
Gedung berbintang.
Kini mobil hitam mewah yang di naiki oleh sekertaris Revan dan Adinda telah sampai di depan gedung yang begitu besar nanti mewah tersebut.
a" Din sudah siap "
" ya tuan saya siap "
" jangan panggil aku tuan, panggil sekertaris Revan akau ngerti "
" ii.. iya tu....., maksud saya sekertaris Revan "
" bagus, dan jika keluar jangan gandeng tanganku "
" memangnya kenapa tuan, tadi kau yang menyuruhku kan "
" kau tau ini perusahaan, dan tadi aku menyuruhmu menggandeng tanganku agar kau sedikit cepat berjalan, dengan sendal hak tinggi yang kini tengah kau pakai itu, jadi tidak usah ke GRan "
" hah.... "
Adinda membuang nafas beratnya.
" ya..ya...ya...aku mengerti, memang siap yang ke GRan " jawab Adinda.
yang jawabannya yang sedikit di buat buta itu, padahal di dalam hatinya gadis dua puluh tiga tahun itu sedikit merasa sakit, baru saja hatinya tadi berbunga-bunga, dan sekarang tiba tiba perasaan itu menghilang.
" ya sudah turun cepat " perintah sekertaris Revan dengan gaya angkuhnya.
" ya " jawab singkat Adinda.
kemudian keduanya segera masuk ke dalam gedung mewah berbintang tersebut sambil berjalan beriringan, tetapi tak bergandengan tangan seperti yang mereka lakukan tadi setelah keluar dari dalam apartemen.
Kini pandangan seluruh para tamu undangan teralihkan terhadap kedatangan Adinda dan sekertaris Revan salah satu orang terpenting di perusahaan raksasa tersebut yaitu tangan kanan tuan Bima Sinaga.
Yang kini keduanya mulai berjalan di atas karpet merah memasuki gedung berbintang di mana pesta di adakan.
Dan wartawan pun kini memulai aksinya dengan saling cekrak cekrek terhadap lelaki tampan yang tak lain tangan kanan SINAGA. GROUP itu.
kemudian sambil di iringi dengan tanya jawab kepada nya mengenai seputar bisnis, dan juga sekertaris Revan tak lupa mengerah kan semua orang-orang bawahannya itu untuk mengantisipasi keadaan selama pesta perayaan ulangtahun perusahaan berlangsung.
__ADS_1
Sedangkan Adinda juga tak luput dari sorotan wartawan yang juga menanyai nya tentang seputar bisnis, dan juga Adinda tak lupa mulai bercengkrama dengan para tamu kolega kolega bisnis lainnya seperti seseorang wanita yang sangat berkelas dengan dirinya yang menguasai berbagai macam bahasa itu, sedangkan para tamu perusahaan Sinaga group,
yang juga kebanyakan datang dari luar negeri, karena memang perusahaan milik keluarga Sinaga juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan luar negri, jadi Bima juga mengundangnya dalam acara ulang tahun perusahaan nya tersebut.
sesekali sekertaris Revan menoleh ke arah Adinda yang seperti sangat lues menghadapi kalang kabut dengan banyaknya para tamu undangan dan juga wartawan yang kini mengerumuninya.
memang benar benar gadis yang bisa di andalkan tak salah aku menjadikannya rekan kerjaku gumam sekertaris Revan
dengan dirinya yang saat ini tengah tersenyum sendiri itu.
sesaat kemudian
Sebuah mobil mewah hitam yang mulai berhenti dengan sempurna tepat di depan gedung berbintang tersebut, dan di ikuti di belakangnya yang juga mobil mewah berwarna hitam.
Dan kini sopir pribadi mobil mewah tersebut mulai membukakan pintu mobilnya untung sang atasan.
JEG GLEK.....
" silahkan tuan, nona " ucap sopir pribadi mansion.
" iya terima kasih pak " jawab Zahra sambil mengembangkan senyumnya kepada sopir pribadi paruh baya tersebut.
perlahan Bima turun dari dalam mobil hitam mewah tersebut, dan setelah itu di ikuti Zahra yang juga mulai keluar dari dalam mobil tersebut.
" sayang ayo pelan pelan " ucap Bima kemudian dengan senyuman nya yang mengembang.
