Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 47


__ADS_3

" sayang kau lapar ya kenapa cepat sekali makannya " tanya Bima di sela - sela dirinya yang menyuapi istri nya.


" iya sayang aku sangat lapar karena suami ku sendiri yang menyuapinya " jawab Zahra dengan tersenyum lebar


" memangnya seperti itu " tanya Bima lagi


" iya, memangnya tidak boleh apa " tanya balik Zahra.


" ya boleh sayang, kau kan istri kesayangan ku " jawab Bima dengan nada yang sangat lembut.


" Zahra aku mencintaimu "


" sayang kenapa kau selalu bilang seperti itu kepadaku "


" memang nya tidak boleh hah " tanya Bima.


" ti..dak " jawab Zahra dengan wajah seperti di imut imut kan di depan suaminya.


" sayang kenapa kau menggemaskan sekali, kau tau sayang aku selalu tidak tahan jika berada di dekatmu Zahra "


" halah itu hanya alasanmu saja kan sayang, supaya kau bisa cepat memintanya lagi dari ku iya kan "


" tidak seperti itu sayang "


" aku tidak menerima penolakan kau mengerti "


" sayang kenapa kau meniru gaya bicaraku Zahra "


" memangnya iya hahaha... berarti aku ketularan dirimu sayang hahaha.. "


dan keduanya pun kini tertawa sampai terbahak-bahak, Bima yang melihat Zahra tertawa bebas itu langsung tersenyum tipis dan bergumam dalam hatinya.


Zahra inilah yang aku inginkan selama ini, melihat tawamu bersamaku dan bukan dengan orang lain gumam Bima dalam hati.


dan sejenak Zahra berhenti dari tawanya.


" sayang kau tidak makan " tanya Zahra


" aku melihatmu saja sudah kenyang sayang " jawab Bima


" ah alasan yang tidak masuk akal, sini aku akan bergantian menyuapi mu sayang "


" tidak sayang kau tidak akan kenyang "


" sayang inikan ada dua piring mana mungkin aku menghabiskannya sendirian "


" baiklah karena istri ku yang memintanya maka aku akan membuka mulutku untuk makan dari suapannya "

__ADS_1


" sayang kenapa kau menjadi berlebihan seperti ini sih, aku jadi geli mendengarnya kau tau "


" ya sudah aku diam saja, apa kau puas "


Zahra menggeleng geleng kan kepala karena melihat suaminya seperti anak kecil itu.


" sayang kucingku kemana ya, sejak tadi pagi aku tidak melihatnya sama sekali " tanya Zahra kepada suaminya.


" aku juga tidak tau sayang "


jawab Bima sambil menaik turunkan bahunya kerena memang Bima tidak mengetahui keberadaan kucing kecil milik Zahra pemberian darinya itu.


" sayang kau bisa melanjutkan makan mu sendiri kan, aku akan mencari kucing kecil itu sayang kasihan dia pasti dia juga bekum makan "


" ya baiklah kalau begitu "


iyakan anak kucing itu sudah mulai berani mengalahkan aku dari perhatian Zahra, dan sekarang aku di nomor duakan oleh Zahra, aku harus segera menyingkirkan nya, ini semua gara - gara rencana sekertaris Revan gumam Bima dalam hati.


pus. .. pus kau dimana sayang, keluarlah apa kau tidak ingin bersamaku ucap Zahra sambil memeriksa di sudut kamarnya yang luas itu.


APA, bahkan Zahra memanggil anak kucing itu dengan panggilan sayang, yang benar saja, padahal baru kemarin aku membelikannya untuk Zahra tetapi anak kucing itu cepat sekali mengambil hati Zahra, aku harus benar benar menyingkirkannya mulai sekarang dari Zahra gumam Bima lagi dalam hatinya.


aku harus menghubungi sekertaris Revan sekarang, ya itu lebih baik gumamnya lagi


kemudian setelah selesai dengan makannya itu Bima langsung mengambil ponselnya yang berada di atas nakas di dekat ranjang king size nya itu.


