Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 100


__ADS_3

sesampainya di ranjang, Bima menurunkan istri kesayangannya itu perlahan.


" sayang apa yang kau inginkan saat ini hem " tanya Bima antusias.


" saat ini aku tidak menginginkan apa apa sayang, aku hanya ingin ini " jawab Zahra sambil menunjuk dada bidang sang suami.


" ya baiklah ayo sayang sini mendekat padaku " ucap Bima yang masih duduk di dekat ranjanh.


" sayang kau tidur di sampingku saja, aku ingin muntah kalau terus bergerak perutku rasanya mual sekali "


" iya sayang baiklah,


Zahra sedikit tersenyum.


" mendekat lah sedikit " ucap Bima setelah dirinya menaiki ranjang king size nya tersebut.


" sayang bagaimana kalau nanti siang kita ke dokter Rani supaya semuanya lebih jelas " ucap Bima lagi.


" sayang tetapi perutku rasanya mual kalau bergerak terus " jelas Zahra.


" ya sudah kalau begitu, emmm.... aku akan memanggilnya ke sini "


Zahra menganggukkan kepalanya pelan.


kemudian Bima perlahan mengambil ponselnya yang berada di atas nakas di dekat ranjangnya itu.


dan Bima pun mulai menghubungi sekertaris Revan.


sesaat kemudian panggilan terhubung.


" halo "


" ya halo tuan " jawab sekretaris Revan di sebrang sana.


" Van hari ini aku tidak ke kantor, hubungi dokter Toni untuk menyuruh dokter Rani ke mansion "


" iya baiklah tuan "


dan panggilan pun terputus.


" sayang perut ku " ucap Zahra kemudian segera berlari ke arah wastafel kamar mandi.


sedangkan Bima langsung ikut berlari menyusul sang istri kelam kamar mandi.


dan sesampainya di sana.


huekkkkk.....


huekkkkk......


huekkkk.....

__ADS_1


Zahra terdiam sejenak, merasakan perutnya yang mulai mendingan kemudian Zahra membersihkan bagian mulut nya dengan air.


" sayang apa sudah selesai "


Zahra menganggukkan kepalanya pelan tanpa banyak bicara.


kemudian Bima langsung menggendong tubuh istrinya ke arah ranjang king size nya tersebut.


sesampainya di ranjang perlahan Bima menurunkan tubuh istrinya kembali di ranjang empuknya.


sesaat kemudian


tok


tok


tok


" masuk " ucap Bima


kemudian masuklah pak Tejo bersama dokter Toni dan dokter Rani ke dalam kamar mewah melik atasannya itu.


" pagi tuan, ini ada dokter Toni temannya " ucap Pak Tejo setelah memasuki kamar tuan mudanya tersebut.


" ya cepat suruh kesini " jawab Bima.


" baik tuan "


tinggal lah dua dokter laki-laki dan perempuan itu yang tak lain adalah dokter Toni dan dokter Rani.


" pagi tuan muda dan nona " ucap kedua dokter tersebut.


" hem " jawab Bima seperti biasa hanya deheman saja.


" pagi juga dokter " jawab Zahra dengan senyuman.


memang pasangan yang pas satunya terlalu angkuh dan dingin, dan yang satunya lagi terlalu ramah dan sabar memang benar jodoh di tangan yang di atas gumam dokter Toni di dalam hati.


" dokter Rani istri ku saat ini sedang hamil tadi pagi aku sudah mengetesnya dan hasilnya positif " ucap Bima kepada dokter Rani dan tiba-tiba kata katanya terhenti karena tiba tiba saja dokter Toni menyela nya.


" APA, jadi nona Zahra sudah mengandung, selamat ya nona, bung selamat kau sebentar lagi akan jadi seorang papa baru " sahut dokter Toni dengan tiba-tiba.


" ya..ya...ya Terima kasih Ton, dan sekarang kau keluar saja, untuk apa kau ikut di sini hah, kau tidak di butuhkan " ucap Bima kepada sahabatnya yang sering sekali membuatnya kesal itu.


" dan sekarang kau dokter Rani cepat lah kau periksa istri ku, beri dia obat agar mengurangi mual mual nya agar bisa segera hilang, aku tidak ingin di masa kehamilannya melihatnya seperti ini " perintah Bima kepada dokter spesialis kandungan tersebut.


" baik tuan saya akan memeriksa keadaan nona terlebih dahulu " jawab dokter Rani kemudian segera melangkah ke arah Zahra istri dari atasannya itu.


