
sesampainya di kantor.
ah kenapa pikiran ku teringat kepada Zahra terus ya, ucap Bima yang kini berhenti mengotak atik benda layar tipis di depannya saat ini.
sedang apa dia saat ini ya ucapnya lagi sambil memikirkan sesuatu sepertinya.
kemudian tersenyum.
setelah itu tangannya bergerak untuk mengambil gagang telepon perusahaan yang kini berada di hadapannya.
Dan mulai menghubungi sekertaris Revan.
beberapa saat kemudian panggilan pun terhubung.
" halo sekertaris Revan " ucap Bima.
" iya halo tuan " jawab sekertaris Revan di sebrang sana.
" belikan aku berbagai macam lingerie tetapi berwarna merah untuk Zahra kalau perlu borong semua nya , dan juga belikan buket bunga tulip putih untuk nya dan satu lagi langsung kau kirim ke mansion kau mengerti " perintah Bima kepada sekertaris Revan saat ini.
" baik tuan, saya mengerti "
panggilan pun terputus.
sedangkan sekertaris Revan sekarang mulai menghubungi orang suruhannya untuk memerintahkan membeli sesuatu yang tuan nya suruh tadi.
berbeda dengan Bima yang saat ini dirinya merasa bahagia mengingat kemarin malam saat dirinya bersama istrinya yang memakai lingerie merah pemberian ibu negaranya itu.
Bima tersenyum sendiri.
ahh...aku ingin segera pulang kalau seperti ini, Zahra kenapa kau membuatku gila seperti ini hah, kau tau di pikiran ku sekarang dirimu seperti menari nari di otakku, Bima bermonolog sendiri seperti orang frustasi karena pikiran nya sekarang seperti ada di mansion sedangkan tubuhnya berada di kantor entah lah bagaimana itu.
Mungkin itu yang di namakan bucin yang berlebihan 😂😂😂.
sedangkan orang suruhan sekertaris Revan itu kini sudah membeli semua yang atasannya suruh, dan kini sedang menuju ke arah mansion besar milik keluarga Sinaga.
sesampainya di sana kedua penjaga gerbang besar menjulang itu sudah tau kalau itu adalah orang suruhan sekertaris Revan.
Dan mulai memberikan banyak paper bag kepada kedua penjaga tersebut dan tak lupa buket bunga tulip putih dan selembar kertas kecil di sana bertuliskan dari suamimu Bima dengan tanda love merah di sampingnya.
setelah menyelesaikan kan tugasnya itu kemudian orang suruhan sekertaris Revan yang bernama Ardi itu langsung menghubungi atasannya.
panggilan pun terhubung.
" tuan tugasnya sudah selesai " ucap Ardi yang tak lain adalah orang suruhan sekertaris Revan.
" bagus, kau bisa di andalkan, dan akan segera masuk di rekening mu " ucap sekertaris Revan lagilagi.
__ADS_1
" baik tuan terimakasih "
dan panggilan pun terputus.
Ardi pun bergegas pergi dari mansion atasannya itu.
sedangkan di dalam mansion.
Pak Tejo dan lima orang pelayanan perempuan mulai membantu membawakan banyaknya paper bag dan satu buket bunga tulip putih yang begitu indah, untuk di bawanya ke lantai atas tepatnya di bawa ke kamar atasannya itu.
berbeda di mansion, kini di dalam perusaan pencakar langit yang begitu menjulang tinggi.
Kedua laki-laki tampan yang berada di dalam ruangan berpendingin itu kini mulai berbincang antara atasan dan bawahan.
" tuan orang-orang saya sudah menyelesaikan tugasnya tuan, dan juga telah mengirimkan langsung ke mansion "
ucap sekertaris Revan yang saat ini berada di ruangan tuannya itu dan tepat lagi berada di samping Bima saat ini.
" bagus Van " jawab Bima kemudian tersenyum sambil pandangan nya ke depan.
" oh iya aku lupa Van, Zahra pasti marah karena aku membelikannya berlebihan, dan apalagi sekarang kau sudah mengirimnya ke sana, ahh sial "
ucap Bima yang tiba tiba mengingat istrinya yang tidak menyukai hal yang berlebihan itu.
" terus kita bagaimana sekarang tuan " tanya sekertaris Revan kepada atasannya.
