Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 42


__ADS_3

sedangkan Zahra dan Hendra kini telah sampai di tempat toko bunga, mereka mulai turun dari mobil mewah itu, kemudian memasuki sebuah toko bunga hidup yang sangat besar.


" Za kamu suka yang mana, pilih saja Za " ucap Hendra.


" iya Hen aku lihat - lihat dulu sebentar ya, sepertinya bagus - bagus ya Hen, aku betah disini " jawab Zahra sambil melihat kanan kiri melihat berbagai macam indahnya bunga yang berjajar rapi, kemudian tersenyum ceria.


Hendra yang melihat senyum Zahra yang sangat ceria itu, kini dirinya ikut tersenyum.


ingat Hen Zahra sekarang istri kakakmu, lupakan dia kamu harus bisa gumamnya dalam hati.


" Hen aku yang mawar, putih sama satu lagi bunga lily yang ada pojok itu " ucap Zahra kepada Hendra


karena tak mendapat sahutan akhirnya menoleh ke arah Hendra.


dan ternyata Hendra sedari tadi hanya bengong.


" Hen kenapa kamu bengong " ucap Zahra sambil menggoyangkan bahu Hendra.


" Oh iya Za kamu pilih yang mana "


" tadi kamu bengong sih jadi tidak mendengar ku pilih yang mana "


" maaf Za "


" ya sudah pak saya beli yang tadi teman saya ini pesan ya "


" baik mas " jawab pelayan toko bunga


kemudian membungkus kan berbagai macam bunga yang Zahra pilih sedari tadi.


" cuma itu saja Za, kenapa sedikit sekali, segitu ya kurang Za "


" ya sudah aku memilihnya lagi bagaimana, apa boleh " ucapnya polos


" boleh dong Za sudah kamu ke sana pilih sesuka kamu bunga apa saja "


" kamu baik sekali Hen, tapi terlalu banyak juga tidak baik Hen "


" ya sudah terserah kamu saja Za " ucap Hendra lagi.


" baiklah " jawab Zahra


kemudian Zahra melangkahkan kakinya untuk memilih bunga yang ia sukai, karena Zahra sangat gemas melihat berbagai macam bunga di sana.


beberapa saat kemudian


" Hen aku sudah selesai " ucap Zahra


" baiklah kalau begitu " sahut Hendra


kemudian Hendra memanggil pelayan toko bunga itu untuk membungkus berbagai macam bunga yang di pesan Zahra, dan Hendra memberi beberapa lembar uang kepada pelayan toko itu.

__ADS_1


setelah itu Hendra dan Zahra pun melangkahkan kakinya menuju mobil mewahnya untuk pulang ke mansion karena sudah di rasa tidak ada yang di perlukan lagi.


Mobil mewah itu pun kini mulai menancapkan pedal gasnya membelah keramaian jalanan perkotaan yang begitu padat kendaraan, dan di ikuti mobil di belakangnya yang membawa pesanan bunga milik Hendra dan Zahra yang di pesan nya tadi di toko bunga tadi, tak beberapa lama kemudian mobil mewah yang mereka tumpangi itu pun kini telah sampai di pekarangan mansion.


mobil pun berhenti di depan pintu besar mansion, kemudian sopir pribadi itu mulai membuka pintu mobil untuk atasannya.


" silahkan tuan muda, nona " ucap pak sopir


" hem " jawab Hendra singkat


sedang kan Zahra menanggapi dengan senyuman.


mereka berdua pun melangkahkan kakinya memasuki mansion, dan kemudian mereka pun langsung ke taman belakang mansion dan di ikuti para pelayan yang membawakan berbagai macam bunga yang mereka pesan tadi untuk di tanam di sana.


" baru kali ini aku taman belakang, di sini luas sekali ya Hen, aku suka disini bisa menghirup udara segar " ucap Zahra


"memangnya kamu tidak pernah ke sini sama sekali Za " tanya Hendra.


" tidak sama sekali Hen " jawab Zahra memperjelas ucapannya.


" kamu kemarin kemana saja, kamu kan hampir satu bulan menikah dengan kakakku Za "


" iya sih Hen, tetapi aku jarang sekali keluar mansion Hen bahkan keluar dari kamar saja aku jarang "


" pasti kamu " goda Hendra kepada Zahra


" apa sih Hen jangan aneh - aneh ya " jawab Zahra yang mulai malu karena perkataan adik suaminya itu


kemudian keduanya pun mulai tertawa sampai terbahak-bahak dan saling bercanda tawa satu sama lain , sambil menunggu para pelayan selesai menaruh bunga pesanannya di taman belakang.


sedangkan pak Tejo yang sedari tadi melakukan pekerjaan nya itu kemudian melihatnya kedua atasannya itu tertawa bercanda bahagia,


dan Pak Tejo pun mulai menghubungi seseorang yang tak lain adalah sekertaris Revan beberapa saat kemudian panggilan pun terhubung.


