Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 87


__ADS_3

sedangkan Bima tersenyum melihat reaksi Zahra yang begitu menahan malunya karena perkataannya dan tak memperdulikan orang-orang di sekitar nya yang saat ini sedang memandangi ke arahnya itu.


berbeda dengan Zahra yang saat ini, dirinya seperti terkunci dan tak bisa bergerak sama sekali, karena dirinya sangat menahan rasa malu akibat kelakuan suaminya itu.


sayang biarkan saja mereka melihat ke arah kita, namanya juga kita masih pengantin baru iya kan Ucap nya kepada Zahra.


Zahra tak berniat membalas perkataan suaminya itu, dirinya hanya diam sambil meminum es kelapa muda yang berada di hadapannya saat ini.


sedangkan Bima yang melihat istri nya tetap diam itu, kini dirinya mengalihkan pembicaraan karena Bima tau istrinya seperti itu karena dirinya merasa sangat malu sekali saat ini.


" sayang apa kau sangat suka kelapa muda itu "


Zahra mengangguk sambil tersenyum, yang saat ini sedang menyeruput es kelapa muda miliknya itu.


" aku akan memesankan lagi untuk mu sayang "


" baiklah terserah kau saja kalau begitu "


Bima pun melihat ke arah pelayan restoran yang sedang lewat di hadapannya itu.


" tambah kan lagi dua es kelapa muda, dan dua porsi seafood kesukaan istriku ini "


" baik tuan, di tunggu sebentar "


" hem "


dan pelayan pun akhirnya pergi meninggalkan Bima dan Zahra untuk mengambilkan pesanannya itu.


" sayang aku akan ke kamar mandi sebentar, kau tunggu saja sebentar lagi pesanannya akan datang "


" iya sayang hati hati "


Bima tersenyum mendengar jawaban istrinya itu, yang sudah melupakan rasa malunya tadi.


kemudian Bima berjalan ke arah toilet, sedangkan Zahra sibuk dengan es kelapa muda miliknya.


ini sungguh segar sekali ucapnya sambil menyendok i kelapa muda di dalam di dalam nya.


sesaat kemudian


pesanan telah datang.


" nona ini pesanan anda, dua es kelapa muda, dan dua porsi seafood nya "


" iya Terima kasih "


" nona anda cantik sekali "


" ah.. masnya bisa saja "


" benar nona anda sungguh sangat cantik, pantas saja suami anda tampan ya "


" ah iya terima kasih mas "


" ya sudah saya permisi dulu "


" iya "

__ADS_1


kemudian pelayan itu pun segera pergi setelah menaruh pesanan milik Zahra.


dan tanpa di duga duga ada sesosok gadis yang seumuran dengan Zahra, yang saat ini tengah menghampirinya itu.


" bukannya itu Zahra, gadis sok cantik dan miskin itu, untuk apa dia di sini " ucap gadis itu.


" iya benar, itu Zahra ayo kita kesan Er " sahut teman gadis satunya.


" ya kau benar, aku jijik melihatnya " ucap satu lagi teman gadis itu.


" ayo kita ke sana cepat, ya kau benar "


ya ketiga gadis itu adalah Erina,Wati dan Rani teman sekolah Zahra dulu yang suka membully Zahra di sekolah nya.


dan kini kedua gadis itu berjalan dengan gaya kemayu nya menuju ke arah Zahra yang sibuk dengan ponsel miliknya itu.


" hey... kau Zahra kan " ucap Erina dengan nada sombongnya.


" Erina " jawab Zahra yang sedikit kaget kenapa tiba-tiba bertemu dengan teman yang suka membully nya dulu waktu SMA.


" ya aku Erina, untuk apa kau di sini, ini restoran mewah, apa kau punya uang untuk memesan di sini " ucap Erina lagi yang berniat merendahkan Zahra.


" Erina apa yang kau katakan " jawab Zahra


Erina tak menggubris perkataan Zahra, kini matanya teralihkan pada ponsel yanng di pegang Zahra.


sedangkan orang-orang yang ada di sekitar yang kini tengah sibuk di meja makannya masing-masing itu, kemudian pandangan mereka beralih menatap ke arah meja Zahra yang sedang ramai akibat kedatangan dua gadis yang berbicara dengan lantangnya itu.


Erina kembali menatap Zahra.


