
Kini kedua pasang suami istri itu telah selesai dengan ritual mandinya, dan kini mereka akan keluar kamar untuk menuju meja makan untuk makan malam bersama.
" Zahra apa kau sudah selesai sayang, aku kita ke lantai bawah, ini waktunya makan malam sayang "
" iya sebentar sayang, aku masih memberi makan anak kucing imut ini, kasihan sekali dia pasti kelaparan, sejak tadi pagi aku hanya memberinya sedikit makanan untuknya "
" iya baiklah "
mulai lagi, kucing, kucing dan kucing padahal kemarin kemarin dia sudah biasa dengan anak kucing itu, dan seperti melupakannya tapi kenapa dia kumat lagi memanjakannya seperti bayi hah gumam Bima dalam hati.
" Zahra ayo "
" iya suamiku sebentar, sepertinya dia ingin sekali di elus olehku, kau lihat dia seperti anak kecil yang manja, terus saja mendekati kakiku sayang, lihat dia lucu sekali kan "
" hem... "
" sayang, jawabnya jangan seperti itu, iya iya aku akan memasukkannya ke dalam kandangnya "
pus kau masuk dulu ya, itu lihat suamiku mulai cemburu padamu, kau sangat lucu sekali ucapnya sambil memasukkan anak kucing berwarna putih bersih itu ke dalam kandangnya.
apa dia bilang aku cemburu pada kucing kecil itu, hah... yang benar saja aku di samakan dengan binatang yang menurutnya lucu itu, memang benar-benar ABG labil gumam Bima.
" sayang sebentar aku cuci tangan dulu "
" hem "
iya kan dia jawabnya hanya deheman saja pasti dia merasa kesal saat ini, memang suami satu ini benar-benar bucin gumam Zahra sambil melangkah ke kamar mandi itu.
sesaat kemudian
" sayang sudah selesai, ayo ke lantai bawah " ucap Zahra kemudian langsung menggandeng lengan suaminya itu.
" hem " jawab singkat Bima.
" kau cemburu ya pada anak kucing itu, karena aku lebih memperhatikan dia "
" apa, yang benar saja " jawab Bima yang mulai dingin itu.
" tetapi kenapa jawabanmu hanya deheman saja sayang " tanya Zahra
" apa itu salah hah "
jawabnya sedikit kaku, yang membuat Zahra menghentikan langkahnya.
kemudian Zahra melepaskan tangannya dari lengan suaminya kemudian berhenti melangkah.
" sebaiknya kau sendirian saja makan, seperti nya aku sudah kenyang "
ucap Zahra yang mulai kesal kepada suaminya itu.
kemudian Zahra langsung membalikkan tubuhnya untuk kembali ke arah kamarnya dengan berlari kecil.
__ADS_1
" hey... hey... hey Zahra, apa yang katakan, ayo ikut bersamaku makan malam "
jawab Bima sambil menoleh ke arah istrinya yang sudah meninggalkan dirinya sendirian di anak tangga.
" ah sudahlah, aku sedang tidak berselera sekarang " sahut Zahra.
dan setelah Zahra melanjutkan lari kecilnya menuju kamar itu kemudian Zahra langsung menutup pintu kamarnya tersebut.
Dan meninggalkan Bima sendirian yang sekarang berdiri di anak tangga menuju lantai bawah itu.
kenapa lagi dia, apa aku terlalu dingin padanya, ah... sebaiknya aku susul saja, hah...ada ada saja ucap Bima yang masih setia berdiri di anak tangga itu.
kemudian Bima kembali ke arah kamarnya tersebut dan membuka pintu kamarnya perlahan yang mendapati Zahra sedang memanyunkan bibirnya sambil duduk di tepi ranjang.
" Zahra untuk apa kau di sini, ayo kita makan dulu " ucap Bima yang kini duduk di samping istrinya itu.
" aku tidak lapar " jawab Zahra tanpa melihat ke arah Bima.
" kau kesal ya padaku, sayang maafkan aku " ucap Bima sambil memandang istrinya dari samping.
" sudah lah lupakan saja, sebaiknya aku tidur saja " ucapnya sambil menoleh ke arah suaminya sekilas.
" sayang dengarkan aku dulu, ya aku salah aku minta maaf karena ucapan ku terlalu dingin padamu " jelas Bima
" ya aku sudah memaafkan mu, sudahlah lupa kan saja, dan sekarang aku ingin tidur " jawab Zahra yang sepertinya masih merasa sebal tetapi dia mencoba untuk menutupinya.
