
keduanya saling berciuman dengan posisi yang masih sama yaitu kepala bima masih berada di kedua paha milik istrinya.
setelah ******* kedua bibir itu sedikit lama, Bima kemudian melepas perlahan pangutan nya itu, karena terlalu khawatir dengan kondisi istrinya yang sedang hamil muda tersebut.
Kini Bima mulai bangun dari paha istrinya tersebut, dan setelah itu Bima perlahan membaringkan tubuh istrinya di ranjang empuk nya.
Dan keduanya kini memulai kembali ciuman bibir tersebut dengan mesra, kemudian kedua pasang suami istri itu melanjutkan dengan adegan yang lebih panas lagi di pagi ini, dan mulailah pasangan sejoli itu bercocok tanam dengan perasaan yang begitu bahagia.
satu jam kemudian
Bima dan Zahra kini telah selesai dengan olahraga panasnya dia atas ranjangnya tersebut, Zahra langsung terlelap setelahnya,
sedangkan Bima kini tengah tengah memakai kembali helai demi sehelai pakaian nya tersebut, dan kemudian segera menuju ruang kerjanya.
Tak lupa Bima mendekat ke arah sang istri yang masih dengan keadaan polos tersebut.
kemudian mengelus pelan perut rata istrinya dan sedikit menciumnya di sana.
cup
satu ciuman untuk anak papa, sayang jangan nakal disini.
seutas senyuman terbit dari sudut bibirnya.
kemudian kini beralih mencium kening istrinya,
cup
aku mencintaimu Zahra, istirahat lah dengan nyenyak bumilku ucapnya sambil memandang wajah istrinya yang kini sudah terlelap di atas ranjang.
Dan lagi seutas senyuman kembali terbit dari bibirnya.
begitu teduhnya wajah ini jika sedang terlelap ucapnya kembali.
Dan setelah itu Bima mulai berdiri dari sisi ranjang kemudian segera menuju ke ruang kerjanya, untuk menyelesaikan pekerjaan kantornya dan juga melihat perkembangan perusahaan beserta anak cabangnya lewat benda layar tipis miliknya di sana.
sesampainya Bima di ruang kerja dan mulai duduk di kursi kebesarannya, ponselnya baru saja berbunyi kemudian Bima perlahan mengeluarkan ponsel pintarnya itu dari saku celana pendeknya.
Di lihatnya di sana tertera nama sekertaris Revan sedang memanggil.
__ADS_1
setelah itu Bima mulai menggeser bulatan berwarna hijau itu kesamping.
dan panggilan pun terhubung.
" halo tuan " ucap sekertaris Revan di sebrang sana.
" ya halo " jawab Bima
" tuan selamat nona Zahra telah hamil dan anda sebentar lagi akan menjadi calon ayah " ucap sekertaris Revan kepada atasannya tersebut.
" hahaha.... ya.. ya...ya terima kasih Van dugaan mu benar ternyata, aku tidak lupa pada janjiku padamu Van, dan jangan lupa segera kau transfer uang ke rekening dokter Toni dan dokter Rani dan juga berikan mereka bonus "
jawab Bima sambil tertawa kemudian teringat pada janjinya kepada sekertaris setianya itu.
" baik tuan,
" dan juga terima kasih sebelum nya tuan, dan juga saya mengetahui info ini dari dokter Toni, karena anda tadi meminta saya menghubungi nya kemudian setelah itu, dokter Toni yang memberi tahu saya setelahnya bahwa nona Zahra tengah hamil " jelas sekertaris Revan.
" ya Van tadi aku memang tak sempat memberitahu mu karena keadaan Zahra tadi begitu lemas dan terus mual mual dan muntah, membuatku panik tak karuan " jelas Bima juga.
" iya tuan tidak apa apa, saya sudah lega mengetahuinya, saya ada sesuatu yang terjadi pada anda, ternyata kabar membahagiakan seperti saat ini sekali lagi selamat tuan "
" iya Vin terimakasih banyak, ini juga berkat dirimu, kau segeralah menikah " ucap Bima dengan sedikit tersenyum, kemudian sambil menggoda sekertaris nya tersebut.
