
kemudian tak beberapa lama, Bima di sapa oleh seorang wanita.
" Bima kau di sini " sapa wanita bertubuh tinggi putih bak model itu.
dan Bima pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya dari samping.
" hey Hanna, apa kabar, kapan kau datang "
jawab Bima kepada mantan teman kuliahnya dulu di luar negri itu, dan keduanya berpelukan pertanda persahabatan karena memang di luar negri itu adalah hal yang sudah biasa.
" aku baik baik saja, aku baru kemarin datang dari luar negri, seperti nya kita lama sekali ya tidak berjumpa " ucap wanita blasteran itu
" ya seperti itulah kira - kira "
" aku lihat kau sekarang telah sukses Bim, dan market place mu di mana-mana "
" ah kau bisa saja, apa kegiatan mu sekarang "
" Oh aku sibuk membintangi iklan di luar negri Bim, dan disini aku hanya mampir saja ke rumah orang tuaku "
" oh begitu ya " ucapnya sambil manggut-manggut.
sedangkan ponsel di dalam saku celananya bergetar tetapi Bima tidak menghiraukannya, karena memang ke asik kan mengobrol dengan temannya yang sudah lama tak bertemu itu.
" apa kau sudah menikah Bim "
" ya aku sudah menikah hanna, kalau kau "
" wah kenapa kau tidak mengundangku, aku belum menikah bima, aku masih mencari tetapi belum menemukan nya "
" aku memang belum mengumumkan nya kepada public, aku tidak ingin istriku di ketahui semua orang karena dia sangat pemalu aku takut akan membuatnya risih, dan karena dia hanya milikku Hanna "
" apa kau sangat mencintainya Bim "
" ya kau benar sekali Hanna, ya sudah aku duluan ya, hati - hati Hanna "
" iya bim kau juga "
dan Hanna pun melambaikan tangannya kepada mantan sahabatnya itu.
dan setelah itu Bima berjalan ke arah istri nya di bangku kecil, tetapi Bima melihat di bangku itu sudah kosong.
sayang kau di mana, ucap Bima yang mulai bingung mencari keberadaan istrinya.
Bima pun mulai mengambil ponsel yang berada di saku celananya, dan Bima pun mulai melihat layar ponselnya ada satu pesan masuk di sana.
Dan Bima pun mulai membukanya,
dari * istri tercinta *
* teruskan saja pelukanmu, aku akan pulang sendiri sepertinya kau sangat cocok dengan wanita itu *
astaga pasti dia melihatku berpelukan dengan Hanna meskipun itu hal yang biasa di luar negri, tetapi berbeda dengan di sini, apalagi Zahra yang masih polos, sayang aku tau kau pasti marah padaku, kau kemana sayang Bima bermonolog sendiri sambil mondar mandir mencari istri kesayangannya itu.
sebaiknya aku segera pulang, dia bilang akan pulang sendiri, apa sebegitu kesal dia padaku, aku harus menghubungi Hendra dan sekertaris Revan, lebih baik seperti itu dulu, lagi lagi Bima bermonolog sendiri sambil melangkahkan kakinya keluar dari mall besar miliknya itu.
kemudian Bima mulai menghubungi Hendra adiknya, karena memang nomor Zahra sudah tidak bisa di hubungi lagi, kemudian Bima kembali melanjutkan panggilannya kepada Hendra dan beberapa saat kemudian panggilan terhubung.
__ADS_1
" ya halo kak "
" kau melihat istriku pulang Hen "
" tidak ada kak, kata pak tejo tadi Zahra keluar bersama kakak kan "
" iya memang dia tadi bersamaku dan sekarang dia kesal padaku, dan dia meninggalkanku "
" astaga "
" ya sudah jika kau melihat dia sudah pulang, kau hubungi aku kau mengerti "
" iya kak baik "
dan panggilan pun terputus.
sedangkan Hendra hanya geleng-geleng kepala.
Zahra kau berani sekali membuat kakakku bingung sampai seperti itu, aku saja sebagai adiknya takut, aku memang harus ku acungi jempol Za, tidak sia - sia aku merelakan mu untuk kakakku yang sangat mencintaimu itu Hendra terus bermonolog sendiri setelah panggilan telfonnya terputus.
sedangkan Bima yang mulai mengendarai mobilnya sportnya yang berada di depan mall itu, kini dirinya mulai menghubungi sekertaris Revan sambil mengendarai mobilnya yang mulai keluar dari wilayah mall, dan beberapa saat kemudian panggilan pun terhubung.
