
tiga hari kemudian sebelum menjelang ulang tahun perusahaan, tepatnya di mansion besar milik keluarga Sinaga.
" sayang ayo cepat mandi, kau kan sebentar lagi ada fiting baju bersama mama " ucap Bima yang baru saja terbangun dari tidurnya.
" sayang ini kan masih pagi " jawab Zahra yang baru saja membuka kedua matanya saat ini.
" iya... kita berendam di sana sayang, agar rasa lelah mu akibat tadi malam bisa menghilang " jelas Bima kepada Zahra, karena memang tadi malam dirinya meminta jatahnya kepada sang istri.
" ya baiklah kalau begitu " jawab Zahra.
" ya sudah pelan pelan, aku akan membantu mu di dalam kamar mandi sana " ucap Bima kemudian.
" bukankah kau juga belum mandi kan sayang " tanya Zahra.
" iya sih... ya sudah ayo " jawab Bima yang kemudian menuntun sang istri ke dalam kamar mandi mewahnya tersebut.
setelah itu keduanya pun segera menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandi nya yang memakan waktu kira kira sampai setengah jam di sana.
sesaat kemudian.
keduanya telah selesai dengan ritual mandinya masing masing.
kemudian kedua pasangan suami istri itu pun segera menuju ruang ganti.
sesampainya di dalam ruang ganti.
" sayang ini milikmu dan ini ********** " ucap Bima sambil memberikan pakaian serta dalaman milik sang istri.
" iya terima kasih suamiku " jawab Zahra saat ini dengan menampilkan senyumnya.
" iya bumil " sahut Bima yang juga menampilkan senyumnya kepada sang istri.
" sayang " panggil Bima tiba-tiba.
" hem... ada apa '' jawab Zahra sambil. memasang satu persatu pakaian miliknya yang baru saja di berikan oleh sang suami.
" sayang aku ingin memintanya sedikit lagi, boleh " tanya Bima yang kembali ingin meminta jatahnya saat ini.
" sayang kau tidak kasihan padaku, sebentar lagi aku ada fiting baju, bagaimana kalau aku kelelahan " jelas Zahra yang seperti mendapat ide atas pertanyaan Bima.
" ah... iya, ya sudah tidak jadi " jawab Bima seperti sedikit lesu.
hahaha...kebetulan sekali aku menemukan alasan, jadi dia tidak akan meminta jatah terus, padahal tadi malam aku sudah memberikan jatah padanya, dia memang suami ini yang benar benar mesum gumam Zahra dalam hati.
sesaat kemudian
__ADS_1
keduanya telah selesai dengan acara ganti baju mereka, dan setelah itu keduanya segera keluar dari dalam kamar untuk menuju lantai bawah tepatnya ke arah meja makan, untuk ritual sarapan paginya.
sesampainya di lantai bawah.
Bima tetap memegang lengan sang istri, yang sedari tadi ia lakukan karena terlalu khawatir nya kepada sang istri jika sampai terjadi sesuatu padanya dengan perutnya yang bertambah membesar tersebut.
keduanya kini tengah menuju arah meja makan, sedangkan mama Alisya dan papa Brandon sudah tersenyum dari arah meja makan tersebut, menyambut sang anak dan menantu kesayangannya itu.
" sayang nya mama, ayo cepat sarapan sayang, dan setelah ini kita ada fiting baju " ucap mama Alisya yang melihat kedua anak bersama menantu kesayangannya itu mulai mendekat ke arahnya.
" iya ma " jawab Zahra sambil menampilkan senyumnya saat ini dengan langkah begitu pelan menuju ke arah maja makan.
dan saat ini keduanya pun telah sampai di meja makan.
Zahra perlahan mulai mengambilkan makanan untuk sang suami, dan setelah itu mengambilnya lagi untuk dirinya sendiri.
sedangkan mama Alisya tersenyum memandang kedua anak serta menantunya yang sepertinya saling mencintai itu.
" mama senang melihat kalian berdua " ucap mama Alisya.
" memang nya kenapa ma " tanya Bima kemudian.
" Ya mama merasa tepat saja menjodohkan kalian berdua " jelas mama Alisya.
" ada apa dengan kalian berdua " tanya papa Brandon yang sedari tadi hanya menyimak obrolan antara ibu dan anak itu,
dan setelah itu melihat kedua anak dan menantunya itu saling pandang kemudian tersenyum seperti penuh arti ketika sang istri sedang berbicara tadi.
" hehehe... papa tau sebelum Zahra mama menjodohkan denganku, sebelumnya aku sudah mengincarnya untuk ku jadikan istri waktu itu " ucap Bima yang mulai menceritakan awal mula dirinya berniat menjadikan Zahra gadis incaran nya
" apa... memang iya sayang " tanya mama Alisya yang mulai penasaran dengan apa yang di ceritakan anak pertama nya tersebut.
