Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
Drama pengantin baru II


__ADS_3

Jam dinding sudah menunjukkan pukul tujuh malam, kini kedua pasang suami istri itu masih setia duduk sofa mewah di depan televisi, setelah tadi keduanya selesai dengan acara makan malam.


Keduanya sepertinya sangat menikmati tontonan film action luar negri yang sesekali di bumbui adegan adegan percintaan di dalamnya.


Sesaat.


" kak ganti chanel nya " ucap Dinda yang duduk di samping pas dekat suami dengan posisi dirinya yang berada di dekapan sekertaris Revan saat ini.


" memang nya kenapa bukan kah kau sedari tadi menikmati film nya Din " jawab Revan yang menoleh ke arah Adinda.


" iya tadi tapi sekarang....kenapa adegan adegan nya seperti itu " jelas Adinda yang merasa malu sendiri melihat adegan tersebut di dalam film.


" kenapa... kau jadi menginginkannya lagi ya hem " goda Revan.


" tidak... siapa yang menginginkan nya " jawab Dinda menyangkal.


" Dinda kau tidak usah malu " goda pria tampan itu lagi yang berstatus suaminya.


" kakak apa sih, aku tidak berniat seperti itu " jawab Dinda sedikit kesal.


" begitu saja malu hehehe..... sayang jangan cemberut seperti itu kau tambah terlihat menggemaskan Dinda, membuatku menginginkan nya lagi " ucap Revan.


" heh alasan ini menggemaskan, itu menggemaskan semuanya menggem....... " jawab Dinda yang langsung keluar dari pelukan tangan sang suami yang sedikit berotot tersebut.


kemudian langsung menyilang kan kedua tangan nya di dada.


" emm....emm..... kakak jangan membungkam ku kau pikir aku anak kecil apa " ucap Dinda lagi yang bertambah kesal di buat nya.


" biarkan saja kau bawel sekali Dinda " jawab Revan yang kini sudah melepaskan bungkaman nya pada mulut sang istri.


" kakak sih " sedikit melirik ke arah Revan.


" kakak apa hah... " tanya Revan.


" n a k a l " jawab Dinda seolah olah mengeja dengan lidah nya menjulur keluar.


" kau yang nakal, untuk apa kau mengeluarkan lidahmu segala, oh aku tau supaya aku tergoda ya hehehe.... " godanya lagi.


" ah sudah lah lupakan pasti ujung ujung aku yang selalu di kambing hitamkan " jawab Dinda yang memang seperti itu kenyataan nya.


" hehehe.... kau sendiri yang memulai nya "


" terserah " ucap Dinda yang kembali memanyunkan bibir nya ke depan.


Dengan gerakan cepat sekertaris Revan langsung menarik tubuh Adinda yang berada di samping nya untuk beralih ke pindah pangkuannya.

__ADS_1


AKKHH.......


Teriak Dinda karena kaget dengan kelakuan suami yang tiba tiba.


" kak apa yang kau mau, memindahkan ku se enak nya di pangkuan seperti ini " ucap nya yang masih sedikit kaget.


" aku menginginkan mu baby " bisik Revan di telinga Adinda dengan nada suara yang terdengar sensual.


Sontak membuat gadis yang sedari tadi bawel itu terdiam kini pandangan keduanya bertemu, setelah sekertaris Revan membisikkan keinginannya.


GLEK.......


Adinda sedikit menelan ludah nya kasar.


Ia sedikit merinding dengan bisikan sekertaris Revan yang seolah mengajaknya untuk bercinta, dengan tatapan yang seakan menatap Adinda dengan pandangan tajam dan bergairah.


" kak.... kak... kakak, jangan menatap ku seperti itu " ucap Adinda yang sesekali menundukkan kepalanya pelan karena merasa sedikit takut akan tatapan penuh gairah tersebut dari pria tampan di hadapan nya saat ini, sambil kedua tangan nya yang bermain di bagian area kancing kemeja pendek milik sekertaris Revan di bagian atas.


Berbeda dengan gadis dua puluh tiga tahun itu, yang tak menyadari bahwa tingkah nya kini justru terlihat tambah menggemaskan di mata sekertaris Revan.


