
Bima langsung nyelonong masuk ke dalam rumah mertuanya itu, tanpa menghiraukan sekertaris Revan yang sedari tadi mengekor di belakangnya itu.
" nak Bima ada apa nak kok mendadak sekali kesini apa tadi ada yang ketinggalan sewaktu mengantar Zahra kesini,apa nak Bima mau menginap juga di rumah ibu " ucap bu Fatma kepada Bima yang tiba-tiba nyelonong masuk kedalam rumahnya.
" maaf bu sebelumnya saya mau menjemput Zahra karena Zahra sakit bu " ucap Bima dengan keadaan kacau saat ini karena terlalu khawatir dengan keadaan Zahra.
" sebelah mana kamar Zahra bu "
" kamu lurus aja nak setelah itu ada dua kamar nak sebelah kanan itu kamar istri kamu " bu Fatma yang menjawabnya pun merasa sedikit kebingungan bersama pak Anwar kini kedua orang tua Zahra itu saling pandang bingung dengan adanya drama didepan matanya itu.
sedangkan sekertaris Revan juga kebingungan di dalam hatinya karena melihat kedua orang tua nona mudanya seperti tidak tau apa - apa kalau anaknya sakit.
sedangkan Bima langsung menuju kamar istrinya dan mendapati Zahra tengah tertidur.
Bima mendekatkan dirinya kepada Zahra
" sayang bangun ayo kita pulang kau harus di obati Zahra " Bima menepuk - nepuk pelan pipi Zahra.
sedangkan Zahra yang berpura-pura tidur pun merasa bingung karena rencananya hanya ingin menghindari amukan suaminya malah jadi sebaliknya dan kini Zahra harus meneruskan sandiwaranya itu meskipun dia tak menginginkannya yang justru reaksi suaminya malah berlebihan seperti ini.
" sayang kau datang " ucap Zahra berpura-pura lemas
rencana macam apa ini Zahra bergumam dalam hatinya
Zahra merutuki kebodohannya itu tetapi inilah yang akan menyelamatkan dirinya dari suaminya yang khawatir berlebihan itu.
Sebenarnya Zahra berusaha menjelaskannya kepada suaminya itu tetapi Bima tak menghiraukannya kalau dia sebenarnya hanya sakit perut biasa saja karena akan datang tamu bulanannya.
" sayang aku tidak apa - apa aku hanya sakit perut biasa, biasa lah wanita " ucap Zahra sedikit malu menjelaskannya, tetapi tidak dengan Bima yang terus saja khawatir berlebihan pada istrinya itu.
__ADS_1
" Zahra diam lah aku akan membawamu pulang, aku yang akan bilang pada ibu dan ayah " Bima berusaha membopong tubuh istrinya karena tidak tega melihat zahra dengan suara lemahnya itu padahal aslinya hanya di buat - buat 😂😂😂.
" sayang aku bisa jalan sendiri turunkan aku, kalau kau tetap seperti ini aku tidak akan mau pulang dan aku akan benci padamu " ucap zahra yang sengaja membuat alasan yang dia buat - buat supaya suaminya menurunkannya.
" iya iya baiklah aku akan menurunkanmu tapi aku takut kaa. .. " belum sempat Bima melanjutkan kata - katanya zahra sudah membungkam bibirnya dengan tangannya karena zahra merasa suaminya terlalu cerewet.
" ayo kita pulang " ucap zahra sambil memanyunkan bibirnya.
Bima tersenyum dan juga masih khawatir dengan keadaan istrinya itu yang menurutnya Zahra hanya berpura-pura baik - baik saja dengan keadaannya saat ini karena ada dirinya depannya.
Bima dan zahra pun keluar dari kamar dan langsung berpamitan kepada kedua mertuanya
" ibu ayah saya meminta izin akan membawa zahra pulang sekarang karena seperti nya Zahra sedang sakit perut dan saya sebagai suami tidak ingin kalau zahra menyusahkan ibu dan ayah karena sekarang Zahra adalah tanggung jawab saya "
Zahra yang mendengarkan pun ikut kesal karena suaminya ini memang benar - benar berlebihan.