" ii.. iya ma pa, Zahra sendiri juga baru tau setelah Zahra menikah dengan suami Zahra ini" ucap Zahra.
sekejap mama alisya dan papa Brandon saling pandang kemudian kembali tersenyum.
" jadi yang kamu bilang punya calon yang akan kamu kenalin ke mama itu...dan kamu bilang menunggu waktu itu adalah Zahra " ucap mama Alisya kemudian kepada Bima yang saat ini sibuk menyuapkan se sendok nasi ke mulutnya itu kemudian segera menelannya.
" iya ma hahahaha.... " jawab Bima sambil tertawa mengingat ingat dulu sewaktu dirinya dulu mengincar Zahra
" astaga Bima hahaha.... berarti selama ini kamu sudah mengetahui Zahra sebelum mama" sahut mama Alisya kemudian sambil tertawa, karena merasa seperti sangat tepat sekali, dirinya menjodohkan sang anak dengan pilihannya sendiri.
" iya " jawab Bima yang sedikit cengengesan saat ini.
" tapi... tunggu sebentar, bukannya kita tidak saling mengenal kan, terus kenapa kau bilang akan mengenalkan ku pada mama " tanya Zahra yang sedikit penasaran saat ini.
__ADS_1
" sayang sebenarnya waktu itu aku bilang pada mama akan mengenalkan calon ku kepada mama tetapi menunggu waktu yang pas, dan aku bilang kepada mama seperti itu karena aku masih proses menyelidiki mu waktu itu, kemudian setelah itu karena aku tak kunjung membawa calonku,
mama berniat menjodohkan aku dengan seseorang tetapi aku sempat menolak perjodohan itu, karena menurutku dalam waktu dekat aku akan membawamu untuk berkenalan dengan mama dan teryata seseorang yang di jodohkan dengan ku itu adalah dirimu, ya sudah aku mau, meskipun awalnya aku pura pura jual mahal sih, karena dirimu seperti nya sedikit menyebalkan "
jelas Bima panjang lebar kepada Zahra, sedangkan semua yang ada di meja makan sibuk menyimak penjelasan lelaki tampan yang dulu mempunyai sifat dingin itu.
" hey... mana bisa kau menuduh ku menyebalkan, padahal kan kau yang selalu menyebalkan sayang, dari pertama kita menikah " jelas Zahra kemudian yang seperti tidak mau kalah dengan penjelasan yang Bima ceritakan tadi.
" sayang kau itu juga menyebalkan dulu, kau ingat ketika aku mau mengantarmu pulang di alun alun kota waktu itu, dan kau tidak mau aku antar pulang bersama adikmu " sahut Bima kemudian yang iku ikutan seperti tidak mau kalah dengan sang istri.
" sayang kau ini bagaimana sih, aku harus mau bagaimana sedangkan aku saja tidak mengenalmu " ucap Zahra kemudian seperti membenarkan ucapan Bima saat ini.
" heh... seharusnya kau mau " jawab Bima yang seperti terlihat mulai kesal mengingatnya dulu.
" tidak " sahut Zahra.
" mau " sahut Bima
" tidak " sahut Zahra lagi
" mau " sahut Bima kemudian yang sepertinya akan terus sedikit berdebat itu.
" tidak...tidak... tidak " sahut Zahra yang merasa suaminya itu ingin menang sendirian.
" heh... sudah sudah, yang penting kan kalian sekarang sudah jadi suami istri kan, dan kau Bima benar yang di katakan Zahra pantas saja Zahra tidak mau kau antar mengenalmu saja tidak " ucap mama Alisya kemudian,
yang saat ini melihat perdebatan antara kedua pasang suami istri di hadapannya itu seperti anak kecil yang sedang bertengkar, dan juga mama alisya sedikit membenarkan perkataan menantu kesayangannya itu.
" hem... benarkan kata mama, mama saja membelaku " sahut Zahra yang seperti merasa menang karena mertuanya tengah membelanya saat ini.
" ya.. ya... baiklah, yang penting kan sekarang kau sudah jadi milikku Zahra " ucap Bima dengan enteng nya.
" heh... menyebalkan " jawab Zahra yang memang sedikit kesal kepada suami saat ini.
" Zahra.. " ucap Bima kemudian dengan nada sedikit penekanan.
" ii... iya maaf " jawab Zahra yang merasa seperti mendapat peringatan dari Bima.
" sudah, sudah...sekarang lanjut kan makannya" sahut mama Alisya kemudian.
" iya ma " sahut Zahra dan Bima bersamaan.
kemudian kembali menatap piringnya masing masing.
sedangkan mama Alisya dan papa Brandon kembali saling geleng geleng kepala dan setelah itu keduanya saling tersenyum seperti penuh arti.
__ADS_1