
Zahraku bangun sayang kau pasti kedinginan kan, zahra apa yang telah aku lakukan ucap Bima seperti orang linglung,
kemudian Bima mengganti seluruh pakaian Zahra yang sudah basah dan menggantinya dengan yang baru dan menyelimuti seluruh badan Zahra dengan selimut tebal,
setelah selesai mengganti semuanya Bima memanggil pak Tejo dan kini pak Tejo sudah sampai dilantai atas dan memasuki kamar tuanya itu, pak Tejo yang tak sengaja melihat nona mudanya dengan wajah pucat nya itu kemudian bertanya pada tuan mudanya itu.
" ada yang anda perlukan tuan,apa yang terjadi pada nona muda tuan " tanya pak Tejo karena melihat nona mudanya sangat pucat.
" jangan banyak tanya, panggil dokter Toni kemari cepat " ucap Bima dengan nada dinginnya.
" baa.. baikk tuan " pak Tejo pun memanggil dokter Toni untuk segara ke mansion, mengecek keadaan nona mudanya itu, dan tak beberapa lama kemudian dokter Toni telah datang dan pak Tejo pun mengantar dokter Toni ke kamar tuan mudanya itu.
" sebenarnya siapa yang sakit pak Tejo " ucap doker Toni kepada pak Tejo.
dokter Toni adalah salah satu dokter pribadi keluarga Sinaga.
" Sudahlah pertanyaan itu belakangan saja dokter, yang terpenting sekarang anda ikut saya dulu anda akan tau sendiri di atas "
" baiklah kalau begitu ayo pak "
aku penasaran sekali siapa sebenarnya yang sakit di keluarga ini kenapa dirahasiakan segala .
dokter Toni dan pak Tejo pun kini sudah sampai di depan pintu kamar tuanya itu, kemudian pak Tejo mengetuk pintu
tok
tok
tok
" tuan saya sudah bersama dokter Toni " pak Tejo berbicara sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" cepatlah masuk kenapa kalian masih disitu" ucap Bima sambil bersungut-sungut karena merasa kesal kepada kedua orang dibalik pintu itu.
" baik tuan muda "
keduanya pun kini telah masuk
" bukanya dia gadis yang di rumah sakit waktu itu ya Bim, kenapa dia sampai pucat seperti ini kau apakan dia " tanya dokter Toni sekaligus teman akrab Bima.
" sudah cepat kau periksa jangan banyak tanya "
" baiklah kalau begitu, kau hutang satu penjelasan padaku "
" iya iya baiklah cepat " Bima serasa malas meladeni temanya itu.
kemudian dokter Toni pun kini memeriksa Zahra dengan memegang pergelangan tangan Zahra kemudian memeriksa bagian dadanya untuk mendengar detak jantungnya.
" hey apa yang kau lakukan pada Zahraku, kenapa kau memegang-megang tangannya " Bima kembali bersungut-sungut.
" astaga, terus bagaimana caraku memeriksa dia kalau aku tidak memegang tangannya hah " dokter Toni sampai geleng-geleng kepala, melihat keposesifan temannya itu.
" hey ton apalagi yang kau lakukan pada Zahraku hah, apakah kau ingin gaji mu aku potong bulan ini " dokter Toni langsung meringsut mendengar tentang gaji bulanannya akan dipotong oleh Bima.
sedangkan dokter Toni sekaligus teman akrabnya dari dulu itu langsung tepok jidat karena merasa tuan mudanya satu ini menjadi bodoh karena seorang gadis belia seperti Zahra.
" apakah kau bisa diam sebentar bim kalau kau seperti itu terus aku tidak akan pernah selesai memeriksanya diamlah sebentar "Bima pun langsung terdiam padahal didalam hatinya dia tidak rela jika istri kesayangannya itu di sentuh oleh pria lain,dan karena keadaan mendesak yang memaksa dia seperti ini.
sedangkan pak Tejo yang berada diantara dua lelaki yang saling berdebat itu, kini sedikit tersenyum melihat tingkah tuan mudanya itu karena sangat lucu ketika menyangkut istri barunya dan berbeda jika berada diluar sikapnya sangat dingin,kini dokter Toni pun telah selesai memeriksa zahra.
" bagaimana keadaanya Ton " tanya Bima yang penasaran dengan keadaan istrinya saat ini.
