Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
cucu pertama


__ADS_3

Di mansion keluarga Sinaga.


Baru saja menantu sekaligus istri dari Bima yang tak lain adalah pewaris utama Sinaga group itu kini telah sampai di mansion, setelah satu minggu lamanya Zahra harus di rawat di rumah sakit karena pendarahan hebat.


Yang mengakibatkan sang buah hati harus keluar sebelum waktunya.


Kini di sebuah ruang tamu tepatnya.


Dua keluarga tengah berkumpul menyaksikan lucunya cucu pertama mereka yang begitu terlihat sangat menggemaskan nan berparas cantik, mata bulat dengan bibir tipisnya terlihat sangat mirip dengan sang ibu yaitu Zahra.


Kini mama Alisya tengah menggendong cucu pertamanya itu dirinya begitu sangat bahagia, karena sedari dulu mama Alisya sangat menginginkan sekali kehadiran anak perempuan dan kini justru cucunya yang perempuan.


Sepertinya menantu kesayangan nya yaitu Zahra telah mengabulkan keinginan nya yang sedari dulu .


" cucu nenek kamu cantik sekali sayang "ucap mama Alisya sepertinya berbicara kepada sang cucu yang kini tengah berada di gendongan nya


" iya ya ma, cucu kita ini memang benar benar sangat cantik lucu sekali papa jadi gemas melihat nya " ucap papa Brandon yang juga ikut bahagia melihat sang cucu.


" mama juga pa "


" tidak salah ya bu Fatma saya menjadikan Zahra anak ibu menjadi menantu saya '' ucap mama Alisya kepada besan.


" hehehe.... iya, wajahnya mirip sekali dengan Zahra dulu nyonya " jawab bu Fatma sambil tertawa kecil.


" benarkah kah bu " tanya Zahra tiba tiba


" iya Zahra dulu kamu sangat mirip dengan wajah putri mu saat ini "


" berarti ini FotoCopy an Zahra ya bu "


" hehehe.... iya kamu ada ada saja "


" nyonya saya ingin menggendong juga cucu pertama saya " ucap bu Fatma kepada besan nya


" iya bu Fatma silahkan, mumpung belum di masukkan lagi ke dalam kotak inkubator nya "


Kini bayi mungil itu beralih ke gendongan bu Fatma.


Ibu paruh baya itu begitu sangat senang ketika menggendong cucu pertamanya tersebut.


Dia seperti tak menyangka akan segera menjadi seseorang nenek.


" halo cucu nenek, kamu sangat mirip sekali dengan ibu sayang " ucap bu Fatma sambil mengayun ayunkan tubuh bayi kecil itu di gendongan nya.


" bu kalau gemas jangan gitu, nanti dia terbangun " ucap pak Anwar yang melihat istrinya sambil menoel noel cucu pertamanya


" iya ayah, tidak mungkin terbangun dia kan sudah kenyang tadi menyusu di perjalanan pulang "


" bu Theo dulu waktu kecil mirip siapa " tanya Theo di sela perbincangan.


" hah... kamu ada ada saja yang di tanyakan " jawab bu Fatma kepada anak keduanya.


" heh... ibu jawab nya seperti itu " jawab Theo sambil memanyunkan bibirnya kedepan.


Sedangkan yang lain nya yang berada di ruang tamu ikut menertawakan perkataan anak lelaki yang baru saja menjadi seorang ABG tersebut yang tak lain adalah adik Zahra.

__ADS_1


Kedua keluarga itu terlihat begitu sangat hangat hubungan keduanya seperti tak ada batasan sekalipun.


Zahra dan Bima saling pandang kemudian tersenyum manis seperti mengartikan jika kedua keluarga nya begitu sangat harmonis, dengan hati keduanya yang begitu sangat bahagia.


*


*


Malam menjelang


tepat nya di kamar Zahra dan Bima.


Gadis yang kini sudah menjadi seorang ibu itu tengah menyusui sang bayi, karena sebentar lagi akan segera ia masukkan ke kotak inkubator setelahnya karena memang hari sudah malam, waktunya Sheina kecil untuk tidur.


Sedangkan kedua orang tua Zahra dan adik laki-laki nya kini telah pulang ke kediaman nya.


Tinggal lah Zahra bersama sang suami saat ini yang tengah mengurus sang putri,


Berbeda dengan mama Alisya yang baru saja keluar dari dalam kamar anak nya tersebut, karena sedari tadi menemani sang cucu kesayangan nya.


Karena malam ini Sheina kecil masih menyusu pada sang ibu, dan belum tercampur susu formula sama sekali Zahra menyuruh sang mertua untuk istirahat ke kamar nya.


Tinggal Zahra bersama sang suami saat ini yang akan berjaga malam takut sewaktu waktu putri pertamanya menangis.


" anak mama kenapa lama sekali menyusu nya sayang " ucap Zahra kepada putri kecilnya.


Yang kini tengah berada di pangkuannya sambil memberikan ASI, dengan posisi Zahra sedikit terduduk dan bersandar pada bantal di belakang kepalanya.


