
dan kini keduanya telah selesai dengan ritual makannya masing - masing.
" sayang aku berangkat kerja dulu ya " ucap Bima kepada istrinya kemudian menjulurkan tangannya kanannya ke arah Zahra sedangkan tangan kirinya membawa tas kerja
" iya sayang hati-hati " ucap Zahra kemudian mencium punggung tangan suaminya pelan.
" aku mencintaimu suamiku " ucap Zahra lagi.
" dan aku juga sangat mencintaimu Zahra " sahut Bima dengan senyuman merekah.
cup
satu kecupan mendarat di bibir indah milik Zahra.
" sayang aku berangkat da..da.."
" iya sayang da.. da "
" sayang maaf aku tidak bisa mengantarmu ke depan karena badanku sangat sangat lelah, apa kau tidak marah padaku "
" iya tidak apa apa sayang, aku tidak marah padamu Zahra, ini semua karena ulahku " ucapnya sambil mengelus elus pipi Zahra dengan lembut.
" ya sudah aku berangkat "
" ya sayang hati - hati "
" sayang kenapa kau tidak pura pura sedikit saja mencegahku berangkat kerja sih " ucap Bima setelah beberapa langkah.
" suamiku, kau kan akan berangkat bekerja sayang bagaimana aku mencegah mu "
" hah.. "
Bima membuang nafas beratnya mendengar jawaban dari istrinya, sambil menaik turun kan bahunya, seperti nya dia sangat malas untuk berangkat ke kantor padahal sudah hampir satu bulanan lebih dia tidak melihat keadaan perusahaannya.
" ya sudah kalau begitu aku berangkat "
" iya suamiku hati - hati, aku menunggumu "
" hem "
setelah itu Bima keluar dari kamar dan depan pintu sudah ada pak Tejo yang siap membawakan tas kerjanya ke lantai bawah.
Keduanya kini tengah menuruni anak tangga dan sedangkan pak Tejo mengekor di belakang tuan mudanya sambil membawakan tas kerjanya.
dan kini sesampainya di lantai bawah
Bima melanjutkan langkahnya menuju arah depan mansion untuk segara masuk ke arah mobil yang akan membawanya ke gedung pencakar langitnya itu.
sedangkan sekertaris Revan telah siap membukakan pintu mobil untuk tuannya
__ADS_1
beberapa saat kemudian Bima tengah merogoh saku jasnya.
" astaga kenapa aku bisa lupa membawa ponselku "
kalau aku kembali ke atas untuk mengambilnya dan yang ada aku malas berangkat ke kantor karena melihat Zahra istri ku yang selalu menggemaskan itu sebaiknya aku menyuruh pak Tejo saja gumam Bima dalam hati.
" pak Tejo ambilkan ponselku di kamar, mungkin berada di atas nakas dan sekalian kau bawakan pengisi dayanya mungkin berada di dalam lemari kecil di sebelahnya itu, karena sudah lama aku tidak memakainya"
" baik tuan "
kemudian pak Tejo segera melakukan tugasnya yaitu mengambil benda tipis milik tuannya di lantai atas.
sedangkan di dalam kamar kini Zahra tengah turun dari ranjangnya, untuk mengambil sesuatu di dalam lemari kecil yang berada di dekat ranjang king sizenya itu.
yaitu mengambil obat kontrasepsi yang selama ini ia konsumsi hampir dua bulan yang lalu.
astaga ini waktunya aku meminum obat ucapnya kemudian Zahra menurunkan tubuhnya dari ranjang king size itu menuju lemari kecil di dekat ranjangnya.
setelah itu Zahra membuka sedikit pintu lemari tersebut dan mengambil sesuatu di sana, yaitu sebuah kantong plastik berwarna hitam dan Zahra pun mulai membuka kantong tersebut seperti biasanya dia mengambil satu obat kecil berwarna putih.
