
" zahra kau kenapa sayang " ucap mama Alisya menghampiri zahra yang di papah Bima.
" sebenarnya zahra sakit perut biasa Ma, mau datang tamu bulanan, tapi suami zahra ini yang berlebihan Ma " bisik Zahra sambil malu - malu kepada mama mertuanya itu.
mama Alisya yang mendengarnya penjelasan Zahra itu langsung tersenyum sambil geleng - geleng kepala,pasalnya melihat anaknya Bima yang berlebihan kepada istrinya saking posesifnya sedangkan menantunya yang sangat polos dan pemalu sungguh pasangan yang pas menurut mama Alisya.
" Mama bisa kan selamatin Zahra dari suami Zahra Ma, Zahra malu sama dokter Toni Ma, Zahra kan tidak sakit Ma " bisik Zahra lagi kepada mama Alisya.
sedangkan mama Alisya ingin sekali tertawa terbahak - bahak melihat tingkah polos menantunya itu.
" apa yang kalian bicarakan kenapa bisik - bisik segala hah " ucap Bima dengan nada dinginnya karena merasa di abaikan oleh kedua wanita yang di sayangi nya itu.
kedua wanita yang ada didepan Bima itu kemudian saling pandang setelah mendengarkan yang Bima katakan.
" sayang sebaiknya istri kamu tidak usah di periksa iya kan Zahra " ucap mama Alisya kepada Bima.
" memang kenapa Ma Zahra kan istriku,dia lagi sakit Ma,kalau kenapa - kenapa bagaimana "
ucap Bima kepada mama Alisya yang sepertinya bersikukuh ingin memeriksakan Zahra istrinya.
" ya sudah terserah kamu saja " jawab mama alisya sambil memijat keningnya karena merasa malas berdebat dengan anaknya yang satu ini karena sifatnya sangat dingin.
kemudian mama dan Zahra saling pandang
" sayang maafkan mama tidak bisa menyelamat kamu dari anak mama yang posesif ini "
" Ma ayo Ma tolong Zahra, Zahra malu sekali kepada semua orang Ma "
kira - kira seperti itulah arti tatapan keduanya.
Zahra hanya bisa diam karena melihat mama Alisya yang ibunya saja tidak goyah apalagi dirinya yang baru kemarin menjadi istrinya.
" ayo sayang kita ke atas, dokter Toni akan segera memeriksamu " ucap Bima sambil memapah tubuh istrinya itu.
" Mama " ucap polos Zahra kepada mertuanya itu.
" sudah sayang kau ikut suamimu saja " ucap mama Alisya yang sebenarnya merasa kasian dengan menantunya itu.
__ADS_1
kemudian Bima membawa istrinya ke lantai atas kemudian memasuki kamarnya dan membantu istrinya untuk menidurkan tubuhnya di kasur king size itu.
tak beberapa lama kemudian dokter Toni pun memasuki kamar tuan mudanya itu bersama mama Alisya yang akan mulai memeriksa Zahra,sedangkan papa Brandon dan Hendra tetap diruang tamu.
" dokter Toni sebenarnya saya tidak apa - apa, saya hanya sakit perut biasa " ucap Zahra kepada dokter Toni yang mulai mengeluarkan alat - alat medisnya.
dokter Toni hanya tersenyum, sebenarnya dokter Toni sudah tau tapi karena yang menyuruhnya tuan Bima maka dokter Toni tetap melakukan tugasnya yaitu memeriksa Zahra supaya tuan mudanya itu sangat puas.
maafkan saya nona karena ini adalah permintaan sang raja,saya tau anda saat ini anda merasa sangat kesal kepada suami anda yang posesif ini gumam dokter Toni dalam hatinya .
dokter toni mulai memakai alat medisnya itu untuk memeriksa Zahra baru saja dokter toni akan membuka sedikit baju Zahra di bagian perutnya kemudian Bima menghentikannya.
" hey Ton apa yang lakukan hah, kenapa kau ingin menyentuh istriku "
" bagaimana aku memeriksanya kalau aku tidak menyentuhnya" ucap dokter Toni sambil geleng-geleng selalu saja seperti itu pikir dokter Toni.
