Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 16


__ADS_3

Zahra terus melangkahkan kakinya kemudian pak Tejo menghampirinya.


" nona anda langsung istirahat saja pasti anda sangat lelah kamar anda ada di lantai atas nona mari saya antar " ucap pak Tejo


" baiklah pak saya akan mengikuti anda dari belakang " jawab Zahra yang mulai mengikuti pak Tejo dari belakang untuk menunjukkan kamarnya itu.


pak Tejo pun kini berjalan menuju lantai atas dan menunjukkan kamar nona mudanya itu.


" nona ini kamar anda dan didalamnya semua peralatan yang anda butuhkan sudah lengkap nona, tuan Bima masih diruang kerja bersama sekertaris revan sebaiknya anda beristirahat nona, oh iya nona anda bisa memanggil saya pak Tejo saya kepala pelayan disini jika anda memerlukan sesuatu nona bisa panggil saya '' ucap pak Tejo kemudian menundukkan kepalanya.


" iya pak Tejo terima kasih ya pak "


zahra pun memasuki kamarnya dan dia sangat terpukau melihat keindahan kamarnya itu yang bernuansa eropa, dan setelah puas melihat


lihat kamar zahra merasa sekarang badannya sangat gerah memakai kebaya untuk ijab qobul itu akhirnya zahra memutuskan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Di lain sisi Bima yang sedang berada diruang kerja bersama sekertaris Revan kini sedang tertawa terbahak-bahak entah apa yang mereka bahas saat ini hanya merekalah yang tau.


" selamat tuan akhirnya nona zahra menjadi milik anda dengan cara yang tidak disangka-sangka mungkin itu yang dinamakan jodoh tuan.


" ya terima kasih Van kau benar, aku juga tidak menyangka wanita yang dijodohkan denganku adalah gadis yang selama ini aku incar hahaha,...


keduanya pun kini tertawa terbahak-bahak dan pak Tejo yang mendengarnya ketika dari lantai atas merasa tidak percaya, karena jarang sekali bahkan tidak pernah melihat kedua atasannya itu tersenyum apalagi tertawa terbahak-bahak seperti itu, gerangan apa yang membuat mereka bisa seperti ini tapi pak Tejo terus saja melangkahkan kakinya ke belakang mansion karena di rasa sudah tidak ada lagi yang atasannya butuhkan.


" baiklah Van karena hari ini hari bahagiaku kerjamu cukup sampai disini, sekarang pulanglah kau ku bebas tugaskan untuk hari ini "


" terima kasih tuan muda kalau tidak ada lagi yang anda butuhkan saya pamit undur diri, permisi tuan " kemudian sekertaris revan membungkukkan dirinya dan keluar dari ruang kerja tuan mudanya itu.

__ADS_1


" ya baiklah " setelah kepergian sekertaris Revan Bima masih tetap setia di sana dan tetap mengembangkan senyumnya membayangkan gadis yang telah menjadi istrinya itu adalah gadis yg menurutnya sangat menggemaskan.


Zahra sekarang kau telah menjadi milikku seutuhnya,dan yang berhak atas dirimu sekarang hanyalah aku kamu milikku dan selamanya tetap milikku dan tidak boleh ada satu pun orang yang berani mengambil dirimu dari sisiku,


tapi sepertinya aku harus sedikit jual mahal kepadanya karena aku rasa zahra biasa biasa saja dan dia tidak begitu tertarik padaku dia berbeda dengan wanita-wanita diluaran sana yang mengantri padaku,sekarang aku merasa lebih tertantang untuk membuatmu jatuh cinta kepadaku Bima terus saja bermonolog sendiri dan sesekali senyum jahatnya keluar dari bibirnya.


Kini bima telah keluar dari ruang kerjanya dan dia melangkahkan kakinya menaiki tangga satu persatu menuju kamarnya, karena dirasa begitu lelah setelah acara yang sakral itu dan sampailah Bima di lantai atas,


kemudian dia membuka handel pintu dan dia terdiam sesaat karena melihat sosok gadis yang kini hanya memakai handuk di atas dada yang sibuk menggulung rambutnya dengan handuk kecil karena basah, kemudian Bima tetap melanjutkan langkahnya seolah olah berpura-pura tidak melihat apa-apa.