Kemudian ia masukkan dalam mulutnya setelah itu Zahra mengambil segelas air yang berada di sebelah lemari kecil yaitu di atas nakas di dekat ranjangnya.
setelah itu Zahra membiarkan kantong plastik itu di atas ranjang, dengan segara Zahra pergi melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi dan melupakan kantong plastik hitam itu yang masih tergeletak sembarangan di atas ranjangnya dan tak ia masukkan kedalam lemari tersebut.
aku sudah meminumnya, dan sebaiknya aku ke kamar mandi sebentar, ucapnya kemudian melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
tok
tok
tok
" nona "
tetapi tidak ada sahutan dari dalam
dan pak Tejo kembali mengetuk pintunya
tok
tok
tok
tetap saja tidak ada sahutan.
akhirnya pak Tejo perlahan membuka pela pintu kamar atasannya tersebut, dan mendapati kamar tuan mudanya itu kosong, tetapi pak Tejo mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi dan pak Tejo pikir kalau nona mudanya sedang berada di sana saat ini.
dan sekarang pak Tejo mulai mengambil sesuatu yang ia cari, yang di perintah oleh tuan mudanya itu dan pak Tejo juga mencari pengisi daya yang di maksud tuan mudanya di dalam lemari tetapi ia tidak menemukannya sama sekali, dan kedua matanya kini tertuju pada sebuah kantong plastik berwarna hitam yang sedari tadi tergeletak di atas ranjang milik atasannya itu.
__ADS_1
kantong plastik berwarna hitam yang sedikit terbuka, pak Tejo dengan jiwa kepo nya kini mulai melihat isi di dalamnya tersebut.
bukankah ini obat, ah sebaiknya aku serahkan saja kepada tuan muda seperti nya ini penting pikirnya.
kemudian pak Tejo pun membawa kantong plastik hitam berisikan obat itu, dan mengambil ponsel milik tuan mudanya yang memang benar berada di atas nakas, dan melupakan pengisi daya yang ia cari sedari tadi tidak ketemu.
dan Pak Tejo kini pun segera keluar dari dalam kamar atasannya itu, karena tuan mudanya akan segara berangkat ke kantor.
pak Tejo sedikit melangkahkan kakinya sedikit cepat karena takut tuan mudanya menunggu terlalu lama di depan mansion.
dan setelahnya sampai di depan tuan muda nya kini pak Tejo menyerahkan benda tipis milik tuan mudanya itu.
" tuan ini ponsel anda, dan maaf tuan saya tidak menemukan pengisi daya yang anda maksud, tetapi saya menemukan ini tuan, dan seperti nya penting maka dari itu saya membawanya kepada Anda "
Bima pun mulai mengambil ponsel serta sebuah kantong plastik hitam yang di ulurkan pak Tejo kepadanya.
sedangkan sekertaris Revan juga merasa penasaran isi kantong plastik hitam yang di berikan pak Tejo kepada tuan mudanya itu.
" ya sudah tidak apa apa, dan ini apa "
Bima mulai membuka isi kantong plastik hitam yang di ulurkan pak Tejo itu kepadanya, Bima perlahan membukanya dan memegang sesuatu seperti bentuk sebuah lima tablet kotak berisikan butiran obat kecil kecil berwarna putih, tetapi yang kedua tablet telah kosong.
Karena dirinya merasa tidak tahu menahu tentang obat kemudian Bima menanyakan kepada sekertaris Revan yang biasanya pintar dalam segala hal.
" sekertaris Revan apa kau tau ini obat apa "
" sebentar tuan saya lihat "
" baiklah "
sedangkan sekertaris Revan yang memegang kantong plastik yang di berikan tuan mudanya itu seketika dirinya merasa ada sesuatu yang akan tejadi setelah ini, tubuhnya merasa sedikit gemetar begitu juga pak Tejo yang sedari tadi ikut ketakutan karena dia yang membawanya kepada tuan mudanya.
" tuan bukankah ini obat kontrasepsi pencegah kehamilan tuan "
" APA KAU BILANG "
" ii.. iya tuan ini obat kontrasepsi pencegah kehamilan untuk penggunaan satu bulan untuk satu tablet "
sedangkan Bima mulai mengeraskan rahang nya matanya mulai memerah, dan darahnya sudah mendidih mendengar penjelasan dari sekertaris nya itu.
" hari ini aku tidak jadi ke kantor, kau urus semuanya Van "
" tuan maaf, bicaralah pelan pelan kepada nona muda, supaya nona tidak ketakutan dan supaya tidak terjadi apa apa kepada nona "
" diam kau jangan menceramahi aku "
" mana obatnya "
" iii.. ini tuan "
__ADS_1