian Adinda segera bergegas menuju meja kerjanya untuk membereskan semua barangnya.
" tuan saya duluan " ucap Adinda kepada atasannya.
" hem " jawab singkat sekertaris Revan.
__ADS_1
kemudian gadis dua puluh tiga tahun itu segera keluar dari ruangan tersebut setelah berpamitan kepada atasannya tersebut.
KAKAK JANGAN LUPA DUKUNGANNYA 😊😊🙏🙏