
" ya itu sayang, masak kau tidak mengerti Zahra hal yang biasa kita lakukan itu " jelas Bima.
" sayang aku memang tidak mengerti maksudmu mengunjugi bagaimana, mana bisa kita mengunjungi bayi yang masih dalam rahim"
sedangkan Bima tepok jidat karena merasa istrinya tidak cepat mengerti apa yang di maksudnya saat ini.
" sayang maksudnya, aku akan melakukan itu padamu " ucap Bima
" maksudnya itu apa sayang, melakukan hubungan suami istri itu maksud mu hah " jelas Zahra.
" he...em " ucap Bima polos seperti di buat buat.
" ah... mana bisa hal seperti itu kau anggap mengunjungi nya sayang " ucap Zahra dengan nada suara khasnya seperti merengek itu.
" ya bisa lah, dia kan calon anakku sayang dan aku papanya Zahra, bagaimana tidak bisa " jawab Bima yang seperti tidak mau di kalahkan.
" ah...tidak, tidak, tidak, kau berniat membohongi ku kan suamiku, kau membuat alasan anakmu yang minta di kunjungi di dalam perutku ini, padahal itu mau mu sendiri iya kan hayo ngaku " cecar Zahra sambil melirik sang suami itu.
" hehehe... tidak " sangkal Bima sambil sedikit tertawa karena dirinya merasa sudah kepergok berniat mengerjai istrinya itu.
" sayang ayo mengaku lah padaku " jawab Zahra.
" sayang aku memang berniat mengunjungi nya di dalam sini sayang, kenapa kau jadi menuduh ku yang tidak tidak " jawab Bima yang lagi lagi bersih kuku pada perkataan nya itu.
" benarkah kau berniat mengunjungi nya, seperti nya aku tidak percaya " sahut Zahra sambil melirik sang suami yang sok angkuh tersebut.
" ya sudah kalau tidak percaya padaku " ucap Bima kemudian.
Zahra tersenyum.
" ya sudah kalau tidak mau " sahut Zahra yang pura pura tidak mau kalah.
" apanya yang tidak mau hah " ucap Bima yang tiba tiba merasa terpancing leh perkataan istrinya.
" itu tadi yang kau maksud " jawab Zahra santai, karena Zahra tau kalau suami nya saat ini telah terpancing oleh perkataan nya tadi.
" ah...iya, iya aku mau, dan sebenarnya aku menginginkan nya, tadi aku hanya.. "
" hanya mencari alasan kan, kenapa tidak bilang saja kalau sebenarnya kau menginginkannya, bukan berniat mengunjungi nya di sana "
" hahaha... sayang kenapa kau bisa tau " ucap Bima sedikit cengengesan seperti orang yang tidak merasa salah.
kenapa dia seperti mengejekku seperti ini sih, apa ini balasan karena dulu aku sering menyebalkan padanya gumam Bima dalam hati.
" aku kan istri mu jadi aku faham sifat mu sayang " jawab Zahra.
" kau memang istri ku yang paling mengerti sayang " sahut Bima yang kali ini memandang istrinya secara intens tanpa berkedip sedikit pun.
" ekhemm... jadi atau bagaimana yang tadi " ucap Zahra yang saat ini langsung membuyarkan lamunan sang suami.
__ADS_1
" ah....iya sayang jadilah, mana mungkin tidak jadi, kau juga sangat menginginkannya ya ayo jujur padaku sayang " jawab Bima yang baru saja baru tersadar dari pandangannya ke arah istrinya tersebut, dan setelah itu berniat menggoda Zahra.
" sayang kenapa kau jadi menuduh ku sih, padahal tadi kau sendiri kan yang menginginkannya " sahut Zahra dengan ekspresi sedikit cemberut.
''Ah.. Iya sayang, aku hanya bercanda, sudah bibir mu jangan kau buat cemberut seperti itu sayang nanti kau terlihat je.... "
" Jelek... Iya kan "
" Hehehe... Sayang sekarang kau pintar menebak ya "
Memang benar sejak Zahra hamil, dirinya mulai menyebalkan apa mungkin ini benar-benar balasan untukku yah, akkhh... Sudahlah aku tidak tau gumam Bima dalam hati.
Kemudian dirinya kembali memandang sang istri.
" Sayang.. tatap aku, hey berhentilah cemberut Zahra " ucap Bima sambil menatap wajah cantik istrinya.