" oh aku tau kau pasti jadi simpanan Om Om bukan " ucap Erina lagi.


jelas Zahra yang sedikit emosi itu.


" kau memang dari dulu menyebalkan Zahra " ucap Wati.


" sebenarnya aku yang menyebalkan, atau kalian yang selalu iri denganku "


jawab Zahra yang memang sangat emosi saat ini, karena sedari dulu dirinya selalu di ganggu oleh ketiga temannya itu.


" berani sekali kau ya "


dan tanpa aba aba Erina melayangkan satu tangannya untuk menampar pipi Zahra, tetapi tangan itu di tangkap oleh Bima kemudian menghempaskan tangan Erina dengan kasarnya.


ke empat wanita itu langsung syok, melihat ke arah lelaki tampan yang berada di hadapan nya itu.


dan sontak ketiga teman Zahra itu di buat melongo oleh ketampanan Bima, dan saling menyenggol lengan satu ke satunya, mereka tak berkedip memandangnya saat ini.


sedangkan Zahra sudah mulai merinding, dia tau jika suaminya sebentar lagi akan marah.


" kak Bima kan, kakak akhirnya aku bisa bertemu kakak langsung "


" siapa kau berani sekali pada Zahra "


" ihh.. kakak aku Erina teman Hendra sewaktu SMA dulu, dan perusahaan papaku sekarang sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan kak Bima yang sangat besar itu "


" apa nama perusahaan papamu itu "

__ADS_1


" SORAYA GROUP, kakak tau kan "


" hem.. ya aku tau "


Erina tersenyum senang karena pikirnya Bima saat ini merasa menyambut keberadaanya.


Bima mengeluarkan senyum smirknya menatap ketiga gadis tersebut.


sedang kedua gadis temannya itu Wati dan Rani saling senggol, karena merasa sedikit aura di dekatnya mulai panas dengan melihat senyum smirk yang di keluarkan Bima.


" oh iya, kakak sebaiknya jangan dekat dekat dengan gadis ini karena dia bukan gadis baik baik kak, dia hanya mengincar hartamu, aku mengetahuinya karena dia satu sekolah denganku waktu SMA di hanya mengejar laki laki yang memakai mobil mewah saja "


sedangkan Bima yang mendengarkan perkataan Erina sekejap rahangnya mulai mengeras dan kedua tangannya kini mengepal.


sedangkan Zahra yang melihat suaminya mulai naik darah itu, langsung meraih lengan suaminya kemudian menatapnya dari samping.


" sayang sudah biarkan saja "


" apa sayang menjijikkan sekali "


" kakak jangan diam saja, apalagi di pegang oleh gadis ****** itu "


" kau tau dia..." ucap Bima sambil melirik kearah Zahra, kemudian langsung menarik pinggang Zahra secara posesif.


" dia adalah istriku, istri dari Bima Madan Sinaga Group, dan berani sekali kau mau menampar istriku, bahkan kau sudah berani mengatainya terang terangan di depanku "


" ap.. ap.. apa di istri mu kak "


" ya dia istriku, siapa kau, apa kau menghinanya lagi hah "


ucap Bima dengan raut wajah yang sudah menyeramkan.


" tidak, tidak mungkin "


Bima kembali menampilkan senyum jahatnya.


kemudian Bima langsung mengambil ponsel pintar miliknya di dalam saku celana.


dan mulai menghubungi seseorang di sebrang sana.


panggilan pun terhubung.


" halo tuan " ucap sekertaris Revan di sebrang telfon


" ya halo Van, cabut semua saham kita di SORAYA Group jangan sampai ada yang tersisa kau mengerti " jelas Bima.


" baik tuan "


" bagus " ucap Bima singkat.


dan panggilan pun terputus.


Bima kembali memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.


sedangkan Erina saat ini sedang gusar, bingung tidak karuan saat ini.


" kakak maaf aku tidak akan lagi mengganggu Zahra, aku mohon kak jangan tarik saham kakak di perusahaan papaku "

__ADS_1


" heh...semuanya sudah terlambat, aku pastikan perusahaan papamu bangkrut dalam waktu sekejap "


ucapnya yang mau meninggalkan ke tiga gadis itu, dan tak lupa Bima meninggalkan sepuluh lembar uang berwarna merah di atas meja, kemudian bergegas meninggalkan restoran itu.


__ADS_2