
Sore hari.
Sheina tengah duduk di sebuah kursi teras sambil memandang ke arah laut menatap pemandangan matahari yang mulai tenggelam di ujung sana.
Karena memang vila nya tepat di dekat bibir pantai.
Pandangan nya terus tertuju ke arah laut, sesekali senyuman mulai muncul di bibir nya menatap keindahan yang maha kuasa.
Berbeda dengan Barra yang baru saja keluar dari dalam kamar, setelah tadi ia selesai dengan acara ritual mandi sore nya.
ia segera turun ke lantai bawah untuk duduk di kursi teras sambil menikmati pemandangan sore hari,
Baru saja Barra sampai di teras depan dirinya sudah mendapati Sheina tengah duduk di sana sambil tersenyum menatap ke arah laut.
Barra kini ikut duduk di samping Sheina.
Sheina yang menyadari kedatangan Barra tetap tak berniat menoleh sedikitpun, ia terus menatap keindahan pantai di hadapan nya.
" kau suka melihat pemandangan sore di pantai seperti ini " tanya Barra.
Sheina sedikit menoleh ke arah Barra kemudian kembali menatap ke arah depan.
" ya kau benar aku suka sekali, indah serta rasanya begitu damai dan tenang " jawab Sheina.
" kau benar aku juga merasa begitu " sahut Barra.
" andai saja hidup ku bisa tenang, bahagia dan damai "
" memang sekarang kau tidak bahagia " tanya Barra asal.
" tidak "
" sama, kita di jodohkan dengan tiba-tiba " timpa Barra yang kini juga menatap ke arah laut.
" iya.. apalagi tipe ku dan tipe mu berbeda "
" ya mau bagaimana lagi, aku tidak tau bagaimana hubungan kita ke depan nya "
" sudah jangan bahas itu lagi, nanti malam aku dan Earth akan makan malam di luar jadi aku tidak masak " sahut Sheina mengalihkan pembicaraan.
" kebetulan, nanti malam aku juga akan malam bersama Tasya " jelas Barra.
" kau menghubungi pacar mu untuk menyusul ke Bali " tanya Sheina
" iya, kau juga kan menyuruh kakak teman mu itu ke sini "
" iya hehehe.... pasti nanti malam dia akan menjadikan aku sebagai pacar nya " ucap Sheina menampilkan senyum bahagia nya.
" hahaha..... sebegitu bahagia nya " sahut Barra di iringi tawa.
__ADS_1
" ya iya lah, aaa nanti malam aku akan berdandan secantik mungkin, Earth Earth dan Earth aku akan segera jadian dengan nya, aaa aku jadi tidak sabar " jawab Sheina sambil bertingkah centil di depan Barra kemudian langsung melenggang pergi meninggalkan Barra yang masih duduk di samping nya.
Barra hanya menggeleng geleng kan kepalanya melihat tingkah Sheina yang menurutnya seperti anak kecil itu.
Siapa tadi dia bilang Earth, dia memang tampan sih tapi sepertinya masih tampan nan aku lah monolog Barra
seolah tak ingin di kalah kan ketampanan nya oleh pria lain.
*
*
Waktu yang di nanti Sheina kini telah tiba.
Ia sudah berdandan cantik dengan gaun selutut berwarna peach, serta riasan tipis yang menghiasi wajah cantik nya.
Sheina mulai menuruni anak tangga dengan perasaan bahagia nya.
Sedangkan Barra yang juga bersiap untuk acara makan malam nya bersama Tasya sang pacar, kini terlihat sibuk dengan ponselnya di ruang tamu lantai bawah.
Tak seberapa lama langkah Sheina mulai terdengar di lantai bawah,
Barra sedikit menoleh ke arah Sheina yang baru saja menginjakkan kaki nya di sana.
Tatapan nya kini seolah membeku, Barra tak berkedip sedikit pun menatap penampilan Sheina malam ini yang terlihat begitu sangat cantik itu dari atas sampai bawah.
kau cantik sekali malam ini Shei, sungguh sangat cantik mengingatkan ku ketika kau di rias saat ijab qobul kita, akhh ngomong apa aku ini gumam Barra.
" Hei.. kau terpesona ya melihat ku " ucap Sheina.
" eh.. a... terpesona maksud mu, terpesona bagaimana, justru membuatku ingin tertawa melihat dandanan mu " jawab Barra yang tak sama dengan isi hati nya.
" memang nya kenapa " tanya Sheina
" dandanan mu terlihat menor "
" ap... apa,.. yang benar saja, bilang saja kau takut pacarmu kalah saing kan dengan kecantikan ku malam ini " ucap Sheina percaya dirinya.
" hehehe... takut tersaingi katamu, kau tau sendiri kan Tasya seorang model mana mungkin pacar ku takut kalah dengan mu " ledek Barra
" terserah kau saja " sahut Sheina yang tak mau ambil pusing dengan ucapan yang Barra lontarkan.
ting.... tung....
ting.... tung....
Suara bel pintu menghentikan perbincangan keduanya.
" Pasti itu Tasya " ucap Barra dengan percaya dirinya.
__ADS_1
Dengan segera Barra membukakan pintu vila.
JEG... GLEK...
pintu di buka.
Dan benar itu memang Tasya, pacar baru Barra.
Gadis cantik berawakan model itu tersenyum ke arah Barra.
" Hei sayang kau tampan sekali malam ini " puji Tasya yang masih berdiri di depan pintu.
" kau juga sangat cantik malam ini " puji Barra.
Sedangkan Sheina hanya mencebik kan bibir nya ke depan mendengar perkataan keduanya di depan pintu.
Sesaat di belakang Tasya di susul Earth yang baru saja masuk ke area vila milik keluarga Sheina.
" Sheina ada " tanya Earth kepada Barra, membuat Tasya yang di depannya juga menoleh ke arah belakang.
" Siapa dia " tanya Tasya yang memang merasa tak kenal.
" dia teman Sheina " jelas Barra.
" ah.. maaf tapi calon pacar " jawab Earth dengan percaya dirinya.
belum jadi pacar saja sok heh.. gumam Barra.
Sedangkan Sheina yang mendengar dari dalam langsung berjalan menuju ke arah pintu.
" kak Earth " ucap Sheina tanpa menghiraukan pasangan kekasih di sampingnya itu.
" Hei Sheina....kau terlihat sangat cantik sekali malam ini " puji Earth yang terlihat begitu terpesona akan kecantikan Sheina.
" kau bisa saja, kau juga terlihat sangat tampan sekali malam ini, ayo masuk dulu kak"
" tidak usah Sheina, bagaimana kalau kita langsung berangkat saja " ajak Earth.
" em.... baiklah, Barra aku pergi duluan da.... " ucap Sheina.
kau lihat kan Earth bilang aku sangat cantik, seperti nya aku dan pacar mu ini masih cantik kan aku bisik Sheina.
Kemudian segera melenggang pergi meninggalkan Barra dan Tasya yang masih berdiri di tengah pintu.
Sepeninggalnya Sheina,
Barra hanya mengeram kesal atas ejekan yang Sheina ucapkan.
" sayang ayo " ajak Tasya.
__ADS_1
" ah.. iya ayo sayang " jawab Barra sedikit melamun kemudian segera bergegas pergi untuk makan malam bersama Tasya sang kekasih.