Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 09


__ADS_3

waktu terus berputar dari hari ke hari siang menjadi malam malam menjadi siang seterusnya pun seperti itu.


Di pagi yang cerah ini gadis cantik yang bernama Zahra itu pun mulai bangun dan melakukan aktifitasnya karena hari ini adalah hari minggu. Hari - hari untuk bersantai santai karena keesokan harinya Zahra sudah mulai ujian akhir sekolahnya, pagi ini Zahra dan adiknya Theo akan pergi berolahraga menuju alun alun kota karena di sana tempat banyak orang yang menikmati hari minggunya dan bersantai,


" ayo dek kita berangkat " ucap Zahra pada adiknya.


" tunggu sebentar kak aku ambil handuk kecil dulu " sahut Theo kemudian menuju kamar mengambil handuknya.


" ya sudah cepat sana, bu Zahra pergi olahraga dulu ya sama adik "


" iya Za hati hati ya nak " ucap bu Fatma


" ya ibu, dek ayo cepat sedikit "


" ya kak ayo "


kemudian Theo mengikuti kakaknya yang mulai melangkahkan kakinya keluar rumah dan berjalan keluar dari gang rumahnya, mereka berlari lari kecil seperti olahraga yang biasa orang lain lakukan sesampainya mereka di alun alun kota mereka berhenti sejenak karena merasa haus dan sedikit kelelahan.


" dek berhenti dulu ya kakak sangat lelah "


" ya kak aku juga sangat lelah, aku beli minuman dulu ya kak haus sekali nih soalnya " kemudian Theo adik Zahra itu pun pergi untuk membeli minuman.


" iya dek hati-hati ya " ucap Zahra lagi


tak jauh dari tempat mereka istirahat ada sesosok mata yang sedari tadi mengawasi gerak geriknya dan menelfon seseorang, ya dia adalah orang suruhan sekertaris Revan.


" halo tuan "


" ya halo "


" dari tadi saya mengikuti nona Zahra tuan dan sekarang nona Zahra sedang berolahraga bersama adiknya di alun - alun kota ".


" ya baiklah kerjamu bagus hari ini, pantau terus nona Zahra sebentar lagi aku akan ke sana bersama tuan muda Bima


" baik tuan " sahut Hardi yang tak lain adalah orang suruhan Revan.

__ADS_1


Dan panggilan pun terputus, kemudian Revan segera menghubungi tuan mudanya itu,


ayo tuan angkat panggilan saya ini mengenai nona Zahra Revan bermonolog sendiri karena panggilannya tak mendapat jawaban dari tuanya di seberang sana, sedangkan di mansion bak istana itu seorang tuan muda baru saja membuka matanya karena mendengar suara ponselnya berbunyi di atas nakas di sisi tempat tidur king size nya itu Bima melihat nama sekretaris revan dilayar ponselnya kemudian mengangkatnya.


" ya halo van ada apa kenapa kau menelfonku sepagi ini kau tau ini hari apa " ucap Bima dengan gaya dinginya.


" maaf tuan muda tapi ini masalah nona Zahra tuan " jawab sekertaris Revan.


hem kalau soal nona Zahra saja anda seperti ini tuan gumam Revan


" cepat katakan ada apa dengan Zahraku " ucap Bima yang mulai penasaran.


" nona Zahra sekarang ada di alun- alun kota tuan bersama adiknya mereka berolahraga di sana .


hemm kalau masalah nona Zahra anda langsung bersemangat tuan gumam sekertaris revan dalam hatinya yang terus mengatai tuan mudanya sedari tadi.


" baiklah kita ke sana sekarang " jawab Bima begitu bahagianya mendengar nama Zahra.


" baik tuan muda saya akan menjemput anda sekarang " sekertaris Revan pun segera berangkat menuju mansion.


" aku harus terlihat tampan di depan Zahra"


ucapnya sambil menyisir rambut dan sesekali tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin, oke sekarang sudah selesai,Bima pun bergegas keluar dari kamarnya dan berpapasan dengan adiknya Hendra.


