Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 76


__ADS_3

wah tuan muda sepertinya sangat mencintai istrinya lihat saja cara memeluknya saja begitu posesif "


" astaga secantik itukah istri tuan Bima "


" wah benar-benar sangat serasi "


" wah istri tuan muda sangat cantik sekali ya "


" iya dan juga masih muda lagi "


" inikah yang di namakan hari patah hati sedunia "


" cantiknya kelewatan kalau ini mah, tanpa polesan lagi "


" iya cantik tanpa make up, memang benar-benar sangat cantik "


" tidak salah tuan Bima menjadikan istrinya ya "


begitulah kira kira cuitan para karyawan perusahaan milik Bima.


cie cuitan twitter kali ah 😂😂😂


sedangkan Bima tersenyum.


mendengar cuitan cuitan para karyawannya itu yang membuat hatinya sedikit bahagia, karena sedikit menyindir istrinya yang saat ini tanpa polesan make up itu.


sedangkan Zahra tetap terdiam


tetapi di dalam hatinya ia tau, semua ini pasti rencana suaminya yang sengaja sejak berangkat ke kantor tadi mendiamkan dirinya, karena tidak biasanya seperti itu.


dan kini keduanya tengah memasuki lift pribadi khusus petinggi perusahaan untuk menuju lantai atas.


dan keduanya masuk dan di ikuti oleh sekertaris Revan di depannya yang memencet tombol lift tersebut.


beberapa saat kemudian


liftnya telah terbuka dan mereka melangkahkan kakinya keluar dari sana, kemudian melangkah ke arah di mana ruang khusus CEO, ruangan yang di penuhi dengan kaca kaca bening tebal nan mewah yang tak lain adalah ruangan khusus suami Zahra sendiri.


dan saat ini sekertaris Revan kini telah membukakan pintu untuk kedua atasannya itu, dan juga terlihat di sana tuan mudanya senyum senyum sendiri sesekali melirik ke arah istrinya.


sedangkan Zahra masih terdiam, dan sesekali menundukkan kepala nya.


dan sesampainya di dalam ruangan kini sekertaris Revan berpamitan kepada kedua atasannya itu.


" tuan apa masih ada yang Anda perlukan "


" ah tidak ada keluar lah, jika aku butuh sesuatu aku akan segera memanggilmu "


" baik tuan "

__ADS_1


dan sekertaris Revan pun kemudian membungkukkan badannya setelah itu keluar dari dalam ruangan tuan mudanya itu.


sedangkan kini tinggal Zahra dan Bima alam ruangan berpendingin itu.


Zahra tetap berdiri di tempat nya.


dan setelah sekertaris Revan keluar, kini pandangan Bima beralih kepada istrinya yang sedari tadi tetap berdiri di tempatnya itu.


Bima tersenyum


kemudian Bima langsung memanggil istrinya yang terlihat sedih itu.


" Zahra kemari lah, mendekat lah padaku "


" Zahra "


" iya "


kemudian Zahra melangkahkan kakinya ke arah Bima yang sedang duduk di kursi kebesarannya itu.


" kesini lah duduk di pangkuanku " ucap Bima


kemudian Zahra tanpa babibu Bebo langsung duduk di pangkuan suaminya itu sambil menundukkan kepalanya.


" istri pintar " ucap Bima sambil mengelus rambut Zahra dari belakang.


sedangkan Zahra terdiam dengan kapala tertunduk.


" Zahra tatap aku jika aku sedang bicara " ucap Bima dengan tegas.


dan sekejap Zahra langsung menatap kedua bola mata milik Bima suaminya itu.


" kenapa kau tidak bilang kalau semua ini rencana mu, kau mendiamkan ku sedari tadi, kenapa kau melakukan itu kenapa kau tidak jujur saja hiks.. hiks.."


jelas Zahra dengan nada seperti merengek kepada Bima, yang membuat Bima semakin gemas melihat istri nya saat ini.


dan Zahra kini mulai menitihkan air matanya karena tidak menyangka ternyata suaminya melarang dirinya untuk ber make up karena ada satu alasan, karena suaminya ingin menunjukkan dirinya sebagai istri dengan caranya sendiri, dan tanpa harus ber make up seperti yang ia lakukan tadi di mansion.


" sayang jangan menangis air matamu begitu berharga untukku Zahra "


ucap Bima yang mulai mengusap lelehan air mata istrinya itu.