" ya cepatlah jangan lama - lama " ucap Bima seperti tidak Terima istrinya disentuh lama - lama oleh dokter Toni padahal itu untuk kesembuhan istrinya.
mama Alisya hanya geleng - geleng saja melihat anaknya yang se posesif itu pada istrinya, mama Alisya tidak menyangka bahwa anaknya akan se cinta itu dengan Zahra gadis yang dia jodohkan dengan anaknya itu.
" bagaimana keadaan istriku ton " tanya Bima setelah melihat dokter Toni selesai memeriksa istrinya.
" wajar bagaimana hah "
" katakan padaku, kau bilang wajar kau tidak tau istriku sedari tadi sampai tertidur di mobil karena merasakan sakitnya " jawab Bima sambil bersungut-sungut karena dirinya merasa kesal kepada dokter Toni yang menganggap sakit perut istrinya adalah hal yang wajar.
" begini bim aku akan menjelaskan '' sahut dokter Toni
" begini saja dokter Toni saya akan menjelaskan kepada anak saya, sekarang anda silahkan pulang terima kasih karena telah memeriksa menantu kesayangan saya " ucap mama Alisya memotong pembicaraan kedua lelaki di depannya itu.
" kalau begitu saya permisi nyonya, nona, dan tuan muda " ucap dokter Toni pamit untuk pulang,dokter Toni kini merasa lega karena terhindar dari amukan teman sekaligus tuan mudanya yang lagi bucin alias budak cinta itu 😁😁.
sedangkan Zahra hanya diam karena menahan malunya, untung ada mama Alisya yang membuat hati Zahra sedikit lega.
setelah kepergian dokter Toni, Bima segera menanyakan langsung kepada mama Alisya tentang sakit perut istrinya itu.
" Ma cepat jelaskan apa maksud dokter Toni tadi " ucap Bima tetap dengan nada dinginnya itu.
__ADS_1
" begini Bima semua wanita mengalami yang namanya datang bulan dan setiap akan datang bulan itu pasti mengalami sakit perut yang istri kamu alami itu jadi itu hal yang wajar bagi wanita sayang kamu mengerti "
" lebih jelasnya kamu search di internet sana masalah wanita kamu kan pintar, jangan tanya - tanya terus nanti Zahra malu,itu pipinya sudah memerah " ucap mama Alisya membuat Zahra bertambah malu di depan istrinya.
" ya sudah kalau begitu mama keluar dulu sayang kamu istirahat saja ya " ucap mama Alisya kemudian keluar dari kamar anaknya itu sambil tersenyum - senyum sendiri sambil geleng-geleng kepala.
kini tinggal Zahra dan Bima berdua di kamarnya, sedangkan sekertaris Revan kini kembali ke perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaannya di sana yang telah menumpuk.
sedangkan di dalam kamar Bima dan Zahra masih melanjutkan drama yang terus berlanjut karena suami posesifnya itu yang saat ini lagi bucin kepada istri kecilnya itu.
" sayang apa masih sakit,aku akan menyuruh pak Tejo membuatkan minuman untukmu supaya lebih enakan bagaimana hem " ucap Bima sambil mengelus pipi Zahra.
" tidak usah sayang aku tidak papa aku hanya ingin beristirahat saja "
tak beberapa lama kemudian pak Tejo mengetuk pintu kamar
tok
tok
tok
" masuk " jawab Bima
" permisi tuan saya disuruh nyonya untuk mengantarkan ini untuk nona Zahra " ucap pak Tejo menyerahkan bungkusan paper bag.
" kalau begitu saya permisi tuan " kemudian pak Tejo pamit keluar setelah melakukan tugasnya.
kemudian Bima membuka paper bag itu karena penasaran.
" apa ini " Bima memberikannya pada Zahra karena dia tidak tau kegunaannya.
" sayang ini apa ucap Bima dengan polosnya karena memang tidak tau benda apa yang di pegang nya itu.
" iii.. iitu pembalut sayang " ucap Zahra kemudian Zahra buru - buru mengambilnya dari tangan Bima dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya karena merasa malu kepada suaminya itu.
" PEMBALUT " ucap Bima sambil mengerutkan keningnya yang tidak tau apa - apa.
__ADS_1
" sayang sebaiknya kau mencari tau di internet saja sana tentang wanita yang menstruasi kau akan mengerti dan sekarang jangan tanya - tanya lagi aku malu " kemudian setelah menjelaskan semuanya kepada suaminya Zahra langsung pergi ke kamar mandi untuk memakai pemberian mama Alisya itu.