Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 114


__ADS_3

kini mobil sport hitam milik Bima tengah melaju dengan kecepatan sedang untuk menuju mall terbesar milik keluarganya sendiri itu.


" sayang kenapa kau hanya diam " ucap Bima di sela sela dirinya yang sibuk menyetir mobil mewahnya.


" aku harus berbicara apa sayang " jawab Zahra sambil menoleh ke arah sang suami.


" apa saja pasti aku akan jawab " ucap Bima lagi sesekali melirik ke arah istrinya sambil tersenyum.


" ya baiklah, sayang apa boleh kita mampir ke rumah ibu dulu, aku sangat merindukannya " ucap Zahra dengan nada suara hati hati karena takut sang suami tidak mau di ajaknya ke sana.


" sekarang " jawab Bima seperti tanda tanya.


" iya, kau tidak mau ya, ya sudah tidak apa apa " jelas Zahra yang sesekali mengalihkan perhatiannya itu.


" siapa bilang sayang, ayo kita ke sana " sahut Bima yang sontak saja membuat Zahra tersenyum bahagia.


" sayang benarkah " ucap Zahra yang tiba tiba memeluk tubuh suaminya itu dari samping.


sesenang itu dirinya jika aku mengiyakan permintaannya yang sepele ini, Zahra Zahra gumam Bima dalam hati.


" iya sayang " jawab Bima sambil membalas pelukan sang istri dengan satu tangan sebelah kirinya.


" kau baik sekali suami ku " ucap Zahra yang tambah mempererat pelukannya tersebut.


" sayang dari dulu itu aku sangat baik kau saja yang tidak peka " ucap Bima


hem mulai kan dia batin Zahra.


" ya... ya... ya, kau memang sangat baik " jawab Zahra yang masih setia memeluk tubuh suaminya itu.


" hahaha... seperti nya nada suaramu sedikit di paksakan sayang " tanya Bima yang sambil sibuk menyetir mobil mewahnya itu dan sesekali menoleh ke arah pelukan sang istri.


" sedikit sih hehehe.... " jawab Zahra sedikit cengengesan.


" dasar kau ini ya., aku gemas sekali melihat tawamu itu, rasanya aku ingin memakan mu saja saking gemasnya " ucap Bima dengan dirinya yang saat ini memang sangat sangat merasa gemas kepada sang istri.


" apa apa gemas bagaimana bisa " tanya Zahra yang perlahan melepaskan pelukannya itu dan beralih menatap suaminya dari samping.


" sayang dalam segala hal kau selalu menggemaskan, aku juga tidak tau itu, rasanya aku ingin sekali melahap mu sekarang jika saat ini kita berada di kamar " jelas Bima yang sesekali menoleh ke arah samping istrinya sambil tersenyum.


" ihhh...kau mesum sekali sayang, tadi kan kita sudah melakukan itu " jawab Zahra

__ADS_1


" itu apa " tanya Bima yang seolah olah tak mengerti, padahal dirinya ingin menggoda Zahra.


" itu masak kau tidak mengerti sih " jelas Zahra yang merasa malu mengatakan hal yang menurutnya sangat intim itu.


" iya itu, tapi itu apa maksudnya sayang " jelas Bima yang seperti pura pura bodoh.


" ah.. kau ini sudahlah lupakan " jawab Zahra yang merasa sedikit kesal, karena meladeni sang suami yang berniat menggodanya itu.


" hahaha... kesal ya, sayang aku bercanda jangan cemberut seperti itu " ucap Bima sambil tertawa.


" kau sih nakal sekali, berpura-pura tidak mengerti " jelas Zahra


" hahaha... iya iya maaf, sayang " jawab Bima sambil mengelus pucuk kepala istrinya dari samping.


" hem " jawab Zahra hanya dengan deheman saja.


" aku punya sesuatu untukmu " ucap Bima kemudian.


" benarkah, apa " tanya Zahra yang sedikit penasaran.


kemudian Bima perlahan menepikan mobil sportnya tersebut ke tepi jalan, setelah mobil berhenti, Bima memiringkan tubuhnya menghadap kesamping menatap sang istri.


" sayang jangan membuatku penasaran " jawab Zahra.


