
bu Fatma dan mama Alisya pun keluar dari ruangan,Zahra yang berada di luar pun menoleh ke arah pintu yang tengah di buka itu dan menampilkan wajah ibunya yang sangat sembab karena terlalu lama menangis.
" bu bagaimana keadaan ayah apa yang dokter katakan " tanya Zahra kepada ibunya.
" ayah kamu sakit jantung Za dan harus segera di operasi kalau tidak segara di operasi maka nyawa ayahmu tidak bisa tertolong " jawab bu Fatma kepada anaknya sambil sesenggukan.
" apa yang harus kita lakukan bu kita kan tidak punya uang pasti biayanya besar untuk operasi ayah '' tanya Zahra kepada ibunya.
" ibu juga bingung nak sedangkan ayah kamu keadaanya sedang kritis sekarang " jawab bu Fatma juga bingung dengan keadaanya sekarang.
" bu Fatma sekarang coba anda sampaikan kepada Zahra mengenai omongan saya tadi " ucap mama Alisya kepada bu Fatma.
" iya nyonya saya akan mencobanya " kemudian bu Fatma melihat Zahra yang sedang memandangi ayahnya dari jendela kaca di sampingnya.
Zahra yang sedang melihat ayahnya dibalik jendela kaca itu merasa bersalah karena tidak bisa membantu ayahnya dalam kondisinya yang seperti ini.
ayah Zahra sekarang harus bagaimana Zahra tidak bisa apa - apa gumam Zahra dalam hatinya.
tak beberapa lama kemudian bu Fatma memanggil anaknya.
" Zahra sini nak ibu mau ngomong " panggil bu Fatma pada anaknya.
" iya bu ada apa " jawab Zahra
" ibu mau bicara sama kamu Za, ibu harap kamu bisa menyetujuinya karena semua ini demi ayah kamu dan adikmu Theo " ucap bu Fatma sambil memandang anak laki-lakinya itu.
" ya bu katakan saja Zahra akan menuruti semua kata-kata ibu asalkan ayah bisa sembuh bagaimanapun caranya Zahra akan lakukan" .
" nyonya Alisya menginginkan kamu menjadi menantunya nak, dalam artian kamu akan di jodohkan dengan anaknya apa kamu bersedia Za, dan semua biaya ayah kamu di rumah sakit akan ditanggungnya sampai ayah kamu sembuh "
" ya bu Zahra bersedia asalkan ayah bisa sembuh Zahra akan melakukan semuanya "
tanpa basa basi Zahra langsung mengiyakan perkataan ibunya, dan keduanya pun kini berpelukan dengan rasa haru bercampur senang karena laki-laki yang mereka sayangi itu akan segara di operasi.
" Theo ayah kamu akan segera di operasi nak " Theo yang mendengarnya pun ikut bahagia dan lega karena ayahnya akan segara ditangani dan akan segera sembuh.
" bagaimana bu Fatma apakah Zahra mau bu " tanya mama Alisya dengan nada penasaran ya.
" iya nyonya Zahra bersedia menjadi menantu anda "
" benarkah bu Fatma " ucap mama Alisya yang begitu bahagia mendengar jawaban bu Fatma kalau Zahra bersedia menjadi calon menantunya.
kemudian mama Alisya pun langsung ke ruangan dokter Toni untuk segera mengoperasi calon besannya itu.
" selamat siang dokter Toni saya ingin anda segera mengoperasi pasien yang bernama pak Anwar, karena dia adalah calon besan saya "
" baik nyonya sekarang saya akan menyiapkan semua keperluan yang akan di perlukan " jawab dokter Toni tegas kepada mama Alisya.
kemudian mama Alisya berpamitan keluar kepada dokter Toni itu yang tak lain adalah dokter pribadi keluarganya sendiri.
__ADS_1
kemudian mama Alisya kembali menemui bu Fatma.
" terima kasih sebelumnya nyonya alisya mungkin kalau anda tidak ada sekarang saya tidak tau apa yang akan terjadi pada suami saya " ucap bu Fatma setelah melihat mama Alisya keluar dari ruangan dokter Toni untuk membicarakan tentang pengoperasian suaminya itu.
" jangan begitu bu Fatma kita kan sebentar lagi akan menjadi besan, ya sudah kalau begitu saya pulang dulu ya bu Fatma besok saya akan kesini lagi bersama suami dan anak saya , karena sekarang suami saya masih ada diluar negri " jawab mama Alisya sambil tersenyum bahagia yang tak bisa pudar dari bibirnya saat ini karena terlalu bahagia.
" iya nyonya Alisya tidak apa apa, anda sudah membantu saya saja saya sudah bersyukur ya kan Zahra "
" iya nyonya saya sangat bersyukur anda telah menolong ayah saya dalam keadaan seperti ini " ucap Zahra dengan sopan kepada mama Alisya.
" Zahra jangan bicara seperti itu sayang sebentar lagi kan kamu jadi menantu mama jadi mulai sekarang kamu jangan panggil nyonya lagi mengerti.
" ii.. iiiya Ma jawab Zahra kikuk
" nah begitu dong sayang, ya sudah mama pulang dulu ya besok mama kesini lagi bersama calon suami kamu dan papa mertua kamu " ucap mama Alisya sambil berpamitan pulang.
