
Kini usia kandungan Adinda sudah menginjak empat bulan lamanya, rasa mual yang selalu menemaninya itu sekarang sepertinya sudah sedikit berkurang.
Tetapi tak di pungkiri seorang ibu hamil tetap lah ibu hamil yang keinginan nya sedikit aneh mungkin bisa di bilang ada yang tak masuk di akal, tapi entah lah keinginan yang tak masuk akal itu harus di penuhi tentu nya.
Seperti pasangan suami istri antara Sekertaris Revan dan Adinda yang tengah hamil empat bulan saat ini.
Sekertaris Revan yang sejak kehamilan sang istri sering di buat kebingungan karena selalu mual jika di dekatinya itu, kini sepertinya sudah berubah seolah keberuntungan mulai berpihak penuh padanya.
Mungkin itu yang di namakan bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian kali ya 😂😂.
Dirinya yang beberapa bulan lalu memang benar benar tak pernah mendapat kan jatah malam dari Adinda sampai sampai terpaksa bermain solo di kamar mandi karena keterpaksaan itu,
kini sepertinya Revan terlihat berleha leha dengan kebahagiaan dengan dirinya yang sangat bucin pada Adinda.
Karena sang istri selalu menginginkan berada di dekatnya sampai-sampai Adinda seperti suka menempel di ketiak milik Revan,
terkadang Adinda pun sering mencium baunya entah itu di namakan kemauan wanita hamil yang nomor urutan ke berapa author tak mengerti lagi. 😁😁
Revan pun juga sering di buat tak berdaya oleh kelakuan istrinya yang tengah hamil tersebut seperti sepulang kantor sore ini, setelah tadi mengantarkan sang tuan sampai ke kediaman nya bakal negri dongeng itu.
Dan saat ini sekertaris Revan baru saja memasukkan mobil hitam nya ke dalam garasi mobil.
Ia mulai masuk ke dalam rumah mewah nya, tetapi tanpa sambutan Adinda yang akhir akhir ini sering bergelayut manja di lengan nya itu jika ia sepulang kantor menyambutnya.
Kemana Dinda biasanya dia langsung menyambut ku monolog Revan.
Pria tampan itu pun melanjutkan langkah nya, di lihatnya ke arah meja makan yang tak jauh dari ruang tamu itu, sebuah masakan sudah tersaji sempurna di sana.
Seutas senyuman terbit dari bibirnya.
Terimakasih Dinda seperti nya kau mengerti, aku sudah sangat lapar sekali saat ini monolog nya lagi.
Revan pun kini bergegas menuju ke lantai atas sambil membawa tas kerjanya yang sedari tadi ia pegang itu, agar segera sampai tepatnya di kamar pribadi miliknya dan sang istri untuk segera membersihkan tubuh nya, kemudian ia ingin segera menyantap masakan yang di buat kan Adinda untuk nya di meja makan.
Sedangkan apa dia sebenarnya ucap Revan yang kini mulai menggapai handel pintu kamar.
__ADS_1
JEG.... GLEK....
bunyi handel pintu kamar yang di buka sekertaris Revan.
" Din......." panggilnya terhenti ketika kedua mata nya telah menyapu seluruh se isi kamar kemudian pandangan nya terhenti pada ranjang,
saat mendapati seorang wanita hamil dengan perut sedikit membuncit tengah memakai pakaian sexy berwarna merah menyala di atas ranjang king size tersebut.
dengan gaya wah wih wuh weh woh nya di sana Adinda terlihat sangat begitu menggoda iman Revan apalagi masalah beginian, saat saat yang ia impikan berbulan bulan 😄😄.
membuat tatapan kedua mata pria tampan itu seolah tak bisa berkedip sedikit pun.
" Dinda apa yang kau lakukan sayang " ucap Revan dengan suhu tubuh yang sudah tak karuan karena tengah di selimuti gairah saat menatap Adinda dengan tubuh molek nya.
Dinda tak menjawab hanya mengedipkan sebelah matanya dengan tatapan menggoda pada Revan yang seperti nya sudah terlihat tak tahan itu.
