Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
singa jantan dan singa betina


__ADS_3

Ke esokan pagi nya.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


Kamar pribadi suami istri.


Sekertaris Revan telah rapi dengan setelah jas hitam nya, untuk segera bergegas pergi ke kantor karena masa cuti pernikahan nya telah usai bersama sang istri yaitu Adinda.


Berbeda dengan wanita yang baru saja membuka kedua bola matanya itu dengan dirinya yang masih berada di dalam balutan selimut putih tebal dengan tubuhnya yang polos.


Akibat pergulatan panas yang keduanya lakukan tadi malam di atas ranjang, membuat tubuh Adinda terasa remuk lemah seperti tak ada tenaga sama sekali, entah mereka melakukan sampai ronde ke berapa,


Adinda seperti tak ingin bangun di ranjang empuk nya itu.


Ah tubuhku rasanya seperti tak bertenaga seperti ini ya, tubuhku sangat remuk sekali, dia seperti singa jantan tadi malam sangat buas, tetapi nikmat hehehe... gumam Adinda.


sesekali gadis itu sedikit cekikikan dengan dirinya yang gak kunjung keluar dari selimut putih tebal nya tersebut.


Sedangkan sekertaris Revan baru saja masuk ke dalam kamar dengan dirinya yang sudah siap untuk berangkat ke kantor.


Sekilas pandangan nya langsung tertuju ke arah sang istri yang masih berada di dalam balutan selimut tebal nya, memperlihatkan bagian separuh dada putih mulus milik Adinda.


" sayang kau sudah bangun " ucap Revan dari arah kejauhan sambil melangkahkan kaki mendekati ranjang dimana istri nya berada.


" hem....maaf aku baru terbangun dan tak membuatkan masakan untuk mu " kawan Adinda sambil mengusap kedua bola matanya seperti anak kecil.


" tak apa, istirahatlah lagi tubuh mu sangat lelah bukan " ucap Revan penuh perhatian dengan dirinya yang kini sudah duduk di samping ranjang king size tersebut.


Adinda mengangguk polos seolah mengiyakan perkataan sang suami,


dan anggukkan itu terlihat menggemaskan bagi Revan.


kenapa kau terlihat selalu menggoda sih akhh...aku tak kuat jika hanya memandanginya gumam sekertaris tampan itu.


Membuatnya lagi lagi ingin segera melakukan adegan percintaan pada sang istri, meskipun tadi malam bisa di bilang long time 😂😂.


" Terima kasih sayang, kau tau tubuhku rasanya benar benar remuk karena kelakuan singa jantan yang sangat buas tadi malam " ucap Adinda tanpa di filter.


" hehehe....kau menyebalkan ya " jawab Revan sambil tertawa.


" baiklah jika aku singa jantan nya berarti kau singa betina nya bagaimana " imbuh pria tampan itu.

__ADS_1


" hehehe... suami doyan " balas Dinda yang kini juga ikut tertawa sambil mengatai sang suami.


" biarkan saja " ucap Revan santai kemudian sedikit membisikkan sesuatu di telinga Adinda.


" kau begitu nikmat " bisik nya dengan nada yang terdengar sangat sensual di telinga gadis dua puluh tiga tahun itu, serta deruan nafas Revan yang mampu menembus gendang telinga Dinda.


Sontak saja membuat gadis berparas ayu tersebut sedikit merinding dengan nada suara sang suami, serta deru nafas nya yang serasa seperti angin lewat di gendang telinga miliknya, seolah olah sang suami berbisik dengan penuh gairah, mengajak dirinya ingin kembali ber cinta seperti tadi malam.


" kak jangan berbisik seperti itu, kau membuatku merinding " ucap Adinda yang merasa sedikit ke geli an.


" kau menginginkan nya lagi ya hah, ayo kita lakukan lagi '' ajak Revan yang kini mulai mendekat dengan yang masih setia duduk di sisi ranjang itu.


" ah.. tidak tidak tidak aku sudah lelah, sudah sana berangkat lah sudah siang bukan " usir Dinda.


" satu kali saja " bujuk Revan


" tidak " jawab Dinda tegas.


