Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
Zahra demam II


__ADS_3

*******


kini mama Alisya pun mengikuti Bima untuk masuk ke kamar pribadinya bersama sang istri , setelah tadi anak pertamanya itu mendatangi kamarnya, dan mengatakan kalau menantu kesayangannya itu tengah sakit saat ini.


" Ma ayo ma cepat ma, cepat lihat keadaan istri ku sekarang, tubuhnya sangat panas " ucap Bima setelah dirinya memasuki kamar pribadinya itu bersama ibu negara.


" iya Bima sebentar, mama masih berjalan "


dan setelah mama Alisya sampai di dekat ranjang, kini istri dari raja pembisnis itu mulai memegang kening Zahra.


" sayang kening kamu demam " ucap mama Alisya setelah menempelkan punggung tangannya di kening Zahra.


" iya kan ma Zahra sakit, sebaiknya kita bawa saja ke rumah sakit sekarang, dokter Toni terlalu lama jika harus menunggunya "


" sayang aku tidak mau "


" ma Zahra tidak apa apa dan sebentar lagi pasti panas nya akan turun " ucap Zahra yang kepada mama Alisya yang memang dirinya merasa tidak enak badan tetapi tak seperti apa yang di kata suaminya seperti sakitnya berlebihan.


" iya sayang mama ngerti " jawab mama Alisya yang sudah mengerti akan maksud menantunya, karena putra nya saja yang memang terlalu berlebihan kepada istri kesayangannya tersebut.


" tidak ma Zahra ini kan juga sedang mengandung, Bima takut terjadi apa apa dengannya ma, mengertilah " kekeh Bima


" sayang mama tau, tapi dokter Toni bukannya sudah kau suruh ke sini kan, dan sebentar lagi juga akan sampai "


tok


tok


tok


bunyi ketukan pintu kamar yang di ketok Pak Tejo dari luar,


" masuk " ucap Bima tanpa melihat siapa yang mengetuk pintu kamar.


" permisi tuan ini dokter Toni nya sudah datang" ucap Pak Tejo yang mengantarkan dokter pribadi atasannya tersebut ke dalam kamarnya.


" nah....itu dokter Toni "ucap mama Alisya kemudian.


" suruh dokter Toni masuk " ucap Bima lagi.


dan kemudian dokter Toni pun kini langsung memasuki kamar atasan sekaligus teman dekatnya itu.


" pagi tuan, nyonya " ucap dokter Toni pada keduanya.


" hem, jangan banyak basi basi, cepat periksa istri ku "


" iya, iya " jawab dokter Toni dengan sedikit kesal kepada atasan sekaligus teman nya itu, tetapi bagaimana lagi dirinya takut akan nol di belakang rekeningnya berkurang.


dari dulu tetap saja teman satu ini, POSESIF gumam dokter Toni dalam hati.


dan kemudian dokter Toni pun mulai mengeluarkan alat medisnya untuk memeriksa keadaan Zahra.


" dan pak Tejo, bawakan sarapan pagi ku bersama Zahra ke kamar, jangan lupa dua gelas susu " perintah Bima kepada kepala pelayan patuh bayar tersebut.


" baik tuan " jawab pak Tejo, kemudian segera bergegas pergi dari kamar atasannya itu untuk menuju lantai bawah.


sedangkan dokter Toni masih sibuk memeriksa keadaan Zahra.


" Ton jangan lama lama memegang tangan istri ku " ucap Bima yang begitu posesif nya itu.

__ADS_1


" astaga bagaimana aku memeriksa nya jika tidak menyentuh nya Bim " jawab dokter Toni yang merasa kesabaran nya sedikit berkurang karena ucapan Bima.


sedangkan mama Alisya tepuk jidat dan juga sedikit tertawa atas kelakuan anaknya yang terlalu posesif kepada istrinya itu.


" Bima diam biarkan dokter Toni masih memeriksa Zahra " ucap mama Alisya kemudian


" tapi ma " jawab Bima yang sedikit tidak terima


" bagaimana dok keadaan menantu ku " ucap mama Alisya kepada dokter Toni


" begini nyonya, nona Zahra seperti nya seperti nya sedikit kelelahan dan juga seperti nya nona Zahra masuk angin " jelas dokter berperawakan alethtis itu.