" apa kau sering membuatnya kaget Bim dan membuat dia tegang sampai-sampai dia ketakutan dan membuat dia kelelahan misalnya "'
__ADS_1
" ii..iiya menggodanya,dan aku hanya menyuruhnya mengurus keperluanku selama dikamar itu saja "
"dia mempunyai jantung lemah bim,dan kau jangan sering mengagetkannya dan kau jangan membuat dia terlalu lelah dia bisa sering pingsan kau mengerti,
Bima hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan ucapan dari temanya itu tanda jika dia mengerti dengannya ucapan itu.
Kemudian dokter Toni pun telah selesai memeriksa keadaan Zahra dan menuliskan resep obat untuk nona muda itu.
setelah itu dokter Toni keluar dari kamar tuan mudanya tersebut dan diantar Bima ke lantai bawah sambil menjelaskan siapa sebenarnya gadis yang dia periksa tadi itu.
" ayo ceritakan pada ku siapa sebenarnya gadis itu.
"dia adalah istriku Ton " ucapnya santai kepada Toni.
" Apa... " jawab dokter Toni yang begitu kaget dengan apa yang di ucapkan oleh Bima.
" sejak kapan kau menikah Bima, kenapa kau tidak mengundangku hah, apa kau tidak menganggap ku sebagai teman lagi "
" Bukan seperti itu ton, semuanya memang sangat tertutup dan sangat mendadak, karena kedua orang tuaku menjodohkan ku dengan Zahra kemudian mereka mempercepat
pernikahanku karena waktu mereka terbatas dan akan segera kembali keluar negri.
mengurusi perusahaan papa yang baru di sana, dan kau tau sendiri aku tidak suka keramaian mungkin aku tidak akan menggelar resepsinya tapi aku akan memberi tahu semua orang jika aku sudah menikah dan mempunyai istri yang cantik dan sangat menggemaskan ucap Bima sambil tersenyum senyum sendiri.
" Ciee.. sepertinya kau sangat mencintainya bim, aku melihat dari tingkah dan perhatianmu kepadanya tadi " ucap dokter Toni yang tiba-tiba duduk di kursi tepat di lantai bawah supaya Bima melanjutkan ceritanya itu.
" Ya aku memang sangat mencintainya Ton, bahkan aku mencintainya sebelum aku dijodohkan oleh kedua orang tuaku, dia adalah gadis SMA yang aku lihat di perempatan jalan waktu itu.
Aku sedang menunggu lampu merah dan berhenti di sana di perempatan jalan, kemudian aku melihat dia dari arah berlawanan sambil menuntun sepedanya yang rusak sepulang sekolah,dia menghentak - hentakkan kakinya karena dia kesal dengan sepedanya yang rusak kemudian dia berhenti untuk membeli minuman dan mencari sesuatu di dalam tasnya mungkin dia mencari dompetnya di sana dan tidak menemukanya akhirnya dia tidak jadi membeli minuman karena tidak menemukan sesuatu didalam tasnya kemudian dia menghentak - hentakkan lagi kakinya ke tanah mungkin karena dia kesal pada dirinya sendiri,
setelah itu dia melanjutkan perjalananya menuntun sepedanya yang rusak untuk pulang. aku terus saja memandanginya dari arah kejauhan aku melihatnya menggemaskan dan aku terus saja memandanginya sampai kita terpaut jarak yang sangat dekat ketika dia menuntun sepedanya dan ternyata dia sangat cantik dan ban sepedanya itu ternyata telah robek sepertinya sudah tidak layak pakai,dia melewatiku di perempatan jalan lampu merah itu tapi aku tetap saja memandanginya sampai kejauhan,
__ADS_1
dan keesokan harinya aku bertemu lagi dengannya di perempatan lampu merah bahkan mobilku dan angkutan umum yang di dia tumpangi sejajar,Dan kaca mobilku bersebelahan dengannya yang duduk di samping sopir dengan kacanya yang terbuka dan aku memandanginya dari dekat meskipun terhalang kaca mobil yang aku tutup rapat.
karena aku takut dia merasa risih jika dipandangi seorang pria asing didekatnya, dari situlah aku tambah tertarik dengannya, aku juga tidak tau aku bisa tertarik pada seorang gadis yang masih beliau seperti dia, dan satu lagi apakah kau tau Ton dia bersekolah yang sama dengan adikku Hendra.