"iya Ma hati-hati di jalan ucap Zahra pada calon mertuanya itu
" iya sayang "
kemudian mama Alisya pun mulai melangkahkan kakinya untuk pulang dan kini mama Alisya telah memasuki mobil mewahnya menuju mansion tak memakan waktu lama mama Alisya telah sampai di mansion nya.
mama Alisya melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam mansion tersebut dan dia langsung memasuki kamarnya karena sedari tadi mansion terasa sepi kemudian mama Alisya pun mengambil handphonenya dan menelfon suaminya tak lama kemudian panggilan pun terhubung.
" halo papa "
" iya Ma ada apa " sahut papa Brandon si seberang sana.
" secepat itu Ma menemukanya, baiklah papa ikut mama saja, iya besok papa jadi pulang ke indonesia, Hendra jadi kan ke luar negri mengurus kuliahnya Ma.
"ya jadi dong Pa, besok dia berangkat pagi-pagi di antar oleh sekertaris Revan, ya sudah mama matikan dulu ya Pa teleponnya dada papa " ucap mama alisya pada suaminya .
rencana ku berhasil dan secepatnya aku akan segera menggendong cucu gumam mama Alisya.
mama Alisya yang sedari tadi senyum senyum sendiri di dalam kamar karena merasa rencananya telah berhasil.
kemana anak-anak ya sebaiknya aku ke kamar hendra sekarang kalau Bima mungkin dia pasti belum pulang ,mama alisya bermonolog sendiri sambil berjalan menuju kamar anaknya Hendra
mama alisya mulai membuka pintu kamar anaknya itu.
"cek lek"
bunyi pintu yang telah dibuka mama Alisya
" mama boleh masuk sayang "
" boleh dong Ma "
"kamu lagi apa sayang "
__ADS_1
" ini Ma Hendra lagi berkemas - kemas untuk besok keluar negri ''
" kenapa tidak menyuruh pak Tejo saja Hen mengemasnya"
" tidak Ma sudah tinggal sedikit lagi kok mama baru pulang ya " tanya Hendra kepada mamanya.
" ya sayang tadi mama sambil melihat teman mama suaminya sedang sakit "
" Oh begitu ya Ma "
" ya sudah kamu lanjutkan sayang mama mau istirahat dulu ya ke kamar "
" iya mama istirahat sana kalau mama kecapekan bagaimana " ucap Hendra sambil menyuruh mama Alisya beristirahat.
" iya sayang " jawab singkat mama Alisya.
waktu terus berjalan siang telah berlalu dan kini telah berubah menjadi petang, tak terasa waktu begitu cepat dan sekarang jam dinding sudah menunjukkan jam lima sore waktunya Bima pulang dari perusahaanya,kini mobil mewah yang ia tumpangi nya melaju dengan kecepatan sedang menuju arah pulang.
" Van apakah ibu negaraku hari ini sudah sampai di mansion " tanya Bima kepada sekertaris Revan.
" iya tuan muda bahkan ibu negara sudah sampai mansion tadi pagi "
" baiklah kalau begitu " jawab Bima singkat.
selang beberapa menit kemudian mobil mewah itu pun sudah sampai di mansion, dan seluruh pelayan sudah berbaris rapi begitupun pak Tejo sebagai kepala pelayan mansion yang sudah bersiap untuk menyambut tuan mudanya datang, sekertaris Revan membukakan pintu untuk tuanya.
cek lek
suara pintu yang di buka sekertaris Revan.
" silahkan tuan muda " ucap sekertaris Revan sambil menundukkan kepalanya.
Bima pun keluar dari dalam mobil mewahnya itu dan disambut oleh para pelayan, seperti biasanya dan pak Tejo pun berlari menuju tuanya untuk membawakan jas dan tas kerjanya kemudian berjalan mengikuti tuanya dari belakang.
" apa ada lagi yang anda perlukan tuan muda " ucap sekertaris Revan.
" tidak ada Van pulanglah hari ini kerjamu bagus " sahut Bima dengan gaya angkuhnya itu.
" baik tuan muda kalau begitu saya pamit undur diri " kemudian sekertaris Revan membungkukkan dirinya dan berpamitan setelah itu pulang.
Bima pun melanjutkan langkahnya memasuki mansion melangkahkan kakinya ke kamar untuk melepas penat yang seharian ini menempel di kepalanya, sedangkan pak Tejo mempersiapkan semua keperluan tuan mudanya mulai dari air hangat sampai baju ganti yang ia sediakan untuk tuan mudanya itu.
" bagaimana keadaan mansion hari ini pak tejo" tanya Bima kepada kepala pelayan alias pak Tejo itu
" keadaan mansion hari ini seperti biasa tuan, karena sepulangnya nyonya Alisya langsung pergi ke panti karena sudah lama tidak berkunjung ke sana dan tuan muda Hendra pun sepulang sekolah langsung istirahat karena tuan muda Hendra tidak mau kecapekan untuk kepergiannya ke luar negri besok tuan.
kemudian setelah nyonya alisya pulang dari panti nyonya langsung ke kamar tuan Hendra dan mengobrol di sana, setelah itu nyonya kembali ke kamarnya untuk istirahat karena merasa lelah, sudah itu saja tuan.
" apa ada lagi yang anda butuhkan tuan '' tanya pak Tejo lagi kepada tuan mudanya.
__ADS_1
" tidak ada pak Tejo pergilah "
" baiklah tuan kalau butuh apa-apa panggil saya, saya pamit undur diri tuan " kemudian pak Tejo membalikkan badannya dan keluar dari kamar tuan mudanya itu.