Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
apartemen Revan


__ADS_3

beberapa saat kemudian.


Sekertaris Revan dan Adinda kini sampailah di area apartemen elit tersebut, tempat di mana apartemen sekertaris Revan berada.


keduanya menuju arah apartemen milik sekertaris tampan tersebut.


sesaat kemudian.


sekertaris Revan berhenti di sebuah pintu, kemudian ia mengeluarkan sebuah kartu untuk membuka pintu apartemen milik nya itu.


Tit....


dan terbukalah pintu apartemen miliknya saat ini.


" Masuk "


" iya tuan "


" wah....apartemen tuan bagus sekali ya "


" jangan norak Din "


" iya maaf "


" tuan kamar saya sebelah mana "


" itu si dekat kamar saya "


" APA,.. apa tidak ada kamar lain tuan "


" tidak ada "


" memangnya kenapa, apa kamu pikir saya akan berbuat aneh aneh sama kamu "


" hehehe... iya maaf tuan "


" ya sudah kamu segera masuk sana dan setelah itu buatkan saya makan malam saya sangat lapar "


" siap bos "


" Dasar gadis.. "


" tuan mengatai saya ya "


" tidak, siapa yang mengatai kamu, sudah sana cepat buatkan saya makan malam "


" iya iya baiklah tuan "


kemudian Adinda pun bergegas menuju kamar nya yang bersebelahan dengan milik sekertaris Revan tersebut.


sesampainya di dalam kamar barunya itu.


Wah bagus sekali kamar ini, kapan aku bisa punya kamar seperti ini ya, hah.. kamu Din rumah saja tidak punya apalagi kamar monolog Adinda saat ini.


kemudian gadis dua puluh tiga tahun itu menghempaskan tubuhnya di ranjang empuk tersebut.


ah.. nyaman nya, aku betah sekali seandainya berlama lama seperti ini, astaga tuan kan menyuruh ku agar segera membuatkan nya masakan, bangun Din nanti saja tidurnya monolog Adinda lagi.


kemudian gadis cantik tersebut segera berganti baju kemudian bergegas menuju dapur mewah milik sekertaris Revan.

__ADS_1


sesampainya di dapur, Adinda mulai membuka lemari pendingin tersebut, dan di sana hanya ada telor.


hah... pendinginan sebesar ini, isinya tidak ada sama sekali, emm. ..sebaiknya aku buat nasi goreng saja, ya seperti nya itu lebih cepat, ayo Dinda keluarkan kepintaran masak mu monolog Adinda


yang kini mulai mengotak atik peralatan dapur nya di sana.


sedangkan sekertaris Revan masih sibuk di dalam kamarnya, entah apa yang di lakukan sekertaris tampan tersebut saat ini.


hah....baru kali ini aku memasukkan seorang wanita ke dalam apartemen ku, entah lah bagaimana keseharian ku mulai saat ini dengan adanya Dinda di apartemen ku,


sebaiknya aku mandi saja dulu, dan setelah itu aku keluar masakan sudah matang, sepertinya enak juga punya istri, ups... maksudnya pembantu seperti Dinda hehehe... kau juga sih Din ada ada saja monolog sekertaris Revan panjang lebar.


Dan setelah itu dirinya berniat untuk segera masuk ke dalam kamar mandi mewahnya tersebut.


Berbeda dengan Dinda yang kini masih sibuk dengan aktifitas nya memasak itu.


Jahe hangatnya sudah selesai, sebaiknya aku taruh saja di meja depan televisi, dan sekarang tinggal menggoreng telur dan setelah itu beres kau pintar Dinda monolognya.


kemudian gadis itu kembali melakukan aktifitas nya menaruh segelas jahe hangat milik sekertaris Revan di atas meja, kemudian kembali ke arah dapur untuk menggoreng telur.


sesaat kemudian.


semuanya telah selesai tertata rapi di meja makan,sedangkan Dinda tersenyum melihat hasil masakannya di meja makan, meskipun hanya nasi goreng dan telor ceplok saja dan di sebelahnya ada susu hangat.


semuanya beres dan sekarang sebaiknya aku mandi saja, tunggu....sebaiknya aku mengetuk pintu kamar sekertaris Revan dulu dan setelah itu aku akan mandi monolog Adinda.


dan setelah itu Adinda segera menuju ke arah pintu kamar sekertaris Revan.


tok... tok.. tok...


" tuan sudah selesai, sekarang makanlah, oh iya minum jahe hangat nya dulu di atas meja di depan televisi " ucap Adinda setelah tadi mengetuk pintu kamar atasannya tersebut.


" baiklah kalau begitu, saya mau mandi dulu " ucap Adinda.


