Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 64


__ADS_3

04.00 wib


" uaahhhh nyamannya "


" kau sudah bagun sayang, seperti nya kau nyaman sekali istirahat, hingga kau lupa waktu "


" memangnya sekarang jam berapa sayang "


" empat sore sayang, apa kau akan mandi sayang, atau aku akan mengelap tubuhmu seperti kemarin di rumah sakit sayang "


" aku mandi sendiri saja sayang, aku ingin mencobanya sendiri "


" sayang kau baru tadi siang pulang dari rumah sakit, kondisimu belum sepenuhnya pulih Zahra "


" iya sayang aku tau, tetapi aku ingin mencoba berjalan sendiri "


" apa kau tidak mendengar perkataan ku hah "


" bukan begitu sayang "


" cukup Zahra "


Zahra hanya diam sudah tak berniat untuk menjawab perkataan suaminya itu, kemudian Zahra langsung menundukkan kepalanya dan kedua matanya mulai mengeluarkan lelehan air mata yang mulai membasahi kedua pipinya perlahan.


" sayang, hey...., lihat aku Zahra " dengan suara yang mulai melembut.


Zahra hanya menggeleng kan kepalanya pelan tetap menundukkan kepala.


kemudian Bima langsung mendongakkan kepala Zahra perlahan,


" sayang maafkan aku "


setelah itu Bima langsung menarik tubuh Zahra dan memeluknya begitu sangat erat.


" sayang maafkan aku " ucapnya lagi pada istrinya.


apa sampai seperti ini, Zahra sangat takut kepadaku, dia memilih menundukkan kepalanya dan menahan tangisnya yang tak bisa ia sembunyikan itu, apa aku memang sedikit menakutkan baginya gumam Bima dalam hati.


" aku tak berniat marah marah padamu sayang, aku hanya ingin kau segera cepat sembuh seperti dulu "


hiks.. hiks... hiks


Zahra tambah mengeraskan tangisannya mendengar kata kata suaminya itu.


" sayang maaf " ucap nya entah berapa kali kepada istrinya.


Zahra kemudian membalas pelukan suaminya begitu sangat erat.


" sayang bicaralah, Zahra " ucap Bima sangat lembut.


kemudian keduanya saling melepaskan pelukannya itu dan saling menatap satu sama lain.


" sayang ak.. aku hanya ingin mencoba berjalan sendiri saat ini, aku bisa cobalah mengerti suami ku, sekali ini saja, jika aku tidak bisa berjalan sampai kamar mandi, aku akan meminta dirimu menggendong ku "


jawab Zahra sesekali sambil sesenggukan karena terlalu lama menangis.


" iya baiklah sayang jika itu kemauan mu aku akan mengizinkannya, aku akan mengikuti mu dari belakang hem "


Zahra menganggukkan kepalanya pelan kemudian sedikit tersenyum, setelah itu Zahra kembali memeluk tubuh suaminya.

__ADS_1


" sayang terima kasih "


" iya sayang " ucap Bima sambil mencium kening istrinya itu.


" ayo sayang, jika kau ingin mencobanya "


" iya baiklah "


dan perlahan Zahra mulai menggerakkan kakinya, setelah itu menurunkan kakinya satu persatu ke lantai dan mulai mengangkat tubuhnya dari ranjang dan berjalan pelan ke arah kamar mandi dan di ikuti Bima dari belakang yang sudah siap jika istrinya terjatuh.


" sayang aku bisa kan " ucap Zahra sambil melangkah perlahan itu.


" iya kau bisa sayang "


jawab Bima sangat lembut dan juga ingin membuat hati istrinya lega.


dan kini Zahra sudah sampai di depan kamar mandi yang sangat mewah itu.


" sayang kau tunggu di sana saja, aku akan mandi sendiri ya "


" aku akan membantumu mandi sayang "


" ahhh, tidak kau selalu meminta imbalan kepadaku setelah semuanya selesai "


" iya aku tidak meminta imbalan lagi padamu "


" sebaiknya tidak usah sayang, aku ingin berusaha sendiri, kapan aku akan sembuh kalau kau memanjakan aku terus "


" iya, iya, baiklah sekarang aku akan menunggumu di depan pintu "


" tetapi jangan masuk ya sayang "


" kau marah lagi ya padaku suamiku "


" tidak sayang, sudah sana kau mandilah sebentar lagi waktunya makan malam sayang "


" iya baiklah "


setelah sedikit perdebatan itu, kini Zahra mulai memasuki kamar mandi, dan menutup pintu kamar mandinya perlahan dan melangkahkan kakinya ke arah closet karena Zahra ingin duduk di sana sebagai tumpuan bokongnya.