Dia ini istri hamil macam apa menggoda ku segala, benar benar membuat tubuh ku gerah jika hanya melihat nya saja akhh sungguh diriku tak tahan gumam Revan.
" ini masih sore Dinda jangan mengundang ku seperti ini " ucap Revan.
Dengan segera pria tampan yang sudah di selimuti gairah itu langsung membuang tas kerjanya ke sembarang arah entah di dalam nya ada sebuah barang berharga atau tidak sepertinya itu sudah tidak penting, pandangan nya terus tertuju ke arah Adinda seolah pria tampan itu sudah terhipnotis oleh gairah istrinya sendiri.
Setelah itu mulai mencopot jas hitam yang masih melekat sempurna di tubuh nya entah ia buang kemana saat ini.
Seluruh kain di tubuh nya pun kini sudah tergeletak di lantai, polos tanpa sehelai benang tak bersisa.
Dengan tatapan gairah sekertaris Revan segera menghampiri Adinda yang masih setia berpose indah di atas ranjang sana.
Hem....dia bilang masih sore, tapi dia sudah seperti tuyul di depan ku heh menyebalkan...... pura pura jual mahal saja , tapi aslinya mau kan gumam Adinda.
Sesampainya di atas ranjang pandangan keduanya saling bertemu.
Seutas senyum terbit dari bibir keduanya.
" hei... tuyul untuk apa kau kemari di sini bukan penyimpanan uang " ucap Dinda sambil menatap keadaan suaminya yang sudah polos di dekatnya tanpa rasa malu nya itu saat ini.
__ADS_1
" apa kau bilang tuyul... kau kan yang mengundang ku Dinda " jawab Revan dengan sedikit mengerutkan dahinya menatap wajah Adinda.
" aku tidak mengundang mu, hanya saja aku ingin berpakaian seperti ini " ucap Adinda dengan santai nya seperti tak bersalah.
" untuk apa kau berpakaian seperti itu biasanya kau tak suka " tanya Revan
" gerah " jawab singkat Dinda.
" a p a......jawaban nya hanya sesingkat itu " lagi lagi Revan kembali mengerutkan dahinya.
" iya " jawab nya dengan wajah terlihat polos.
" astaga.... kau tak merindukan aku ya hem " ucap Revan terdengar lesu.
" hehehe.... iya iya kemarilah " ucap Dinda sambil perlahan meraih lengan Revan agar mendekat padanya.
" ah tidak kau hanya pura-pura " ucap Revan sedikit berpura-pura tak acuh.
" suamiku aku menginginkan mu " bisik tiba tiba di telinga Revan dengan nada sensual.
" A P A... aku tidak dengar Dinda " goda Revan
Baru kali ini aku mendengar Dinda berani menggodaku, bagaimana bisa wanita hamil seperti dirimu Din Din gumam Revan.
" ya sudah kalau tidak dengar tidak apa apa aku tidur saja " ucap Dinda yang kemudian membuat Revan mengiyakan perkataannya.
" hehehe.... iya iya aku dengar, aku juga sangat menginginkan mu Dinda sangat menginginkan nya " ucap Revan sambil menatap lembut wajah cantik Adinda.
Dan tangan Revan pun kini mulai meraih dagu Adinda mengusapnya dengan begitu lembut.
Perlahan kedua mata mereka pun mulai terpejam dengan sempurna, deruan nafas yang mulai terdengar saling bertabrakan, dengan bibir keduanya yang juga mulai menempel satu sama lain, ciuman lembut itu pun akhirnya terjadi di antara pasangan suami istri yang saling memadu cinta saat ini.
Sesaat....
Ciuman lembut itu seolah menuntut ke arah yang lebih dalam lagi bukan sekedar ciuman bibir biasa.
__ADS_1
Percintaan di antara dua insan pun kini di mulai, pergulatan panas yang membuat keringat keduanya bercucuran sambil di bumbui nada nada indah yang keluar dari bibir tipis milik Adinda, serta di tambah gairah gairah cinta yang saling menggelora di antara keduanya.