Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
sepulang dari restoran


__ADS_3

Beberapa saat kemudian.


Kedua pasang suami istri telah selesai dengan ritual makan malam nya di restoran, dan kini mulai bergegas meninggalkan restoran mewah tersebut yang teryata adalah milik sekertaris Revan sendiri.


" sayang apalagi yang kau ingin kan "


" tidak ada kak "


" kau tidak ingin belajar atau yang lain nya misal nya "


" emm....apa ya "


" lingerie misal nya "


" kakak kau mulai lagi "


" hehehe... aku bercanda, ya sudah masuk saja dulu ke dalam mobil nanti kita putuskan mau kemana selanjutnya "


" ya baiklah "


dengan tiba sebuah suara mengagetkan Adinda dari belakang entah siapa itu.


" Adinda " panggil seseorang dari arah samping mobil sport nya.


Sontak Adinda menoleh ke arah yang punya suara tersebut.


" maaf siapa ya " tanya Adinda dengan sedikit mengerutkan kening nya.


" kau lupa ya Aku Joe ya memang dulu kita tak jadi kencan karena kau membatalkan nya, kita teman online yang sempat dekat Dinda apa kau ingat "


" Astaga Joe ini kau "


" iya aku.. Dinda kau sangatlah cantik aslinya dari pada di foto "


" hehehe.... Terima kasih Joe kau bisa saja, ya sudah Joe aku duluan "


" Dinda tunggu kenapa nomor ponsel mu tak bisa di hubungi "


" ah.. itu ...em...a....ponselku hilang Joe "


" aku boleh meminta nomor ponsel mu yang baru "


" emm... a... anu... em... a "


TIN... TIN... TIN....


bunyi klakson mobil sport mulai mengagetkan ke-dua nya.


Sedangkan Revan yang sedari tadi di dalam mobil kemudian langsung keluar dari dalam mobil sport nya karena dirinya sedari tadi sang istri tak kunjung masuk ke dalam, dan dirinya baru menyadari bahwa Adinda tengah berbicara dengan seseorang pria di dekat pintu mobil mewah nya.

__ADS_1


Kini sekertaris Revan mulai mendekat ke arah Adinda yang tengah berhadapan dengan seorang pria berparas tampan.


Siapa pria ini berani sekali kau Din gumam Revan.


Akhh... mati aku sekarang, kau harus bagaimana sekarang pasti dia akan marah besar gumam Adinda.


" Sayang ayo masuk, siapa dia Din " ucap Revan


" aaaa..... dia.. dia... Joe kak " jawab Dinda terbata bata.


" oh.... perkenalkan aku Revan suami Adinda " ucap Revan kemudian langsung mengulurkan tangan nya ke depan menjabat tangan Joe dengan dirinya yang merasa bangga.


" Aku Joe teman Adinda, jadi ini suami Dinda pas sekali kau memilih nya Din " ucap Joe lagi.


" ya Terima kasih Joe "


" selamat ya atas pernikahan kalian " ucap Joe dengan mengembangkan senyuman


" ya Terima kasih " jawab sekertaris Revan dingin.


" ya sudah sampai bertemu kembali, sampai jumpa " pamit pria berparas tampan.


" iya Joe "


Pria itu pun kemudian segera bergegas pergi dari hadapan kedua pasang suami istri tersebut menuju ke dalam restoran mewah yang tak lain milik suami dari Adinda.


" masuk " ucap Revan dengan nada dinginnya.


Dinda tak menjawab nya langsung masuk masuk kedalam mobil sedangkan sekertaris Revan juga langsung mengitari mobil sport nya dan segera masuk ke dalam.


sekejap setelah keduanya sudah masuk dan pintu mobil sudah tertutup rapat.


Keadaan kembali hening, tak ada satu pun percakapan diantara kedua nya.


Sekertaris Revan kembali menghidupkan mesin mobil nya kemudian langsung menancapkan pedal gas nya meninggalkan area restoran.


Sedangkan Adinda harap harap cemas dengan kedua tangan nya yang sedari tadi ******* ***** ujung gaun miliknya.