" maka dari itu tutuplah matamu sebentar sayang " ucap Bima lagi


" iya baiklah aku akan menutup mata " jawab Zahra kemudian langsung menutup kedua matanya itu dengan kedua tangan miliknya.


sedangkan Bima setelah melihat istrinya menutup kedua matanya itu, kemudian dirinya bergegas keluar dari dalam mobil mewahnya tersebut menuju ke bagasi mobil mewah nya itu di belakang, untuk mengambil sesuatu di sana sebuah paperbag berwarna putih di dalamnya.


kemudian setelah mengambilnya, Bima kembali memasuki mobil mewahnya tersebut kemudian menutup pintunya kembali.


" sayang sekarang buka kedua matamu " ucap Bima sambil tersenyum.


" ya baiklah aku akan membukanya " jawab Zahra yang saat ini dirinya mulai perlahan membuka kedua matanya yang sedari tadi ia tutup oleh kedua tangannya tersebut.


" sayang ini apa "


" buka saja "


Zahra pun perlahan mulai membuka isi paperbag putih itu.

__ADS_1


Di ambilnya sebuah kotak hitam dengan lapisan kain bludru di dalamnya yang juga berwarna hitam tersebut, dan perlahan juga gadis cantik yang sebentar lagi menjadi ibu itu membuka pengait kotaknya, terlihatlah di sana sebuah kalung emas putih dengan model simpel dengan campuran permata yang terlihat begitu sangat indah dan berkelas.


dan sekejap Zahra menatap sang suami.


" sayang " ucap Zahra dengan penuh rasa bahagia dan juga kini di kedua pelupuk matanya mulai menggenang air mata yang seperti nya sudah tak bisa ia tahan untuk segera meleleh ke pipi mulusnya itu.


" sayang kenapa kau menangis hem " jawab Bima kemudian langsung menarik pelan tubuh istrinya ke dalam pelukannya.


" sayang apa kau tidak suka dengan modelnya, jika iya aku akan mengganti dengan model yang lain nya " ucap Bima yang saat ini masih memeluk tubuh istrinya.


" hiks... hiksss..... bukan... hiks... hikss.. " ucap Zahra sambil menangis.


" terus kenapa kau menangis sayang, hem " tanya Bima pelan yang masih penasaran apa penyebab istrinya menangis saat ini.


" aku... aku terharu sekaligus bahagia, karena kau memberikan hadiah kalung indah ini kepadaku sayang " jelas Zahra yang merasa sangat bahagia.


" jadi kau menyukai nya Zahra " tanya Bima sambil mengelus punggung istrinya yang masih setia berada di pelukannya tersebut.


" he'em... hiks... hiks... " jawab Zahra sambil mengangguk an kepalanya pelan tetapi tetap menangis sesenggukan.


" shttt... shttt... cup.. cup... cup, sayang diam lah, sekarang sini aku akan memakainya untukmu " sahut Bima yang seperti mendiamkan anak kecil menangis dan juga dirinya ingin segera memakaikan kalung itu di leher istrinya.


" tapi aku masih ingin memelukmu suamiku " ucap Zahra, yang masih ingin berlama lama memeluk tubuh wangi maskulin suami tampannya tersebut.


" iya baiklah, sayang aku memberikan hadiah itu untuk mu adalah sebagai ganti kucing yang sudah tidak kau sukai itu " jelas Bima.


" memang iya " tanya Zahra.


" iya sayang, apa kau masih menginginkan yang lain sayang, misalnya mobil, tas branded, atau rumah misalnya, aku akan memberikannya untukmu " jelas Bima dengan penuh ketulusan.


" sayang aku tidak membutuhkan itu semua, aku hanya ingin berada di dekat dirimu itu saja, kau pikir kebahagiaanku bisa kau ganti dengan itu semua " jelas Zahra yang saat ini mulai melepaskan pelukannya itu dari tubuh sang suami.


" iya iya maaf sayang, tetapi bukan itu maksudku Zahra " jawab Bima.


" lalu apa " tanya Zahra


" aku hanya ingin, kau sendiri yang meminta segalanya dariku sayang, kapan habisnya uangku kalau kau tak pernah memakainya, black card yang aku berikan kemarin saja tidak pernah kau pakai " jelas Bima yang menginginkan istrinya itu membeli sesuatu yang ia inginkan dari pemberiannya tersebut.


" memangnya aku harus beli apa sayang, aku tidak pernah menginginkan apa apa, aku sudah cukup memiliki dirimu itu sudah lebih dari segalanya " jelas Zahra sambil menatap kedua mata suaminya itu.


" sayang kau jangan memancingku dengan kata katamu ya " ucap Bima tiba tiba membuat Zahra sedikit mengernyitkan dahinya yang merasa tidak mengerti dengan perkataan suaminya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2