" baiklah kalau begitu dok "


" dan ini obat yang anda harus berikan kepada nona agar panas nya cepat turun "


" ya sudah kau cepatlah kembali ke rumah sakit, sekertaris Revan akan mentransfer ke rekening mu nanti "


" iya Bim, dasar posesif "


" apa kau bilang, kau mau aku mengurangi gaji bulanan mu "


" hehehe.... tidak tidak aku hanya bercanda, kau ini bisa saja, ya sudah semoga istri mu cepat sembuh sobat " ucap dokter Toni sambil sedikit tertawa kemudian mengalungkan tangan nya di bahu Bima sambil menepuk pelan bahu sahabat nya itu


" ya terima kasih " jawab Bima kemudian.


sedangkan dokter Toni kini bergegas pergi dari kamar atasan sekaligus sahabat nya tersebut.


kini tinggal lah mama Alisya, Bima dan Zahra di dalam kamar tersebut, Bima mulai mendekat ke arah sang istri, dan juga mama Alisya yang berada di dekat putranya tersebut.


" sayang sebentar lagi minum obatnya, setelah kau memakan sarapan mu ya "


Zahra mengangguk tak berniat menjawabnya.


Zahra kembali menganggukkan kepalanya.


sesaat kemudian.


pak Tejo datang membawa nampan yang berisi sarapan dan dua gelas susu.


" tuan ini sarapan nya " ucap Pak Tejo.


" ya taruh saja di situ " jawab Bima.


" baik tuan, apa tidak ada lagi yang Anda butuhkan tuan "


" tidak ada, lanjutkan lah pekerjaan mu pak Tejo"


" baik tuan "


dan Pak Tejo pun kini bergegas pergi dari kamar atasannya tersebut.


kini tinggal lah Zahra dan Bima ki dalam kamar pribadinya.


" sayang ayo aku bantu agar tubuhmu sedikit duduk, aku akan menyuapi dirimu ya "


" tapi sedikit saja ya "


" sayang apa kau tidak kasihan dengan anak kita yang ada di dalam hah "

__ADS_1


" tapi aku memang tidak enak untuk makan banyak "


" ya sudah baiklah tidak apa apa "


kemudian Bima pun mulai membenarkan posisi tubuh istrinya untuk sedikit duduk, agar mudah untuk menyuapi sang istri.


" Ayo sekarang buka mulutmu Zahra,


a... a... aemm.. pintar "


" sayang kenapa rasanya sedikit hambar ya "


" hehehe... itu karena kau sakit sayang "


" iya sih "


" ayo lagi a... a.... aem, pintar sekali bumil "


Zahra tersenyum mendengar perkataan suaminya itu yang seperti menyuapi anak kecil.


" Zahra kenapa kau tersenyum hah, oh aku tau pasti saat ini di dalam hatimu yang paling dalam, kau begitu bersyukur mendapatkan suami yang seperti aku iya kan "


" hehehe... GR, memangnya siapa "


" kau tidak bersyukur mendapatkan pria seperti ku "


" tidak "


" ya sudah makan lah sendiri "


" sayang aku bercanda, begitu saja kau cemberut, coba pegang kening ku, kau tidak kasihan padaku, aku sakit "


" iya iya, habis nya kau menyebalkan sekali, bilang iya saja apa susahnya sih "


" hehehe... iya iya aku sangat sangat bersyukur mendapatkan suami seperti dirimu suamiku "


" heh... telat "


" sayang "


" hem "


" ya sudah aku tidak makan jika kau cemberut "


" iya iya aku tidak cemberut, ayo segera habiskan makannya Zahra "


" iya, tapi aku sudah kenyang sayang hehehe.. "


" heh... ya sudah sekarang minum obatnya, dan setelah itu kau harus beristirahat "


" iya, tapi temani aku "


" Zahra kau manja sekali, iya baiklah aku akan menemani tapi minum dulu obatnya "


Zahra menganggukkan kepalanya.


kemudian Zahra pun mulai meminum obat nya perlahan, dan di tambah meminum segelas susu yang di berikan Bima untuknya.


Dan setelah selesai, Zahra pun segera membenarkan posisi tubuhnya untuk istirahat, karena dirinya juga ingin segera sembuh.

__ADS_1


sedangkan Bima perlahan menyelimuti tubuh Zahra sampai terlihat hanya kepalanya saja, dan perlahan dirinya juga mulai masuk ke dalam selimut tebal putih itu untuk menemani istri yang sedang beristirahat.


sambil tangan nya yang memeluk tubuh Zahra begitu posesif nya.


__ADS_2