Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
Sehelai kertas perjanjian


__ADS_3

" Shei tunggu " ucap nya lagi tetapi Sheina sudah tak menghiraukan dan langsung menutup keras pintu kamar nya.


BRAKKK.......


Sedangkan Barra masih duduk terdiam di kursi meja makan.


Pria tampan itu seolah merasa sangat bersalah atas sandiwara yang tadi ia lakukan pada Sheina, yang sebenarnya sah sah saja jika Barra menyentuh nya, karena Sheina sudah berstatus istrinya.


Tetapi bagaimana lagi pernikahan keduanya tidak di dasari oleh perasaan sedikitpun dari hati masing masing.


" hah.... "


Barra membuang nafas berat nya.


Aku jadi sangat merasa bersalah seperti ini, dia bilang dia tidak pernah sedikit pun melakukan ciuman, meskipun hanya pipi apa iya, ucap nya seolah bertanya tanya.


Sedangkan pergaulan di Amerika tempat ia kuliah dulu sangat lah bebas, apa dia sedari dulu sangat menjaga dalam hal bersentuhan dengan pria sewaktu kuliah hingga sekarang ucap nya lagi seperti sedang sedikit berfikir.


apa dia benar benar sangatlah polos, apalagi jika dia mengetahui aku telah mencium bibir nya sampai dua kali....berarti ciuman pertama nya di curi oleh ku monolog Barra sambil menerka nerka dengan nada suara sangat pelan agar tak terdengar oleh gadis di dalam kamar tadi.


Sesaat Barra mulai berdiri berniat ingin meminta maaf pada Sheina yang masih mengunci pintu di dalam kamar pagi ini.


tok... tok... tok...


" Shei aku minta maaf, aku tadi tak berniat begitu kau ingat kan semuanya hanya sandiwara, jadi aku tak ada hal lain selain melakukan hal itu agar mama mempercayai kita " jelas Barra.


" pergi... pergi " teriak Sheina dari dalam kamar.


" ya baiklah aku akan pergi "


Barra pun kemudian segera pergi menuju kamar nya, dan ia mulai mengambil secarik kertas putih dan spidol di dalam laci kemudian mulai menulis di sana entah apa yang pria tampan itu tuliskan.


Sesaat setelah selesai Barra kembali keluar kamar kemudian menuju ke arah pintu kamar Sheina, memasukkan secarik kertas tadi lewat kolong pintu kamar Sheina setelah itu mengetuk pintu.


tok... tok.. tok..


" Sheina aku menulis sesuatu ambilah kertas di bawah pintu kamar mu " teriak Barra dari luar kamar.


tak ada sahutan Barra kemudian kembali masuk ke dalam kamar nya.


Dan kembali menulis sesuatu di selembar kertas putih.


*

__ADS_1


*


Sedangkan di kamar Sheina.


Sheina mulai menuruni ranjang kemudian segera meraih secarik kertas yang masih tergeletak di lantai.


apa yang dia tulis ucap nya.


kemudian mulai membaca tulisan di lembaran itu.


Maaf... ayo kita buat perjanjian di antara kita berdua, setelah itu keluarlah...setelah kau menulis semua yang ingin kau tulis di sana, aku menunggumu di ruang tamu.


Tulis Barra di lembaran kertas putih tersebut.


Sheina sedikit berfikir.


Kemudian ia juga mulai mencari lembaran kertas untuk menulis sebuah perjanjian antara dirinya dan Barra.


Lima belas menit kemudian.


Sheina mulai keluar dari dalam kamar sambil membawa secarik kertas perjanjian nya, dan pandangan nya kini langsung tertuju ke arah ruang tamu.


Mendapati Barra yang sudah duduk di sana dengan selembar kertas nya yang ia taruh di atas meja.


Sheina dan Barra saling menyodorkan lembaran kertas masing masing dan mulai membaca satu persatu isi perjanjian tersebut.


Beberapa saat.


Sheina dan Barra saling mendongakkan kepala nya, kemudian mengangguk bersamaan tanda setuju akan perjanjian yang mereka inginkan dari kedua belah pihak.


*


*


Sore hari.


Sheina berniat ingin pergi keluar jalan jalan karena sejak dirinya kembali ke indonesia,Sheina hanya di sibukkan dengan pekerjaan kantor raksasa milik sang papa, dan sore ini Sheina berniat ingin menghabiskan waktu sore nya sampai malam karena mendapat cuti pernikahan dari kantor meskipun ia sebagai CEO, Sheina sangat memegang teguh ke profesionalan dalam bekerja.


Sheina baru saja keluar dari dalam kamar sambil mengalungkan tas kecil di pundak sebelah kanan nya.


" Hei kau mau kemana "


suara lantang mengagetkan Sheina dari arah sofa.

__ADS_1


ya suara itu adalah milik Barra.


Dengan angkuhnya Barra menatap Sheina dari atas sampai bawah, ia tahu bahwa gadis yang sudah berstatus istrinya itu akan keluar apartemen.


" mau jalan jalan " jawab nya polos.


" kau tidak boleh sendirian " ucap Barra tegas.


" memang nya kenapa sih, bukan kah di perjanjian kita bebas mau kemana saja " jelas Sheina mengingat kan.


" ya aku tau... dan apa kau lupa kalau papa mu adalah seorang penguasa negri ini, dia akan melakukan segala cara untuk memantau aktivitas mu di luar sana " jelas nya masih tetap memasang wajah datar nya.


Sheina terdiam sedikit berfikir.


" jangan terlihat bodoh, seperti itu saja kau tak faham, apa ini yang di sebut CEO Sinaga. group " ucap nya lagi pada Sheina seolah meledek.


" kau menyebalkan sekali ya, ya ya baiklah kau ikut sebagai pengawal ku " sahut Sheina kesal.


" hahaha....pengawal mu yang benar saja " Barra mentertawakan.


" kenapa kau tertawa " ucap Sheina seolah ucapan nya di sepelekan oleh pria yang masih terlihat duduk tenang di sofa ruang tamu itu.


" aku merasa lucu saja mendengar nya " jawab nya sedikit cekikikan.


" dasar pria tidak waras "


Barra tak mendengarkan nya, kemudian segera pergi menuju kamar nya.


Berbeda dengan Sheina yang mulai duduk di sofa sambil memikirkan kemana saja ia akan jalan jalan sore ini bersama Barra.


Sedangkan Barra kini baru saja keluar dari dalam kamar kemudian segera melangkah meninggalkan Sheina yang masih setia duduk di pinggiran sofa.


" hei kau mau kemana " ucap Sheina ketika mendapati pria tampan itu melewati nya begitu saja.


'' bukan kah kau ingin jalan jalan " jawab Barra sambil menghentikan langkah nya tapi tak berniat menoleh kebelakang.


" hehehe.... iya iya ayo " ucap Sheina sambil tertawa bodoh kemudian menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.


Pria menyebalkan dasar kau, dasar, dasar, kenapa bisa aku di jodohkan dengan pria seperti dia gumam Sheina.


" dasar " sahut Barra dengan nada pelan tetapi masih terdengar jelas di telinga Sheina.


Sheina hanya mengerucutkan bibir nya ke depan karena kesal, sambil mengikuti langkah Barra dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2