Dan setelah itu Dinda melangkahkan kakinya menuju kamar yang sekarang ia tempati tepatnya di sebelah kamar sekertaris Revan.


sesaat kemudian sekertaris Revan telah keluar dari dalam kamar nya dengan pakaian santai nya saat ini, tetapi tetap terlihat sangat tampan sebelas dua belas dengan Bima.


kemudian ia segera menuju ke arah meja depan televisi, di lihatnya ada segelas jahe hangat di sana.


jahe hangat, kenapa bukan kopi, hah...ya sudah aku minum saja monolog sekertaris Revan.


setelah meminum jahe hangat buatan Adinda, kemudian sekertaris Revan menuju meja makan mewahnya itu, di lihatnya di atas meja hanya ada nasi goreng bercampur irisan sosis, telor ceplok, mentimun.


hanya nasi goreng, memang di lemari pendingin tidak ada apa apa sih, sebaiknya aku menunggu Adinda saja untuk makan bersama monolog sekertaris Revan.


sesaat kemudian.


Adinda baru saja keluar dari dalam kamar dengan pakaian santai ala rumahan nya, Dinda memakai celana pendek selutut dan atasannya memakai jaket over size berwarna putih polos, dengan rambutnya yang kini basah setelah tadi dirinya keramas itu.


perlahan gadis cantik yang mempunyai bibir tipis itu kini segera melangkahkan kakinya ke arah meja makan, dengan dirinya yang merasa sedikit canggung saat ini.


" Din kamu lama sekali, cepat dud... " ucap sekertaris Revan


yang merasa ada langkah seseorang yang mulai mendekat ke arah meja makannya itu, dan ucapan sekertaris Revan saat ini terhenti, ketika melihat penampilan santai Adinda yang terlihat menggemaskan itu di matanya itu.


" tuan maaf tadi saya masih mandi " jawab Adinda yang masih merasa sedikit canggung tersebut.


" ya tidak apa apa, ayo cepat makan " sahut sekertaris Revan kemudian.

__ADS_1


kenapa dia bisa terlihat menggemaskan seperti ini ya, dengan pakaian santainya, dan juga rambutnya yang basah, bibirnya juga, Revan pikiran apalagi yang ada di otakmu saat ini sadar, sadar gumam sekertaris Revan dalam hati.


dan keduanya saat ini mulai memakan nasi goreng buatan Adinda.


" tuan bagaimana rasanya " tanya Adinda tiba tiba setelah melihat sekertaris Revan memasukkan satu suap sendok nasi goreng ke dalam mulutnya.


" enak sekali Din " jawab sekertaris Revan kemudian


apa aku memujinya, memang benar-benar otak dan mulut ku sekarang mulai tidak sinkron gumam sekertaris Revan lagi.


" benar tuan, maaf saya hanya memasakkan anda nasi goreng, soalnya tidak ada bahan masakan lainnya di lemari pendingin milik anda tuan " jelas Adinda saat ini.


" ya tidak apa apa, besok pulang dari kantor kita akan membeli nya di swalayan " ucap sekertaris Revan yang kini tengah sibuk memakan nasi goreng buatan Adinda


" baiklah tuan kalau begitu " jawab Adinda.


sesaat kemudian.


keduanya telah selesai dengan ritual makannya, Adinda segera membersihkan meja makan kemudian mencuci piring yang telah kotor di dapur mewah milik atasannya itu.


sedangkan sekertaris Revan kini tengah menuju sofa tepatnya di depan televisi.


sekilas Adinda menoleh ke arah atasannya itu.


" tuan habiskan jahe hangatnya, saya akan segera mencuci gelasnya " ucap Adanya dari arah dapur.


" ya baiklah " jawab sekertaris Revan


kemudian sekertaris tampan itu segera menghabiskannya, dan membawa gelas yang telah kosong itu ke arah Adinda supaya segera di cuci nya.


" Ini Din gelasnya " ucap sekertaris Revan sambil mengulurkan gelas kotornya ke arah Adinda dengan tiba tiba itu.


" ah.. iya tuan, anda mengagetkan saya saja " jawab Adinda kemudian yang merasa sedikit kaget akan kedatangan atasannya itu yang sangat tiba tiba.


" maaf Din " sahut sekertaris tampan tersebut.


" Din " panggil sekertaris Revan kemudian.


" iya tuan " jawab Adinda yang masih fokus pada pekerjaan nya saat ini.


" kenapa kau membuat kan aku jahe hangat "


tanya sekertaris Revan yang saat ini tengah berada di dekat Adinda yang sedang sibuk mencuci piring itu tepatnya di dapur mewah miliknya saat ini.


Adinda tersenyum, kemudian menoleh ke arah sekertaris Revan yang saat ini tepat berada di sampingnya itu.


" saya membuatkannya agar tubuh anda terasa hangat tuan " jelas Adinda sambil tangan nya mencuci barang barang kotor di depannya.


" oh begitu "


apa dia perduli padaku gumam sekertaris revan dalam hati.


" kau perduli padaku " tanya sekertaris Revan spontan dari dalam hatinya saat ini.


Van apa yang tanyakan sih, dasar memalukan gumam sekertaris Revan lagi.


" ya saya perduli pada anda, karena anda atasan saya tuan, dan saya menganggap anda sebagai teman dekat saya, karena saya tidak mempunyai siapa pun di hidup saya " jelas Adinda.


" oh seperti itu ya, ya sudah setelah kau selesai mencuci piring, tidurlah kau pasti lelah " jawab sekertaris Revan kemudian.

__ADS_1


" ya tuan terimakasih " sahut Adinda setelah itu.


__ADS_2