
Dan ditempat lain, kini sekretaris Revan telah mendapatkan kiriman video itu dari pak Tejo, dengan segera sekertaris Revan memberikan rekaman video berdurasi 29 detik itu kepada tuan mudanya.
" tuan ini rekaman video nona Zahra, ketika nona membuka hadiah dari anda "
" ya baiklah " ucapnya singkat
kemudian Bima mulai memutar video tersebut, dan mulai tersenyum melihat Zahra yang begitu bahagianya mendapat hadiah kecil dari suami posesif nya itu.
setelah video yang Bima putar sampai di pertengahan, Bima melihat Zahra yang saking gemasnya kemudian menciumi anak kucing putih itu, Bima yang melihatnya pun sedikit merasa kesal karena bisa - bisanya dia di kalahkan oleh seekor anak kucing.
kenapa Zahra sampai segitu nya menyukai anak kucing itu, sampai menciumnya segala padahal jarang sekali dia mau mencium ku, kalau bukan karena aku menggodanya duluan akhh...
ucapnya pelan tapi masih terdengar di telinga sekertaris Revan.
sedangkan sekertaris Revan yang mendengarnya itu, tak tahan ingin mentertawakan tuan mudanya saat ini.
Pasalnya tuan mudanya itu adalah seorang lelaki yang sangat tampan dan banyak di gila i wanita di luaran sana, sedangkan sekarang sekertaris Revan yang mendengar perkataan tuan mudanya itu, seperti mengemis cinta kepada istrinya sendiri sangking cintanya kepada nona Zahra istri belianya itu.
kemarin anda cemburu dengan adik anda sendiri, dan sekarang anda cemburu dengan seekor anak kucing tuan, sungguh membingungkan gumamnya dalam hati.
sekertaris Revan bergumam sendiri sambil menggeleng - menggelengkan kepala, dan sesekali menundukkan kepalanya karena tidak tahan menahan tawanya sedari tadi.
" kau mentertawakan aku Van, apa kau mau gaji mu aku potong hah "
sekertaris Revan yang mendengar perkataan tuan mudanya yang tiba - tiba itu, kemudian segera Mendongakkan kepalanya .
" tidak tuan, saya tidak berani dan jangan potong gaji saya "
" bagus " ucapnya kemudian
setelah itu Bima melanjutkan pemutaran video pendek yang berdurasi 29 detik milik istrinya itu, dan di terakhir video menampilkan istrinya yang meninggalkan Hendra di taman belakang dan memilih pergi bersama anak kucing kecil berwarna putih pemberiannya itu.
dan sekarang pun Bima tersenyum puas, karena istrinya sangat menyukai hadiah pemberiannya saat ini.
" Van pasti sebentar lagi Zahra akan menghubungiku dan berterimakasih padaku, karena aku memberikan hadiah untuknya yang sangat lucu " ucapnya kepada sekertaris Revan dengan keyakinan penuh.
" benar tuan muda, pasti nona Zahra akan langsung menghubungi anda sebentar lagi " jawab sekertaris Revan
Bima dan sekertaris Revan pun kini melihat ke arah pandang benda tipis yang berada di meja kaca kerja milik Bima, dan keduanya tersenyum dan tak lama kemudian ponsel pintar milik Bima pun berbunyi.
tring
tring
tring
__ADS_1
dan tertera di sana, di layar ponselnya ternyata nama * ibu negaraku * yang sedang memanggil.
sedangkan Bima dan sekertaris Revan pun saling pandang karena dugaan mereka ternyata salah bukan Zahra seperti dugaannya.
kemudian Bima pun mengangkatnya dengan suara yang sepertinya tak bersemangat.
" halo Ma " ucap Bima.
" halo sayang " sahut mama Alisya.
" kapan kamu pulang, jangan lama - lama ingat Zahra di rumah "
" iya Ma empat hari lagi urusan Bima selesai Ma, dan Bima segera pulang "
" baiklah sayang kalau begitu mama tutup dulu telfonnya "
" iya Ma " jawab Bima singkat.
dan panggilan pun terputus.
" kenapa dia tidak menghubungiku ya Van, ah menyebalkan gara - gara seekor anak kucing saja dia sampai melupakan aku disini, dan tak berniat menghubungiku sama sekali "
" mungkin sebentar lagi tuan " jawab sekertaris Revan sedikit menenangkannya tuan mudanya itu.