Cup
cium Bima tiba tiba pada bibir tipis istrinya tersebut.
tetapi Zahra tetap sedikit cemberut.
maklumlah bumil hatinya sangat sensitif hatinya tak menentu, dan memang Zahra sedikit sensitif sejak kehamilannya tersebut, suasana hatinya sering berubah ubah tak menentu.
" Bumil jangan cemberut lagi ya, aku takut kecantikan bumil ku ini luntur " rayu Bima.
Kemudian Zahra sedikit tersenyum.
𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘭𝘦𝘣𝘢𝘳 𝘬𝘢𝘯, 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘢𝘭𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘶𝘮𝘢𝘮 𝘉𝘪𝘮𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪.
" Boleh aku mencium bibir tipis ini "
" Padahal sedari tadi mencium ku tanpa permisi, sekarang pura pura bertanya " Ucap Zahra sambil mengalihkan pandangan ke arah lain.
" hahaha....iya baiklah aku tidak bertanya lagi padamu Zahra "
" tapi lihatlah aku sayang, kenapa kau mengalihkan pandanganmu segala sih " ucap Bima yang merasa di abaikan oleh Zahra.
" iya, begini kan maksud mu " jawab Zahra kemudian, kemudian dirinya langsung separuh tubuhnya menghadap Bima.
" he... em "
" tatap mataku " ucap Bima kemudian Zahra mengikuti apa yang suaminya katakan tersebut, dan akhirnya Zahra memandang dua bola mata yang saat ini juga memandang ke arahnya itu.
" aku mencintaimu Zahra, dan jangan pernah tinggalkan aku " ucap Bima penuh dengan keseriusan.
" seandainya aku meninggalkan mu bagaimana sayang " tanya balik Zahra.
" Zahra apa yang kau katakan "
__ADS_1
" aku hanya tanya, jika seandainya sayang " jelas Zahra
" ya...jika kau meninggalkanku, aku tidak akan pernah mau kau tinggalkan " jelas Bima santai
" sayang itu bukan jawaban " ucap Zahra sedikit kesal kepada suaminya.
" tetapi itu jawabanku sayang, aku tidak mempunyai jawaban lain " jawab Bima lagi yang justru tadi membuat hati istrinya kesal dan kini menjadi bahagia karena menurut Bima itu adalah jawaban satu satunya yang ia punya.
" suamiku mendekat lah padaku " ucap gadis cantik yang sebentar lagi menjadi ibu tersebut.
" memangnya kau mau apa sayang ,hem "
" sudah sini mendekat lah, tidurlah di sini " ucap Zahra lagi sambil menepuk pahanya dengan kedua kaki nya yang saat ini ia selonjor kan dia atas ranjang empuk itu.
" aku kira kau ingin mengajakku mengunjungi anak ku di perut mu sayang " goda Bima.
" hahaha... iya sebentar lagi aku akan memberi jatah mu sayang, kau tidak usah berpura-pura mengunjungi anakmu segala, dasar menyebalkan kau ini hihihi.... "
" hehehe... ya baiklah, dan sekarang aku akan tidur di sini, di paha mu " ucap Bima kemudian segera tidur dengan kepalanya yang saat ini ia letakkan di kedua paha istrinya tersebut.
" sayang " panggil Zahra.
" hem " jawab lelaki tampan itu.
" sayang apa kau akan selalu bersama ku, dan menemaniku sampai si kecil di dalam perut ku ini lahir ke dunia ini " tanya Zahra
" tentu saja sayang, aku akan selalu menemanimu, kalau perlu aku tidak akan perusahaan, dan akan menemanimu setiap harinya di mansion "
" sayang terima kasih "
" hem,.. aku mencintaimu Zahra, dan kau berjanjilah hanya aku lelaki satu satunya yang ada di hati, dan hidup mu " ucap Bima serius.
" aku juga mencintai mu suamiku, ya aku berjanji, memang hanya dirimu lah lelaki satu satunya di hidup ku " ucap Zahra sambil tersenyum memandang wajah tampan yang saat ini masih tidur di paha nya itu.
Bima juga ikut tersenyum memandangnya.
" sayang cium aku " ucap bima seperti rengekan.
" bayi besar kenapa kau manja sekali sih "
" biarkan saja, memangnya tidak boleh, memangnya tidak boleh bayi besar manja seperti ini hah, kau harus berlatih mulai sekarang sayang, dan sekarang cium aku "
" hahaha... kau ini dasar ya, baiklah aku akan mencium bayi besar ku ini "
cup
cup
cup
__ADS_1
dan baru saja Zahra melepas ciuman itu kemudian tangan Bima langsung menarik tengkuk Zahra agar memperdalam ciumannya tersebut.