
ah.. kenapa jadi seperti ini sih, ini juga sebenarnya juga salah ku gumam Bima dalam hati.
" sayang tunggu maksud ku bukan seperti itu Zahra " ucap Bima.
Zahra tak mendengarkan perkataan suaminya yang mulai keluar dari dalam mobil mewahnya itu dia terus berjalan dan tak berniat menoleh ke belakang.
" Zahra tunggu....akhhhh......" ucap Bima kemudian kemudian memegangi perut nya sambil meringis kesakitan, entah lah itu benar atau hanya sandiwara nya saja.
sedangkan Zahra yang sedang berjalan lurus tanpa menghiraukan suaminya itu tiba tiba menoleh ke arah belakang.
Dan melihat suaminya yang sepertinya sedang kesakitan.
sontak Zahra langsung kembali ke arah sang suami, yang saat ini tengah berada di depan mobil dengan memegangi perutnya,karena merasa khawatir dan baru pertama kali melihat suaminya seperti itu.
" suamiku kau kenapa hah, sayang bicaralah " ucap Zahra yang saat ini merasa khawatir kepada Bima.
" sayang perut ku tiba tiba sakit, tidak biasanya seperti ini, sayang bantu aku ke dalam mobil "
sayang maaf, hanya dengan cara ini kau memaafkan aku, aku tau kau masih merasa kesal padaku, tetapi jika berpura-pura sakit seperti ini seperti nya seru juga, kau sangat khawatir padaku hahaha.... gumam Bima dalam hati.
" iii.. iya baiklah, ayo cepat "
kemudian Zahra perlahan membantu suaminya untuk segera masuk ke dalam mobil sport hitam nya itu.
setelah membantu Bima, Zahra juga perlahan mulai masuk ke dalam sana.
Zahra mulai panik di dalam sana, sedangkan Bima ingin tertawa melihat istrinya yang saat ini sangat khawatir dengan keadaannya itu.
" sayang ayo bicara yang mana yang sakit hem, sayang ayo bicara, jangan diam saja, sayang mendekat lah padaku " ucap Zahra setelah berada di dalam mobil mewah tersebut, yang memang sangat khawatir kepada suaminya.
" Zahra aku hanya ingin kau memelukku itu saja, mungkin sebentar lagi akan sembuh sayang " jelas Bima.
" ya baiklah sini aku peluk " jawab Zahra kemudian perlahan memeluk tubuh
" tunggu sebentar, kau membohongiku ya hah " ucap tiba-tiba setelah beberapa saat suaminya berada di pelukannya itu.
__ADS_1
" tidak " jawab Bima menyangkal, dan juga melihat istrinya yang mulai melepaskan pelukannya tersebut.
" sayang peluk aku lagi " ucap Bima lagi sedikit manja.
" jujurlah padaku kau tidak membohongiku kan sayang, ayo jujur, kalau kau jujur sekarang aku akan memaafkan mu " jelas Zahra.
" ya sayang hehehe...maaf habisnya kau marah padaku, aku jadi bingung " jawab Bima sedikit cengengesan.
" iya kan tebakan ku benar... kau tau aku tadi sangat khawatir padamu, kau jahat sekali padaku hiks... hikss.... hikss.... " ucap Zahra yang memang sangat khawatir sampai dirinya saat ini menangis karena merasa telah di bohongi oleh suaminya tersebut.
" iya sayang maaf aku tidak akan lagi mengulanginya, mendekat lah aku akan memelukmu sayang " ucap Bima yang saat ini sambil merentangkan tangannya kepada Zahra.
" tidak aku tidak mau hikss.. hiks... kau tega membohongi ku " jawab Zahra yang masih tetap menangis saat ini.
" sayang maaf, diamlah jangan menangis, tadi maksud ku bukan seperti itu, aku takut jika kau tiba tiba meninggalkan aku Zahra, jadi aku tidak punya cara lain, ya aku terpaksa pura pura sakit perut " jelas Bima sambil mengusapi perlahan lelehan mata istrinya itu.
" siapa yang akan meninggalkan mu, aku hanya merasa kesal atas perkataan mu tadi " ucap Zahra.