" sayang dengarkan aku, aku melakukan ini semua karena aku ingin menunjukkan kepada semua bawahan ku kalau kau adalah istriku Zahra, dan tidak harus memakai make up supaya kau terlihat sangat cantik untuk menunjukkan kalau kau adalah istriku, dan sekarang kau tau, bahwa seluruh bawahan ku mengatakan kau istri ku yang sangat cantik dengan wajahmu tanpa riasan itu, kau tau jika mereka mengetahui mu memakai make up makan mereka akan bertambah menikmati kecantikan mu sayang aku tidak mau itu, kau memakai riasan hanya untuk di depan ku, kecantikan mu hanya milikku, dan hanya aku yang boleh melihatnya kau paham sayang "


" iya,iya sekarang aku paham " ucapnya sambil mengusap juga lelehan air matanya dengan kasar.


" terimakasih kau sudah mengakui ku di depan semua karyawan mu "


" hem.. kau lucu sekali sayang, pasti aku akan menunjukkan dirimu kepada semua orang karena kau adalah gadis yang sangat aku cintai saat ini dan selamanya Zahra "

__ADS_1


Zahra tersenyum mendengar kan perkataan suaminya itu.


kemudian dengan tiba tiba Zahra mulai mencium bibir milik suaminya, sedangkan Bima langsung tersenyum saat bibirnya tengah di sambar bibir Zahra istrinya itu kini kedua nya saling menikmati ciuman hangat itu pagi itu.


dan beberapa saat ciuman itu berakhir.


" sayang kau sekarang mulai berani ya menggodaku " ucap Bima yang melihat tingkah istrinya itu kini mulai berani menciumnya terlebih dahulu.


" biarkan saja " jawab Zahra enteng.


" anggap saja itu hadiah dariku untukmu suamiku, karena kau telah membuat hatiku bahagia saat ini "


" kau lucu sekali Zahra, bagaimana kalau aku meminta hadiahku yang lebih dari itu "


" memangnya apa sayang, kau ingin meminta apa dariku, aku tidak memiliki uang, jangan aneh aneh "


" hahaha.... astaga istriku maaf, semenjak kita menikah aku sangat lupa memberikan sesuatu untukmu "


kemudian Bima merogoh saku jasnya, kemudian mengambil dompet dan membukanya di sana dan mengambil salah satu jejeran kartu yang tersusun rapi di tempatnya itu, dan Bima mengambil satu untuk di berikan kepada istrinya.


" sayang ambil ini, maaf sebelumnya aku sampai lupa memberikanmu kartu ini Zahra, bukan maksudku pelit padamu sayang " ucap Bima yang memberikan salah satu black card nya kepada Zahra.


" sayang ini kartu untuk belanja ya " ucapnya polos.


" iya sayang, belanja lah sepuas mu, apa saja yang kau inginkan, kalau perlu kau habiskan semua isinya jika kau menginginkannya "


" memangnya berapa isinya suamiku "


tanya Zahra polos memang dirinya tidak mengetahui akan hal seperti itu, yang ia tau hanya kartu belanja itu saja tanpa mengetahui jumlah isinya yang tak terbatas.


" kau tidak perlu tau isinya sayang, tugasmu hanya menghabiskan isinya saja "


jawab Bima yang mendengar pertanyaan polos istrinya itu, yang membuat dirinya semakin gemas saat ini melihat tingkah gadis belia nya itu.


" aku kan hanya bertanya sayang, apa susahnya sih menjawab "


" baiklah akan aku jawab, isinya adalah kau bisa membeli seluruh isi yang berada di dalam mall itu bahkan bisa lebih "


jelas Bima yang membuat Zahra begitu kagetnya dan sedikit melongo di buatnya.


" APA... " jawab Zahra dengan suara yang sangat nyaring dan membuatnya sedikit syok.


" Zahra kecilkan suaramu, telingaku sakit mendengar nya "


jawab Bima karena Zahra saat ini berbicara sangat dekat dengan telinganya karena posisi Zahra masih berada dipangkuan suaminya saat ini.


" ah iya sayang maaf, maaf, tadi aku sangat kaget mendengarnya "


sahut Zahra lagi dengan sedikit cengengesan karena masih merasa terheran heran dengan jumlah nominal yang berada di kartu hitam yang saat ini berada di tangannya itu yang tak terhitung jumlahnya.

__ADS_1


__ADS_2