Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 98


__ADS_3

kemudian Bima langsung berlari mengikuti istrinya dari belakang menuju kamar pribadinya itu.


sesampainya di kamar pribadi miliknya dan Zahra.


" sayang kau dimana " ucap Bima yang mencari cari keberadaan sang istri.


" Zahra " panggil Bima lagi.


kemudian sesaat kemudian Bima mendengar suara dari arah kamar mandi.


huekkk....


huekkk... uhuk ... huekkkk....


" sayang kau disini " ucap Bima yang melihat istri nya berada di depan wastafel kamar mandi tersebut, dengan pintu kamar mandinya yang terbuka saat ini.


setelah itu Bima langsung masuk ke dalam sana karena merasa sangat khawatir terhadap wanita kesayangannya saat ini.


beberapa saat kemudian perut Zahra kembali mual dan...


huekkk..


Zahra mulai memuntahkan lagi isi perutnya.


" Zahra kau kenapa sayang hem " ucap Bima yang saat ini membantu memijat leher istrinya yang sedang muntah muntah itu, dengan sangat telaten.


Hu.. eeeeekkkkkk...


" sayang jangan di sini keluarlah, apa kau tidak jijik hah, aku tidak apa apa badanku saja yang tidak enak "


" sayang apa yang kau katakan hah, mana mungkin aku jijik pada wanita yang selama ini sangat aku cintai sayang "


jawab Bima sambil mengusap keringat istrinya yang mulai keluar dari keningnya itu kemudian membelai pipi istrinya sambil tersenyum.


Zahra tersenyum mendengar perkataan suaminya.


kemudian


dan lagi lagi


huuuuu... ekkkk.... weekkk.........


" sayang kita ke rumah sakit ya " ucap Bima karena merasa melihat istrinya menghawatirkan saat ini


" tidak, tidak perlu " jawab Zahra dengan surat yang mulai lemas sambil memegangi perut nya.


Dan dengan tiba tiba Bima kemudian langsung menggendong tubuh istrinya menuju ranjang king size nya itu.


" sayang apa yang kau lakukan "


" shtttttttttttttttt...... sayang diamlah sebentar aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini Zahra"


sesampainya di ranjang.


Perlahan Bima menaruh tubuh istrinya di ranjang empuk nya.


setelah menaruh tubuh istrinya di atas ranjang tersebut Bima langsung pergi ke arah tempat di mana kotak p3k di simpan, kemudian Bima langsung mencari minyak kayu putih untuk segera dia oleskan di perut rata Zahra.

__ADS_1


" sayang sebentar aku akan memberi minyak di perut mu, agar perutmu terasa hangat "


Zahra hanya menganggukkan kepalanya pelan.


dan Bima pun mulai mengoles perut rata Zahra dengan minyak penghangat tersebut.


" Zahra apa perut mu sedikit hangat sayang " tanya Bima


Zahra mengangguk pelan dengan kedua matanya yang terlihat sayu.


" sayang temani aku tidur " ucap Zahra pelan sambil memandang suaminya yang berada di sisi ranjang itu.


" iya baiklah sayang, sekarang pejamkan matamu perlahan "


Zahra hanya diam dengan tubuhnya yang merasa lemas, perlahan kedua matanya mulai terpejam dengan sempurna.


Akhirnya kau tertidur sayang ucap Bima.


cup


cium Bima di kening sang istri.


setelah itu dirinya ikut tertidur di samping Zahra sambil memeluk posesif tubuh istrinya tersebut, dan malam ini kedua nya tertidur tanpa melakukan adegan panas seperti malam malam sebelum nya.


ke esokan paginya.


06.00 wib


kedua pasang suami istri itu kini masih setia memejamkan matanya, padahal seperti biasa jam sekian Zahra dan Bima sudah mulai bangun, tetapi berbeda hari ini.


sesaat kemudian


Zahra perlahan mulai membuka kedua matanya.


baru saja akan bangun dan akan memindahkan tangan berotot itu dari tubuhnya tiba-tiba......


huhu....... huekkkk...


dan langsung Zahra menghempaskan tangan berotot itu dari tubuhnya kemudian segera berlari menuju wastafel yang berdasarkan di dalam kamar mandi.


dan lagi.


huekkkkkk......


huekkkkk.....