Aku harus bagaimana, sedangkan aura di dalam mobil ini mulai panas dan menakutkan, aku takut dia pasti sangat marah padaku dia kan cemburuan, kenapa dia sangat menakutkan sekali sih jika sudah dalam keadaan seperti ini gumam Adinda.


apa aku pura pura tertidur saja, ah ya sebaik nya seperti itu biar saja dia marah nya paling besok hehehe..... gumam Dinda lagi.


Akhirnya Dinda mulai berpura pura tertidur di dalam mobil sport nya tersebut.


Dinda ayo tidur pejamkan matamu dengan benar, tidur...tidur... tidur saja sekalian supaya rasa takut mu hilang gumam adinda lagi dan lagi.


Perlahan Adinda mulai memejamkan kedua matanya, dengan kedua keadaan tangan nya yang masih berkeringat dingin.


Beberapa saat sekertaris Revan sedikit melirik ke arah sang istri yang di rasa tak ada pergerakan sama sekali sedari tadi itu.

__ADS_1


Dia sudah tertidur rupanya, gampang sekali tidur nya setelah tadi membikin ulah gumam Revan.


Lima belas menit kemudian.


Mobil sport yang mereka kendarai baru saja masuk ke dalam pekarangan rumah mewah nya, tepatnya menuju masuk ke dalam bagasi luas tersebut.


Setelah mesin mobil mati, perlahan sekertaris Revan mulai melepaskan sit bel nya kemudian melirik ke arah sang istri.


seutas senyuman terbit dari bibirnya.


Perlahan tangan Revan mulai menepuk pelan pipi sang istri.


Din Dinda bangun sayang sudah sampai, aku sudah tak marah padamu Dinda, tapi kau nanti harus mendapatkan hukuman dariku di atas ranjang hehehe....ucap nya yang sesekali kembali menepuk pelan pipi cabi milik Adinda sambil sedikit tertawa.


Dia memang benar-benar sudah tertidur rupanya ucap nya lagi.


Perlahan Revan mulai turun terlebih dahulu kemudian segera menggendong tubuh Adinda dari pintu mobil bagian samping di mana Adinda duduk.


Sesaat gadis bermata bulat serta memiliki bibir tipis tersebut kini berada di gendongan sekertaris Revan yang mulai memasuki rumah mewah nya menuju lantai atas tepatnya di kamar pribadi keduanya.


JEG GLEK....


bunyi pintu kamar yang baru saja di buka pria tampan itu.


Dengan segera sekertaris Revan membawa tubuh sang istri yang tengah tertidur menuju arah ranjang.


Perlahan Revan mulai menaruh tubuh Adinda di atas ranjang empuk nya.


Di kecup nya kening Adinda dengan sangat lembut.


Cup


satu kecupan mendarat di kening gadis yang saat ini benar benar tertidur pulas tersebut.


Aku mencintaimu Dinda ucap Revan penuh dengan ketulusan sambil menatap wajah cantik Adinda yang begitu terlihat damai.


beberapa saat setelah puas menatap wajah sang istri sekertaris Revan berniat juga ingin segerakan membaringkan tubuh nya di samping Adinda.


Perlahan setelah berada di samping Adinda Revan langsung memiringkan tubuh nya menghadap pada sang istri kemudian menaruh sedikit kepalanya di bagian leher Adinda tangan nya mulai memeluk pinggang Adinda dengan begitu posesif nya seolah olah tak ingin memberi jarak sedikit pun kepada sang istri untuk bergerak.


Ya sekertaris Revan kini terlihat seperti anak kecil yang ingin sekali di manja oleh sang ibu, yang seperti tak ingin jauh jauh di lihat nya.


Padahal aku ingin sekali menghukum mu di atas ranjang ini Din kau malah tertidur, baiklah sebaiknya aku ikut tidur juga supaya pagi pagi besok saat aku memberi hukuman padamu stamina ku kuat hahaha...


monolog sekertaris Revan.


Kemudian perlahan mulai memejamkan kedua matanya di dekat leher sang istri.


Berbeda dengan Adinda yang tadi nya ingin sedikit berpura-pura akhirnya terlelap sungguhan seperti kemauan nya tadi untuk menghindar dari amukan sang suami posesif nya.

__ADS_1


__ADS_2