Berbeda dengan zahra yang merasa ada suara pergerakan kaki yang mendekat kepadanya kemudian zahra pun menoleh ke belakang betapa kagetnya dia mendapati seorang laki-laki yang kini tepat berada dibelakangnya


aakhhh. . . .


" aaa..aapa yang anda lakukan dikamar saya tuan " ucap Zahra dengan polosnya dan berusaha menutupi dirinya dengan menyilang kan kedua tangan di dada.


" astaga apa aku yang salah masuk kamar, tapi kata pak Tejo kamarku yang ini " Zahra bicara dengan suara yang pelan tapi masih terdengar jelas ditelinga Bima, bima pun sedikit tersenyum melihat tingkah polos istri barunya itu.


" maaf tuan tapi... tapi...ahh sudahlah kalau begitu saya minta maaf saya akan pindah ke kamar sebelah tuan " kemudian Zahra melangkahkan kakinya yang akan keluar baru beberapa melangkah langsung di hadang oleh bima sontak Zahra langsung terdiam sesaat,


" apa yang anda lakukan tuan saya kan sudah meminta maaf " ucap Zahra sambil ketakutan karena saat ini jarak mereka begitu dekat.


" aku hanya menggoda mu saja ini kamar kita berdua, kau tau pasangan suami istri itu harus satu kamar apalagi pasangan yang baru menikah seperti kita " ucap Bima sambil mendekati Zahra perlahan.


" tuan kenapa anda semakin mendekat seperti ini " tanya Zahra ragu - ragu.


" aku hanya ingin mencium aroma wewangian sabun yang kamu pakai " ucap Bima mencari - cari alasan.

__ADS_1


" Apa,.. itu alasan yang tidak masuk akal tuan " ucap Zahra


Zahra yang melihat Bima agak lengah saat didekatnya kemudian dia kabur dan berlari menuju ruang ganti.


Bima yang melihat tingkah istrinya itu hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum, kenapa kau begitu polos Zahra aku sangat senang bila menggoda mu.


kemudian Bima pun melanjutkan langkahnya memasuki kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket.


sedangkan Zahra yang berada di ruang ganti kini sibuk dengan pikirannya sendiri


Alpa yang harus aku lakukan sekarang, ya Allah tolong aku aku harus berbuat apa, ayo Zahra berpikir berpikir , ah aku tau sebaiknya sekarang aku ganti baju setelah itu aku berpura-pura tidur saja pasti dia tidak akan melakukan sesuatu padaku, ya seperti itu kau memang benar-benar pintar Zahra ucapnya sambil cekikikan membayangkan ide bodohnya itu, Zahra pun akhirnya telah selesai berganti baju dengan setelan gaun selutut berwarna peach dan dia celingak celinguk melihat diluar dirasa tidak ada suami barunya itu.


Zahra langsung merebahkan dirinya di atas kasur king size itu kemudian berpura-pura tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.


tak beberapa lama kemudian Bima telah selesai dengan ritual mandinya,dia keluar dari kamar mandi dan melihat selimut yang berada dia tas kasur itu seperti gundukan tanah,yah itu adalah kelakuan Zahra.


apa yang dia lakukan Zahra gumam Bima dalam hati


Bima menggeleng-gelengkan kepalanya, setelah itu Bima pergi ke ruang ganti dan setelah dirasa telah selesai Bima langsung menuju kasur king size nya itu untuk merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah,


Hey,. . . apa kau sudah tidur


dan dirasa tak ada sahutan Bima pun membuka selimut tebal itu dan melihat Zahra memang telah tertidur pulas,


apa kau sangat lelah hari ini sampai kau tertidur sangat pulas, kemudian Bima mengecup kening Zahra.


Selamat tidur istri kecilku ucap Bima sambil tersenyum memandang wajah cantik istri kesayangannya itu, dan sekarang keduanya pun telah tertidur pulas sampai waktu kini telah berubah menjadi malam dan malam pun telah berganti menjadi pagi yang cerah.

__ADS_1


__ADS_2