
" memangnya aku memancing apa sayang " tanya Zahra yang sedikit penasaran.
" kau tau karena perkataan mu itu, sekarang aku jadi ikut terharu seperti dirimu tadi " jelas Bima yang membuat istrinya tiba tiba tersenyum.
" ah kau ini membuat diriku kepikiran saja, aku kira apa " ucap Zahra.
" sayang peluk aku lagi " ucap Bima tiba tiba.
" sayang kalau kau ingin berpelukan terus kapan kau akan memasangkan kalungnya padaku " jelas Zahra yang membuat suaminya sedikit tertawa.
" hehehe... iya baiklah sini aku pasangkan bumil sayang " jawab bima, kemudian segera mengambil kalung emas putih permata tersebut di tangan sangat istri.
kemudian Zahra pun sedikit mendekat ke arah sangat suami yang saat ini tengah berada di hadapannya tersebut.
sesaat kemudian
" sayang sudah selsai, kau terlihat sangat cantik dengan kalung yang saat ini menempel di leher jenjang mu itu " ucap Bima sambil memandang gadis cantik di hadapannya itu.
" memang iya " tanya Zahra
" iya Zahra " jawab Bima pelan sambil tersenyum ke arah sang istri
" Terima kasih sayang, ini semua kan karena dirimu "
" iya sayang, ya sudah sekarang kita ke rumah ibu, bukankah kau sangat merindukannya sayang " jelas Bima
" ya baiklah kalau begitu sayang " jawab Zahra
kemudian Bima pun mulai menghidupkan mesin mobil mewahnya tersebut, dan Bima perlahan mulai melajukan kendaraan super mewahnya itu dengan kecepatan sedang untuk membela jalanan perkotaan, yang saat ini tengah ramai itu.
lima belas menit kemudian.
" sayang mobilnya tidak bisa masuk, kau ku gendong saja ya, jalan nya becek, aku takut kau terpeleset sayang " jelas Bima yang memang jalan gang ke rumah Zahra sangat kecil dan becek maka dari itu Bima melarang istrinya.
" sayang aku jalan kaki saja, aku akan hati hati " ucap Zahra pelan dengan dirinya yang memang tak ingin merepotkan sang suami.
" Zahra " ucap Bima penuh dengan nada penekanan
" iya sayang, sekali ini saja ya " jawab Zahra sambil sedikit memohon.
" ya baiklah, tapi kau harus sangat sangat berhati-hati " sahut Bima.
" iya sayang, ya sudah ayo suamiku " ajak Zahra
" iya, sebentar aku akan membukakan pintunya sayang "ucap Bima
__ADS_1
" tidak usah sayang " jawab Zahra pelan yang memang dirinya tak ingin merepotkan sang suami karena menurutnya itu adalah hal sepele
" Zahra diam lah " ucap Bima sedikit kesal karena merasa istrinya sangat cerewet.
" ya baiklah " jawab Zahra yang kemudian memilih mengalah.
kemudian lelaki tampan tersebut mulai keluar dari dalam mobil sport hitam nya itu, kemudian mengitari mobil mewahnya untuk segera membukakan pintu untuk Zahra.
" silahkan tuan putri " ucap Bima sambil membukakan pintu mobil sport hitam miliknya tersebut.
" hehehe... kau ini ya " jawab Zahra sedikit tertawa, kemudian gadis cantik itu perlahan ke luar sari dalam mobil sport hitam milik sang suami.
kemudian kedua pasang suami istri itu berjalan menyusuri gang kecil tersebut dengan perlahan untuk segera menuju rumah kedua orang tua Zahra.
sesaat kemudian.
kini kedua pasang suami istri itu telah sampai di teras depan rumah ibu Zahra.
" assalamu'alaikum ibu " ucap Zahra dari depan teras rumah ibunya tersebut.
" waalaikum salam, Zahra, nak Bima " jawab bu Fatma yang sedikit terkejut akan kedatangan anak dan menantunya itu.
" iya bu, Zahra rindu sama ibu " ucap Zahra sambil memeluk tubuh ibunya.
" Ibu juga rindu nak sama kamu " jawab bu Fatma sambil mengelus lengan Zahra anaknya.
