Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 82


__ADS_3

" sayang kenapa kau tersenyum " tanya Zahra karena melihat suaminya sedari tadi senyum senyum sendiri sambil memandanginya.


" tidak ada sayang, aku hanya suka saja melihat tubuh polos mu dengan kedua mainan kenyal milik ku itu yang di penuhi tanda merah di sana sini "


sedangkan Zahra kemudian menunduk melihat kedua gundukan nya itu memang benar di penuhi tanda merah di sana sini, Zahra pun langsung menyilang kan kedua tangannya di depan dada seolah berniat menutupi kedua gundukan nya saat ini, yang sedari tadi di pandangi oleh suami posesif nya itu.


" sayang " rengek nya.


" ini semua ulah mu, dan sekarang kau seperti mengejekku "


" hahaha... kau tidak perlu lagi menutupi nya Zahra aku sudah mengetahuinya kenapa kau masih malu saja kepada ku hem "


ucap Bima yang sedikit lucu melihat tingkah istri yang sangat menggemaskannya itu, dengan keadaan dirinya yang saat ini juga sudah polos seperti Zahra.


" kau tertawa kan aku kan... " rengek nya lagi sambil melihat suaminya.


" sayang untuk apa lagi kau malu, katanya kau kemarin sudah tak malu lagi kepadaku, tapi kenapa sekarang kau malu "


" itu karena kemarin aku terpaksa, dan sangat terpaksa , karena kemarin kau sangat, sangat menyebalkan, dan memarahiku terus menerus sampai membuatku ingin pulang ke rumah ibu"


jelas Zahra.


" sayang maaf itu kemarin, dan sekarang tidak akan lagi " ucapnya Bima yang kini mulai mendekat ke arah Zahra.


" apa itu benar "


" iya sayang percayalah padaku "


jelas Bima sambil memegang kedua tangan istrinya itu, kemudian menciumnya sambil memandang wajah istrinya itu.


sesaat kemudian


Bima tiba tiba memiliki ide jahil di pikirannya untuk menggoda istrinya, yang saat ini masih ia pegang tangan nya itu, kemudian perlahan Bima memasukkan tangan Zahra ke dalam bath up yang penuh dengan busa itu dan menyuruh Zahra untuk memegangnya dan ternyata...


" sayang apa yang kau pegang " tanya Bima seolah-olah dirinya yang sok polos dan merasa di jamah i oleh Zahra di dalam bathub yang penuh busa itu.


" sayang sepertinya aku memegang....." jawab Zahra yang seolah-olah pikirannya sudah ke arah sana, dan kemudian Zahra langsung melepasnya genggaman tangan nya papa benda kenyal seperti sekuisi itu.


" sayang kau menginginkan nya ya, " goda Bima yang menahan tawanya itu melihat ekspresi Zahra.


" akkhh.. tidak, tidak " sahut Zahra yang merasa sangat malu itu seperti ketahuan memegangnya duluan.


" kau mukai nakal ya sekarang " ucap Bima sambil melihat ke arah istrinya yang seperti meledek.


" sayang bagaimana bisa kau menuduhku duluan, tadi kan kau yang mengarahkan tanganku duluan ke sana "


" kau malu ya "


" sayang " rengek Zahra.

__ADS_1


" sayang ini sudah dua bulan kita menikah, kenapa kau tetap saja malu padaku hem "


" sayang aku juga tidak tau, kau jangan menanyakan hal hal yang sangat intim seperti itu padaku, aku tidak mempunyai jawaban untuk semua pertanyaan mu itu"


" hahaha... iya,iya baiklah istri ku, mulai sekarang aku tidak akan menanyakan hal itu lagi padamu "


jelas Bima yang kini sedang memegang kedua pipi Zahra dengan kedua tangannya itu.


sesekali Zahra menundukkan kepalanya itu, karena masih merasa sedikit malu.


" Zahra tegakkan kepalamu jika aku sedang berbicara " ucap Bima supaya istrinya itu menatapnya saat ini.


" iya " jawab Zahra pelan yang terlihat sangat polos sekali dan begitu sangat sangat menggemaskan di mata Bima.


" sayang boleh aku mencium bibir ini " tunjuk Bima sambil menempelkan jari telunjuk nya ke arah bibir istrinya itu.


" kalau aku tidak mengizinkan bagaimana " ucap Zahra yang berniat mengajak bercanda suami posesif nya itu.