" ini semua rencana mu Van, kalau sampai Zahra tidak menghubungiku aku akan memotong gaji mu bulan ini kau mengerti " ucapnya tegas sambil menyalahkan seolah-olah ini semua kesalahan sekretaris Revan.
kenapa jadi seperti ini sih, ini semua ide dariku dan sekarang sepertinya menjadi ancaman untuk diriku sendiri.
ayo nona hubungi tuan muda jangan biarkan tuan muda memotong gaji ku bulan ini, baru saja dia menaikkan gaji ku empat kali lipat dan sekarang tuan muda akan memotongnya, ancaman macam apa ini gumam sekertaris Revan dalam hatinya.
dan tak beberapa lama kemudian ponsel pintar milik Bima berbunyi, sedangkan Bima dan sekertaris Revan pun kini saling pandang.
Bima melihat layar ponselnya yang sudah tertera di sana nama * istri tercintaku * sedang memanggil, kemudian Bima menyunggingkan senyumnya kepada sekertaris Revan.
dan sekertaris Revan pun langsung mengelus dadanya karena merasa lega, melihat tuan mudanya yang tersenyum itu adalah sebuah jawaban untuknya kalau ternyata yang menghubungi tuan mudanya itu adalah nona Zahra.
sedangkan Bima pun langsung mengangkat panggilan dari seseorang yang sedari tadi ia tunggunya.
" halo sayang ada apa "
ucapnya seolah biasa - biasa saja padahal di dalam hatinya Bima berharap mendengar reaksi Zahra dari seberang telfon, setelah dirinya memberikan hadiah kepada istrinya itu.
" sayang kau tau aku bahagia sekali "
" memang nya bahagia apa sayang " tanya Bima pura-pura tidak tahu.
__ADS_1
" bahagia karena mendapat hadiah darimu suamiku, aku sangat menyukai anak kucing ini, sangat lucu " ucap Zahra yang merasa
" benarkah kau menyukainya sayang " tanya Bima memang sedari tadi kabar seperti ini yang di tunggunya.
" iya sayang aku sangat menyukainya, kau tau sayang seperti nya dia sangat betah sekali di sini bersamaku, sedari tadi dia mendekatiku terus sayang, bahkan dia mengendus-endus pipiku, membuatku gemas sekali melihatnya "
" Ah benarkah, berarti dia sangat menyukai majikan barunya sayang seperti dirimu "
enak sekali anak kucing itu belum satu hari dia di sana tapi sudah berani bahkan mengendus-endus pipi Zahra istriku .
aku harus segera menyingkirkannya dari Zahra setelah aku pulang nanti gumamnya dalam hati.
Bima seolah-olah biasa saja untuk menutupi rasa kesalnya, hanya karena seekor kucing kecil yang dia hadiahkan dirinya sendiri untuk istrinya.
" iya kau benar sayang, ya sudah aku tutup dulu telfonnya ya aku ingin bermain - main dengannya saat ini "
" iya baiklah, aku mencintaimu Zahra "
" aku juga mencintaimu " jawab Zahra dengan suara yang di buat - buat seperti orang berbisik.
" apa sayang aku tidak dengar, ulangi lagi "
" sayang kenapa kau selalu menggodaku sih " jawab Zahra dengan suara yang sedikit manja menurut Bima.
" siapa yang menggoda mu sayang " jawab Bima seperti tidak tahan mendengar suara manja istri belianya itu.
" kau rindu ya padaku " goda Zahra balik
" iya memangnya tidak boleh " jawab Bima ketus
" iya boleh, kau kan suami ku " jawab Zahra membuat Bima senyum - senyum tidak karuan.
" sayang ulangi sekali lagi kata katamu tadi aku tidak mendengarnya " godanya lagi
" baiklah akan aku ulangi, aku mencintaimu sayang, apa sudah jelas "
" aku juga mencintaimu sayang " balas Bima dengan senyuman tak bisa di artikan lagi, karena terlalu bahagia mendengar perkataan cinta dari istri nya saat ini.
" ya sudah aku boleh kan mematikan telfonnya sayang " tanya zahra ingin meminta izin kepada suaminya.
" iya boleh sayang, kau tidak boleh terlalu lelah kau mengerti "
" iya suamiku, dada sayang aku mencintaimu " ucap Zahra lagi.
kemudian panggilan pun terputus.
__ADS_1
Bima yang berada di sana saat ini tengah senyum senyum sendiri seperti orang yang tidak jelas, karena saat ini dia sedang di mabuk cinta kepada istrinya sendiri yaitu Zahra.
sedangkan sekertaris Revan ikut tersenyum, melihat tuan mudanya yang sepertinya sangat bahagia.