" iya suamiku " jawab Zahra yang kini juga membalas senyuman sang suami.
" sayang gandeng tanganku " ucap Bima setelah itu.
" iya " jawab Zahra.
astaga kenapa semegah dan semewah ini padahal sebelum nya aku tidak pernah yang namanya pesta pesta an, apalagi ada karpet merah segala, aku memang tidak sedang bermimpi, dan suamiku memang benar benar kaya raya alias konglomerat dulu saja aku seperti tidak percaya gumam Zahra dalam hati.
kemudian keduanya pun mulai melangkah menuju ke dalam gedung berbintang dengan beralaskan karpet merah untuk memasukinya.
Sekejap seluruh pandangan para tamu kembali tertuju pada sepasang suami yang kini tengah memakai warna senada merah maron nya yang tak lain adalah CEO tampan nan dingin Sinaga Group, Madan Bima Sinaga.
Ya seluruh tamu seperti di buat terpukau oleh kedatangan dua sejoli itu yang juga pemilik perusahaan , di lihatnya lelaki berparas tampan dengan balutan setelan jas merah maron nya,
__ADS_1
dan kemudian di samping nya seorang gadis yang tengah menggandeng lengannya,yang memiliki paras sangat cantik dan juga memakai gaun senada, dengan perutnya yang membesar,
tetapi tak melunturkan sedikit pun kecantikannya dan bahkan membawa pesona tersendiri bagi siapa yang melihat nya.
para tamu pun juga sedikit berbisik bisik, karena separuh dari tamu yang datang tak mengetahui bahwa pewaris utama Sinaga group itu telah menikah dan sekarang istrinya tengah hamil besar.
Kemudian dari arah belakang di susul oleh sepasang konglomerat yang tak lain adalah kedua orang tua Bima nyonya Alisya dan tuan Brandon Sinaga dan keduanya juga bersama putra nomor duanya yaitu Hendra Sinaga.
ketiganya kembali jadi sorotan, setelah tadi anak dan menantunya yang jadi sorotan itu.
Sedangkan para wartawan kini juga mulai mengerumuni sepasang suami istri pemilik perusahaan raksasa tersebut.
dan juga mengerumuni sepasang orang tua Bima mama Alisya dan papa Brandon dan di tambah lagi Hendra yang mulai risih dengan adanya wartawan yang mengerumuninya saat ini.
Dari arah kejauhan sekertaris Revan yang mengetahui hal itu segera memberi kode kepada seluruh bawahannya itu, untuk segera mendekat dan membatasi akses wartawan yang kini tengah sibuk mengerumuni seluruh keluarga pemilik dari perusahaan terbesar itu.
Karena sekertaris Revan takut akan terjadi sesuatu, apa lagi kepada istri atasannya yang kini tengah hamil besar itu.
Setelah para bawahannya mendekat dan memberi batasan akses kepada atasannya tersebut, kini giliran sekertaris Revan yang menuju segerombolan keluarga pemilik perusahaan raksasa tersebut.
" selamat datang tuan, nona, dan juga nyonya Alisya, tuan Brandon, dan tuan Hendra "
" ya sekertaris Revan " jawab seluruh keluar konglomerat yang tengah berkumpul itu sambil tersenyum.
" bagaimana semuanya " tanya Bima kepada bawahan nya.
" semuanya berjalan dengan lancar tuan, dan tak ada kendala sama sekali " jelas sekertaris Revan dengan tegas.
" bagus kau bisa di andalkan " jawab Bima sambil sedikit mengangguk anggukkan kepalanya.
" dari dulu kau bisa di andalkan sekertaris Revan " ucap tuan Brandon yang merasa kagum kepada sekertaris putra nya itu.
" Terima kasih tuan Brandon "
dan saat ini juga para kolega kolega bisnisnya mulai mendekati pemilik perusahaan pencakar langit tersebut yang tak lain adalah Bima, dan juga tuan Brandon yang namanya masih di kenal luas oleh kalangan pembisnis sebelum putranya itu.
untuk mengucapkan atas kesuksesan atas perusahaan nya yang bertambah berkembang pesat tersebut.
sedangkan Zahra, mama Alisya, dan juga Hendra kini sedang bercengkrama ria ketiganya saling mengobrol.
__ADS_1