Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
CEO dan sekertaris baru


__ADS_3

TING.......


Bunyi lift yang baru saja terbuka.


Mereka berempat kini mulai memasuki lift khusus petinggi perusahaan tersebut dengan keadaan hening.


Takdir macam apa ini kenapa bisa aku di pertemukan dengan pria yang sedari dulu dingin itu, sungguh aku sangat membenci pria yang seperti dia hah sial gumam Sheina.


yang mulai menginjakkan kaki nya memasuki lift tadi .


Sedangkan Barra pria berparas tampan itu kini juga mulai bergumam di dalam lift yang mulai naik ke lantai atas tersebut.


apa dia juga akan menggantikan tuan Bima mulai sekarang di perusahaan, kenapa papa tidak memberi tahu ku apapun selama satu minggu ini gumam nya.


Berbeda dengan dua pria dewasa yang sesekali saling lirik itu, seperti mengisyaratkan sesuatu entah lah itu apa yang tau hanyalah Bima dan sekertaris Revan tentunya.


TING.......


Pintu lift mulai terbuka setelah beberapa saat tadi hanya ada keheningan di dalam sana.


Ke empat orang berbeda usia itu kini mulai keluar melanjutkan langkah nya menuju ruang rapat yang selalu membuat seseorang dag dig dug di dalam sana.


JEG... GLEK....


suara pintu yang di buka kan oleh Barra.


" silahkan tuan " ucap Barra yang baru saja membuka kan handel pintu ruang rapat untuk sang atasan sekaligus calon mertuanya itu.


" Terima kasih Barra " jawab Bima sambil menepuk pelan pundak pria tampan di samping nya dengan bangga.


Karena menurut Bima, Barra adalah sosok pria yang sangat sopan dan sangat pintar, cocok untuk ia jadikan menantu nya kelak.


Bima mulai memasuki ruangan di ikuti Sheina di belakang nya, kemudian sekertaris Revan dan juga Barra.


" selamat pagi tuan " ucap seluruh petinggi perusahaan pada sang atasan.


" pagi juga " jawab Bima sambil berdiri di depan meja panjang berwarna abu abu sambil menyangga kedua tangan nya di atas meja.


" baiklah aku akan mengumumkan pada kalian semua, ini Sheina putri kesayangan ku satu satu nya dia baru saja menyelesaikan kuliah nya di Amerika dan mulai saat ini dia akan menggantikan ku sebagai CEO di perusahaan Sinaga. group " jelasnya.


dengan kedua mata menatap lebar satu persatu wajah petinggi perusahaan yang tengah menyimak penjelasan nya saat ini itu.


Tepuk tangan mulai terdengar riuh di ruangan yang biasa terasa panas dingin tersebut ketika mendengar berita pergantian atasan pagi ini.

__ADS_1


Banyak dari kalangan petinggi perusahaan yang tengah berada di dalam ruangan itu mulai memuji kecantikan Sheina putri satu satu nya pemilik Sinaga. group yaitu Bima.


beberapa saat keadaan ruangan kembali hening.


Bima kini kembali bersuara.


" satu lagi pengumuman, mulai sekarang sekertaris Revan sudah berhenti seperti diriku dan akan di gantikan putra nya langsung sebagai sekertaris dari putri ku Sheina " jelas Bima lagi sambil menatap dan mulai menunjuk pria tampan yang berdiri di dekat sekertaris Revan yaitu Barra.


Beberapa petinggi perusahaan kembali bertepuk tangan riuh sesekali di bumbui senyuman hangat pada kedua atasan baru nya di perusahaan raksasa yang bergerak di segala bidang tersebut.


" baiklah seperti nya hanya itu saja yang saya ingin sampai kan, terima kasih " ucap Bima yang kemudian langsung mengakhiri pengumuman di meja ruang rapat.


Bima, Sheina serta sekertaris Revan dan juga Barra kini mulai keluar dari dalam ruangan dan langsung menuju ke arah ruangan luas nan mewah khusus CEO.


JEG... GLEK.....


Pintu ruangan yang baru saja di buka oleh sekertaris Revan.


" silahkan nona, tuan " ucap sekertaris Revan pada kedua atasan.


Kedua atasan mulai masuk ke dalam ruangan berpendingin tersebut, begitu juga sekertaris Revan dan Barra mengikutinya dari belakang.


Bima mulai berucap kepada kedua nya antara Sheina dan Barra yang akan menggantikan posisi kedua nya di perusahaan besar yang selama ini di bawah naungan nya.