" Zahra, kau ini dasar ya " jawab Bima yang merasa gemas itu mendengar jawaban istrinya itu, kemudian langsung menggelitik i perut istrinya di dalam bath up sana.


" sayang geli, hentikan " ucap Zahra yang merasa kegelian itu, dan terus tertawa di dalam kamar mandi.


" biarkan saja, kau tidak mau memberikan bibir itu padaku " sahut Bima yang terus menggelitik i perut istrinya tak henti henti itu.


" iya baiklah, aku menyerah sayang,hentikan "


Bima langsung berhenti menggelitik i tubuh istrinya itu, kemudian memandang wajah istri secara intens.


" sangat puas " Bima langsung tersenyum penuh kemenangan.


kemudian Bima langsung ******* bibir istrinya sangat lembut, dengan kedua mata mereka yang terpejam, dan saat ini keduanya benar benar sangat menikmatinya ciuman pagi di dalam bath up.


30 menit kemudian


Zahra dan Bima kini telah selesai dengan ritual paginya, mulai dari mandi, ganti baju bahkan sarapan pagi.


dan tak lupa juga Bima yang kini tengah memakai jaket untuk menutupi lehernya, karena ulah istri yang menggemaskan nya itu.


dan seperti biasanya juga, dirinya begitu terlihat tampan dan berkharisma, dengan tampilan nya yang terlihat kasual kekinian di tambah padu padankan dengan jaket yang saat ini ia kenakan itu. Dan tetap saja semua yang ia pakai di tubuh atletisnya itu barang branded dan juga limited edition dengan harga fantastis.


begitu pun dengan Zahra, dan semua pakaiannya, mulai dari tas,sepatu,aksesoris dan dress selutut nya yang tak pernah ia ketahui harganya itu, Kini dia terlihat begitu cantik meskipun tanpa polesan make up di wajah cantiknya saat ini.


" sayang apa kau siap untuk program hari ini "


" iya aku siap " jawab Zahra dengan senyuman.


" sayang maaf aku menyuruhmu memakai jaket hari ini, kau pasti sedikit gerah ya "


ucap Zahra lagi yang merasa bersalah kepada suaminya itu saat ini.

__ADS_1


" tidak juga, bahkan aku tidak masalah jika kau setiap hari memberi tanda seperti ini di leher ku Zahra "


" maunya.. " jawab Zahra sedikit tersenyum seperti meledek mendengar jawaban suaminya .


" hahaha... ya sudah kita berangkat sekarang tuan putri "


" iya baiklah sayang "


dan keduanya pun kini melangkahkan kakinya menuju keluar dari mansion.


sedangkan di depan pintu besar mansion bak istana itu kini di sana sudah terparkir rapi mobil sport hitam miliknya.


Pak Tejo pun langsung memberikan kunci mobil sport milik tuan mudanya itu, yang sedari tadi telah ia panaskan di dalam bagasi milik Bima.


" tuan ini kunci nya "


" hem "


kemudian Bima langsung membukakan pintu mobil sport nya samping kemudi.


" sayang masuklah "


" Terima kasih " jawab Zahra dengan nada suara yang di buat buat seimut mungkin.


Bima tersenyum melihat istrinya yang menggemaskan dengan tingkahnya saat ini.


sedangkan Bima kini juga sudah berada di dalam mobil sport hitamnya itu, dan mulai menancapkan pedal gasnya meninggalkan are mansion.


di tengah-tengah perjalanan.


" sayang kau ingin memiliki bayi laki-laki atau perempuan " tanya Bima.


" itu semua menurut ku terserah yang di atas sayang, aku akan menerima nya dan semua itu sudah membuatku cukup bahagia "


" sayang jawabanmu kenapa sama seperti ku, kau menyontek nya ya "


" dasar suami menyebalkan " gerutu Zahra yang sedikit terdengar di telinga suaminya saat ini.


" apa kau bilang " tanya Bima lagi


" tidak ada " jawab Zahra seperti mengelak kalau dirinya sedang menggerutu i suaminya itu.


" Zahra " panggil Bima dengan nada suara yang sedikit di tekankan.


" apa sayang, iya kau suami ku yang sangat sangat tampan "


jawab Zahra dengan senyuman manis seperti membanggakan ketampanan suaminya itu untuk mengalihkan Bima dari gerutuan nya tadi.


Bima tersenyum bahagia mendengarkan jawaban Zahra, padahal sedari tadi istrinya menggerutui dirinya dan bukan memujinya.

__ADS_1


__ADS_2