" halo tuan "


" ya halo "


" tuan nona Zahra sekarang telah pulang dari membeli bunga untuk nona Zahra tanam di taman belakang, dan nona Zahra juga juga tertawa lepas bersama tuan Hendra tuan "


" bagus, lanjutkan pekerjaan mu "


" baik tuan " ucap pak Tejo


kemudian panggilan pun terputus


setelah semua pelayan selesai menaruh pesanan bunga milik atasannya itu, kini Zahra dan Hendra mulai menanam satu persatu macam - macam bunga yang mereka beli.


sedangkan di tempat lain kini sekertaris Revan akan melaporkan sesuatu hal yang baru saja di sampaikan oleh kepala pelayan yang tak lain adalah pak Tejo.


" tuan, nona Zahra sekarang sudah tiba di mansion setelah pergi dari membeli bunga, untuk nona tanam di taman belakang mansion bersama tuan muda Hendra, dan nona sepertinya sangat bahagia tuan tadi bersama tuan muda Hendra, nona sampai tertawa terbahak-bahak di taman belakang " jelas pak Tejo.

__ADS_1


" bagus, pantau terus sampai tuan muda pulang dari luar negri " jawab sekertaris Revan.


dan panggilan pun terputus.


tak beberapa lama kemudian, setelah Zahra berdiam di taman belakang sambil menanam bunga - bunganya itu, kini pak Tejo yang sedari tadi menyelesaikan tugasnya pun mendapat kiriman sesuatu dari satpam mansion untuk di sampaikan kepada nona mudanya dan ternyata kiriman itu adalah dari tuan mudanya sendiri untuk istri nya.


sebuah kotak dari anyaman kayu dan di tambah pita putih di atasnya begitulah kira - kira hadiah yang saat ini untuk Zahra.


kemudian pak Tejo pun mulai menghubungi seseorang lagi dengan benda tipisnya itu karena ini menyangkut nona mudanya, tak beberapa lama kemudian panggilan pun terhubung.


" halo tuan "


" ada apa lagi "


" begini tuan, hadiah dari tuan muda untuk nona Zahra sekarang sudah sampai tuan, dan saya akan memberikannya langsung kepada nona, apa perlu saya video kan nona Zahra ketika menerima kado dari tuan muda ini tuan " tanya pak Tejo panjang lebar pada sekertaris Revan.


" bagus pak Tejo, dan segara kirimkan video itu secepatnya " sahut sekertaris Revan.


dan panggilan pun terputus.


kemudian pak Tejo pun melangkahkan kakinya langsung menuju taman belakang mansion, dan memberikan langsung hadiahnya kepada nona mudanya itu, dan pak Tejo pun kini telah sampai di taman belakang mansion.


" permisi nona, ini ada kiriman hadiah untuk anda dari tuan muda " ucap pak Tejo sambil memberikan kotak hadiah kepada Zahra.


" untuk saya pak " ucapnya sedikit terkejut.


" ya nona " jelas pak Tejo.


kemudian Zahra pun mulai membuka tali pita yang berwarna putih itu.


sedangkan pak Tejo mulai merekam nona mudanya itu ketika membuka kado yang ia Terima dari tuan mudanya sendiri.


kemudian Zahra pun mulai membuka penutup kotak anyaman besar itu.


dan betapa kagetnya Zahra, melihat sebuah anak kucing kecil berwarna putih yang sangat menggemaskan, sedang memandanginya dari dalam kotak anyaman kayu itu.


sontak Zahra langsung mengambilnya dengan senyum yang sumringah dengan hati bahagianya, kemudian menggendong anak kucing berwarna putih bersih itu ke pelukannya.


kenapa kau lucu sekali, aku gemas sekali melihatmu ucapnya sambil menciumi anak kucing kecil itu karena begitu menggemaskan menurut nya.


kemudian Zahra melupakan kegiatan menanam bunganya dan membawa anak kucing itu ke kamarnya seperti seorang bayi.


" Hen maaf ya sebelumnya aku tidak bisa melanjutkan menanam bunganya, aku mau membawa anak kucing ini ke kamar ku "


ucap zahra sambil cengengesan karena merasa tidak enak sendiri kepada Hendra mantan sekolahnya dulu.


" ya baiklah tidak apa - apa Za, kau pergi saja, aku akan melanjutkannya sendiri " jawab Hendra santai.


kemudian Zahra pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya di lantai atas.


sedang kan pak Tejo yang sedari tadi merekam nona mudanya itu, kini telah selesai dan segera mengirimkan rekaman video nya kepada sekertaris Revan.

__ADS_1


__ADS_2