Bima yang masih tertidur sontak langsung membuka kedua matanya karena mendengar sesuatu di telinga kalau sang istri mulai lagi muntah muntah seperti kemarin malam.


kemudian Bima segera berlari menuju ke dalam kamar mandi dan membantu sang istri memijat lehernya.


" sayang apa sudah baikan " tanya Bima di sela sela istrinya mulai berhenti memuntahkan isi perutnya itu.


" sayang, aku...... "


huekkk....


huekkkk....

__ADS_1


setelah itu Zahra mulai berhenti memuntahkan isi perutnya di rasa sedikit mendingan.


" sayang ayo aku bantu ke ranjang " ucap Bima kemudian langsung menggendong tubuh istrinya perlahan menuju ranjang empuknya tersebut.


sesampainya di ranjang perlahan lelaki tampan itu menurunkan tubuh sang istri.


" sayang sekarang kau jangan bekerja ya temani aku di sini, aku ingin bersamamu sehari saja ya " ucap Zahra yang merasa ingin sekali di temani suami tampan nya itu.


sedangkan Bima merasa kegirangan karena istrinya kali ini berharap ingin di temani nya seharian.


" iya sayang dengan senang hati, hari ini tidak akan pergi ke kantor " jawab Bima dengan raut wajah begitu bahagia.


" terimakasih suami ku, sayang apa boleh aku memegang itu " ucap Zahra sambil menunjuk dada bidang yang masih tertutup piyama abu abu milik suaminya itu.


Bima tersenyum.


" sangat boleh " jawab Bima kemudian segera menaiki ranjang nya dan kembali berbaring kemudian membalikkan tubuhnya menghadap pada Zahra dengan satu lengannya sebagai tumpuan kepala istrinya.


" sayang mendekat lah sedikit , agar kau leluasa memegang milikmu ini " ucap Bima kemudian mengambil satu tangan istrinya dan menampilkan di dada bidangnya tersebut.


sedangkan Zahra tersenyum.


" sayang kau tau rasanya, saat ini aku ingin sekali kau berada di dekat ku seharian ini, aku tidak tau kenapa aku sangat menginginkan sekaki memegang dada ini "


ucap Zahra sambil tangan nya yang mengelus dada bidang milik suami nya.


Bima terus tersenyum sambil mendengarkan perkataan Zahra.


Dengan pandangannya yang sedari tadi menatap wajah cantik milik Zahra yang berada tepat di hadapannya saat ini, karena jarak keduanya sangat dekat saling berhadapan satu sama lain.


" sayang perasaan ku mengatakan kalau dirimu sekarang mungkin sedang hamil "


" apa,.. sayang kenapa pikiran mu sampai kesitu, aku hanya tidak enak badan biasa itu saja, dan aku juga tidak begitu faham tentang....tapi tunggu sayang bulan kemarin aku belum kedatangan tamu bulanan " jelas Zahra dengan di akhir kalimatnya seperti memikirkan sesuatu itu.


" sayang apa jangan jangan... " sahut Bima tiba tiba yang juga saling menerka-nerka.


keduanya kini saling pandang dan saling tersenyum.


" sayang bagaimana kalau kita tes saja " ucap Bima lagi.


" tetapi kalau hasilnya negatif bagaimana " jawab Zahra karena takut hasilnya mengecewakan sang suami.


" tidak apa apa, kita kan masih bisa membuatnya setiap malam " sahut Bima dengan enteng nya.


" sayang jangan katakan lagi aku merasa malu sendiri mendengar nya "


Bima terkekeh kemudian sedikit tersenyum.


" iya iya baiklah aku tidak akan mengatakan nya lagi "


" ayo sayang aku gendong ke kamar mandi, kita tes di sana "


Zahra menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


kemudian Bima mulai menggendong tubuh Zahra menuju kamar mandi dan mendudukkan bokong Zahra di atas closed.


" sayang sebentar aku akan mengambilkan tes kehamilan yang kemarin kita beli "

__ADS_1


" iya baiklah sayang "


setelah itu Bima kembali keluar dari dalam kamar mandi untuk segera mengambil tes kehamilan yang kemarin ia beli bersama istrinya itu.


__ADS_2