
Ahh... sebentar lagi mama datang senangnya, dan sekertaris Revan akan segera mengirimkan foto kalung seperti keinginanku dan setelah itu aku akan menyuruhnya memesan kan kalung yang pas untuk Zahra, kemudian jika Zahra sudah mau dekat denganku dan sudah tidak mual lagi aku akan segera memberikan kalung itu kepadanya, pasti dia akan menyukainya monolog Bima sambil memandangi lagi langit kamarnya sambil tersenyum.
sebaiknya aku mandi saja, sebentar lagi kan mama datang, ahh... senangnya sebentar lagi Zahra kembali ke pelukanku, monolog nya lagi sambil kegirangan kemudian segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
beberapa saat kemudian
Bima telah selesai dengan ritual mandinya, kemudian setelah selesai semuanya dan juga berganti pakaian baru, Bima perlahan keluar dari kamar tersebut.
Baru saja dirinya menutup kembali pintu kamar yang jarang di tempati itu, tiba tiba terdengar lah suara dari lantai bawah.
" sayang mama sudah sampai, dimana menantu cantik mama " ucap mama Alisya dengan nada suara yang begitu bahagia.
" mama jangan teriak teriak ma nanti mereka juga turun " sahut papa Brandon
" biarkan saja pa mama ingin sekali bertemu dengan anak dan menantu mama yang cantik itu " ucap mama Alisya yang seperti tidak sabaran.
" iya papa juga ma, tapi papa tidak seheboh mama " jawab papa Brandon yang merasa istrinya berlebihan itu.
" ih...papa gitu " sahut mama Alisya merasa sedikit kesal kepada sang suami.
sedangkan di lantai atas Bima mulai tersenyum, kemudian menjawab perkataan ibu negaranya itu yang baru saja datang dari luar negri tersebut.
" mama papa baru saja sampai, bagaimana perjalanannya " tanya Bima kepada kedua orang tuannya sambil memeluk satu persatu dari mereka.
" iya mama sama papa baru sampai sayang, mana menantu kesayangan mama Bima " ucap mama Alisya kemudian bertanya balik kepada Bima.
" Zahra di kamar ma, mungkin baru saja selesai mandi " jawab Bima.
" kenapa kamu tidak tau Bim, Zahra kan istri kamu " tanya papa Brandon kepada putra pertamanya.
" Pa Ma kan Bima sudah bilang sama mama, kalau Zahra sejak kemarin melihat Bima mendekat saja dia sudah mual dan muntah muntah, bahkan Bima pun di usir dari kamar oleh Zahra "
" hahaha... mama lupa nak, kamu tau Zahra seperti itu karena bawaan bayinya sayang "
" iya Bim, kamu harus sabar, mama juga dulu seperti itu ke papa iya kan ma "
" iya benar yang di katakan papa kamu sayang "
" iya tapi sampai kapan "
" benar benar anak kamu Ma "
" ih papa ngatain anak, papa juga gitu dulu sama mama "
" tapi kan sedikit "
" sama saja "
__ADS_1
" ma pa kenapa berdebat sendiri hah, ayo ma cepat ajak Zahra kesini, bujuk dia supaya jangan jangan mual mual terus kalau dekat Bima Ma, mama bisa kan "
sedangkan kedua orang tua Bima yang gak lain papa Brandon dan mama Alisya pun saling pandang dan keduanya geleng geleng kepala tanpa menjawab perkataan anak pertamanya tersebut.
" kalian kenapa ada acara geleng-geleng kepala segala hah, menurut mama ini lucu ya "
" hahaha..... sayang bukan begitu maksud mama, seandainya mama bisa membujuk Zahra pasti akan mama lakukan, tetapi ini berbeda istri kamu seperti itu karena bawaan dari anak kamu yang berada di dalam kandungan sayang, bukan kemauan istri kamu "
" seperti itu ya ma, sungguh membuatku kesal saja "
" emm... anak mama, sabar sayang pasti besok besok Zahra akan meminta kamu di dekatnya lagi "
"semoga saja, ya sudah mama ke kamar saja temui dia, dan coba ajak dia kesini ya ma "
" ya.. ya... ya baiklah " jawab mama Alisya
kemudian wanita paruh baya yang masih berpakaian modis tersebut segera melangkahkan kakinya menuju lantai atas.
beberapa saat kemudian setelah sampai di lantai atas mama Alisya segera menuju kamar yang di tempati menantu cantiknya tersebut.
perlahan mama Alisya mengetuk pintu kamar tersebut.
tetapi tak ada sahutan dari dalam.
kemudian mama Alisya mengetuknya untuk yang ke dua kalinya.
tetap tak ada sahutan akhirnya mama Alisya memutuskan untuk segera masuk ke dalam kamar menantunya tersebut.