" Sheina sekarang ini adalah ruangan mu dan meja kerja di sebelah sana adalah meja tempat Barra, jadi kau dan Barra satu ruangan" jelas Bima yang terlihat santai.


" Sheina jika Barra satu ruangan dengan mu kalian bisa saling mengenal dan pekerjaan akan cepat terselesaikan, apa kau lupa jika perusahaan keluarga kita memiliki anak cabang yang tidak sedikit "


" heh " Sheina membuang nafas berat nya.


kemudian kembali berucap.


" ya baiklah jika itu kemauan papa, ketimbang nanti papa mengirim ku ke tempat Om Hendra "


" bagus kamu masih mengingat nya ternyata Shei, dan sekarang mulai lah bekerja papa dan Om Revan percayakan pada kalian berdua "


" Barra aku percaya padamu, bekerja lah dengan sungguh-sungguh "


" ya tuan saya berjanji tidak akan mengecewakan anda "


" Bagus... aku pamit ayo Van "


" iya tuan "

__ADS_1


Ucap kedua pria yang sudah separuh baya itu, kemudian segera keluar dari dalam ruangan.


" Sheina jangan kecewa kan papa " ucap Bima yang baru saja langkah nya di tengah tengah pintu keluar.


" iya Pa " jawab Sheina dengan senyum sumringah yang di buat buat, supaya sang papa merasa puas akan jawaban dari nya.


Bima kemudian melanjutkan langkah nya keluar di ikuti sekertaris Revan di belakang nya.


Di dalam ruangan kini hanya tinggal Sheina dan Barra.


Sheina mulai berjalan ke arah meja kebesaran nya, begitu juga Barra yang tetap tak mengeluarkan sepatah kata pun pada Sheina.


Ia langsung berjalan menuju ke arah meja kerja milik nya.


Keadaan hening, keduanya mulai mengerjakan pekerjaan masing masing yang seperti nya sudah menumpuk di atas meja kerja nya milik keduanya.


Sepertinya papa sudah merencanakan semua ini matang matang, bagaimana bisa posisinya bersama sekertaris Revan di ganti bersamaan seperti saat ini gumam Sheina.


Begitu juga Barra, kini pria yang memiliki wajah tampan serta berahang tegas itu juga mulai berfikir sejenak dan mulai bergumam.


apa papa dan tuan Bima sudah merencanakan semua ini, pekerjaan saja juga sampai menumpuk seperti ini gumam Barra.


Seketika keduanya saling melirik satu sama lain.


Sheina sedikit menaik turun kan kedua alis nya menatap ke arah Barra seolah menantang nya


Sedangkan Barra menaik turun kan bahunya kemudian mengeleng kan kepala pelan setelah itu kembali menunduk.


" gadis tak jelas " ucap nya pelan namun masih terdengar sedikit jelas di telinga Sheina karena meja kerja keduanya tak begitu jauh.


" apa kau bilang gadis tak jelas, sedangkan kau apa pria kaku seperti bata " sahut Sheina dengan raut wajah kesal menatap pria kaku di samping nya.


" ternyata sifat mu masih sama ya sedari kecil menyebalkan kau tau " ucap Barra dengan nada angkuh.


" hah.. menyebalkan ketimbang kau mana ada wanita yang mau dengan mu pria kaku, cuek, angkuh " balas Sheina berniat mengejek Barra, pria yang sedari dulu ia benci.


" hehehe..... apa kau pernah punya pacar hah... " tanya Barra sambil tersenyum garing seolah menertawakan gadis berparas ayu yang sedang mengejek nya saat ini.


" ya aku memang tak pernah berpacaran, bahkan tak berniat karena papa melarang ku agar fokus pada kuliah di luar negri " jelas Sheina.


" terus apa beda nya dengan ku, bukan kah kita sama saja " sahut Barra seolah mematahkan perkataan Sheina.


Sedangkan Sheina seketika langsung terdiam karena merasa dirinya kalah telak oleh jawaban Barra, gadis itu kini langsung menundukkan kepala kembali menatap beberapa berkas pekerjaan di meja kerja nya.

__ADS_1


Sial.. dia pintar sekali membalikkan perkataan ku gumam Sheina penuh kekesalan.


Berbeda dengan Barra yang kembali memasang ekspresi wajah kaku nya menatap beberapa lembar kertas penting di meja kerja nya,sesekali pria tampan itu menyunggingkan senyum jahat nya melirik ke arah Sheina yang sudah tak berani mendongak kan kepalanya saat ini.


__ADS_2