Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 80


__ADS_3

satu jam kemudian


keduanya kini telah selesai dengan pergulatan panas antara suami istri itu, hingga mencapai kenikmatan sampai lima kali dalam satu jam.


sedangkan Zahra kini telah memejamkan matanya dengan tubuh polosnya yang sudah tertutupi selimut putih tebal itu.


Sedangkan Bima tersenyum kepada istrinya yang tengah terlelap itu.


" Terima kasih Zahra, aku mencintaimu "


ucapnya kemudian mencium kening istrinya sekilas.


dan setelah itu Bima melangkahkan kakinya ke arah kamar ganti dengan keadaan tubuhnya yang masih polos itu, kemudian Bima mencari pakaian ganti di sana dan juga membawakan pakaian ganti milik istrinya beserta **********.


ah... kenapa aku bisa lupa dengan lingerie dari mama, sebaiknya besok saja aku menyuruh Zahra memakainya setelah program dari dokter supaya aku bertambah semangat membuatnya hahaha...


Bima bermonolog sendiri di ruang ganti sambil memegangi lingerie merah dari mama Alisya.


dan Bima pun kini melanjutkan ritual ganti bajunya itu dan menaruh kembali lingerie merah tersebut pada tempatnya supaya Zahra tidak curiga.


beberapa saat kemudian


Bima telah selesai dengan ritualnya itu kemudian segara keluar dari sana dan membawakan juga baju ganti milik istrinya saat ini.


kemudian Bima duduk di sisi ranjang king size itu sambil memandangi wajah Zahra istrinya yang telah terlelap, dan setelah itu bima kembali tersenyum.


kau pasti lelah, karena perbuatan ku sayang ucapnya sambil mengelus pipi mulus Zahra istrinya.


setelah itu tangan Bima mulai meraih gagang telfon yang berada di atas nakas, di sebelah ranjang king size nya.


dan mulai menghubungi pak Tejo lewat sambungan teleponnya tersebut.


" halo " ucap Bima ketika sambungan telepon terhubung.


" halo tuan " jawab pak Tejo di sebrang telepon.


" segera antar makan malam ke kamarku untuk aku dan Zahra, cepat " perintah Bima


" baik tuan muda "


dan panggilan pun terputus.


Bima kembali menaruh gagang telfon itu pada tempatnya, dan Bima berniat menunggu pak Tejo di sana.


sesaat kemudian


tok


tok

__ADS_1


tok


" masuk "


dan pak Tejo pun mulai masuk mengantarkan makanannya ke arah Bima.


" taruh saja di situ "


" baik tuan "


" apa tidak ada lagi yang di perlukan tuan "


" tidak ada pergilah "


" baik tuan "


dan pak Tejo pun mulai meninggalkan kamar atasannya tersebut.


kini tinggal Bima dan istrinya di kamar mewah miliknya itu.


kemudian Bima perlahan membangunkan Zahra yang saat ini tubuhnya merasa sangat remuk itu.


" sayang bagun ayo kita makan malam dan setelah itu kau boleh tidur lagi " ucapnya kepada Zahra penuh perhatian.


Zahra perlahan sedikit membuka matanya.


" ya sudah aku akan membantumu untuk duduk sayang, Zahra apa tubuhmu selelah itu hem " ucapnya sambil membelai pipi mulus istri cantiknya.


" iya suamiku, tubuhku sangat lelah sekali " jawab Zahra dengan raut wajah yang tidak di buat buat.


" sayang maaf, lain kali aku akan mengurangi nya, supaya kau tidak terlalu kelelahan seperti ini lagi "


" iya suamiku, sekarang mana makanannya aku ingin segera makan dan kemudian aku ingin cepat cepat tidur, dan tolong kau jangan menambahnya lagi ya, aku sudah tidak kuat melayani mu sayang" jelas Zahra yang memang sudah sangat sangat begitu lelah akibat kelakuan suaminya itu.