" sayang kamu di mana, ini mama " ucap mama Alisya sambil menoleh ke sembarang arah tetapi tak menemukan sang menantu kesayangan
sedangkan Zahra baru saja keluar dari dalam ruang ganti kemudian.
" Mama " panggil Zahra sedikit kaget
" sayang kamu di situ, mama sedari tadi memanggil dan mencari mu sayang " ucap mama Alisya sambil duduk di sisi ranjang saat ini.
" iya maaf ma Zahra ada di ruang ganti jadi Zahra tidak begitu mendengarnya tadi " jawab Zahra.
" ya sudah tidak apa apa sayang, sini duduk di dekat mama " ucap mama Alisya lagi sambil ranjang menepuk pelan ranjang yang saat ini ia duduk i itu.
" iya ma "
" sayang mama kangen sekali sama kamu " ucap mama Alisya kepada sang menantu kesayangan nya
" iya ma Zahra juga, mama akan menetap di sini kan ma " jawab Zahra yang ber hambur memeluk mama mertuanya tersebut.
" iya sayang mama akan menetap di sini untuk nemenin kamu, nemenin menantu mama dan calon cucu mama ini " sahut mama Alisya sambil mengelus perut rata menantunya.
__ADS_1
Zahra kemudian tersenyum.
" mama... Terima kasih ya ma, Zahra jadi ada temannya di mansion " ucap Zahra dengan polosnya.
" iya sayang, oh iya bagaimana keadaan kandungan kamu sekarang " jawab mama Alisya sambil menanyakan usia kandungan kepada Zahra.
Zahra kembali tersenyum mendengar pertanyaan sang mertuanya itu.
" kandungan Zahra baik baik saja kok ma, tapi Zahra sering mual dan muntah jika suami Zahra mendekat ke arah Zahra ma " jelas Zahra
mama Alisya tersenyum mendengarnya.
" sayang itu hal yang lumrah mama juga dulu seperti itu " jelas mama Alisya
" memang iya ma " tanya Zahra
" iya sayang, jadi nikmati saja waktu kamu sebagai ibu hamil sayang " jelas mama Alisya
" iya baiklah ma, Zahra akan sangat menikmatinya " jawab Zahra dengan mengembangkan senyuman di bibir nya.
" emmm....kamu ini, sayang bagaimana kalau kita ke lantai bawah sekarang, supaya kamu tidak bosan di kamar, ada papa di sana apa kamu tidak ingin bertemu "
" iya baiklah ma kalau begitu, Zahra juga bosan di kamar terus ma "
" ya sudah ayo sayang, pelan pelan jalannya ya "
ucap mama Alisya sambil menuntun tangan menantunya
" iya ma "
dan kedua wanita yang beda umur itupun perlahan melangkahkan kakinya ke arah luar kamar untuk segera menuju lantai bawah.
" ma suami Zahra mama lihat tidak, apa dia sudah berangkat ya ma, Zahra juga kasihan sebenarnya ma, tapi bagaimana lagi " ucap Zahra sambil menuruni anak tangga satu persatu dengan sangat pelan.
" hari ini suami kamu tidak berangkat ke kantor sayang karena mama baru pulang dari luar negri, dia ingin berkumpul keluarga bersama kamu juga " jelas mama Alisya.
" ma nanti Zahra mual mual lagi bagaimana kalau melihat suami Zahra " tanya Zahra
" nanti mama akan menyuruhnya pergi sayang, supaya kamu tidak muntah "
" ma tapi kasihan ma, Zahra balik ke kamar lagi saja ya ma " ucap Zahra yang sedikit membalikkan tubuhnya saat ini.
" tidak apa apa sayang, suami kamu mengerti, biarkan dia tahu bagaimana susahnya wanita hamil itu bagaimana, biar dia tambah bingung, seperti nya mama lihat anak mama sangat menyayangi kamu sayang "
" ah mama Zahra jadi malu kan ma " jawab Zahra dengan kedua pipinya yang mulai memerah
" kamu ini lucu sekali Zahra, ya sudah ayo sayang duduk di ruang keluarga papa ada di sana, pelan pelan jalannya " ucap mama Alisya yang merasa gemas kepada menantu polosnya itu.
__ADS_1
" iya ma, Zahra hati hati kok " jawab Zahra sambil menatap anak tangga yang sedikit lagi sampai di lantai bawah itu.