" sayang diam lah sebentar,yasudah saya pamit dulu ibu, ayah," Bima pun langsung menyalami kedua mertuanya itu, sedangkan Bu Fatma dan pak anwar yang di salami ikut bingung karena sedari tadi mereka melihat anaknya zahra baik - baik saja.
" ayo sayang hati - hati " bima mulai memapah tubuh istrinya itu untuk pulang.
sedangkan Zahra masih saja berusaha menjelaskan kepada suaminya yang sangat posesif itu.
" suamiku aku baik - baik saja, aku hanya sakit perut biasa jangan berlebihan seperti ini " ucap Zahra kepada suaminya yang memapah tubuhnya itu karena zahra merasa perhatian suaminya sangat berlebihan.
sedangkan ayah dan ibu zahra hanya menyaksikan kedua pasangan suami istri itu yang saling berdebat mereka tersenyum sendiri karena melihat menantunya itu sepertinya begitu mencintai anaknya.
begitu juga dengan sekertaris Revan yang ingin tersenyum tapi dia tahan saat melihat tuan mudanya begitu berlebihan padahal istrinya hanya sakit perut biasa.
" hati - hati dijalan nak " ucap kedua orang tua zahra bersamaan
__ADS_1
" iya bu dan ayah " sahut menantu tampannya itu karena zahra sudah memasuki mobil terlebih dahulu karena sekertaris Revan telah membuka pintu mobilnya untuk nona mudanya.
kini mobil yang mereka naiki pun mulai melaju dengan kecepatan sedang membela jalanan perkotaan menuju Mansion Bima, di tengah perjalanan mereka hanya ada keheningan Bima menaruh kepala Zahra di pundaknya supaya bisa bersandar dan mengelus - elus rambut Zahra sesekali, Zahra memejamkan matanya supaya tak ada lagi pertanyaan dari suaminya bisa di bilang pura - pura tertidur 😂😂.
" sayang apa kau tertidur " ucap Bima kepada istrinya, seperti nya tak ada sahutan Bima mengira kalau istrinya tertidur karena sakit perutnya yang sedari tadi ia tahan - tahan.
" lebih cepat lagi, kalian tidak melihat istri ku menahan sakitnya sampai tertidur seperti ini " ucap Bima kepada dua orang yang ada di depannya itu.
" baik tuan " jawab keduanya itu
anda tau tuan nona muda sebenarnya lelah menanggapi anda yang terlalu berlebihan itu maka dari itu nona memilih berpura-pura tidur saja untuk menghindari keposesifan anda gumam sekertaris Revan.
sekertaris Revan merasa gemas melihat tingkah tuan mudanya itu karena seperti orang bodoh jika menyangkut nona mudanya berbeda saat di kantor tuan mudanya begitu terlihat dingin, berwibawa serta berkharisma, jika melihatnya seperti ini semuanya seperti sudah anjlok seanjlok anjloknya.
kini mobil yang mereka naiki telah sampai di mansion besar bakal istana itu mobil pun telah memasuki pekarangan dan berhenti di depan pintu besar mansion.
" ayo sayang kita sudah sampai " ucap Bima kepada istrinya yang tertidur itu dan sedikit menepuk pelan pipi Zahra.
sedangkan Zahra kini sedikit berpura-pura menggeliat, dan membuka kedua matanya.
" ayo aku gendong sayang "
" tidak aku bisa sendiri suamiku "
" ya sudah terserah kau saja, hati - hati " Bima keluar dari dalam mobil yang telah di bukakan sekertaris Revan kemudian disusul Zahra di belakangnya Bima mulai membantu istrinya berjalan memasuki mansion.
sedangkan dokter Toni telah berada di ruang tamu sedari tadi bersama keluarga besar Bima bercengkrama sambil menunggu kedatangan tuan mudanya bersama istrinya itu.
Setelah sampai di ruang tamu semua orang melihat ke arah Bima dan Zahra sedangkan sekertaris Revan sedari tadi mengekor di belakang kedua atasannya.
__ADS_1