" sayang tetapi pikiran ku tidak bermaksud ke arah sana tadi, yang tiba tiba kau memberikan semua barang pemberian dariku, Zahra bahkan jika kau menghabiskan semua kekayaan ku aku akan memberikannya untukmu sayang dengan suka rela, jadi jangan ulangi lagi hal seperti ini aku sangat tidak suka " jelas Bima panjang lebar.
" tapi itu semua kan gara gara perkataan mu padaku, dan aku sangat tersinggung " jawab Zahra.
" sayang aku kan sudah bilang tadi, aku akan menjelaskan padamu di kamar nanti setelah kita sampai, karena aku sangat lelah hari ini " jawab Zahra yang juga berniat menjelaskan kepada Bima saat ini.
" iya.. iya... aku yang salah dalam hal ini, baiklah kita sekarang pulang, oh iya sayang apa kau tidak menginginkan apa apa lagi hah " ucap Bima yang menawari sang istri.
" sudah tidak ada, kan tadi kau sudah bilang di mall, sudah tidak menginginkan apa apa lagi, dan langsung ingin pulang, bahkan aku tawari untuk mencari gelang couplean supaya kita samaan saja kau tidak mau " jelas Zahra.
" memang iya, kau menawariku " tanya Bima yang sudah lupa dengan perkataan nya di mall tadi.
" iya " jawab singkat Zahra.
" maaf sayang tadi aku masih di bawa pengaruh emosi " sahut Bima.
" ya sudah tidak apa apa, ayo segeralah pulang, kakiku sudah lelah " ucap Zahra kemudian.
__ADS_1
" iya iya baiklah ayo, sayang kau sudah tidak marah kan padaku " tanya Bima
" iya aku sudah memaafkan mu, lain kali jangan seperti itu " jawab Zahra
" iya sayang, sayang aku akan memasangkan lagi kalungnya lagi di lehermu, dan jangan pernah coba coba melepaskannya lagi kau mengerti " ucap Bima kemudian perlahan mengambil kalung mahal yang sudah tergeletak tersebut kemudian memakaikan di leher Zahra.
" iya " jawab Zahra polos.
" sayang sudah selesai " ucap Bima yang baru saja selesai memasangkan pengait kalung permata tersebut.
" ya sudah ayo kita pulang sayang " ucap Zahra kemudian.
" iya baiklah "
kemudian kedua pasang suami istri itu saling tersenyum, dan bima mulai menghidupkan kunci mobil sport hitamnya itu, untuk segera menuju ke arah mansion.
lima belas menit kemudian
Akhirnya mobil sport hitam yang di kendarai sepasang suami istri itu telah sampai di mansion besar bak istana milik keluarga Sinaga itu.
dan perlahan keduanya mulai turun dari dalam mobil mewah tersebut, kemudian perlahan melangkahkan kakinya untuk segera masuk ke dalam mansion.
" sayang kenapa sudah pulang " tanya mama Alisya yang saat ini tengah berada di ruang tamu bersama papa Brandon sambil membaca koran itu.
" iya ma, tadi ada kesalahan tehnis sedikit jadi kami memutuskan untuk segera pulang " ucap Zahra yang menghentikan langkahnya di dekat ruang tamu tersebut.
" memangnya kesalahan tehnis apa nak " tanya papa Brandon.
" ah tadi Zahra merasa sangat lelah ma, jadi Zahra mengajak suami Zahra pulang, iya kan sayang " ucap Zahra sambil menoleh ke arah sang suami.
" iya ma benar " jawab Bima seperti biasa saja, padahal di dalam hatinya berbeda.
" ya sudah sekarang bawa istri kamu ke kamar Bima, supaya Zahra sedikit rileks " ucap mama Alisya kepada putranya tersebut.
" iya pa tentu, ya sudah ma pa Bima ke kamar dulu sama Zahra "
__ADS_1
" iya baiklah ma, Bima dan Zahra ke kamar dulu" jawab bima kemudian bergegas pergi dari ruang tamu tersebut.
kemudian kedua pasang suami istri itu pun mulai menaiki anak tangga untuk segera sampai di kamar pribadinya tersebut.