" sayang,.. hey lihat aku " ucap Bima lagi yang masih setia menatap istrinya dari samping.
" aku tau kau masih kesal kan "
Zahra terdiam
sesekali dirinya menghindari tatapan suaminya itu.
kemudian Bima memegang dagu istrinya dan sedikit mendongakkan nya agar Zahra menatap kedua matanya.
kemudian perlahan tanpa babibu Bebo Bima langsung mencium bibir tipis Zahra dengan sangat lembut, tetapi ciuman itu hanya sebentar.
" sayang tatap aku " ucap Bima lagi dan lagi
" maaf,.. "
kemudian kedua mata Zahra mulai mengembun, yang sedari tadi menahan kekesalannya suaminya saat ini. Kemudian Zahra perlahan mengeluarkan isi hatinya.
" aku tidak suka jika kau seperti itu padaku, seolah olah kau menganggap ku orang asing dan bukan istri mu "
" shuttt.... shuttt.... jangan katakan lagi, maaf sayang, maaf kan aku, aku tidak akan mengulanginya, habisnya tadi aku sebal kau begitu sibuk dengan anak kucing itu, dan tak menghiraukan aku sama sekali " jelas Bima.
" itu berarti kau cemburu kan pada anak kucing itu " ucap Zahra yang mengambil kesimpulan dari ucapan suaminya tadi.
" tidak, aku hanya sebal saja " ucap Bima yang berusaha mengelak.
__ADS_1
" itu sama saja " jawab Zahra
" tidak sayang " kekeh Bima.
" sama " sahut Zahra
" tidak " kekeh Bima lagi.
" sam..... " sahut Zahra yang tiba-tiba bibir tipisnya itu di sambar oleh bibir Bima.
cup
kemudian Zahra terdiam
dia merasa lelah berdebat dengan suaminya.
" ayo tuan putri sekarang kita makan malam, apa perlu suamimu yang tampan ini menggendong mu hem "
ucap Bima yang seperti di buat buat itu, supaya istrinya tersenyum dan juga berniat mencairkan suasana itu.
" tidak terimakasih kasih, aku bisa berjalan sendiri ke sana "
" ya sudah kalau begitu, sekarang kau gandeng lenganku tuan putri "
" iya, iya... ayo sekarang kita ke lantai bawah "
" hem baiklah "
dan keduanya kini kembali berniat menuju lantai bawah untuk segera makan malam.
beberapa saat kemudian
kedua sejoli itu sudah sampai di lantai bawah dan segera menuju meja makan, yang di sana sudah ada berbagai macam olahan masakan yang di olah oleh chef handal yang berada di dalam mansion milik Bima tersebut.
dan seperti biasa di meja makan hanya ada keheningan, hanya ada suara sendok dan garpu yang saling bertabrakan.
" sayang kalau sudah selesai makan, minum vitaminnya dari dokter Rani "
ucap Bima setelah selesai memakan makanannya di atas piringnya itu.
" iya sayang, aku lupa membawanya kemari " jawab Zahra yang memang dirinya benar-benar lupa itu.
" ini aku sudah membawanya tadi " ucap Bima sambil mengeluarkan sesuatu dari saku celana pendeknya.
" suami ku perhatian sekali sepertinya "
jawab Zahra dengan senyuman manisnya, karena melihat suaminya yang begitu cekatan itu kalau menyangkut masalah dirinya.
kemudian Zahra langsung mengambil vitamin yang sudah terlepas dari bungkusnya itu dari tangan suaminya dan memasukkan perlahan sambil meminum air putih yang berada di hadapan nya saat ini, setelah menghabiskan makanan yang berada di piringnya.
" ya iyalah sayang kau kan istri ku " jawab Bima dengan apa adanya di sela sela Zahra meminum vitamin nya.
__ADS_1
Zahra tersenyum mendengarnya, kemudian dirinya kembali memandang suaminya setelah meminum vitamin tersebut, dan juga sedikit mengedipkan satu matanya ke arah Bima sambil menggigit kecil bibir bawahnya.
sepersekian detik Bima tak berkedip memandang nya, membuat yang di bawah sana meronta ronta ingin segera bercocok tanam bersama istrinya yang saat ini mulai nakal dan berniat menggodanya itu.