Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
mencari keberadaan Sheina


__ADS_3

Di luar negri


Barra baru saja sampai, ia tengah berdiri tegap sambil memandang ke arah dinding kaca tembus pandang itu, di sebuah hotel bintang lima di sana.


Ia tak tau harus kemana mencari keberadaan Sheina di rawat.


Perlahan tangannya mulai mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana untuk menghubungi seseorang di sana, menyuruh orang suruhan tersebut untuk melacak keberadaan sang istri saat ini.


Panggilan terhubung.


" halo " ucap Barra


" ya halo tuan " jawab seseorang di sebrang telepon.


" bagaimana, kau sudah menemukan keberadaan istri ku di rawat " tanya nya dengan nada serius.


" belum tuan semuanya sangat privasi seperti nya tuan Bima serius dengan keputusan nya "


" baiklah, berusahalah dengan keras aku akan memberimu tiga kali lipat kau mengerti, ingat secepatnya ''


" Baik tuan "


tut... tut.... tut...


Panggilan pun terputus.


Barra kembali memasukkan ponsel ke dalam saku celana.


Tatapan nya kembali menatap gedung gedung pencakar langit di balik dinding tembus pandang tersebut.


Ma Pa aku pasti akan memperjuangkan menantu kalian, tunggu aku Shei, aku akan memperjuangkan mu dan kau pasti sembuh sayang monolog nya panjang lebar.


Sekilas ia teringat akan kaset kecil milik Sheina yang belum sempat ia lihat isinya.


Barra berjalan pelan ke arah ranjang untuk mengambil kaset kecil yang masih berada di dalam koper nya.


Seketika senyuman nya sedikit mengembang ketika sebuah kaset sudah berada di tangan nya.


Barra kemudian menghidupkan laptopnya, dan perlahan memasukkan kaset kecil itu.

__ADS_1


Bibir nya mulai terdiam, kedua matanya membulat sempurna tanpa berkedip.


Tatapan nya terus tertuju pada sebuah video dalam kaset.


Perlahan kedua matanya mulai berkaca kaca, lama kelamaan sepertinya ia tak kuat menahannya dan air mata itupun jatuh luruh membasahi kedua rahang tegas nya.


Ketika sebuah video yang ia putar memperlihatkan beberapa lembaran kenangan foto antara dirinya dan Sheina beradegan romantis di beberapa tempat indah yang pernah mereka kunjungi sewaktu hubungan keduanya membaik dulu.


Dan juga video video pendek dirinya dan sang istri yang sudah di gabung gabung kan menjadi satu menjadi video panjang tentang perjalan cinta antara keduanya selama ini.


Barra mengakip video tersebut.


Sesaat ia mengusap kasar lelehan air matanya.


Barra kenapa kau sangat bodoh monolog nya sambil mengacak acak kasar rambut nya.


Sheina maafkan aku selama ini, aku berjanji akan membuatmu sembuh Shei kita akan hidup bersama sampai tua nanti monolognya lagi.


Ia melanjutkan lagi video yang sempat ia skip tadi.


Kedua matanya kembali membulat takala kelanjutan video itu tak seperti tadi.


Di layar tipis nya memperlihatkan jelas video Sheina dengan wajah cantik yang sudah memucat pasih.


Yang tengah duduk di sebuah kursi kecil dengan gaun putih motif bunga bunga kecil, serta rambut yang terurai di sana.


Sepertinya video itu memang sengaja Sheina buat untuk Barra.


Hatinya seolah-olah kembali terenyuh untuk sesaat, sakit sungguh sakit dengan apa yang ia lihat dan ia dengar.


Barra apa kau masih bahagia saat ini bersama ku.


Maafkan aku....


Tetapi aku bahagia jika aku sudah tiada nanti kau tak begitu memikirkan aku karena kita sudah bercerai, pasti hanya ada kebencian di hatimu telah menganggap ku berselingkuh di belakang mu tapi tak apa.


Setidaknya aku akan pergi dengan tenang.


Aku mencintaimu, suamiku

__ADS_1


Ucap Sheina dalam video tersebut dengan senyum, sesekali mengusap setetes darah yang mulai membasahi di bagian bawah hidung mancung nya.


Dan video pun berakhir.


Kemudian Barra menutup laptopnya.


" Kau pasti sembuh " ucap nya bersemangat.


Tiba tiba ponselnya berdering dalam. saku.


tring.....tring.... tring...


Barra kembali mengeluarkan ponsel nya.


Dahinya sedikit berkerut, kemudian menggeser bulatan hijau di sana.


" halo tuan "


" ya halo, info apa yang kau dapat sehingga membuatmu menghubungi ku "


" tuan saya sedikit mendapat informasi dari beberapa anak buah saya "


" cepat katakan "


" sepertinya nona di rawat tak jauh dari hotel yang Anda tempati saat ini tuan, seluruh anak buah saya sudah melacak nya satu persatu di seluruh rumah sakit canggih di negri ini tuan "


" apa benar yang kau katakan "


" ya tuan benar, tetapi pengawasan nya sangat ketat, tuan Bima menaruh beberapa bodyguard di depan pintu kamar nona tidak sembarangan bisa masuk "


" tenang saja aku akan mencari cara sendiri untuk itu, tapi informasi mu benar kan "


" benar tuan saya menjamin nya jika itu benar, karena saya sudah mengerahkan seluruh anak buah saya meskipun sedikit kesusahan untuk menyusup informasi yang sangat tertutup tentang keberadaan nona saat ini apalagi di luar negri seperti ini " jelas bawahan Barra yang begitu sangat yakin.


" bagus " sambil mengangguk anggukkan kepala nya mantap.


Panggilan terputus.


Barra menyeringai tipis dengan tatapan tajam ke arah luar.

__ADS_1


" tunggu aku sayang " ucap nya penuh ketulusan.


__ADS_2