Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 12


__ADS_3

Zahra dan bu Fatma kini telah sampai di panti asuhan dan di sambut oleh bu Ina yang tak lain adalah pengasuh anak yatim di sana,


meraka pun bercengkrama dengan sesekali di bumbui gelak tawa karena memang bu Ina,bu Fatma dan Zahra memang sudah akrab seperti keluarga sendiri, sedangkan Zahra mulai mendekati anak - anak dan mulai bermain bersama mereka begitu asyiknya.


Tak beberapa lama kemudian terdengar suara mobil yang masuk ke halaman panti dan mulai memarkirkan mobilnya seseorang yang baru keluar dari mobil tersebut adalah seorang wanita yang seumuran dengan bu Fatma dia adalah mama Alisya, mama Alisya pun memasuki panti dan disambut oleh dua wanita yaitu bu Ina dan bu Fatma.


" selamat siang nyonya " ucap bu ina sambil tersenyum


" selamat siang juga Ina " sahut mama Alisya sambil tersenyum.


" Oh iya nyonya perkenalkan ini bu Fatma dan yang di sana bersama anak-anak itu putrinya bu Fatma nyonya.


mama Alisya dan bu Fatma pun berjabat tangan.


" saya Alisya " sambil tersenyum


" dan saya Fatma " ucap bu Fatma sambil tersenyum juga.


" silahkan duduk nyonya " ucap bu Ina kepada mama Alisya sambil mempersilahkan.


" ya bu Ina terima kasih " sahut mama Alisya


" nyonya bu Fatma ini adalah salah satu orang yang sering kesini memberi bantuan juga pada anak-anak ''


" semoga kita sering-sering ketemu di sini ya bu Fatma " ucap mama Alisya sambil tersenyum kepada bu Fatma.


" ya nyonya Alisya semoga saja kita sering bertemu ya dan sering bercengkrama seperti ini " bu Fatma juga tersenyum kepada kepada mama Alisya.


" nyonya Alisya ini adalah penyumbang dana terbesar di panti ini bu Fatma " ucap bu Ina dan di angguki kepala oleh bu Fatma.


kini ketiga wanita itu pun bercengkrama bersama sambil diwarnai gelak tawa di antara mereka.


" Oh ya bu Fatma yang di sana itu anak ibu cantik sekali ya bu, dia seperti nya suka anak kecil ya.


" iya nyonya Alisya terima kasih, dia memang senang sekali sama anak kecil dari dulu "


" ya nyonya, Zahra anaknya Bu fatma ini memang sangat suka sama anak-anak nyonya, dia sering sekali kesini untuk membantu anak - anak belajar dan bermain bersama mereka " sahut bu Ina.


" boleh di panggil kesini anaknya bu Fatma, saya ingin berkenalan " ucap mama Alisya kepada bu Fatma.


" baiklah saya panggil dulu ya bu, Zahra sini sebentar nak " panggil bu Fatma sambil melambaikan tangan kepada anaknya.


" ya bu ada apa " jawab Zahra

__ADS_1


" perkenalkan ini nyonya Alisya nak "


kemudian Zahra menyalami tangan mama Alisya dan memperkenalkan dirinya.


" perkenalkan nama saya Zahra nyonya " ucap Zahra sambil menyalami mama Alisya dengan senyum yang terbit di wajahnya.


" kamu sangat cantik sayang " mama Alisya pun tersenyum kepada Zahra,


meskipun masih muda tapi dia sangat dewasa sepertinya dan juga sangat sopan gumam mama alisya dalam hatinya .


sepertinya mama alisya tertarik untuk menjadikan Zahra menantunya.


" terima kasih nyonya " jawab Zahra sambil tersenyum kepada mama Alisya.


tak lama kemudian ponsel Zahra berbunyi dengan nyaringnya Zahra yang merasa ponselnya berbunyi segera melihat layar ponselnya dan tertera nama adiknya Theo,


kemudian Zahra segera mengangkat telfonnya.


" ya halo ada apa dek " ucap Zahra kepada adiknya di seberang telfon


" ayah kak " jawab Theo dengan suara seperti orang kebingungan.


" kenapa ayah '' tanya Zahra yang ikut khawatir.


" ayah jatuh dikamar mandi kak terus Theo udah coba bantu ayah tapi ayah belum sadar sampai sekarang " Theo berusaha menjelaskan kepada kakaknya.


dan panggilan pun terputus,


" bu ayah bu, ayo cepat kita pulang " ucap Zahra pada bu Fatma


" kenapa ayah kamu Za cepat ngomong " tanya bu Fatma yang penasaran dengan keadaan suaminya.


" ayah jatuh di kamar mandi bu terus sudah di bantu sama adik tapi belum sadar sampai sekarang " Zahra mencoba menjelaskan kepada ibunya tentang keadaan suaminya.


akhirnya Zahra dan bu Fatma pun berpamitan kepada bu Ina dan nyonya Alisya untuk segera pulang.