" halo sekertaris Revan "
" ya halo tuan "
" cepat cari istriku segera, dia menghilang Van, dan sekarang aku tidak tau keberadaannya di mana "
" baik tuan "
dan panggilan pun terputus.
" halo "
" ya tuan bisa saya bantu " jawab Ardi yang tak lain orang suruhan sekertaris Revan.
" kau cari istri tuan Bima yang menghilang di daerah dekat mall terbesar milik tuan Bima " perintah sekertaris Revan.
" baiklah tuan saya akan mengerahkan seluruh anak buah saya " jawab Ardi lagi
" bagus, cepat lakukan Ar aku percaya padamu "
" baik tuan " jawab Ardi
dan panggilan pun terputus.
kini orang-orang suruhannya mulai untuk mencari keberadaan nona mudanya itu, dan semua anak buahnya yang kira berjumlah tiga puluh orang itu pun mulai menyebar mencari keberadaan istri atasannya itu.
dan sekertaris Revan tidak tanggung tanggung menghubungi seluruh pihak berwajib untuk ikut mencari keberadaan nona mudanya saat ini.
sedangkan di tempat lain
kini Zahra melangkahkan kakinya sambil mengomel sendiri di tepi jalan, karena dirinya masih merasa kesal kepada suaminya.
karena dirinya merasa haus, kemudian zahra masuk ke sebuah toko jus di pinggir jalan.
Dan karena dia anak dari seseorang yang sederhana dia jadi tidak merasa malu kalau sekedar masuk ke toko jus kecil di pinggir jalan itu saja meskipun dirinya sekarang telah menjadi istri dari seseorang lelaki yang sangat kaya, karena itu juga sudah kebiasaanya.
__ADS_1
" mbak jus apelnya satu ya "
" iya mbak di tunggu sebentar ya "
setelah Zahra masuk kedalam toko jus itu, ada beberapa mobil polisi yang lewat di depannya dengan sirine yang berbunyi tiada hentinya
" mau kemana ya mobil polisi - polisi itu, kenapa banyak sekali " ucapnya sendiri.
" iya juga ya mbak mungkin sangat penting mbak makannya banyak sekali "
" iya juga mbak, ya sudah berapa mbak jus apelnya sepuluh ribu mbak "
" ini mbak " ucap Zahra memberikan uang satu lembar berwarna merah kepada pelayan toko jus itu.
" sebentar mbak ini kembaliannya " ucap pelayan toko jus itu yang melihat Zahra meninggalkan toko tersebut.
" sudah mbak ambil saja " jawab Zahra di sela sela langkahnya.
" Terima kasih mbak "
mbak itu seperti nya anak orang kaya batin mbak mbak pelayan toko jus itu.
Dan di tengah langkahnya Zahra berhenti karena melihat banyak lelaki bertubuh gempal memakai setelan berwana hitam, seperti mencari seseorang.
kemudian Zahra melangkah kan kakinya perlahan dan menundukkan kepalanya tepat ketika melewati segerombolan lelaki bertubuh gempal itu.
bukankah itu nona Zahra ucap salah satu anak buah Ardi itu.
sepertinya iya, ayo kita ikuti gadis itu.
dan Ardi pun mulai menghubungi sekertaris Revan, beberapa saat kemudian panggilan terhubung.
halo tuan saya sudah menemukan nona Zahra tuan, saat ini nona Zahra tengah berjalan ke arah jalan ke mansion tuan.
" bagus, aku akan segera tuan muda "
" baik tuan "
dan panggilan pun terputus.
sedangkan Bima kini mengelilingi seluruh jalan untuk mencari keberadaan Zahra, karena takut Zahra tidak ke arah jalan untuk pulang,
beberapa saat kemudian ponsel milik Bima berbunyi.
kemudian Bima langsung mengangkatnya tanpa melihat layar di ponselnya.
" halo sayang kau dimana hah "
" maaf tuan ini saya "
" oh kau ternyata, kau sudah menemukan Zahra ku heh "
" sudah tuan nona Zahra berjalan kaki si tepi aspal menuju arah mansion tuan "
" baiklah kalau begitu, sayang akhirnya aku menemukanmu "
sedangkan di tempat lain yaitu tempat Zahra yakni tepatnya di pinggir jalan beraspal.
__ADS_1