" emm.... iya tuan, anu.. ini.. anu tuan saya sedang banyak pekerjaan saya akhiri dulu sambungan telepon nya ya tuan "
jawab sekertaris Revan yang saat ini tengah gelagapan menjawab pertanyaan dari atasannya itu, dan mulai mencari alasan alasan untuk berniat mengakhiri panggilannya tersebut.
" ya baiklah kalau begitu " ucap Bima santai.
panggilan pun terputus.
sedangkan Bima kini geleng-geleng kepala mendengar alasan sekertaris nya itu yang sedikit mengada ngada, karena saking bingung nya tak mempunyai jawaban dari pertanyaan nya tadi.
sedangkan Bima kini tengah malas mengerjakan pekerjaan kantornya itu, dengan dirinya yang saat ini tengah memutar mutar ponsel yang berada di tangannya tersebut.
Dan setelah itu dirinya teringat akan sosial media milik Zahra, sekejap lelaki tampan yang memiliki senyuman menawan itu mulai mengotak atik ponselnya tersebut.
dan kembali terbit senyuman dari bibirnya tipisnya itu.
__ADS_1
sesaat kemudian setelah mulai membuka ponsel dan mengintip akun sosial media milik istrinya itu, Bima kembali tersenyum bahkan tertawa terbahak bahak begitu bahagianya sepertinya entah apa yang ia lihat di sana.
Bima mulai melihat satu persatu foto dirinya bersama Zahra di pantai kemarin, dan di lihatnya di sana banyak komentar yang memuat sampai dua puluh ribu komentar.
Dan Bima pun mulai membaca beberapa komentar di sana yang membuat dirinya merasa menang dari sekian banyak orang taruhan lotre.
* hari patah hati sedunia nih ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ *
* kapan nikahnya Zahra, kok nggak ngundang ngundang *
* seperti nya cocokan sama aku 🤔🤔 *
* Zahra aku kira kau jodohku, eh ternyata aku jagain jodoh orang ðŸ˜ðŸ˜ *
* memang benar benar serasi, gemes liatnya *
* ih.. ternyata mbak ini istrinya pengusaha muda tampan itu ya *
* wah kalah saing nih *
* wiih,.. ini suaminya ganteng banget sumpah *
begitu lah kira isi beberapa komentar yang berada album foto di aku sosial media milik Zahra.
dirinya kembali tertawa sambil tersenyum.
mungkin itu hanya sosial media saja, aku belum mengumumkan di publik, kalau Zahra hanyalah milikku,
ahh.... sepertinya saat ini aku adalah lelaki yang sangat sangat bahagia sekali, bagaimana tidak bahagia, aku menikahi gadis yang selama ini aku incar, dan dia begitu cantik, dan juga sebentar lagi aku memiliki anak dari dirinya,
ya.. aku akan segera memiliki anak dari Zahra istri belia ku hahaha..... sepertinya lucu mendengar nya aku menyukai gadis belia yang seumur an dengan adikku sendiri yang baru saja lulus SMA, dan sebentar lagi Zahra menjadi seorang ibu hehehe... kau hanya wanitaku baby, sepertinya aku memang sudah tergila gila oleh pesona gadis belia ini, mengingatnya saja membuatku bergairah monolog Bima panjang lebar.
merasa puas dengan dirinya yang bermonolog sendiri dari tadi, kini Bima memutuskan untuk kembali ke kamarnya karena dirinya tidak tahan meninggalkan istrinya sendirian.
Bima menganggap jika berdiam diri di mansion rasanya menjadi sia sia kalau tidak terus menempel kepada sang istri yang menggemaskan itu.
entahlah itu di namakan cinta macam apa, mungkin itu yang di namakan cinta yang terlalu berlebihan atau apa author nggak ngerti 😂😂.
Bima mulai melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari dalam ruang kerjanya tersebut, kemudian segera menuju kamar pribadi miliknya dan Zahra.
__ADS_1