Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 113


__ADS_3

08.00 wib


keduanya telah selesai dengan aktifitas nya bercocok tanam tadi.


Sedangkan Bima saat ini tengah memakai kaos dan celana pendeknya setelah melakukan adegan panas di pagi cerah ini.


berbeda dengan Zahra, dirinya kini masih polos tanpa sehelai benang pun tetapi tertutupi oleh selimut putihnya, kemudian gadis cantik yang sebentar lagi jadi ibu itu melirik ke arah sang suami yang baru saja selesai memakai pakaian tersebut.


" sayang rasanya tubuhku sedikit lelah " rengek Zahra kepada sang suami, karena memang dirinya saat terasa sedikit lelah.


" ya sudah kau istirahat saja sayang " jawab Bima.


" tapi aku mau jalan jalan, aku bosan di kamar " rengek Zahra lagi yang memang dirinya merasa sangat bosan berhari hari berada di dalam kamar mewahnya tersebut.


" iya sayang setelah kau istirahat kita akan jalan jalan keluar bagaimana tapi bukan ke taman belakang, karena di taman belakang sudah panas sekarang " jelas Bima


" iya baiklah "


" dan sekarang aku akan menyuruh pak Tejo untuk membawakan sarapan kita ke kamar sayang "


" iya terserah kau saja "


kemudian Bima mulai mengambil gagang telepon yang berada di atas nakas itu untuk segera menyuruh pak Tejo membawakan sarapan ke kamar nya.


panggilan pun terhubung.


" halo " ucap Bima sambil menempelkan gagang telepon di telinganya.


" ya tuan, ada yang bisa saya bantu " ucap pak Tejo di sebrang telepon.


" bawakan sarapan ku dan Zahra ke kamar pak Tejo " perintah Bima pada pria paruh baya tersebut.


" baik tuan kalau begitu, saya akan segera mengantarkan sarapan anda dan nona Zahra ke kamar " jelas pak Tejo.


dan panggilan telepon pun terputus.


kemudian Bima kembali menaruh gagang telepon tersebut di tempat nya.


Dan kembali mendekat ke arah istrinya yang masih setia berada di atas ranjang empuknya itu.


" sayang sebentar lagi pak Tejo akan mengantarkan sarapan kita ke kamar, sini aku bantu dirimu untuk bangun "


" tapi aku belum memakai apapun sayang, dan handuknya tadi aku juga tidak tau kau buang kemana "


ya sudah sebentar aku akan mengambilkan baju ganti untukmu sayang "


" Terima kasih suamiku "


ternyata dia memang sangat perhatian, entah mulai kapan aku sangat mencintainya, walau terkadang sifat menyebalkan pada dirinya itu belum hilang sepenuhnya gumam Zahra.

__ADS_1


sambil memandangi tubuh suaminya dari belakang yang kemudian tubuh atletis itu masuk ke dalam ruang ganti.


beberapa saat kemudian Bima telah kembali dari ruang ganti dengan membawa pakaian ganti untuk sang istri.


" sayang ini pakaian milikmu "


ucap Bima sambil mengulurkan pakaian yang berada ditangan nya tersebut.


" terimakasih, sayang kau baik sekali " ucap Zahra kemudian segera bergegas memakai pakaian gantinya itu, takut segera pak Tejo masuk tiba tiba ke kamarnya.


" iya sayang "


sesaat kemudian Zahra telah selesai dengan ganti bajunya itu.


dan beberapa saat juga pak Tejo mulai masuk ke dalam kamar atasannya itu.


" selamat pagi tuan nona " ucap pak Tejo


" pagi juga pak Tejo " jawab kedua pasang suami istri itu sambil tersenyum


pak Tejo ikut tersenyum.


" apa masih ada yang Anda butuhkan tuan " tanya pak Tejo.


" sepertinya tidak ada pak Tejo " ucap Bima.


" baiklah kalau begitu, saya permisi tuan " ucap pak Tejo yang mulai berpamitan untuk keluar dari dalam kamar atasnya.


kemudian pria paruh baya itu bergegas meninggalkan kamar tuannya tersebut.


sedangkan di dalam kamar kedua pasang suami istri itu tengah melakukan sarapan pagi bersama.