" halo tuan "


" halo Van, ambil segera anak kucing kecil di mansion ku ini Van, aku tidak mau Zahra memelihara nya lagi, kau tau sepertinya Zahra sangat menyayanginya dari pada aku, kau mengerti Van, kalau perlu kembalikan ke tokonya saja itu lebih bagus, dan juga aku sekarang tidak masuk ke kantor karena aku ingin seharian bersama Zahra di mansion kau mengerti "


" baik tuan "


dan panggilan pun terputus.


sedangkan di sebrang sana kini sekertaris Revan sedang memijat keningnya yang pusing, karena memikirkan tuan mudanya yang begitu pen cemburuan meskipun gara - gara hal sepele yaitu karena seekor anak kucing yang terlalu di sayang istrinya ketimbang dirinya.


tuan apa yang sebenarnya terjadi pada anda, apakah memang orang yang jatuh cinta sampai seperti itu, seperti yang anda lakukan kepada nona Zahra saat ini.


akhh aku tidak tau yang terpenting sekarang aku harus ke mansion, mengambil kucing kecil itu dan mengembalikan kepada tokonya.


kemudian sekertaris Revan pun mulai mengambil kunci mobil, dan mulai berjalan di lorong apartemen dan setelah itu, mengambil mobil di area parkiran kemudian mulai menancapkan pedal gasnya menuju mansion milik tuan mudanya itu.


tak beberapa lama kemudian


sekertaris Revan telah sampai di pekarangan mansion, setelah itu memasuki mansion besar itu.


dan di sana sudah aada Bima di lantai bawah,

__ADS_1


" selamat pagi tuan muda "


" hem "


" kau sudah datang rupanya, tunggu di sini sebentar Van aku akan mengajak Zahra ke taman belakang dulu, setelah itu kau ambil anak kucing itu supaya Zahra tidak tau, seandainya dia tau kalau anak kucing itu aku buang dia akan benci padaku kau mengerti, jangan sampai Zahra mengetahuinya kau faham "


" baik tuan muda "


kemudian Bima melangkahkan kakinya menuju lantai atas untuk mengajak Zahra ke taman belakang mansion, dan setelah sampai di lantai atas Bima langsung membuka pintu kamarnya menampilkan Zahra yang tengah menggendong kucing kecil kesayangan nya itu.


" sayang dia sudah ketemu " ucap Zahra bahagia sambil mengelus tubuh anak kucing itu dengan lembut.


" memangnya dia ketemu di mana sayang " jawab Bima pura - pura bertanya kepada istrinya itu.


" di bawah ranjang sayang, mungkin tadi pagi dia kedinginan mangkanya dia bersembunyi di sana "


" iya juga sayang, kau pintar sekali "


" sayang apa milikmu sudah tidak sakit lagi hem "


" memangnya kenapa sayang "


" aku ingin ke taman belakang bersamamu, katanya kau banyak menanam banyak bunga di sana bersama Hendra "


" oh iya sayang ayo kita ke sana aku sampai lupa mungkin sekarang bunganya sudah bermekaran, sebentar aku menaruh kucing kesayangan ku ini supaya dia berada di kamar "


" iya sayang sebaiknya kau taruh di kamar, kalau dia ikut ke taman belakang bulunya akan kotor sayang kan kasihan "


" iya sayang kau benar juga "


" pus kau disini saja ya, aku hanya sebentar di sana "


ucapnya kepada anak kucing kesayangan nya itu sambil menciumi tubuh anak kucing itu dengan sangat gemas.


astaga Zahra ku sampai segitu nya sayang, jangan sampai anak kucing itu lama di sini, lama - lama aku yang akan kena asma kalau dia belum keluar dari mansion ini, aku harus segera menyuruh sekertaris Revan membawanya dari sini gumam Bima dalam hatinya.


kemudian setelah Zahra memasukkan anak kucing itu kedalam kamarnya, Bima mulai menggandeng tangan Zahra untuk menuruni anak tangga menuju lantai bawah.


dan tak lama kemudian sepasang suami istri itu sampai di lantai bawah,


dan sesampainya di lantai bawah, Bima memulai sandiwaranya kepada sekertaris Revan.


" sekertaris Revan jangan lupa ambil dokumen di ruang kerjaku, dan setelah itu cepat berangkatlah, aku akan ke taman belakang bersama istri ku "


" baik tuan " jawab singkat sekertaris Revan.


kemudian segera melangkahkan kakinya menuju lantai atas.

__ADS_1


__ADS_2