" iya Zahra aku tidak akan memintanya lagi sayang aku berjanji, dan sekarang aku akan menyuapi mu, dan setelah itu kau tidurlah "


jawab Bima yang merasa kasihan kepada istrinya saat ini, dan Bima juga berjanji tidak akan melakukannya berlebihan lagi jika akan membuat istrinya sampai seperti ini.


dan kini keduanya saling menikmati makanan yang di berikan pak Tejo kepala pelayan itu.


beberapa saat kemudian kini keduanya telah selesai dengan ritual makan malamnya, dan Zahra kembali membaringkan tubuhnya yang masih lemas itu.


sedangkan Bima kini tengah sibuk mengelus kening Zahra, supaya istrinya cepat tertidur, karena Zahra sedari tadi seperti manja kepada suaminya.


" sayang aku mau kau mengelus keningku, agar aku cepat tertidur apa kau mau suamiku " ucap Zahra yang seperti terlihat manja di hadapan suaminya.


" baiklah tuan putri, sekarang pejamkan matamu, aku akan berada di sampingmu dan mengelus kening mu perlahan, dan sekarang tidurlah istri manjaku "


Zahra tersenyum mendengar perkataan suami posesif nya itu.

__ADS_1


dan saat ini Zahra mulai memejamkan kedua matanya perlahan menuju alam mimpinya.


sedangkan Bima terus tersenyum, memandangi wajah cantik istrinya yang terlihat sangat teduh ketika istrinya sudah terlelap itu.


Zahra teruslah bersamaku, dan jadilah ibu dari anak anakku, aku sangat mencintaimu ucapnya sambil tersenyum.


dan setelah Zahra benar-benar terlelap, kini Bima mulai turun dari ranjang king size nya itu, kemudian segera mengambil benda tipisnya yang berada di atas nakas dan mulai menghubungi sekertaris Revan di sana.


panggilan pun terhubung.


" halo ''


''halo tuan "


" besok aku bersama Zahra akan ke rumah sakit untuk progam kehamilan Van, kau hubungi cepat dokter Toni untuk besok, dan aku hanya mau dokter perempuan yang menangani istri ku, bukan Toni, sedangkan kau urus semua di perusahaan kau mengerti "


" baik tuan "


" tuan, tuan, maaf sebelumnya apa nona tidak terlalu muda tuan untuk program kehamilan di usianya yang masih delapan belas tahun "


" aku akan menanyakan langsung kepada dokter ahlinya Van besok, dan Zahra sepertinya juga menginginkan seorang bayi sebenarnya karena masalah kemarin sudah tak menghantui pikiran nya lagi, dan aku juga sudah meminta persetujuannya Van dan dia dengan sangat bahagianya mengiyakan keinginan ku itu "


" baiklah tuan kalau seperti itu, aap tidak ada lagi yang di perlukan tuan "


" ya, tidak ada Van "


dan panggilan pun terputus.


setelah itu Bima kembali menaruh benda tipisnya itu di atas nakas, dan kini tengah melihat ke arah jam dinding menunjukkan pukul sembilan malam.


karena masih tak merasa mengantuk, Bima kembali mengambil ponsel pintarnya itu kemudian mulai mengotak atik nya.


Bima mulai membuka media sosialnya IG, setelah itu ia teringat kepada istrinya.


karena semenjak menikah keduanya ini jarang sekali bahkan tidak pernah mengetahui media sosial pasangan masing masing.


kenapa aku tak pernah mengetahui sosial media nya selama ini, sebaiknya aku coba mencarinya saja saat ini ucap Bima yang seperti orang tidak ada pekerjaan itu.


dan Bima mulai menulis nama istrinya di halaman pencarian IG, * Fatimah Azzahra * tulisnya.


Bima pun mulai men scroll ke bawah.


Bima melihat bulatan foto gadis dengan wajah seperti terkena silau an sinar matahari sedang tersenyum dan menampakkan jelas wajah cantik naturalnya itu.


apa ini Zahra, kenapa dia sangat terlihat cantik sekali di foto, meskipun aslinya lebih cantik sih Bima bergumam sendiri di dalam hatinya.


dan Bima mulai membuka foto bulat itu yang sedari ia cari di halaman pencarian itu.


setelah terbuka akun sosial media milik istrinya itu kini Bima mulai kepo dengan akun milik Zahra, Bima mulai melihat di situ pengikut Zahra mencapai lima juta lebih, meskipun lebih banyak pengikut miliknya yang kini mencapai dua puluh dua juta lebih, sedangkan Zahra di pikir pikir hanya seorang pelajar tamatan SMA biasa, dan juga bukan artis atau orang penting sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2