" kakak mau olahraga ya tumben sekali kak biasanya kalau weekend gini kakak menghabiskan waktu di kamar saja '


" jangan banyak omong kamu Hen


kamu itu masih kecil "


" ih kakak tau tidak sebentar lagi aku akan lulus sekolah dan kuliah kak " ucap Hendra tak terima di bilang masih kecil oleh kakak nya


Bima pun tak menghiraukan ucapan Hendra dan berlalu meninggalkannya, sedangkan hendra langsung menuju meja makan untuk memulai sarapan paginya,pak tejo yang melihat tuanya langsung menghampiri Bima karena melihat tuan mudanya akan pergi keluar


" tuan apakah anda tidak sarapan terlebih dahulu " tanya pak Tejo kepada tuanya.

__ADS_1


" tidak pak Tejo aku cuma keluar sebentar dan akan segera pulang "


" Oh baiklah tuan "


Bima pun melihat sekertaris Revan sudah menunggu dan membukakan pintu mobil untuknya diluar.


" silahkan masuk tuan muda" ucap sekertaris Revan.


dan seperti biasa sambutan Revan tak pernah mendapat jawaban dari tuanya,kemudian Bima langsung memasuki kendaraan mewahnya itu dan di ikuti sekertaris Revan.


" jalan " ucap sekertaris revan kepada sang sopir.


sopir hanya menganggukkan kepalanya tanda kalau dia mengerti atas perintah atasannya itu mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju alun - alun kota, di tengah perjalanan Bima memulai pembicaraan kepada sekertaris Revan.


" Van ingat kita harus bersandiwara " ucap Bima kepada bawahannya itu.


" maaf tuan kenapa anda tidak langsung saja berkenalan dengan nona Zahra " jawab sekertaris Revan


" tidak Van kalau aku berkenalan sekarang dengan Zahra kau tau dia masih gadis SMA yang satu sekolah dengan adikku dan pasti dia mengenal Hendra, kalau Hendra tau pasti Hendra meledekku kau tau itu dan pasti dia memberi tahu kepada ibu negara(mama Alisya) dan juga papa, pasti meraka mentertawakan aku kau mengerti maksudku aku menunggu waktu yang tepat van.


" baiklah tuan muda sekarang saya harus bersandiwara bagaimana " tanya sekertaris Revan lagi.


" begini Van kau hanya menemaniku saja berolahraga berlari-lari seperti kebanyakan orang lainya. Dan aku hanya akan berpura-pura menabraknya saja sudah hanya itu saja gampang bukan kau tau Van kenapa aku melakukan sandiwara konyol seperti ini karena aku ingin memandang Zahra dari dekat Van kau mengerti,aku ingin sekali sedekat itu dengan Zahra ".


seketika sekertaris Revan kaget dengan sandiwara yang di katakan oleh tuan mudanya itu,dan sekarang sekertaris Revan tidak tahan untuk menahan tawanya tapi dia juga takut gajinya di potong karena mentertawakan tuan mudanya sendiri.


kenapa anda terlihat seperti lelaki bodoh kalau masalah cinta tuan, dimana tuan muda yang biasanya terkenal dengan sifat angkuh, dingin, dan berkharisma itu sekertaris Revan terus saja bergumam dalam hatinya.


" apakah dengan sandiwara ini kemudian Zahra akan terpesona waktu dia melihatku van "


" itu pasti tuan, anda kan sangat tampan mana mungkin nona Zahra tidak terpesona kepada anda " ucap sekertaris Revan


" pintar kau van " jawab Bima sambil tersenyum membanggakan dirinya sendiri.


mobil yang dikendarai mereka pun akhirnya telah sampai di alun alun kota dan mereka keluar dari dalam mobil untuk memulai sandiwaranya yang kekanak kanakan itu 😂😂.

__ADS_1


__ADS_2