" bagaimana bagaimana apanya, pasti Zahra sebentar lagi akan menelpon ku lihat saja "
kemudian Bima mengambilnya.
dan melihat di sana layar ponsel pintarnya itu menunjukkan * istri tercinta * sedang memanggil.
perlahan kedua laki-laki itu saling pandang.
dan Bima mulai mengangkat telepon tersebut.
" halo " ucap Bima pelan
" halo sayang, terima kasih bunga tulip nya, kau tau aku sangat menyukainya suamiku "
jawab Zahra dengan nada suara yang sangat bahagia.
" oh iya semua isi paper bag ini apa sayang "
tanya Zahra yang memang sama sekali tidak membuka isinya sedari tadi.
" memang kau membukanya sayang " ucap Bima yang berbalik bertanya saat ini.
__ADS_1
" belum, aku hanya mengambil buket bunga nya , memang apa isinya sayang, apa barang barang milikmu " tanya lagi Fara.
" bukan sayang itu... itu semua lingerie milikmu sayang "
" APA... sebanyak ini, sayang apa yang kau lakukan hah, kenapa kau selalu berlebihan begini, aku tidak suka "
benar kan dia merasa kesal sekarang gumam Bima dalam hati.
" Apa banyak sekali "
" iya sayang sangat banyak, mungkin ini bisa di bilang satu toko kau borong "
" maaf sayang itu karena karena orang suruhan ku yang tidak becus mendengarkan perintah, tadi aku bilang belikan beberapa biji lingerie saja, dan sekarang mereka membelinya berlebihan seperti itu, kau tenang saja aku akan memecatnya atas kecerobohan yang dia lakukan "
jelas Bima yang membuat alasan kalau semua ini adalah salah bawahan nya dan buka dirinya.
apa, yang benar saja ini kan memang perintah anda tuan yang menyuruh saya membeli semua lingerie, kalau perlu borong semua, kenapa sekarang jadi kebalikannya, memang benar-benar bucin tingkat dewa gumam sekertaris Revan dalam hati.
sekertaris Revan bergumam sendiri di dalam hati dengan dirinya yang saat ini berada di samping tuan mudanya itu.
" sayang, sayang, tunggu jangan di pecat, biakan saja tidak apa apa, bawahan mu itu pasti mempunyai keluarga dan dia membutuhkan uang setiap harinya, jadi jangan seenaknya begitu suamiku itu tidak baik "
jelas Zahra dari dalam hatinya.
" ah.. iya baiklah aku tidak jadi memecatnya sayang, ya sudah aku tutup dulu telfon nya, aku mencintaimu "
iya sayang baiklah, aku juga mencintaimu suamiku " jawab Zahra di seberang sana.
dan panggilan pun terputus.
Bima kembali tersenyum setelah memasukkan ponsel pintarnya ke dalam saku jasnya.
" Van kau dengar tadi dia tidak jadi kesal kepadaku hahaha..... "
ucap Bima sambil tertawa terbahak bahak karena mendengar perkataan istrinya yang tidak jadi kesal kepada dirinya itu, justru sebaliknya.
" iya tuan "
ya iyalah tuan pantas saja nona tidak jadi kesal kepada Anda, itu karena anda mem kambing hitamkan orang lain, memang benar cinta bisa membuat orang pintar menjadi bodoh gumam sekertaris Revan dalam hati.
" bahkan dia terlihat senang sekali buket bunga tulip putih pemberianku itu " ucap Bima dengan begitu bahagianya saat ini sambil sesekali tersenyum sendiri itu.
" iya tuan, berarti Anda tepat sekali membelikan buket bunga untuk nona Zahra "
" iya kau benar, dan dia sudah tidak mempermasalahkan tentang lingerie tadi, aku memang sangatlah pintar mencari alasan hahaha... "
" iya tuan " jawab sekertaris Revan.
__ADS_1
pintar bagaimana, pintar mencari alasan maksud anda tuan, ini kah yang di namakan cinta sungguh berat, sampai membuat tuan muda yang dingin dan kini berubah menjadi sering senyum senyum sendiri bahkan tertawa sampai terbahak-bahak seperti sekarang dan kejadian ini sudah lama terjadi sejak kedatangan nona Zahra di dalam hidup nya gumam sekertaris Revan
sekertaris Revan bergumam dan kini sedikit tersenyum meskipun melihat perubahan atasannya itu, meskipun tuannya itu bisa terlihat sangat bodoh jika menyangkut masalah tentang wanitanya yaitu Zahra.