" iya bu " jawab Zahra.
dan kemudian perlahan kedua wanita antara anak dan ibu itu saling melepaskan pelukannya .
" sayang ayo masuk " ucap Zahra kepada sang suami, yang sedari tadi lelaki tampan itu memandangi kedua wanita yang saling menyalurkan kerinduannya tersebut.
" iya sayang " jawab Bima sambil tersenyum.
" oh iya ayah kemana bu " tanya Zahra kepada bu Fatma.
" ada di belakang , sebentar ibu akan memanggil ayah nak "
" jangan bu, biar Zahra saja ke belakang, biar kejutan hehehe.... " ucap Zahra yang sedikit tertawa.
" kau ini ya masih sama saja seperti dulu, tidak ada berubah nya Zahra " ucap bu Fatma kepada satu satunya anak gadis nya tersebut.
" iya bu, Zahra kan tetap anak ibu, mana mungkin Zahra berubah "
bu Fatma geleng geleng kepala sambil tersenyum mendengar ucapan anak gadisnya itu.
__ADS_1
" oh iya nak, bagaimana kehamilan kamu Zahra, apa kamu tetap mual mual nak " tanya bu Fatma.
" iya bu, mual nya sudah jarang, tetapi Zahra tetap sering minta yang aneh aneh hehehe... "
" hehehe... itu wajar sayang namanya ibu hamil"
" iya bu, bu adek kemana "
" adek kamu sibuk main kalau minggu seperti Zahra "
" oh begitu ya bu, setiap Zahra kesini pasti tidak pernah ketemu sama adek "
" adek kamu kan baru abg nak, jadi gitu ilang ilang terus "
" iya juga ya bu "
sedangkan dari belakang pak Anwar yang merasa penasaran itu, kemudian memutuskan untuk masuk ke dalam rumah setelah itu menuju ruang tamu dan betapa kagetnya dia, ternyata tamunya adalah anak gadis kesayangannya itu, yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu tersebut.
" bu siapa tamunya " ucap pak Anwar yang saat ini tengah menuju ruang tamu.
sesampainya di ruang tamu.
" Zahra, nak Bima, kalian kenapa tidak bilang sama ayah kalau mau kesini " ucap pak Anwar yang sedikit syok akan kedatangan kedua tamu yang tak lain adalah anak gadisnya dan menantunya tersebut.
" iya yah Zahra kesini karena Zahra merasa sangat rindu sama ayah dan ibu, tapi Zahra hanya sebentar " jelas Zahra
" emm,.. anak ayah ini, memangnya kenapa sebentar nak "
" nak Bima maaf kalau anak ayah sedikit merepotkan kan " ucap pak Anwar kepada sang menantu.
" tidak sama sekali ayah, kerena Zahra adalah istri saya, dan sepatutnya saya membahagiakan dia, dan menuruti ke keinginan nya, dan kami saat ini hanya bisa sebentar, karena Zahra sedari pagi menginginkan gula kapas maka dari itu saya segera mencarinya dan juga sekaligus mampir ke sini ayah tadi " jelas Bima panjang lebar.
" Terima kasih nak Bima, ayah percaya sama kamu, kalau kamu akan membahagiakan anak gadis ayah satu satunya, memangnya mau mencarinya di mana nak "
Bima tersenyum mendengar perkataan mertua laki lakinya itu.
" tidak tau ayah ini kami masih mencarinya "
" ya..ya..ya ada saja ya keinginan wanita hamil, bu buatkan mereka minum "
" ya Allah ayah, ibu sampai lupa ke enakan mengobrol, sebentar ya nak " jawab bu Fatma yang baru saja akan berdiri dari kursi kecil yang saat ini tengah ia duduknya tersebut.
" tidak usah repot repot bu, Zahra hanya sebentar, kan sebentar lagi Zahra balik "
" iya ayah ibu tidak usah repot repot, oh iya bagaimana usaha laundry nya ayah " tanya Bima kepada sang mertua.
__ADS_1
" alhamdulillah nak Bima sekarang berjalan lancar, dan hari ini sedang libur para karyawan ayah " jelas pak Anwar yang memang usaha laundry nya kini mulai berjalan karena pengaruh suami dari anaknya tersebut.