" sedikit saja ya... ya.. " bujuk Revan lagi dengan raut wajah memelas.


" sedikit apa bedanya dengan satu kali " sahut Dinda.


" maksud ku seperti itu Din hehehe... " ucap Revan menggaruk sedikit bagian lehernya yang takut gatal


" Akkhh.... suamiku kau nakal sekali "


" Sedikit Dinda sedikit " ucap Revan yang sudah tak tahan dengan milik nya yang sudah menegang di bawah sana,


kemudian tanpa aba aba pria bertubuh atletis itu pun membuang setelan jas hitam nya ke sembarang arah.


Dengan segera Revan langsung meloncat ke atas ranjang bagaikan tupai yang lapar menemukan buah kecil di pepohonan.


AKKKHHH...... MAK.....JLEB......


Ya pedang samurai milik Revan kini benar benar langsung menancap sempurna di lipatan sempit milik sang istri.


Dan terjadi lah untuk kedua kalinya sejak semalam adegan percintaan panas di pagi hari ini.


*


*

__ADS_1


*


Sepeninggal Revan ke kantor.


Adinda masih setia berada di atas ranjang dengan keadaan mengenaskan terkapar tak berdaya, serta tanda merah di seluruh bagian tubuhnya karena kelakuan sekertaris Revan.


Ranjang empuk itu kini menjadi saksi bisu di antara sepasang pengantin baru yang tengah maruk maruk nya saat ini 🤣🤣.


jam kini sudah menunjukkan pukul setengah sebelas siang, Adinda mulai menggerakkan tubuhnya perlahan dengan kedua mata mulai terbuka sempurna.


Sekertaris Revan kau benar-benar menghajar ku kali ini, nikmat sih nikmat tapi kalau sampai begini bagaimana aku bisa berdiri tegak, sedangkan dia berada di kantor, apa dia masih kuat berjalan ya sedangkan tenaganya ia habiskan bersamaku sedari malam hahaha...... monolog Dinda.


Perlahan Adinda mulai mendudukkan tubuhnya dengan sedikit menyender pada bagian belakang ranjang.


Tenaga ku benar-benar habis, ku kira dulu dia tak tertarik pada wanita, tak ku sangka setelah menikah saat ia sedang mengajakku bercinta di atas ranjang sungguh membuat ku....hehehe..... monolog nya lagi.


Sesekali Adinda tertawa dengan pikiran bodoh nya mengingat pergulatan panas yang baru beberapa jam lalu berakhir.


Sesaat setelah tertawa tak jelas.


Adinda berniat untuk membersihkan tubuh nya ke dalam kamar mandi, setengah jam dirinya berada di sana.


Kini Adinda baru keluar kemudian langsung menuju ruang ganti, untuk mencari pakaian baru yang akan ia kenakan.


Sepuluh menit berlalu...


Adinda baru keluar dari dalam ruang ganti, gadis itu kembali rebahan di atas ranjang yang menjadi saksi bisu nya tadi.


Apa yang harus aku lakukan sekarang ucap nya sambil menatap langit langit kamar pikiran nya mulai travelling kemana mana.


Kali ini Adinda ingin memulai aktivitas nya sebagai seorang istri seutuhnya.


Adinda mulai berdiri meskipun dengan kedua kaki nya yang sedikit gemetaran karena terlalu kelamaan beradegan panas membuat tenaganya belum sepenuhnya pulih.


Aku belanja keperluan dapur saja, hahaha... ya ya ya aku juga bosan di rumah terus apalagi sendirian di rumah besar seperti ini tak ada aktivitas monolog nya.


Adinda mulai bergegas untuk segera pergi ke sebuah supermarket.


*


*

__ADS_1


Di depan rumah.


Adinda sudah siap menunggu angkutan umum untuk mengantarnya ke supermarket, dengan pakaian santai sambil membawa tas kecil yang ia kalung kan di bahu sebelah kanan tetapi tak mengurangi kecantikan naturalnya sama sekali meskipun berpakaian santai tak lupa ia meminta izin pada sang suami.


__ADS_2