Zahra mulai membuka pakaiannya pelan pelan meskipun sangat sulit.


aww...


" sayang ada apa hah, cepat buka " suara Bima di balik pintu kamar mandi


" tidak apa apa sayang hanya lututku saja tadi tersenggol "


" apa itu sebuah kejujuran Zahra "


" iya sayang percayalah padaku "


" baiklah "


kemudian hening


sedangkan Zahra kini tengah sibuk membersihkan seluruh tubuhnya di dalam kamar mandi.


berbeda dengan Bima yang bingung karena istrinya sangat lama hanya karena membersihkan tubuhnya saja pikirnya,

__ADS_1


Bima mondar mandi di depan pintu seperti menunggu istrinya yang sedang lahiran sambil menempelkan kedua tangannya di pinggangnya dan sesekali mengigit jarinya, karena merasa kebingungan menunggu Zahra yang tak kunjung keluar.


" sayang kenapa lama sekali " ucap Bima di balik pintu.


" sayang diam lah sebentar " jawab Zahra dari dalam kamar mandi.


kau itu laki-laki kenapa cerewet sekali sih Zahra bermonolog sendiri di kamar mandi sambil menggosok giginya saat ini.


sedangkan Bima tetap saja seperti itu mondar mandir tidak jelas,


sebaiknya aku mengambilkan baju gantinya, ya sebaiknya seperti itu.


kemudian Bima melangkahkan kakinya ke arah ruang ganti, dan mulai memilih baju ganti untuk istrinya, mengambilkan baju yang pas untuk Zahra serta Bima tak lupa membawakan dalaman milik istrinya itu, kemudian Bima menemukan lingerie yang di berikan mama Alisya di dalam lemari berukuran besar itu dan Bima langsung mengembangkan senyumnya.


tunggu sebentar lagi, kau pasti akan memakainya sayang ucapnya sendiri kemudian kembali menaruh lingerie itu di tempatnya semula supaya istrinya tidak curiga.


dan setelah mengambil keperluan istrinya itu kini Bima keluar dari dalam ruang ganti itu dan berjalan ke arah kamar mandi, dan setelah sampainya di depan pintu kamar mandi Bima mulai memanggil manggil istrinya dari luar, karena memang Zahra telah sangat lama di dalam sana.


" sayang apa kau sudah selesai "


" iya sayang aku sudah selesai, sebentar "


kemudian Bima diam sejenak.


Pintu kamar mandi dibuka dari dalam dan menampilkan Zahra yang memakai handuk berwarna putih dan dililitkan sampai dada.


" waouhhh...., "


" sayang jangan menggodaku "


" siapa yang menggoda mu sayang, sini handuknya dan ini pakaian mu "


" mana dulu baju ganti ku sayang "


" ya sudah kita bertukar saja, aku memberikan baju gantimu dan kau memberikan handuk yang kau pakai itu kepadaku bagaimana "


" kau selalu saja seperti itu, ah sudah lah bawa saja baju ganti itu, aku akan mengambilnya sendiri "


kemudian Zahra melangkahkan kakinya ke arah ruang baju ganti,


sedangkan Bima yang melihat istrinya kesal karena merasa di kerjai itu, kini dirinya menyerah karena merasa kasihan dengan istrinya yang sedari tadi membuat Zahra menangis.


kemudian Bima menghentikan langkah Zahra dengan menghadang Zahra di hadapan nya.


" sayang aku bercanda, ini baju gantimu, kita duduk di sofa saja ya biar kau bisa memakainya dengan bebas "


" iya terima kasih "


kemudian memapah istrinya ke arah sofa, kemudian setelah sampai di sofa Zahra mulai mendudukkan bokongnya di sofa mewah itu.


dan Zahra mulai memakai satu persatu pakaian ganti yang di berikan suaminya itu.


tanpa babibubebo Zahra langsung melepas handuknya itu, karena urat malu Zahra sudah putus di depan suaminya.


Dan Zahra saat ini sudah lelah menanggapi suaminya yang menyebalkan itu dan lebih baik saat ini Zahra mendiamkannya saja.


" waooo... waooo.. , sayang aku suka yang seperti ini, tumben sekali kau tidak malu di depanku hem "


" untuk apa malu, aku sudah lelah malu, karena kau yang membuat urat maluku sudah putus "

__ADS_1


ucapnya sedikit kesal kepada suaminya.


__ADS_2