" kau sudah mengantuk ya hem " tanya Bima lembut dengan penuh kesabaran, sambil dirinya yang tengah menatap kedua mata sang istri yang sudah sayu.


Zahra mengangguk pelan dengan kedua matanya yang terlihat sangat berat seperti nya menahan kantuk yang mulai menyergap.


" tidak apa apa sebentar lagi di juga akan selesai sayang, sudah kau tidur saja "


" aku akan tetap menemanimu sayang, sampai Sheina tertidur "


" sayang kau perhatian sekali, memang suami idaman "


" hehehe.... kau baru menyadari nya ya kalau aku suami idaman "


" heh.... sepertinya ada yang besar kepala "


" memang siapa yang besar kepala, memang kenyataan kan "


" iya iya kau suami idaman ku, yang selalu hangat, dan semoga saja semenjak jadi papa baru sifat mu tidak berubah ubah lagi "


" Zahra aku janji tidak akan lagi, percayalah "


" bisa aku pegang ucapan mu "


" tentu... aku akan menjadi seorang ayah yang baik Sheina,sekaligus suami yang selalu menyayangimu "


Zahra tersenyum menatap kedua mata suaminya.


" sayang " panggil Bima sedikit dengan nada manja

__ADS_1


" iya " jawab Zahra


" sepertinya kau tidak pernah mencium ku, semenjak di rumah sakit " ucap Bima yang kembali memakai nada sedikit manja nya kepada sang istri.


" Sheina putri mama lihat papa manja sekali sayang " ucap Zahra kepada putri kecil Sheina seperti meledek sang suami.


" hehehe..... kau ini ya jahat sekali padaku " jawab Bima dengan sedikit tertawa.


" hehehe.... suamiku sabar lah sebentar setelah Sheina tertidur aku akan memberikan ciuman selamat malam untukmu " ucap Zahra lagi.


" aww... sayang kenapa kau sedikit menggigit p*t**g mama, suamiku apa Sheina jangan jangan tidak memperbolehkan aku mencium mu artinya " ucap Zahra dengan tiba tiba karena sedikit merasakan sedikit sakit di bagian ujung benda kenyal miliknya.


" hahaha.... tidak, tidak, mana mungkin Sheina menggigit sayang dia masih bayi, kau mencari alasan, aku tidak menerima penolakan " sahut Bima yang merasa sang istri membuat buat alasan.


" Sheina anak papa sudah ya sayang waktunya tidur, mama sudah lelah waktunya istirahat bersama papa " ucap Bima yang merasa rindu sekali akan ciuman sang istri yang selama dua minggu ini tak ia dapatkan.


" sayang lihat dia langsung berhenti menyusu, apa dia mengerti perkataan ku, mungkin dia mengerti dan memperbolehkan mu untuk mencium ku sekarang " ucap Bima lagi yang sepertinya mencari cari alasan yang dia buat buat sendiri.


" Aaa... tidak tidak tidak, itu alasan mu iya kan " tebak Zahra.


" hehehe... siapa yang buat alasan Zahra, ya sudah sini berikan padaku, aku akan menaruhkan dalam inkubator sana "


" sayang kecilkan suaramu, dia baru saja terlelap "


" iya sayang, cup... cup... cup... anak papa " ucap Bima pada Zahra kemudian pandangannya beralih menatap Sheina bayi mungil berparas ayu.


Sambil mengayun ayunkan putri kecilnya dan perlahan Bima mulai menaruh nya ke dalam kotak inkubator bening yang berada di samping ranjang king size nya tersebut.


" selamat malam anak papa " ucap Bima sambil tersenyum kemudian mengelus pelan pipi bayi mungil putri pertamanya itu.


" Dan sekarang waktunya mama untuk papa sebentar saja "


" sayang kau mulai ya "


" Zahra sebentar saja cium suamimu ini "


" ya baiklah karena papa Sheina memelas aku akan menciumnya "


" hehehe... dasar kau ini, gemas sekali aku rasanya ingin... "


" ingin hehehe.... ingin mencium bibir milikmu sayang "


" mendekat lah " ucap Zahra sambil mengembangkan senyuman, pada pria tampan di hadapannya saat ini.


Cup...


satu kecupan manis mendarat di bibir Bima dengan begitu lembut, baru saja Zahra akan melepaskan kecupan bibirnya,


Dengan tiba tiba Bima kembali menahan tengkuk leher Zahra agar ciuman itu semakin dalam,


keduanya terhanyut dalam sentuhan bibir yang begitu lembut, karena sudah dua minggu ini tak pernah mereka lakukan sejak Zahra berada di dalam rumah sakit.


JANGAN LUPA BACA NOVEL AKU LAINYA KAK :


- PERBUDAKAN KU BERAKHIR DI PELAMINAN ( on going)

__ADS_1


- DUNIAKU TAK SELEBAR DAUN KELOR ( karya masih baru banget, on going )


KAK JANGAN LUPA LIKE, VOTE, SAMA KOMENTAR NYA ☺☺😊😘😍😍, πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2