Yang kembali mengundang sang suami yang begitu mendambakan dirinya,


apalagi kedua tangan Adinda yang tak mau diam, yang sedari tadi menusuk nusuk pelan kancing bagian atas kemeja sekertaris Revan.


" kakak " suara Dinda terdengar begitu manja telinga Revan.


Akkhh... tatapan nya kenapa dia sedikit menakutkan, aku harus mencari ide gumam nya.


Sesaat ide mulai muncul di otak Adinda, dan kini gadis itu akan memulai rencananya, agar bisa kabur dari tatapan mesum sang suami.


'' Akhh... kakiku " pekik Adinda.


Sontak langsung mengundang rasa kekhawatiran sekertaris Revan.


" Dinda kakimu kenapa sayang heh "


" aw... aw... aw... aku tidak tau sayang, lepaskan sebentar pelukan mu, aku ingin melihat nya "


" biarkan aku saja yang melihat nya Dinda "


" tidak.. tidak... tidak kak biarkan aku saja sebentar singkirkan pelukan tangan mu di perutku " jawab Adinda


Sedangkan Revan langsung melepaskan pelukan nya tersebut untuk membiarkan sang istri melihat pergelangan kaki nya.


Sesaat Adinda pun mulai sedikit membungkuk untuk berpura-pura melihat pergelangan kaki nya tersebut.

__ADS_1


Ya gadis berparas ayu itu kini terlihat seperti sudah mengambil ancang ancang.


" bagaimana kaki mu Din " tanya Revan tiba tiba.


" sebentar kak " jawab Dinda sambil pura-pura mengelus keberadaan kaki nya yang terasa sakit.


satu.... dua.... kau harus berlari cepat Dinda...tiga...gumam nya.


WWWWRRRRRRR..................


Kini Dinda berlari secepat kilat menuju ke arah lantai atas meninggalkan sang suami sendirian di depan televisi.


" Dinda hei tunggu kau mau kabur ya " teriak sekertaris Revan dari arah sofa.


" hehehe.... maaf kak " teriak Dinda balik yang kini mulai menaiki anak tangga.


" awas kau ya... tunggu aku Dinda " teriak Revan dari lantai bawah dengan senyuman jahat nya karena sudah merasa di kerjai oleh sang istri.


" tidak... aku tidak mau " balas Adinda yang terus melangkahkan kakinya menuju lantai atas.


akhirnya aku selamat hah lega rasanya, aku kunci saja pintu kamar nya nanti kalau sudah sedikit lama aku akan membuka nya, pasti tatapan yang membuat ku merinding tadi sudah hilang gumamnya.


Sedangkan sekertaris Revan sudah mengejarnya dari belakang.


" kak seperti nya tenaga mu sedikit cemen hahaha... " ejek Dinda


" Dinda.. " ucap sekertaris Revan dengan nada penekanan.


" iya sayang marah ya hehehe... kau terlihat tampan sekali jika ngos ngosan seperti itu, ya sudah aku duluan ya selamat malam suami baruku " ucap Dinda yang serasa ucapan nya berniat mengejek sang suami yang tengah berlari mengejar nya tersebut.


awas ya kau Dinda lihat saja nanti, tepat sekali aku mencari istri yang sedikit menyebalkan gumam nya.


Berbeda dengan Adinda yang mulai masuk ke dalam kamar dan berniat menutup pintu kamar nya perlahan.


" Dada suamiku " ucap Adinda di sela sela pintu nya yang mulai tertutup rapat.


" Dinda tunggu Din, aku juga mengantuk, DINDA" panggil Revan yang berharap pintu kamar tak jadi di tutup oleh sang istri.


JEG GLEK......


handel pintu pun tertutup rapat.


Sejenak sekertaris Revan langsung menghentikan langkah nya setelah dirinya sampai di pertengahan anak tangga.


Hah sialan pintu nya tertutup juga, kau ini bagaimana sih Din kita ini pengantin baru kenapa jadi kucing kucingan seperti ini sih, tidak peka sekali jadi wanita monolog nya.

__ADS_1


Kini sekertaris Revan melanjutkan langkah nya menuju lantai atas dengan wajah terlihat lesu.


__ADS_2