" sayang jalan jalannya sesudah kita sarapan ya, aku ingin sekali membeli gula kapas yang ada di depan mall milikmu itu '' ucap Zahra di sela sela makannya saat ini.


" sayang apa aku sudah tidak lelah " tanya Bima.


" sedikit sih, tapi aku sangat menginginkan kita segera jalan jalan, tidak apa apa kan sayang " tanya balik Zahra.


" ya sudah baiklah kalau begitu, tetapi ingat kalau kau merasa lelah kau harus bilang padaku Zahra " jelas Bima kepada sang istri.


" iya sayang, sayang kau tau saat ini aku sangat menginginkan gula kapas itu, aku membayangkan nya sepertinya enak sekali " jelas Zahra sambil membayangkan nya saat ini.


" memang bagaimana rasanya " tanya Bima


" manis sekali seperti dirimu " ucap Zahra yang sengaja di buat buat itu.


" sayang jangan mulai lagi, ayo sekarang cepat habiskan sarapan nya, dan segara minum susunya " ucap Bima seperti menasehati anak kecil


" iya sayang "

__ADS_1


kemudian setelah selesai dengan ritual sarapan paginya, Zahra segera bergegas mempersiapkan dirinya untuk segera pergi jalan jalan sekaligus membeli gula kapas bersama sang suami.


" sayang pelan pelan jalannya " ucap Bima yang merasa sangat khawatir dengan keadaan istrinya yang tengah mengandung itu.


" iya sayang, aku hanya ke meja rias saja saja " jawab Zahra pelan.


" ingat hanya berkaca saja, jangan memakai polesan make up " jelas Bima yang saat ini tengah memandangi sang istri


" iya sayang "


kenapa dia kumat posesif nya lagi ya, mungkin itu tanda dia sangat peduli dengan ku gumam Zahra dalam hati


" ayo sayang cepat berangkatnya, kenapa kau tetap memandangiku sedari tadi " ucap Zahra yang tiba tiba membuyarkan lamunan suaminya.


" ah iya sayang, ayo " ucap Bima yang baru sadar dari lamunannya tersebut.


kemudian pasangan suami istri tersebut segera berjalan ke arah luar kamar untuk segera menuju lantai bawah.


sesaat kemudian


keduanya kini telah sampai di lantai bawah.


di lihatnya di sana ada mama Alisya dan papa Brandon yang tengah berbincang-bincang di ruang keluarga entah apa yang mereka berdua bicarakan.


kini perlahan Bima dan Zahra mulai melewati mama alisya dan papa brandon.


" pagi mama " ucap Bima


" pagi sayang " jawab mama Alisya


" mau kemana nih anak dan menantu kesayangan " tanya mama Alisya kepada sepasang suami istri tersebut.


" ini ma Zahra ingin jalan jalan ke luar karena sudah lama sekali di kamar, dan juga Zahra menginginkan gula kapas katanya" jelas Bima kepada mama Alisya sambil sedikit tersenyum.


sedangkan Zahra yang mendengar keduanya, antara anak dan ibu itu hanya bisa senyum senyum saja sedari tadi.


" oh begitu, baiklah sayang hati hati, Bima ingat jaga menantu mama baik baik, kau mengerti " jelas mama Alisya seperti memberi perintah kepada putranya tersebut.


" iya mama sayang, itu pasti, ya sudah Bima berangkat dulu " jelas Bima kemudian bergegas meninggalkan kedua orang tuanya itu, sedangkan papa Brandon hanya mendengarkan saja sambil sibuk membaca koran di hadapannya.


" ma Zahra berangkat dulu ya " ucap Zahra kepada mama mertuanya.


" iya baiklah sayang hati hati ya " jawab mama Alisya sambil tersenyum lebar.


" iya ma, pa Zahra berangkat dulu ya " ucap Zahra kepada papa mertuanya.


" iya nak hati hati ya, ingat jangan terlalu lelah kau sedang mengandung " jelas papa Brandon


"iya pa Zahra akan hati hati kok " jawab Zahra sambil menampilkan senyum manis nya.

__ADS_1


akhirnya kedua pasang istri itu segera berangkat dari hadapan kedua orang tuanya, untuk menuju mall, seperti keinginan Zahra yang hanya menginginkan gula kapas itu.


__ADS_2