" kau keluar Ton " perintah Bima.


" iya, iya baiklah dasar " jawab dokter Toni yang sedikit mengerucutkan bibirnya ke depan.

__ADS_1


" kau jahat sekali padaku, padahal aku ingin sekali tahu kabarmu dan nona muda yang sekarang ini kata dokter Rani mengikuti program, apalagi mendengar istri mu sudah hamil saat ini " ucap dokter Toni lagi yang berniat bergegas melangkah ke arah luar kamar kamar sahabatnya.


" iya, ya, ya aku mengerti maksud mu Ton, sudah keluar sana, nanti sekertaris Revan akan aku suruh mentransfer ke rekening mu juga, jadi cepat lah keluar "


ucap Bima yang membuat langkah dokter Toni terhenti dan sejenak dokter Toni membalikkan tubuh nya menghadap Bima dengan tersenyum bahagia karena mendengarkan dirinya akan mendapatkan transferan dari sekertaris Revan.


" hehehe... ternyata kau baik sekali sobat, baiklah aku akan segera keluar "


jawab dokter Toni sambil cengengesan kemudian bergegas melanjutkan langkahnya untuk keluar dari dalam kamar mewah atasan tersebut dan juga sekaligus sahabat dekatnya.


" memang dasar mata duitan, teman satu ini " ucap Bima setelah dokter Toni keluar dari dalam kamarnya tersebut.


sedangkan dua perempuan itu saling tersenyum sambil menggeleng geleng kan kepalanya melihat kelakuan dua lelaki di hadapannya sedari tadi itu.


Kemudian dokter Rani melanjutkan pekerjaan nya yaitu memeriksa keadaan sang istri konglomerat muda tersebut.


" keadaan nona stabil, dan juga kandungan nona Zahra baru menginjak dua minggu, saya sarankan anda tidak boleh terlalu lelah ya nona" jelas dokter Rani kepada Zahra.


" iya dokter terimakasih " jawab Zahra dengan tersenyum.


" iya sama sama, oh iya nona ini obat untuk mengurangi rasa mual pada perut anda " ucap dokter Rani lagi kemudian sambil mengeluarkan dua bungkus tablet berwarna putih untuk Zahra.


" oh iya dok terimakasih " jawab Zahra lagi.


" dokter tunggu sebentar, apa jika istri saya kelelahan akan terjadi sesuatu pada calon anak saya di dalam sana dok " ucap Bima yang memang sedari tadi menyimak penjelasan dari dokter khusus kandungan tersebut.


" iya tuan, karena hamil muda seperti ini sedikit rawan, dan harus sangat berhati hati " jelas dokter Rani lagi.


" ya baiklah aku mengerti "


" ya sudah kalau begitu, apa tidak ada lagi yang anda tanyakan tuan,nona "


" seperti nya tidak ada dokter "


" ya sudah saya pamit undur diri tuan, nyonya, " ucap dokter perempuan tersebut kemudian bergegas berdiri dari sisi ranjang tersebut dan melangkah ke arah luar kamar atasannya yang sangat mewah itu.


" ya dok " jawab Zahra.


setelah dokter Rani keluar dari dalam kamar pasangan suami istri tersebut kini Bima kembali mendekat ke arah istrinya dan duduk di samping ranjang empuknya itu.


" sayang bagaimana keadaanmu " tanya Bima kepada istrinya yang masih berbaring di ranjang empuk itu, yang masih berada di samping dirinya duduk itu.


" perutku tidak merasa mual saat ini, dan aku hanya sedikit merasa pusing saja "


" hem.. baru di tinggal sebentar saja, langsung mepet seperti itu " ucap dokter Toni yang kini hanya terlihat kepalanya saja yang sedang mengintip ke dalam kamar sahabatnya itu.


" akhh....anak ini benar-benar, kenapa kau masih di situ Ton, apa kau lupa hah, transferan mu "


ucap Bima kemudian langsung menoleh ke arah belakang pintu kamarnya itu, yang menampilkan di sana kepala dokter Toni yang menyembul ke dalam kamar,


dan juga ancam Bima yang melihat kelakuan temannya yang sering membuatnya kesal tersebut.

__ADS_1


" ah... iya iya aku pulang, dasar kau suka sekali mengancam " jawab dokter Toni sedikit cengengesan kemudian segera menarik kepalanya keluar dari dalam pintu kamar sahabat dekat itu, dan langsung bergegas melangkahkan kakinya untuk segera balik ke rumah sakit bersama dokter Rani.


__ADS_2