" bu Ina saya pamit pulang dulu ya kalau begitu,nyonya saya pamit pulang dulu " ucap bu Fatma berpamitan kepada kedua wanita di depannya itu.


" bu Fatma hati-hati dijalan sahut mama alisya "


" ya nyonya Alisya "


Zahra dan bu Fatma akhirnya pulang menuju rumahnya karena mendengar kabar tentang suaminya itu tak beberapa lama kemudian Zahra dan bu Fatma telah sampai di rumahnya Zahra dan juga ibunya langsung memasuki rumah untuk melihat keadaan ayahnya saat ini.

__ADS_1


" ayah bagaimana keadaanya nak " tanya bu Fatma kepada anaknya.


" dari tadi ayah belum sadar bu ayo bu bawah ayah ke rumah sakit " ucap Theo kepikiran dengan kondisi ayahnya yang seperti ini


" iya ayo bu bawah ayah ke rumah sakit kasian ayah " ucap Zahra juga


" ayo Za cepat nak kasian ayah kalian,kamu cari bang Udin suruh antar kita ke rumah sakit cepetan nak " bu Fatma menyuruh Zahra untuk segera mencari angkutan untuk membawa ayahnya ke rumah sakit.


akhirnya Pak Anwar pun kini dibawa ke rumah sakit menggunakan angkot bang Udin karena keadaanya yang sangat menghawatirkan, kemudian di tengah jalan angkot bang Udin mengalami kemacetan ketika mengantar pak Anwar menuju ke rumah sakit .


Semua orang bingung harus bagaimana sedangkan pak Anwar dalam keadaan kritis dan arah rumah sakit masih jauh, dan tak beberapa lama ada sebuah mobil yang berhenti di dekat angkot bang Udin dan ternyata itu adalah mama Alisya.


" Bu Fatma ada apa,apa ada yang bisa saya bantu " ucap mama Alisya yang akan menawarkan bantuan.


" tolong saya nyonya Alisya saya mohon suami saya sedang kritis dan angkot yang kita tumpangi untuk pergi ke rumah sakit macet nyonya " ucap bu Fatma sambil menangis karena bingung apa yang harus dilakukan sekarang.


" baik bu sekarang pindah suami anda ke mobil saya " ucap mama Alisya kepada bu Fatma.


" sopir bantu mereka " ucap mama alisya pada sopir pribadinya dan sopir hanya menganggukkan kepalanya.


"baik nyonya" jawab pak sopir.


"Terima kasih banyak nyonya Alisya saya banyak berhutang budi kepada anda "


" tidak perlu seperti itu bu kita kan sekarang sahabat ya kan, sekarang ayo kita cepat segera pergi ke rumah sakit "


akhirnya mobil mama alisya pun melaju dengan kencang menuju rumah sakit dan sesampainya di sana pak Anwar langsung ditangani oleh para dokter .


Bu Fatma di dampingi oleh mama Alisya yang sedari tadi berada dalam ruangan sedangkan Zahra dan Theo menunggu diluar,dokter mulai memeriksa keadaan pak Anwar yang sangat menghawatirkan itu.


" bagaimana keadaan suami saya dok " tanya bu Fatma kepada dokter yang menangani suaminya itu.


" begini bu sebenarnya suami anda saat ini sakit jantung dan harus segera di operasi secepatnya, karena keadaanya sangat kritis harus secepatnya dilakukan jika di diamkan seperti ini terus bisa bisa nyawanya tidak bisa tertolong lagi "


setelah mengatakannya dokter Toni pun segera keluar dari ruangan meninggalkan kamar pak Anwar, Bu Fatma yang mendengarnya pun tidak bisa berkata apa-apa lagi.


" apa yang harus saya lakukan ya Allah sementara saya tidak punya uang untuk operasi suami saya "


" tenang bu saya bisa membantu anda bu Fatma saya akan membayar semua biayanya asalkan ada satu hal yang saya minta kepada Anda " Bu Fatma terdiam sejenak


" maksud anda nyonya " tanya bu fatma yang tidak begitu faham maksud mama Alisya.


"jodohkan putri bu Fatma dengan putra saya bagaimana apa anda setuju, bu Fatma maafkan saya jika omongan saya tidak begitu mengenakkan,

__ADS_1


karena saya sangat menginginkan putri anda menjadi menantu saya bu Fatma saya melihat Zahra adalah gadis yang sangat baik maka dari itu saya ingin menjadikan dia menantu dan anak saya tidak akan menolaknya " ucap mama Alisya dengan jelas kepada bu Fatma.


" baiklah nyonya saya setuju,dan saya akan membicarakan ini kepada Zahra " sahut bu Fatma kepada mama Alisya.


__ADS_2